Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Clumsy


__ADS_3

Nana dan Vin's masih betah untuk menempelkan bibir mereka. Bahkan tangan Vin's sudah merengkuh tubuh Nana yang lebih kecil dari tubuhnya itu. Sedangkan tangan Nana terus berada di kedua pundak Vin's. Mereka masih enggan melepas ciuman yang sudah berlangsung sepuluh menit itu.


Drrtt.. drrtt.. drrtt...


Bunyi getaran HP milik Vin's mengalihkan perhatian mereka. Seketika Nana mendorong tubuh Vin's dan Vin's pun segera melepaskan ciumannya dan beranjak dari kolam. Hal itu seketika membuat Nana menjadi malu.


"Aduh... kenapa sih gue mesti mau di cium tuh cowok halu? ciuman pertama gue itu." ucap Nana dalam hatinya sambil menenggelamkan dirinya karena malu.


Sedangkan di sisi Vin's dia sedang melihat HP nya yang berbunyi. dia mendapat sebuah pesan dari sang adik yang mengatakan bahwa dia tengah bersama Yong Jin hendak mencarinya. Namun tak menemukannya.


"Lo mau balik gak? ini si Ela nyariin." tanya Vin's pada Nana setelah berpikir beberapa kali karena kecanggungan ini.


"Emang lo udah puas berendem nya?" tanya Nana yang terlihat masih ingin menikmati air panas itu.


"Belom sih, tapi kita mesti pulang. katanya ada hal penting yang ingin Ela sampaikan." desak Vin's.


"Ya udah telfon aja sih. nanti malam gitu aja. bilang aja kalau sekarang kita lagi keluar." ucap Nana beranjak dari kolam langsung menelfon Ela tanpa memperhatikan ekspresi Vin's yang menahan gejolak karena melihat Nana memakai bikini tipis.


Nana mengambil HP Vin's dan langsung menelfon Ela. dalam deringan ketiga, panggilan itu di angkat oleh Ela.


📲 Halo kak? (sapa Ela dari seberang)


📱Halo La, ini aku Nana. Kata kakak kamu, kamu mau ada hal yang ingin di bicarain? harus sekarang ya?


📲 Penting sih soalnya Na. emang kenapa?


📱Enggak,gini kalau nanti malam aja gimana? kita masih di sauna ini. masih belum puas mau berendam. kamu nunggu bisa kan?


📲 Ohh kalian lagi di sana. ya udah gak papa. nanti aku tunggu.


📱Oke kalau gitu,thanks ya La. gue tutup dulu. bye.

__ADS_1


📲 Bye.


Telfon itupun mati. Nana kembali menatap Vin's yang ternyata terbengong melihat penampilan Nana yang terlihat begitu sexy dimatanya.


"Kak, kak, woy.. kak!" teriak Nana ketika ucapannya tak di respon oleh Vin's. dia masih saja melamun sambil melihat body Nana.


"Ohh, ya ada apa? kenapa lo sampai teriak gitu?"


"Gue udah selesai telfon Ela nih. gue mau berendam lagi. dia gak jadi sekarang ngomongnya. dia mau ngomongnya nanti malam aja." ucap Nana sambil em ninggal akn Vin's yang masih terbengong.


"Ohh.. oke." hanya itu yang bisa Vin's ucapkan terlebih dia selalu menatap tubuh Nana. dia mengikuti Nana masuk ke dalam kolam lagi dan melihat Nana sudah memejamkan matanya.


Lama kelamaan saking releksnya, Nana sampai tertidur. Vin's yang melihat itu pun hanya bisa mendekati Nana dan menyandarkan kepalanya pada pundak nya. Dia memperhatikan gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. dia tertidur dengan penuh damai.


Tiba-tiba saja, jiwa kelakian Vin's bergejolak ketika matanya menatap bagian dada Nana. Dia menelan ludahnya karena kesulitan sudah payah dia menahannya terlebih ketika Nana mengira bahwa Vin's itu adalah gulingnya. Nana memeluk erat tubuh Vin's hingga benda kenyal dan besar miliknya menempel pada tubuh Vin's.


"Ahh sial. kenapa jadi tegang gini sih. gimana mau nidurin nya coba. masak iya gue nekad sih. tapi gak papa juga dia kan calon istri gue." ucap Vin's.


"Akhh... kya! apa yang lo lakuin sama gue ha!" ucap Nana yang kini melihat bahwa tubuhnya sudah polos sedangkan Vin's masih menikmati bagian dada dan tangannya terus bermain di bawah.


"Ssttt.. nikmatin aja sayang." ucap Vin's yang enggan sekali untuk menyelesaikan ritualnya.


Nana kini tak bisa menikmatinya. dia bahkan sudah menangis saat Vin's masih terus memainkan tubuhnya. dia menangis terguguk sampai akhirnya Vin's melepaskan seluruh tangannya dari tubuh Nana. Vin's mulai merasakan bersalah dan dia langsung memeluk Nana.


"lo jahat kak. lo jahat." ucap Nana dengan memukul dada Vin's yang terus mendekap nya.


"Maafin gue. gue khilaf Na. gue gak tahan lihat tubuh lo. sungguh gue hanya khilaf Na." ucap Vin's minta maaf kepada Nana yang masih terus menangis.


"Lo jahat. kenapa lo lakuin itu ke gue?"


"Ya! lo kan calon gue. kenapa gue gak bisa nyentuh lo." ucap Vin's yang paling tidak suka melihat cewek menangis.

__ADS_1


"Tapi kan lo bakal dapet itu setelah nikah nanti."


"Kalau gue maunya sekarang, gimana?"


"Gak, jangan gila lo ya kak. gue bakal teriak kalau lo perkosa gue." ancam Nana.


"Coba aja kalau bisa teriak. gue akan buat lo teriak nikmat nantinya." ucap Vin's yang mendekati Nana kembali merengkuh tubuh kecil itu dan langsung kembali memainkan tubuh Nana dengan ganas. Tak ada kelembutan lagi seperti tadi.


"Ya! dasar br*ngs*k lo ya. lepasin gue gak? atau gue bakal..."


"Bakal apa? ha! bakal apa? toh sebentar lagi lo bakal jadi istri gue. jadi gue minta sekarang gak papa kan ya?" ucap Vin's.


"Vin's... dasar lo b*j*ng*n." ucap Nana dengan marahnya.


Dia berhasil memberontak dan melepaskan dirinya dari rengkuhan Vin's. Dia langsung keluar dari kolam dan memakai handuk piamanya dan keluar dari ruangan VIP itu. dia pergi meninggalkan Vin's yang tengah merutuki dirinya sendiri karena tak bisa kontrol emosi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2