Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 33


__ADS_3

"Yura? ada apa dengan Yura?" Ela kembali ke tempat duduknya agar Yong Jin bisa ikut mendengarnya.


Ela penasaran kenapa Yuna menelfonnya karena ingin membicarakan tentang Yura. Padahal selama ini dia jarang sekali menelfon mengatakan kabar tentang anak-anaknya. Apalagi mengatakan perihal tentang Yura. Karena selama ini dia selalu mendapatkan kabar dari Yura sendiri bukan dari orang lain.


"Yura sakit kak. Dia kini tengah koma di Rumah sakit." ucap Yuna.


"KoMa? Yura koma?" tanya Ela tak percaya. "Bagaimana bisa? sakit apa dia?" tanya Ela yang terkejut sekaligus tak percaya.


"Yura sakit parah kak. Dia mengidap penyakit yang mematikan. Dia mengidap kanker pankreas seperti ayahnya dulu, kak Woodz." ucap Yura.


Ela kaget mendengarnya. Tanpa sadar tangannya yang menggenggam telfon rumah itu terjatuh di meja makan. Kanker pankreas? Tangan Ela bergetar. Tanpa sadar matanya mulai berair. Memori tentang kakaknya Woodz yang meninggal karena kanker pankreas kembali terputar di ingatannya. Meskipun sudah delapan belas tahun yang lalu, namun memori itu tak pernah hilang dari pikirannya.


^^^"Kak, kak Ela.. Kak, kalau kakak masih di sana, Yuna mohon kakak pulang ya. Temani Yura. Kakak pasir ingat kan berapa bahayanya penyakit ini. Yuna mohon temani Yura. Hanya kita keluarganya satu-satunya di dunia ini. Temani dia sampai waktunya tiba dia pergi menyusul kedua orang tuanya."ucap Yuna lalu mematikan telfonnya. ^^^


Setelah telfon dari Yuna terputus, Ela menangis tersedu-sedu. Dia tidak membayangkan bahwa Yura akan mengalami hal yang sama yang seperti dialami oleh Woodz. Yong Jin yang belum tahu tentang apa yang membuat istrinya itu menangis pun langsung menanyakannya.


"Sayang, ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Yong Jin.


"Kita harus segera pulang ke Korea. Batalkan semua janji. Yura sakit." ucap Ela yang langsung bangun dari duduknya.


"Yura sakit? Aku kira apa. Kita pergi ke Swedia dulu baru ke Korea. Lagipula di sana sudah ada keluarga Jin-young." ucap Yong Jin.


"Tidak! Kita harus pulang sekarang." ucap Ela dengan menekan perkataannya.


"Tidak bisa. Apa kamu lupa bahwa tender yang kita ikuti di Swedia ini merupakan tender besar. Kamu mau perusahaan rugi?" kata Yong Jin yang kesal karena istrinya tak mau mendengarkannya.


"Kita harus kembali ke Korea. Kalau kita tidak ke Korea sekarang, hal yang lebih berharga dari tender itu akan pergi dari kita. Yura akan pergi dari kita jika kita tidak pulang ke Korea sekarang dan selama-lamanya." ucap Ela.

__ADS_1


"Apa maksud kamu? Yura pergi? pergi kemana anak itu?" tanya Yong Jin yang semakin geram dengan tingkah Ela yang dirasa begitu menyebalkan pagi ini.


"Yura sakit. Dan kamu tahu dia sakit apa? Dia mengidap kanker pankreas. Kamu masih ingat kan dengan nama kanker itu? apa kamu sudah lupa?" ucap Ela dengan menatap tajam mata Yong Jin.


Seketika Yong Jin yang semula menjawab semua perkataan Ela pun langsung diam tak berkutik. Dia jatuh terduduk di kursinya kembali.


"Kanker pankreas?" ucap Yong Jin. Kini dia kembali teringat bagaimana Woodz dulu menghadapi kanker itu. Dan kini dia harus menghadapi kenyataan bahwa salah satu keluarganya mengalami sakit yang sama seperti Woodz. dan dia adalah Yura yang notabene anak Woodz dan Nana.


