Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Conversations of Men


__ADS_3

"Jin, itu adik gue barusan? kenapa dia jadi agresif kaya begitu?" tanya Vin's yang heran melihat sifat adiknya itu.


"Mau tahu rahasianya kenapa dia jadi agresif? kalau lo lakuin ini, istri lo pasti bakal agresif, gue jamin seratus persen." ucap Yong Jin.


"Apa itu?" mendengar itu Vin's penasaran. Dan dia pun menyimak apa yang di katakan oleh Yong Jin dengan jelas.


"Hamil." satu kata dari Yong Jin. Singkat padat dan jelas. Namun Vin's tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Yong Jin.


"Maksud lo?" tanya Vin's yang benar-benar tidak tahu apa maksud dari sahabat sekaligus adik iparnya itu.


"Jika kamu bisa membuat Nana hamil, maka kamu bisa melihat istrimu yang agresif seperti Ela." kata Yong Jin.


Lagi-lagi Vin's masih belum. paham dengan apa yang dikatakan oleh Yong Jin. Yong Jin yang melihat itu hanya menghela nafasnya. Dia tidak tahu kalau sahabatnya yang terkenal jenius itu bisa terlihat bodoh di depannya.


"Apa hubungannya dengan hamil?" Tanya Vin's.


"Wanita hamil itu lebih cenderung agresif. Dia pasti lebih sering meminta duluan. Bahkan dia bisa lebih agresif dari kamu. Aku aja kadang sampai kualahan ngadepin Ela. Tapi ya aku seneng sih dia agresif seperti itu." uca Yong Jin membuat Vin's penasaran.


"Sungguh? kalau begitu aku akan membuat Nana hamil secepatnya." ucap Vin's mantap.


"Boleh, tapi jangan siang-siang juga kali mainnya. gak malu sama matahari?" pancing Yong Jin mengingat kemarin dia melihat Vin's tengah melakukan itu kepada Nana di siang hari.


"Ngapain malu? udah dah ini kan?" jawab Vin's dengan percaya dirinya.


"Iya gak malu. Tapi kalau mau berhubungan intim ya pintunya ditutup yang rapat dong. Gak malu lo kalau ada yang ngintip?" kata Yong Jin yang seketika itu teringat bahwa kemarin Ela dan Yong Jin datang kesini.


"Ehh iya, lo berdua sama adik gue kemarin kesini kan? kenapa gak nyari gue?" selidik Vin's.


"Baik gue maupun Ela udah nyariin lo di kamar. Tapi yang ada kita malah dapat pemandangan lo sama Nana tengah berhubungan badan dengan pintu yang lo biarkan terbuka sedikit. Siapapun bisa melihat itu Vin's." ucap Yong Jin yang kemarin juga ikut panas melihat Vin's dan Nana. Pada akhirnya pulang dari rumah Vin's, Yong Jin langsung menuntaskan nya bersama sang istri.


"Jadi lo lihat gue lagi memasuki Nana? Ela juga?" kata Vin's tak percaya.


"Ya, kita berdua melihatnya. Lo mau nyangkal lagi?"


"Ehh gila ya lo berdua."

__ADS_1


"Lebih gila lo tuh. sejak kapan lo bisa seganas itu sama cewek? gue tahu lo ya Vin's." ucap Yong Jin.


"Gue juga gak tahu. Rasanya seperti ketagihan aja gue. benar-benar gak kaya biasanya. Gue aja heran sama diri gue sendiri." ucapan Vin's itu menghentikan percakapan para lelaki dimana sang istri masing-masing menghampirinya.


"Pada asyik ngobrol apa sih? ayo makan, itu udah siap." ucap Nana menghampiri Vin's.


"Sayang, aku buat camilan juga lo barusan." ucap Ela kepada Yong Jin yang paling suka camilan.


"Oke, mari makan." kata Vin's sambil merangkul istri kecilnya itu.


