
Seminggu yang lalu.
Hari itu ketika mendapatkan kabar bahwa Nana kecelakaan, Ela yang kaget sampai merengek pada Yong Jin untuk ikut ke Amerika. Namun Yong Jin kukuh dengan pendiriannya tidak ingin membahayakan kandungan Ela dan menolak permintaan Ela.
Pada akhirnya, setiap hari Ela menelfon kedua orang tuanya, Vin's atau Reinaldi untuk mengetahui bagaimana keadaan Nana. Bagaimanapun Nana adalah sahabat karibnya. Dia bahkan sudah menganggap Nana sebagai saudaranya sendiri.
Jadi ketika dia mendengar tentang keadaan Nana dia juga ikut bersedih bahkan menangis. Sampai - sampai dia tak mau makan. Hal itu membuat Yong Jin terpaksa cuti dalam pekerjaan nya untuk mengurus Ela yang begitu syok. Namun akhirnya Ela mau di bujuk agar makan karena anaknya.
Kembali ke masa sekarang.
"Kak, nanti kita bawain mereka apa ya?" ucap Ela yang sedari pagi berada di dapur membuatkan makanan untuk menyambut kedatangan Vin's dan Nana.
"Sayang, itu kamu udah masak banyak banget. Masih bilang mau di bawain apa? kenapa gak sekalian aja mereka disuruh menginap disini?" tanya Yong Jin yang sebenarnya kesal karena Vin's membuat istrinya yang tengah hamil lima bulan itu menjadi repot.
"Nana gak mau sayang. Dia awalnya malah minta pulang kerumahnya sendiri. Tapi kak Vin's membujuknya. makanya dia mau pulang kerumah kakak" ucap Ela membuat Yong Jin manggut-manggut.
"Ya udah kalau begitu. Masih kurang apa? kayanya mereka juga sudah sampai dari tadi dirumah." kata Yong Jin menghampiri istrinya dan ternyata sudah banyak makanan yang tertata siap untuk di bawa.
"Sudah semuanya. Kalau begitu ayo berangkat." ucap Ela begitu bersemangat karena bertemu dengan kakak tercintanya dan juga sahabatnya.
"Tunggu sayang. ada yang kelupaan." ucap Yong Jin memperlihatkan tas kecil milik Ela yang berisikan HPnya dan makanan ringan yang selalu dia bawa selama kehamilan ini.
"Ohh iya. makasih suamiku sayang. ayah dari mu baby twins." ucap Ela sambil menggandeng erat tangan Yong Jin.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah keluarga Lyn. Mereka di sambut hangat oleh para pembantu yang ada di rumah itu. Para pembantu pun mengambil alih makanan yang tadi dibawa oleh Yong Jin.
"Bi, kakak kemana?" tanya Ela yang tak melihat Vin's dan Nana.
"Ohh tuan dan Nyonya muda tengah berada di kamar Non. mau bibi panggilkan?" tanya pembantu itu.
"Gak perlu. biar aku aja yang kesana." ucap Ela dan pembantu itupun pergi.
"Sayang, kenapa. ke lantai atas sih. kamu kan aku larang naik tangga." ucap Yong Jin yang menahan langkah kaki Ela. Namun segera Ela menghempaskan nya.
"Ish kakak apa-apa an sih. Kakak lupa kalau dirumah ini ada liftnya? Aku naik lift. Kakak tenang aja ya." Ucap Ela dengan mengelus wajah tampan suaminya itu.
Saat Ela mendekati kamar Vin's yang sedikit terbuka, Ela mengendap-endap. Dia ingin mengagetkan Vin's dan Nana. Namun siapa sangka, dia mendengar suara yang membuatnya berhenti mematung.
__ADS_1
"Akhh.. Vin's, lebih cepat." Ela mendengar Nana mendesah seperti itu.
"Dengan senang hati sayang." kata Vin's yang Ela dengar. Setelah itu dia hanya mendengar desahan demi desahan dari mereka berdua.
Ela pun mematung di samping pintu kamar Vin's. Namun dengan cepat dia langsung meraih kesadarannya kembali dan segera pergi dari kamar itu. Dia pun langsung kembali turun dengan wajah yang syok dan kaget. Yong Jin yang melihat itupun langsung bertanya kepada Ela apa yang terjadi.
