
Vin's sedang bertemu dengan Clara di sebuah restoran mewah tempat mereka sering makan bersama. Namun suasana keduanya begitu tegang. Hal ini di sebabkan ketidak sukaan Clara yang akhir - akhir ini di campakkan oleh Vin's.
Bukan maksud mencampakkan, namun selama seminggu ini istrinya jelas tengah berjuang hidup dan mati. Sedangkan keluarganya tengah berada disini. Jadi tidak memungkinkan dia untuk bertemu dengan Clara. Namun hal itu tidak di perdulikan oleh Clara.
"Aku gak trima kamu giniin. Aku pacar kamu Vin's." ucap Clara.
"Tapi kamu ingat Clara. dia itu istri aku. istri sah aku. dan bagaimana pandangan keluargaku kalau sampai mereka tahu aku sering bertemu denganmu sedangkan istriku tengah terbaring lemas tak berdaya dirumah sakit." kata Vin's.
"Tapi Vin's itu salah dia sendiri kenapa harus kecelakaan. Kalau dia gak kecelakaan pastinya dia masih sehat-sehat aja dan gak ngerepotin kamu kaya gini. Gak habisin uang kamu juga." kata Clara dengan angkuhnya.
"Sekarang gini Cla, aku kesini karena mau bilang sama kamu. Hari ini juga, entah itu istriku sadar atau gak, kami sekeluarga mau membawanya pulang ke Korea." ucap Vin's.
"Bagus dong. Kamu jadi bisa banyak waktu disini sama aku." ucap Clara sambil bergelayut di tangan kekar Vin's.
"Tapi kalau istriku pulang ke Korea, yang pasti aku juga ikut pulang ke Korea karena aku suaminya. Ingat itu Cla. Aku suaminya." ucap Vin's dengan tegas.
"Lah terus aku gimana?"
"Maka dari itu aku mengajakmu kesini. aku ingin kita putus. aku ingin fokus dengan istriku. ini kesalahanku yang menyebabkan dia kecelakaan." ucap Vin's lalu beranjak dari restoran itu meninggalkan Clara yang berteriak memanggil namanya.
*
*
*
Vin's lari terbirit-birit menuju kamar dimana Nana di rawat. Saat di perjalanan menuju ke rumah sakit tadi, Vin's mendapat kabar kalau Nana sudah sadar. Dia segera memasuki kamar tersebut dan dia bisa dengan jelas melihat Nana sudah duduk dikelilingi keluarganya.
"Nana.. kamu sudah sadar? akhirnya kamu bangun. aku khawatir banget sama kamu." ucap Vin's sambil memeluk Nana dengan erat. Namun semuanya tak sesuai dugaan Vin's.
"Kak Vin's? kenapa lo peluk gue? pergi sana. main peluk aja." ucap Nana dengan ketus seperti pertama kali mereka dulu kenal.
"Kok kamu gitu sih ngomongnya sama aku, gak sopan tahu. aku kan suami kamu." ucap Vin's seraya melepaskan pelukannya.
"Suami? lo ngelindur kak? Gue masih gadis ya kak. masih perawan. mana ada punya suami." ucap Nana sambil ketawa.
"Nak, benar apa yang di katakan Vin's. Dia itu suami kamu. kalian sudah menikah satu bulan yang lalu." ucap Nyonya Kim, mamanya.
"Menikah? bukannya yang sudah menikah itu Ela dan Kak Jin ya? kenapa jadi aku yang menikah." ucap Nana.
Merasa ada yang tak beres dengan istrinya, Vin's pun memanggil dokter. Dokter yang dipanggil pun segera datang dan memeriksa keadaan Nana.
"Maaf dengan sangat karena saya mengatakan ini. Tapi Nona Lyn mengalami Amnesia. mungkin ini di sebabkan karena benturan keras yang dia alami." ucap dokter itu yang serasa sebuah pukulan bagi seluruh keluarga disana. Terutama Mamanya yang sampai tak bisa menahan dirinya sendiri.
"Amnesia dok? tapi kenapa dia hanya melupakan ku yang notabene sebagai suaminya?" ucap Vin's.
