Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 47


__ADS_3

Freya yang mendengar keributan dari depan kamar Chanyeol pun bangun dari duduknya lalu mematikan TV. Dia berjalan ke arah sumber keributan dan melihat Scarlett tengah menggerutu tak jelas di depan pintu kamar Chanyeol.


"Kamu itu kenapa sih dek? Ngomel-ngomel gak jelas di depan pintu kamar orang. Ganggu orang istirahat tahu gak." ucap Freya menghampiri Scarlett.


"Gak tahu tuh Chanyeol Oppa aneh, Ditanya itu foto siapa malah aku di usir dari kamarnya lalu di kunciin." adu Scarlett.


"Siapa suruh kamu kepoin sama privasi orang. Gak baik tahu gak." ucap Freya.


"Namanya juga cewek kak. Lagian ya, Chanyeol Oppa juga aneh. Katanya itu foto cewek bukan siapa-siapa nya. Giliran aku mau lihat malah di umpetin di bawah tumpukan bajunya. Dan di tanya itu siapa bukannya jawab dia malah diem aja." ucap Scarlett.


"Biarin aja kenapa sih. Itu urusan pribadinya. Udah kamu tidur sana. Besok kamu masih ada sekolah kan?" titah Freya.


"Baiklah kak, tapi aku tidur sehabis makan subway terakhirku ini ya." ucap Scarlett yang masih terus memakan subway terakhirnya.


"Dasar kamu tu ya, bagaimana gak gemuk kalau habis makan langsung tidur." ucap Freya.


"Justru aku tengah program penggemukan kak. Aku terlalu kurus. Aku ingin tubuh ideal. Bye kak. Good night." ucap Scarlett lalu pergi dari hadapan Freya yang geleng-geleng kepala melihat tingkah adik angkatnya itu. Freya pun juga ikut pergi ke kamarnya setelah melihat pintu kamar Chanyeol sebentar.


Di dalam lamar, Chanyeol masih belum tertidur. Dia masih menyelesaikan merapikan barang belanjaannya. Setelah selesai dia membersihkan wajahnya dan menyikat giginya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya. Dia melihat HPnya ternyata sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Chanyeol menerawang dan menghitung kira-kira jam berapa sekarang di Korea.


"Sekarang di Korea sudah pukul setengah tiga siang. Berarti Han Sung berada di ma tornya. Telfon ajalah. Semoga aja dia sedang tidak sibuk. Daripada dia marah aku tidak mengabarinya." pikir Chanyeol.


Chanyeol pun tanpa langsung mencari nama Han Sung di kontaknya dia sudah tinggal memencet nomor satu di hpnya, muncul panggilan cepat dengan nomor Han Sung. Nomor prioritas nya. Dering panggilan pertama, kedua, ketiga tidak di angkat oleh Han Sung. Namun Chanyeol tak putus asa. Dia menelfonnya untuk kedua kalinya. Kali ini pada dering kedua Han Sung sudah mengangkatnya. Ujung bibir Chanyeol pun terangkat membentuk sebuah senyuman. Layaknya telfon dengan pacar.


^^^"Chanyeol~ahh... " teriak Han Sung dari seberang.^^^


"Apa kabar lo? Gue kira lo lupa sama gue." ucap Chanyeol yang tak marah sekalipun jika Han Sung barusan berteriak kepadanya.


^^^"Mana bisa gue lupa sama lo. Yang ada lo yang lupa sama gue. Lo aja kagak kasih kabar ke gue. Gue lira pesawat lo kecebur di laut." ucap Han Sung.^^^

__ADS_1


"Wah... amit-amit... amit-amit.. Lo nyumpahin gue mati ya?" kata Chanyeol.


^^^"Ya habis lo kagak ada kabar sama sekali dari tadi pagi. Ya gue kira lo beneran kecebur di. laut terus di makan ikan teri." kata Han Sung.^^^


"Ya sorry my brother.. Sampai disini gue capek banget. Gue langsung tidur. Bangun-bangun udah jam makan malam. Gue lalu pergi sebentar keluar buat sekedar jalan-jalan dan beli perlengkapan yang gak gue bawa disini. Dan gue baru sempet ngabarin lo." ucap Chanyeol beralasan.


^^^"Malam? Emangnya di situ jam berapa sekarang?" tanya Han Sung.^^^


"Sekarang sudah hampir memasuki tengah malam waktu Los Angeles." kata Chanyeol setelah melihat kearah jam dinding yang besar di depannya.