Mereka pun makan bersama. Sedangkan Yong Jin lebih memilih makan cemilan favorit nya. Dia hanya sesekali mendapatkan suapan dari Ela. Tangannya tak pernah berhenti mengambil lagi jika urusan camilan. Dia pasti yang nomor satu.



Camilannya ludes ketika Nana, Vin's dan Ela selesai makan. Dan camilan itu hanya diperuntukkan untuk Yong Jin. Dibuat oleh Ela dengan penuh rasa cinta.


"Lo emang gak pernak berubah ya Jin. paling suka sama camilan." ucap Vin's yang sudah mengenalnya sejak mereka taman kanak-kanak.


"Ya mau bagaimana lagi. Tapi camilan yang dibuat istri sendiri lah yang paling enak." ucap Yong Jin yang tak pernah meragukan masakan sang istri.


"Ohh iya, kalian udah belanja perlengkapan bayi belum?" tanya Nana yang sejak tahu Ela hamil dia menjadi yang lebih bersemangat.


"Emm... belum Na, kata bunda nanti saja ketika sudah lewat tujuh bulan. pamali katanya." ucap Ela kepada Nana.


"Ohh gitu. tapi besok kalau pergi belanja aku ikut ya El. aku mau ikut belanja buat keperluan calon keponakan pertamaku." ucap Nana bersemangat.


"Kenapa jadi kamu yang bersemangat?" tanya Yong Jin.


"Biarlah kak. sekalian belajar untuk jadi ibu nanti. siapa tahu setelah ini Nana segera hamil." kata Ela membela Nana.


"Ya terserah. Tapi kalau mau belanja gak boleh berdua. Aku dan Vin's wajib ikut." kata Yong Jin.


"Tentu dong. kalau kalian para laki gak ikut siapa yang akan bayarin belanjaannya?" kata Nana membuat Vin's mendengus.


"Iya deh. suami itu hanya ATM berjalan." kata Vin's membuat yang lainnya ketawa.

__ADS_1


"Tapi kan kalau bukan istri yang menghabiskan uang suaminya, untuk apa suaminya bekerja keras?" kata Ela.


"Bener sayang." ucap Yong Jin membela istrinya.


*


*


*


Tiga bulan kemudian.


Hari ini sesuai janji Nana kepada Lea, dia ingin menemani Ela pergi untuk belanja keperluan bayinya. Ela kini sudah siap bersama sang suami. Mendekati persalinan ini, Yong Jin lebih sering bekerja di rumah. Dia mungkin akan ke kantor ketika ada meeting penting. Hal ini membuat Ela senang. Karena selain Ela bisa lebih sering berdekatan dengan Yong Jin, ini juga membuat kesempatan Ko Eun Bi mendekati Yong Jin semakin tertutup.


Ya selama ini Eun Bi masih terus mendekati Yong Jin dengan alasan sudah mengenal sejak masuk kuliah. Namun Ela selalu saja mempunyai cara untuk membuat Eun Bi tak bisa masuk ke dalam rumah tangga mereka. Ela juga percaya kalau Yong Jin tak akan pernah mengkhianatinya. Terbukti dari sikap Yong Jin yang cuek dan tak suka jika Eun Bi terlalu dekat dengannya.


Selang beberapa menit setelah menunggu Vin's dan Nana, merekapun berangkat menggunakan satu mobil. Vin's dan Yong Jin berada di depan dengan Vin's yang menyetir. Sedangkan Nana dan Ela berada di belakang. Ela terus sibuk mengunyah coklat makanan favoritnya semenjak kehamilan.


Sedangkan Nana tak pernah berhenti bernyanyi dengan memutar lagu di dalam mobilnya. Vin's dan Yong Jin yang tak begitu suka lagu mellow pun memilih diam daripada Ela yang marah karena membawa nama bayinya.


Alasannya bayinya tidak mungkin di dengarkan musik yang keras. harus yang mellow. bahkan jika mungkin Ela akan memutar lagu milik Beethoven. Namun sebelum Ela benar-benar memutar lagu itu, Vin's dan Yong Jin memilih memutarkan lagu pilihan Nana.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2