
Chanyeol kembali ke rumahnya. Selama dalam perjalanan pulang, senyum tak pernah luntur dari wajahnya. Chanyeol terus tersenyum membayangkan momen manis yang baru saja terjadi bersama Gladis yang terasa begitu singkat namun berkesan di hatinya. Chanyeol begitu bahagia bisa bersama dengan Gladis walau hanya sebentar saja. Namun dia juga manusia yang mendambakan sebuah momen manis seperti tadi. Dia juga ingin waktu berhenti sebentar saat saat dimana dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Gladis. Tapi apa daya, sekali lagi dia hanya manusia biasa yang tak bisa berbuat seperti itu.
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Handphone Chanyeol berdering, bertepatan pada saat dia berhenti di lampu merah. Tanpa melihat siapa yang menelfon nya, Chanyeol langsung mengangkat telfonnya.
"Halo?" sapa Chanyeol untuk pertama kalinya.
^^^"Halo Chan, ini Hyung. cepatlah ke rumah sakit seoul. kakakmu kecelakaan. sekarang tengah di tangani oleh pihak medis." ucap seorang lelaki dari seberang.^^^
Merasa kenal dengan suaranya, Chanyeol pun melihat siapa yang menelfon. Ternyata Yohan. Berarti yang di maksud kakaknya tengah mengalami kecelakaan dan kini berada di rumah sakit itu adalah Yura. Chanyeol seketika langsung panik. Dia juga takut kalau kakaknya akan mengalami hal yang tidak tidak di benaknya. Yura adalah orang terpenting bagi Chanyeol.
"Baik kak. Tunggu aku di sana. Aku akan segera ke sana." ucap Chanyeol lalu mematikan telfonnya. Saat yang tepat dia melihat lampu lalu lintas berwarna hijau. Dia langsung memacu mobilnya ke rumah sakit Seoul.
Dalam benak Chanyeol terlintas Han Sung yang mungkin kini sudah di rumah bersama dengan Zie. Han Sung pasti akan khawatir kalau setengah jam lagi tidak melihat mobilnya berada di halaman parkir. Langsung saja Chanyeol menelfon Han Sung guna memberitahu kalau dia akan ke rumah sakit. Dalam dering pertama Han Sung langsung mengangkatnya.
^^^"Halo Chan, ada apa lo telfon? Lo udah balik dari nganter Gladis?" tanya Han Sung ketika dia mengangkat telfon dari Chanyeol.^^^
"Hans, buruan lo ke rumah sakit Seoul." ucap Chanyeol sambil fokus ke jalanan agar dia juga tidak mengalami kecelakaan.
^^^"Rumah sakit Seoul? ada apa? siapa yang sakit? lo yang sakit?" tanya Han Eung secara beruntun.^^^
"Bukan gue yang sakit. Tapi kak Yura. Kak Yura kecelakaan. Ini gue juga lagi perjalanan ke sana." kata Chanyeol menjelaskan.
__ADS_1
^^^"APA!? Kak Yura kecelakaan? Oke gue ke sana sekarang." ucap Han Sung yang langsung panik mendengar nama Yura di sebut.^^^
Setelah Han Sung mematikan telefonnya, Chanyeol kembali fokus pada jalanan. Secepat mungkin dia harus segera sampai di rumah sakit. sedangkan di tempat Han Sung, Han Sung yang tadinya sudah bersantai di ranjang king size nya di buat kalang kabut karena panik oleh Chanyeol. Dia lantas menyambar jaket dan dompetnya untuk segera ke rumah sakit. Untung saja ini merupakan weekend. Jadi Jin-young berada di rumah. Han Sung tak perlu repot-repot mencari taxi untuk ke rumah sakit.
"Dad, anterin Hans ke Rumah Sakit Seoul sekarang. cepetan ini penting. Menyangkut hidup dan mati Chanyeol." ucap Hans membuat Jin-young dan juga Yuna ikutan panik.
"Rumah sakit? Siapa yang sakit? apa Chanyeol yang sakit?" tanya Yuna.