^^^"Woi bro... kalau mau beralasan untuk bohong yang wajar dong. Jangan setengah-setengah kaya gitu. Sekalian aja bilang kalau di Los Angeles tak ada siang. Hanya ada hari malam. Yang benar aja sekarang disitu masih malam." ucap. Han Sung tak percaya.^^^


"Yah, pinter lo kemana sih Hans? Bukannya selama ini lo selalu juara satu paralel ya di sekolah? Kenapa baru gue tinggal sebentar lo udah jadi bodoh kaya gini? Lo jual tuh otak lo?" kata Chanyeol.


^^^"Ya mana ada gue jual otak gue. Terus gue hidupnya gimana?" tanya Han Sung dengan polosnya. ^^^


"Habis pintar lo ilang gitu aja sih. Disini emang beneran tengah malam. Bahkan disini masih tanggal lima belas Mei." ucap Chanyeol.


"Ya bisalah. Karena perbedaan Korea dan. Los Angeles itu panjang. Korea lebih cepat enam belas jam dari Los Angeles." ucap Chanyeol.


^^^"Gue rasa, gue perlu belajar perbedaan waktu biar gak cuma tahu perbedaan waktu Korea dan Venezuela doang. Tapi sekalian seluruh dunia." ucap Han Sung. ^^^


"Nah betul tuh. Ya udah ya, gue mau istirahat dulu. Besok gue harus ke kampus sekalian cari buku buat kuliah. Bye bro." ucap Chanyeol lalu memutuskan telfon secara sepihak. Sudah bisa Chanyeol tebak kalau Han Sung di Korea pasti tengah mengomel karena telfonnya di matikan.


...***...


Di Korea, setelah mendapatkan telfon dari Chanyeol barusan, Han Sung kembali di sibukkan dengan pekerjaannya yang menumpuk bagaikan gunung di mejanya. Sebelum dia masuk kuliah, dia menyibukkan dirinya menjabat sebagai wakil CEO untuk perusahaannya. Dan dia hari ini harus menghandel semua pekerjaan yang berhubungan dengan Jin-young karena Daddy nya itu tengah terbang ke Venezuela selama beberapa hari untuk mengurus suatu masalah di sana. Jadi mau tak mau Han Sung lah yang mengerjakan semua pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh Jin-young.


Han Sung memang berotak pintar dan encer. Dia bisa langsung memahami situasi kantor dan memecahkan masalah. Namun jiwanya masih jiwa muda berusia tujuh belas tahun. Dia juga merasa capek di kala dokumen-dokumen itu terus di kirim dan menumpuk di ruangannya. Tanpa ada jeda dan waktu istirahat barang sebentar. Bahkan makan pun dia lakukan bersama dengan map map yang menumpuk di depannya.

__ADS_1


"Hais... Banyak banget nih kerjaannya. Kapan kelarnya kalau kaya gini. Terus gue harus lembur hari ini? Mau jadi apa muka ganteng gue kalau kebanyakan lembur?" gerutu Han Sung yang sudah menyelesaikan setumpuk laporan di sisi kanannya. Namun sisi kirinya laporan yang belum di kerjakannya masih banyak menumpuk. Dan dirasanya juga semakin banyak karena sekretaris nya setiap sepuluh menit pasti masuk membawa banyak sekali tumpukan berkas.


"Kayanya ni laporan gak bakal habis deh sampai bulan depan. Gue pengen jalan keluar main bareng anak-anak." gumam Han Sung, lalu dia memilih istirahat sebentar. Berjalan-jalan di ruangannya.


Han Sung berhenti di kaca besar yang berada di ruangannya. Kaca yang memenuhi seluruh ruangannya. Dari sana dia bisa melihat seluruh kota Seoul dan juga gedung-gedung pencakar langit yang seakan-akan atapnya akan menyentuh langit.


Dari sebelum Han Sung pindah ke Korea, dia sudah lebih dulu jatuh cinta dengan Korea. Dia jatuh cinta dengan budayanya, kotanya, pedesaannya dan semuanya yang berhubungan dengan Korea dalam. hal sekecil apapun. Dia bahkan bangga memperkenalkan bahwa dia memiliki darah seratus persen keturunan Korea. Meskipun dia memakai nickname Hans, bukan Han Sung. Dan dari banyaknya Negara yang dia singgahi, Korea lah negara ternyaman yang ingin dia jadikan tempat untuk tinggal. Dan dari banyaknya kota di Korea, dia lebih memilih Seoul. Tapi kalau untuk memilih daerah lainnya, dia lebih memilih Gwangju, Busan, Daegu atau Jeju. Dan tentunya dia ingin tinggal dengan wanita yang dia cintai nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2