__ADS_1
"Kalian sudah menikah berapa lama?" tanya dokter itu.
"Baru sebulan lebih dok." ucap Vin's.
"Nona, sekarang tanggal berapa?" tanya Dokter itu kepada Nana.
"Emm... bukannya sekarang tanggal dua belas Juni ya?" ucap Nana.
"Kalau dilihat dari ingatan nona yang mengingat kalau hari ini tanggal dua belas Juni, maka bisa di lihat kalau Nona mengalami amnesia jangka pendek. Apa mungkin ada hal yang membuatnya bersedih sebelum kecelakaan? Bisa jadi dia ingin menyangkal hal itu dan tak ingin mengingatnya." ucap Dokter itu membuat Vin's terdiam.
Dia kembali mengingat bagaimana hubungannya dengan Nana bisa menjadi seperti ini. Dia bahkan tak menghargai Nana sebagai istrinya. Terlebih sebelum kecelakaan Nana melihatnya tengah berselingkuh. Mungkin hal itulah yang membuatnya melupakan hal yang penting seperti pernikahan mereka.
"Mungkin ini hukuman untukku karena telah menyakitinya. Aku janji akan belajar mulai mencintaimu Nana. Aku janji akan memperbaiki hubungan kita." ucap Vin's berjanji pada dirinya sendiri.
Semakin hari kesehatan Nana semakin membaik. Namun dia tetap tidak mau jika di layani oleh Vin's, karena dia tidak mengingat hubungannya dengan Vin's sedekat itu. Tapi Vin's tetap kukuh untuk selalu berada di samping Nana. Bahkan ketika Nana ngotot ingin pulang ke Korea, Vin's merelakan pekerjaannya disini dan kembali di ambil alih oleh Reinaldi. Dia menemani Nana pulang ke Korea. Dia ingin mengukir kenangan indah bersama Nana. Dia tak mau jika Nana mengingatnya lagi, Nana akan meninggalkannya lagi.
*
*
*
Akhirnya setelah pertimbangan cukup banyak, Nana pulang ke Korea bersama Vin's seorang. karena kedua orang tuanya menetap di Amerika sedangkan orang tua Vin's pergi ke Brazil. Selama dalam perjalanan Vin's memperlakukan Nana dengan begitu lembut. Dia terus menggenggam tangan Nana se0erti takut kehilangan.
Awalnya Nana merasa risih. Namun ketika dia ingin meregangkan genggaman tangan itu, dengan cepat dia kembali membalas genggaman tangan Vin's dengan erat. Dia merasa nyaman saat Vin's berada di sampingnya. Namun dia belum ingat kalau Vin's itu suaminya.
"Kenapa mesti tinggal berpisah sih. Kan kita udah nikah. Lagian ya sayang, kamu itu istriku. Apa kata orang kalau kita tinggal berpisah. Kamu akan tinggal denganku di rumah keluarga Lyn." ucap Vin's membuat Nana tak bisa membantah.
"Tapi kamu jangan macam-macam ya. aku belum bisa menerimamu, ingat itu." kata Nana mengancam.
Nana membayangkan kehidupan rumah tangga yang begitu vulgar dengan dunia sex nya membuat Nana bergidik ngeri. Dia gadis yang polos. Bahkan untuk ciuman saja dia belum pernah. Apalagi untuk berhubungan intim.
Saat sampai di rumah keluarga Lyn, Nana di bantu oleh Vin's merapikan bajunya dan menaruh ke dalam almari besar milik nya dan milik Vin's. Ketika sebuah benda kecil terjatuh dari salah satu kantung baju milik Nana yang di temukan oleh Vin's.
"Sayang, ini punyamu?" tanya Vin's kepada Nana. Nana pun menoleh dan mengerutkan dahinya.
"Flashdisk? aku gak punya flashdisk seperti itu kak. Tapi aku juga gak tahu. Coba aja di buka isinya apa. Kalau isinya milikku berarti itu punyaku, tapi kalau isinya punyamu, berarti punyamu yang di titipin ke aku dulu kak." ucap Nana sembari mengambil laptop nya dan mengikuti Vin's yang duduk di ranjang.
