Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 4


__ADS_3

Pagi harinya, Chanyeol pergi sekolah seperti biasa bersama dengan Han Sung. Surat peringatan kemarin tidak membuat mereka sampai di skorsing. Jadi mereka berdua tetap bersekolah dengan tenang. Apalagi tidak ada yang tahu siapa mereka.


Mereka berdua berangkat menggunakan bus umum untuk sampai di sekolah. Mereka berdua memang tak pernah diantar menggunakan mobil. Walaupun Jin-young menyuruh mereka untuk diantar menggunakan mobil dengan sopir pribadi, namun hal itu tak membuat mereka menggunakan mobil sampai di sekolah. Justru mereka akan meminta turun di halte dekat komplek untuk menunggu bus jemputan datang.


"Chanyeol, nanti jangan pulang terlambat. Lo harus datang ke pesta kita berdua. kalau bisa siapin kado yang mewah buat kita." ucap Junnie.


"Apa aku jadi orang terakhir yang tahu? Bahkan berita itu sudah menyebar ke seluruh media baik cetak maupun online, tapi aku justru tahu dari Han Sung." ucap Chanyeol.


"Selama ini bukannya kamu yang tidak begitu perhatian terhadap anggota keluarga kamu?" ucap Yong Jin.


"Pa... sudah. Pagi-pagi kenapa harus ribut terus. Udah Chanyeol, kamu makan nak." ucap Ela.


"Selera makanku udah hilang." ucap Chanyeol yang langsung keluar dari rumah dan segera masuk ke rumah Han Sung.


"Pagi semuanya...." ucap Chanyeol dengan riang.


"Ehh anak Mommy udah cakep. Sini sayang, kita sarapan bareng." ucap Yuna dengan ramah yang membuat hati Chanyeol yang tadi dingin menjadi hangat.


"Dia pasti udah sarapan Mom, kan dirumah ada Ela." ucap Jin-young.


"Gak kok, Chanyeol memang niatnya mau sarapan disini sekalian nunggu pangeran berkuda putih yang ku tebak pasti lagi dandan." ucap Chanyeol yang di maksud pangeran berkuda putih itu Han Sung.


"Bener banget kamu nak. Dia kalau dandan udah ngalahin anak perempuan." ucap Yuna.


"Nanti malam kamu datang kan ke pesta kakak kamu?" tanya Jin-young.


"Apa aku harus datang Om?" pertanyaan Chanyeol membuat Yuna dan Jin-young bertanya tanya.

__ADS_1


"Kenapa tidak? Mereka berdua kan kakak kamu. itu juga pesta keluarga kamu kan?" kata Yuna.


"Bukan. Itu pesta keluarga Park. Sedangkan keluargaku bermarga Lin." ucap Chanyeol.


Kalau Chanyeol sudah menjawab seperti itu, Yuna dan Jin-young hanya bisa terdiam. Itu tandanya Chanyeol tak ingin melanjutkan pembahasan itu. Dia terlalu membenci keluarga nya sampai tidak ingin menyebutkan marganya sendiri dengan benar. Justru dia menyebutkan marga Lin yang sudah tidak ada karena Ela mengalihkan semuanya ke keluarga Park. Nama keluarga Lin hanya tersisa beberapa perusahaan di Korea yang menjadi hak waris untuk Yura.


"Pagi dunia... pangeran berkuda putih sudah datang...." ucap Han Sung yang baru saja turun dari lantai atas kamarnya.


"Pangeran kuda putih yang selalu kesiangan. Ini udah jam berapa woi.. hari ini ada anak baru di kelas kita. Lo mau kita jadi yang terakhir tahu?" ucap Chanyeol.


"Serius? cewek apa cowok?" tanya Han Sung.


"Cewek. udah ayo berangkat sarapan di bus aja. Nanti kita telat ngejar bus nya." ucap Chanyeol.


"Bareng Daddy aja sampai halte. Biar cepet. Ini Daddy udah selesai makannya." ucap Jin-young.


"Untung ponakan. Kalau gak udah aku rebus hidup-hidup kamu." kata Jin-young.


