Kisah Keysha

Kisah Keysha
YTDD Bagian 20


__ADS_3

"Yey.... holiday!" teriak Yena saat kini mereka sedang ada di pantai pagi ini. mereka berlarian bermain air bersama seperti anak kecil.


Sedangkan Kevin, Key dan anaknya sibuk bermain istana pasir. Junior terlihat bahagia sekali karena dia baru pertama kali bermain di pantai. selama di Korea, Key hanya mengajak ke tempat wahana permainan saja.


"Ayah, Bunda. nanti kalau junior udah besar, junior akan buat istana kaya gini buat ayah sama bunda. tapi ayah sama bunda nikah dulu ya biar Junior makin bahagia. dan junior bisa bilang ke teman-teman junior kalau junior punya ayah." kata Junior bahagia.


Melihat itu Kevin terenyuh. dia begitu menyesal karena selama ini dia tak bisa menemukan Key dan Junior lebih awal. setelah mendengar perkataan Junior, Kevin jadi semakin yakin untuk membawa Key dan Junior ke orang tuanya. secepatnya aku akan membawa kalian agar kalian lebih cepat menjadi milikku. batin Kevin.


Namun tiba-tiba. Bruk...


"hei siapa itu!" teriak Kevin. "kamu gak papa sayang, sayang.. bangun sayang!" teriak Kevin sambil menggoyangkan tubuh Key yang sudah diam tak bergerak.


"ayah, bunda kenapa? bunda bangun." teriak Junior.


Mendengar teriakan Junior dan Kevin membuat yang lain langsung berlari berhamburan menuju dimana mereka berada. mereka terkejut melihat Kevin dan Junior menatap nanar Key yang tak sadarkan diri.


"Kevin ayo bawa ke rumah sakit. lihat darah Key banyak sekali." tunjuk Mark dikepala Key. dan itu membuat Kevin semakin panik.


Mereka langsung membawa Key ke mobil. Yena dan Rina bertugas menjaga Junior yang menangis. sedangkan Kevin, JB, Mark dan Jackson mengurus Key dan sisanya membawa kembali pulang bekal mereka lalu menyusul lagi ke rumah sakit sekitar.


Saat dirumah sakit, Key langsung dimasukkan ke ruang UGD untuk ditangani. Kevin tak henti-hentinya mondar mandir didepan ruangan. dia terlihat frustasi dan kacau. lebih kacau daripada saat tahu kalau Key hilang.


"Tuan, saya menemukan ini tuan di tempat Nyonya tak sadarkan diri." kata Reinaldi yang sudah diutus Kevin untuk mengusut ini semua.

__ADS_1


Reinaldi menemukan sebuah batu yang terbungkus kertas. disitu terdapat bercak darah yang diyakini itu milik Key. segera Kevin membuka kertas itu. terdapat tulisan ancaman didalam kertas itu. melihat tulisan itu, membuat Kevin semakin geram.


"Angel! apa maumu. kalau sampai terjadi apa-apa pada Key, aku tak segan-segan untuk membunuhmu! " gumam Kevin.


Selang satu jam Dokter keluar.


"siapa keluarga dari pasien." tanya Dokter itu.


"saya dok, saya keluarga angkatnya" kata Rina.


"saya calon suaminya dok. gimana keadaannya dok?" kata Kevin.


"Pasien telah melewati masa kritis walaupun tadi sempat kehilangan banyak darah. untungnya masih bisa diselamatkan. hanya saja kami harus memberi jahitan kepada kepalanya." kata Dokter itu.


"tunggu nanti setelah dipindah diruang rawat, barulah bisa kalian menjenguk pasien. kalau begitu saya permisi." kata Dokter itu.


Tak lama kemudian brangkar Key didorong keluar oleh para suster. mereka mengikuti dibelakang. Key masih tak sadarkan diri. setelah masuk ke ruang rawat, Kevin langsung mendekati brangkar dan menggenggam erat tangan Key dan menciumnya.


"maafkan aku sayang, aku tak bisa menjagamu" kata Kevin yang telah meneteskan air matanya.


"udah Vin. kamu harus kuat. ingat masih ada Junior yang butuh pengertian kamu tentang ibunya yang sedang sakit." kata JB menenangkan Kevin dan menunjuk Junior yang sedang terlelap dalam dekapan Yena yang juga terlelap bersama Rina di sofa.


Sedangkan yang lain baru keluar untuk mencari makanan. JB tak ikut karen akan menjaga Kevin dan yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Sayang, kamu udah bangun!" kaget Kevin melihat Key yang pelan pelan membuka matanya.


"sayang, kita ada dimana? kenapa kepalaku akit banget?" kata Key yang hendak bangun dari tidurnya.


"kamu jangan bangun dulu. kita sedang dirumah sakit. kepalamu terlempar batu tadi jadi kita langsung membawamu kerumah sakit. dan bersyukur kamu sudah sadar sayang." kata Kevin mengecup punggung tangan Key.


"loh, Key udah bangun!" teriak Yugyeom dan yang lain yang baru masuk keruangan itu.


Mendengar ia berteriak membuat Yena, Rina dan JB yang terlelap menjadi bangun dan mereka begitu bahagia melihat Key sudah bangun. terlebih Junior yang juga sudah bangun.


"bunda sudah bangun? bunda gak papa kan? apa yang sakit bunda? Sini Junior pijitin ya bunda." kata Junior yang langsung naik ke brangkar dan memijat kaki bundanya.


"anak pintar. mau dong aku punya anak kaya Junior. kamu cari dimana sih Key bisa punya anak kaya dia." kata BamBam.


"Aneh aja lo, emang barang bisa dicari. iu mah tergantung orang tuanya kali. Key sama Kevin kan berperilaku baik jadi anaknya baik. lha kalo lo, ntar anaknya ikutan bar-bar kaya lo lagi." ledek Jinyoung.


"sialan Lo."


"ohh iya, kamu mau makan gak sayang? ini kalau kamu lapar, tadi aku titip mark buat beliin kamu bubur." kata Kevin membuka bungkusan bubur tersebut.


"Emang Mark tau bubur itu seperti apa?" selidik Key.


"ya tau lah Key, aku kan tanya sama warga lokal biar gak salah beliin." kata Mark menyombongkan diri.

__ADS_1


"ya udah, kalau gitu kalian makan dulu aja. sekalian JB titip Junior ya, bawa dia makan sama kalian. aku mau nyuapin Key dulu." kata Kevin dan yang lainnya pun langsung membuka makanan itu dan memakan bersama.


__ADS_2