"Baiklah, kalau begitu kita ke Korea sekarang. Akan ku telfon sekretaris ku untuk membatalkan semua janji kita sampai waktu yang tak bisa di tentukan." ucap Yong Jin. Mereka pun langsung bergegas untuk bersiap ke Korea.


Akhirnya pagi itu Ela dan Yong Jin terbang ke Korea menggunakan penerbangan paling cepat agar segera sampai ke Korea. Hanya ada keheningan diantara keduanya. Ela berkelana dengan pikirannya begitupun juga Yong Jin. Mereka saling tak tahu apa yang sedang mereka pikirkan. Hanya diri mereka sendiri yang tahu apa yang tengah mereka pikirkan.


...***...


Rumah Sakit Seoul.


Chanyeol dan Yohan nampak seperti patung lilin yang terduduk di bangku tunggu. Mereka berdua sama-sama hanya diam dan menatap Yura melalui kaca besar itu. Mereka tak bergerak sedikitpun. Hanya kedipan mata yang bergerak dan tanda mereka bernafas. Hanya itu yang mereka lakukan selama semalaman. Mereka bahkan menolak untuk makan dan tidur.


Hal itu sukses membuat Han Sung khawatir dengan keadaan Chanyeol. Namun Chanyeol justru menyuruhnya untuk pulang ke rumah saja menemani Zie.


Terkadang Chanyeol berdiri dan perlahan berjalan menuju kaca besar itu. Dia memegang kaca itu berasa ingin menggapai Yura. Dia menangis dalam diam namun air matanya ttak berhenti menetes. Matanya sudah memerah karena terlalu banyak menangis.


Chanyeol masih saja berharap ini semua mimpi. Chanyeol masih berharap orang yang berada di balik kaca itu bukanlah Yura melainkan orang lain. Namun kenyataannya ini semua adalah nyata. Chanyeol merindukan senyum Yura, canda tawa dari kakaknya yang selalu membuatnya menjadi pribadi yang hangat. Bagi Chanyeol Yura adalah orang terpenting dalam hidupnya.


"Yura!" teriak seorang wanita yang berlari tergopoh-gopoh sambil terus meneriakkan nama Yura.


Untuk pertama kalinya Chanyeol dan Yohan mengalihkan pandangan mereka karena mendengar teriakan seorang wanita yang memanggil nama Yura. Ternyata itu Ela dan Yong Jin yang mengikutinya di belakang. Ela menangis ketika melihat sosok Yura yang ceria itu kini tengah terbaring tak berdaya di dalam sana. Chanyeol menatap mereka dengan tatapan yang tajam dan penuh dengan kedinginan.

__ADS_1


"Untuk apa kalian berdua ke sini?" tanya Chanyeol yang dingin.


Pertanyaan yang di lontarkan oleh Chanyeol pun membuat Ela dan Yong Jin melihat ke arahnya.


"Jaga bicaramu Chanyeol. Kami ini orang tuamu." ucap Yong Jin dengan tegas karena tak suka cara bicara Chanyeol yang seperti berbicara dengan seorang preman.


Chanyeol tersenyum geli saat mendengar orang tuanya berbicara seperti itu. Orang tua? Yong Jin bilang bahwa dia orang tuanya Chanyeol. Padahal selama ini dia selalu tak pernah dianggap anak oleh Yong Jin. Apalagi ketika Chanyeol menolak kehendak yang Yong Jin mau.


Mungkin selama ini cara Chanyeol untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya juga salah. Tapi semua itu juga bukan murni kesalahan dari Chanyeol. Dia hanya kesepian. Dia kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Maka dari itu dia selalu membuat masalah agar saat dia di marahi dia ingin melihat orang tuanya yang tak pernah pulang. Namun selama ini baik Yong Jin dan Ela tak pernah tahu apa yang di maksud oleh Chanyeol. Ela dan Yong Jin terus sibuk dengan pekerjaan dan dunia bisnis mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2