Jin-young pun berangkat ke kantor bersama dengan Chanyeol dan Han Sung. Sesuai dengan perkataan Jin-young, ia akan menurunkan Chanyeol dan Han Sung di halte bus. Karena kalau Jin-young nekad mengantarkan mereka sampai di sekolah, maka yang terjadi seperti tahun lalu, mereka berdua ngambek dan tak pulang selama seminggu. Dan selama itu pula Jin-young tersiksa karena Yuna mendiamkannya.


"Thanks Dad, see you." ucap Han Sung yang hanya di balas lambaian tangan oleh Jin-young.


Mereka turun dari mobil bertepatan dengan bus yang sering mereka tumpangi datang. Han Sung dan Chanyeol langsung duduk di sana. Mereka selalu memilih tempat duduk di belakang karena dia bisa dengan bebas melihat seluruh isi bus dengan sekali lihat dari belakang.


Bus berhenti di halte ketiga sebelum sampai sekolah. Masih ada dua halte lagi sebelum mereka turun di halte depan sekolah. Chanyeol menatap wanita berambut pirang yang baru saja baik ke atas bus.


"Gue baru tahu kalau murid sekolah kita ada yang berani mengecat rambutnya menjadi pirang seperti itu." ucap Han Sung.

__ADS_1


"Kayanya bukan siswa lama deh. Aku gak pernah lihat dia." ucap Chanyeol.


"Tapi kan kalau di sekolah kita, semua murid tak boleh ad ayang mengecat rambutnya. Idol sekalipun yang sering gonta ganti warna rambut kalau masuk ke sekolah kita wajib hitam. Lah dia siapa? Kenapa berani banget dengan warna rambut kaya begitu." ucap Han Sung.


"kayanya bukan orang Korea deh. Auk ahh. yuk turun. lo laper gak? ke kantin yuk." ucap Chanyeol yang mendahului Han Sung turun dari bus.


Saat Han Sung dan Chanyeol turun dari bus, di depan gerbang sudah banyak wanita yang berkerumun untuk menyambut Han Sung dan Chanyeol yang sering mereka anggap pangeran di sekolah ini.


Chanyeol dan Han Sung sebenarnya jengah melihat mereka di kerubungi seperti lalat yang mengerubungi makanan itu. Dari kejauhan Chanyeol melihat dua orang teman se gank nya di sekolah ini. Dia Jihoon dan Taeyong. Melihat tatapan dari Chanyeol mereka langsung paham bahwa Chanyeol meminta tolong untuk membubarkan masa.


"Hai ladies... kenapa masih pada disini sih. Kalian gak tahu ya kalau tadi aku melihat guru Siwon datang bersama tunangannya?" ucap Jihoon yang baru saja datang menghampiri mereka bersama Taeyong. Di sekolah ini yang bisa mengalahkan ketampanan dan ketenaran dari Chanyeol dan Han Sung hanya guru olahraga yang bernama Siwon itu.


"Iya, tadi mereka terlihat mesra banget. Kalian gak mau lihat?" ucap Taeyong yang terlihat begitu meyakinkan.


Dan benar saja. Hal itu langsung membuat kumpulan para gadis itu pergi meninggalkan ke empat lelaki tampan itu. Mereka semua langsung tertawa terbahak karena seingat mereka hari ini guru itu tidak datang karena akan melakukan pesta pertunangan dengan kekasihnya yang merupakan model terkenal Korea. Pasti setelah ini semua wanita yang berada di sekolah akan menangis. Termasuk para guru wanita yang mendambakan guru Siwon meskipun mereka sudah bersuami.


"Ehh... kantin dulu yuk. Laper nih gue." ucap Han Sung.


"Traktir dong. kita berdua gak di kasih uang jajan selama seminggu sama bokap karena masalah kemarin." ucap Taeyong.


"Tenang hari ini gue yang traktir." ucap Chanyeol.


"Tumben nih malaikat baik. Emangnya ATM lo gak di blokir sama bokap lo setelah masalah kemarin?" tanya Jihoon.


"Kaya gak tahu dia aja. Meskipun ATM yang dari orang tuanya di blokir, dia kan udah punya ATM pribadi dari studionya." kata Han Sung.


"Sstt... jangan keras-keras. Nanti ada yang dengar." ucap Chanyeol memperingatkan.

__ADS_1


"Ya sorry, kelepasan." kata Han Sung.


__ADS_2