"Bukan Chanyeol, tapi kak Yura. Barusan Chanyeol telfon bahwa kak Yura kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit Seoul. Ayo kita ke sana sekarang." ucap Han Sung semakin membuat panik orang tuanya.
"Ya sudah ayo kita ke rumah sakit." ucap Yuna yang sudah berlari ke kamarnya untuk bersiap.
"Hans, kamu panggil bibi. Ajak dia, pasti dia khawatir kalau tahu Yura kecelakaan." kata Jin-young sebelum akhirnya menyusul Yuna yang sudah lebih dahulu memasuki kamar yang hanya berada di bawah tangga.
Han Sung yang mendapatkan perintah itu dari Jin-young pun langsung berlari keluar rumah dan segera menuju ke rumah Chanyeol untuk mengajak Bibi dan juga Zie yang pastinya akan ikut karena ini juga menyangkut Chanyeol.
"Zie, Bibi, segeralah kalian bersiap. Lima menit lagi kita akan ke rumah sakit Seoul." ucap Han Sung setelah ia menetralkan nafasnya yang tersengal-sengal.
"Rumah sakit? Siapa yang sakit den?" tanya Bibi panik.
"Nanti saja di mobil saya menjelaskannya. Sekarang Bibi bergegaslah untuk berkemas. Lima menit lagi kita akan berangkat." ucap Han Sung kepada Bibi. "Kamu juga berkemas lah. Chanyeol sudah menunggu disana." lanjut Han Sung kepada Zie.
Zie tanpa bertanya langsung pergi ke kamarnya untuk berkemas secepat mungkin. Dia hanya mengganti kaos nya dengan kaos lengan panjang dan juga sweater. Tidak lupa tas tangan yang selalu di bawanya kemana saja. Benar saja lima menit kemudian mereka sudah berangkat ke rumah sakit dengan Jin-young yang menjadi sopir di mobil itu. Han Sung duduk di depan bersama dengan Jin-young sedangkan ketiga wanita berada di belakang dengan Bibi berada di tengah antara Yuna dan Zie.
__ADS_1
"Nyonya sebenarnya ini ada apa? Kenapa kita harus ke rumah sakit sekarang? Siapa yang sakit? Apa den Chanyeol yang sakit?" tanya Bibi dengan nada yang begitu panik.
"Bukan Chanyeol yang sakit Bi. tapi Kak Yura. Tadi Chanyeol menelfon ku, bahwa kak Yura kecelakaan dan kini tengah berada di rumah sakit." jawab Han Sung.
Bibi yang mendengar bahwa Yura mengalami kecelakaan langsung saja tak bisa membendung air matanya. Dia menangis dalam diam. Bibi bisa membayangkan bagaimana sedihnya Chanyeol mendengar kabar ini. Bibi sendiri juga tak bisa melihat anak yang sedari kecil sudah di rawat nya itu terbaring sakit. Apalagi kecelakaan seperti sekarang. Pikiran bibi jadi melayang ke hal-hal yang tidak tidak.
Terlebih Bibi juga teringat akan Chanyeol yang pasti sekarang tengah bersedih karena melihat kakaknya terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit. Bibi tak bisa membayangkan kalau nyawa Yura tak bisa tertolong, maka akan menjadi seperti apa nantinya kehidupan Chanyeol.
Selama ini Bibi tahu, sebadung-badungnya Chanyeol, namun dia selalu menjadi anak baik jika berada di rumah. Bibi tahu bahwa Chanyeol selalu menaati semua perkataan Yura. Chanyeol tak pernah menbantah barang sekalipun. Bibi juga tahu, bagi Chanyeol Yura sudah selayaknya seperti Papa dan Mama penggantinya. Yura adalah sandaran hidupnya. Entah bagaimana jadinya kalau Yura pergi. Pasti Chanyeol akan semakin terpukul. dia akan menjadi lelaki yang tumbuh semakin dingin terhadap orang lain, bahkan keluarganya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.