"Sayang, kenapa wajahmu seperti itu? apa yang terjadi?" tanya Yong Jin.
"Emm... ti-tidak apa-apa kok." ucapnya gagap.
"Tidak apa-apa bagaimana? lihatlah wajahmu yang pucat seperti itu. Dan dimana Vin's dan Nana? kenapa mereka tak ikut turun denganmu?" tanya Yong Jin kembali.
"Emm... itu kak. aduh gimana ya mau ngomongnya. kamu lihat sendiri aja deh di atas." ucap Ela yang bingung mau menggambarkan bagaimana keadaannya dan kenapa Vin's tidak ikut turun. Itu karena Ela masih terlalu syok.
Yong Jin yang penasaran pun langsung menuju lantai atas. Agar cepat dia menggunakan lift. Dengan langkah lebar dia menuju kamar Vin's yang sudah ia tahu dimana letaknya. Kamar Vin's terletak tepat di samping kamar milik Ela dulu.
"Hei Vin's kenapa lo gak......" Yong Jin yang ingin memanggil Vin's pun kalimatnya menggantung ketika dia melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka bagaimana ganasnya permainan mereka.
Bahkan kini Yong Jin sendiri bisa melihat gimana Vin's berhubungan badan dengan Nana. Desahan demi desahan terlontar dari keduanya membuat suhu tubuh Yong Jin pun ikut merasakan panas. Dengan segera dia memutar badannya dan kembali turun menuju istrinya di bawah.
"Gimana? masih mau manggil kak Vin's?" tanya Ela dengan nada mengejeknya.
"Gak jadi yang. Mending kita pulang yuk. kita main sendiri aja." ucap Yong Jin menarik tangan Ela dan merekapun berpamitan kepada kepala pengurus rumah untuk titip pesan kepada Vin's bahwa tadi mereka menunggunya. Namun karena kelamaan mereka akhirnya pulang.
*
*
*
Di kamar Vin's.
"hosh.. hosh.. hosh.."
Nana dan Vin's mengatur nafasnya. Mereka seperti terlihat baru saja berlari beberapa kilometer. Untuk pertama kalinya Vin's merasakan kenikmatan dari liang kewanitaan seorang wanita. Dan itu dia dapat dari istrinya.
Vin's memang bukan pemuda yang polos. Bahkan Yong Jin juga. Namun mereka hanya selalu main ONS sesekali jika sedang suntuk. Bukan berarti mereka maniak. Namun untuk pertama kalinya Vin's merasakan akan menjadi maniak sex saat mengingat pergumulan panas tadi bersama istrinya.
__ADS_1
"Kak.." ucap Nana yang tengah memeluk tubuh suaminya itu.
"Hmmm.. " Vin's yang awalnya berniat ingin tidur pun akhirnya terpaksa menyahuti panggilan sang istri.
"Ela berarti bohong ya kak sama aku." ucap Nana membuat Vin's membuka matanya dan menatap sang istri.
"Bohong gimana?"
"Katanya gituan itu sakit. tapi ini nyatanya gak sakit." kata Nana begitu polos. Melihat kepolosan Nana, entah mengapa itu membuat libido Vin's sebagai lelaki kembali bangkit dan bergairah.
"Emangnya yang kamu rasain apa?" ucap Vin's sambil tangannya terus meraba sampai menemukan bagian sensitif Nana.
"Rasanya nikmat kak. Bahkan kalau kakak mau lagi, aku juga gak bakal nolak." ucap Nana dengan begitu polos.
"uhh gemesin banget sih bini gue. Amnesia membuat sifat galaknya ilang. malah jadi polos banget gini. bikin pengen nerkam." batin Vin's.
"Kok diem sih kak." kata Nana sambil menepuk pelan pipi Vin's yang sedang melamun.
"Kenapa sayang?"
"Ayo main lagi. kakak mah di kodein gak jelas." ucap Nana tiba-tiba membuat Vin's tersadar dan langsung menyerang Nana lagi, lagi, dan lagi sampai hari pun berganti malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1