Sebenarnya Nana agak risih dengan berada satu kamar dengan Vin's. Tapi apa mau di kata. Dia istrinya. Meskipun dia tidak mengingatnya, Namun dengan bukti buku nikah mereka dan juga foto pernikahan mereka itu cukup untuk membuat Nana yakin mereka sepasang suami istri.
Vin's membuka isi flashdisk tersebut. dan hanya ada satu file video yang ber title tgl satu minggu yang lalu. Vin's mengingat tanggal itu. Kalau tidak salah itu tanggal dimana dia mabuk dan diantar pulang oleh Jason.
"Apa kak? coba buka gih daripada penasaran." desak Nana sambil semakin mendekati suaminya. Bahkan dia ikut tengkurap disamping Vin's yang menghadap ke laptop.
Vin's membuka file itu. ternyata itu sebuah rekaman CCTV dengan suara. Vin's tahu tempatnya itu. Itu rekaman untuk kamar Nana di Amerika kemarin. Namun dalam video itu hanya gelap.
__ADS_1
Tiba-tiba Vin's terlihat masuk ke dalam ruangan itu, membuat Nana yang tertidur bangun. Semakin lama adegan itu semakin panas. Nana dan Vin's yang melihat itu hanya saling pandang. Mereka tidak menyangka satu sama lain kalau pernah berhubungan intim.
Terlebih Vin's sadar kalau dia yang berada di video tersebut tengah dalam keadaan mabuk. Sedangkan dia memaksa Nana untuk melayaninya. Sedangkan Nana yang terkejut dengan itu langsung menutup laptop itu setelah mematikan video tersebut. Dia bahkan tidak fokus dengan apa yang terdengar di sana. Bahkan dia tidak mempermasalahkan tentang Vin's yang menyebut nama Clara. Yang dia pikirkan hanyalah satu.
"Kak, kalau kamu pernah meniduri ku, berarti aku sudah bulan gadis lagi ya." ucap Nana dengan polosnya.
"Ya bisa di hilang begitu." ucap Vin's yang sedikit canggung karena Nana ternyata tak mempermasalahkan itu.
"Hais... malu-maluin aja sih. padahal kemarin ngotot kalau masih perawan. hais..." ucap Nana membuat Vin's tertawa.
"Ya.. walaupun kamu udah gak gadis lagi juga gak masalah kan. toh ternyata yang merenggut nya suami sendiri." ucap Vin's sambil mendekatkan wajahnya hendak mencium Nana. Video tadi membuatnya panas dan bergairah.
"Kak, rasanya gimana sih? kata Ela sakit ya." ucap Nana membuat Vin's mengurungkan niatnya mencium Nana dan memilih menjatuhkan kepalanya di pundak Nana. Dia tak kuat menahan tawanya atas kepolosan Nana.
"Ya! kamu itu polos apa polos sih sayang. Jangan pernah kamu tanya seperti itu kepada cowok lain. Karena kamu tidak akan menyangka apa jawaban mereka." ucap Vin's.
"Emang jawabannya apa? kakak cowok nih. kalau ku tanya seperti itu jawabannya gimana?" ucap Nana penasaran.
"kamu mau tahu?"
Nana mengangguk.
"Yakin gak menyesal?"
Nana kembali mengangguk.
Vin's pun dengan senang hati langsung menidurkan Nana dan menerkam nya. Bahkan Nana sendiri tak bisa menolak. Dia ingin menolak, dia bahkan terus berkata jangan namun tubuhnya merespons setiap sentuhan dari Vin's. Awalnya dia meneriakkan kata jangan, namun kini dia meneriakkan nama Vin's.
"Akhh.. Vin's, lebih cepat."
"dengan senang hati sayang."
Pada akhirnya dua insan itu saling memasuki dengan penuh gairah. Bahkan Nana tak segan untuk minta diajari oleh Vin's agar bisa membuat Vin's puas. Kamar itu menjadi saksi bisu bagi dua insan yang dipenuhi dengan hawa nafsu tersebut.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.