
Pagi ini Ela sudah bangun dan segera mandi sebelum dia berangkat ke tempat Fashion Week. Ela menyempatkan dirinya untuk berendam sebentar. Dia memejamkan matanya menikmati wangi relaksasi di dalam bak mandi.
Wanginya bunga mawar dan susu kesukaannya membuat pikirannya rileks. saking rileks nya bahkan dia tak sadar kalau pintu kamar mandinya sudah dibuka oleh Yong Jin. Yong Jin pun segera menanggalkan bajunya sebelum Ela menyadari keberadaannya dan ikut masuk ke dalam bak mandi.
Ela kaget saat merasakan airnya bergerak. Dia pun membuka matanya dan melihat suaminya tengah berdiri di dalam bak mandi dengan posisi yang awkward. Senjata Yong Jin tepat mengarah ke muka Ela.
"Ya! kakak apa-apa an sih. itunya di kondisikan dong." Ucap Ela sambil beranjak berdiri dan hendak keluar dari bak mandi namun Yong Jin menahannya. Lalu menarik tangan Ela dan mendekap nya.
"Ini juga karena kamu sayang. Pagi-pagi sudah buat aku tegang. kamu harus tanggung jawab." ucap Yong Jin yang langsung memulai aksinya di kamar mandi.
Ela yang ingin menolak pun tak kuasa untuk menahan gerak tangan Yong Jin membelai tubuhnya. Hatinya ingin menolak tapi tubuhnya dengan pasrah menerimanya. Akhirnya Ela hanya pasrah pagi ini dijadikan sarapan oleh Yong Jin.
*
*
*
"Sayang sudah siap belum? aku sudah siap nih." ucap Yong Jin.
"Iya sayang sebentar." ucap Ela dan langsung menuju ke tempat suaminya yang sudah menunggu di depan pintu kamar. "yok." ucap Ela sambil menggandeng tangan Yong Jin.
"Wow... cantik. " Yong Jin terpaku dengan kecantikan Ela.
"Ayok jalan."
Ela dan Yong Jin berkumpul dulu di lobi hotel sebelum mereka berangkat bersama menggunakan mobil terpisah seperti kemarin. Ela terus meremas tas tangannya karena gelisah. Melihat istrinya gelisah, Yong Jin pun menggenggam tangan Ela.
"Tarik nafas dalam. lalu keluarkan. tenang, semuanya pasti akan berjalan dengan lancar. gaun mu juga pasti akan terjual dengan harga yang tinggi." ucap Yong Jin.
"Makasih ya sayang. untung kamu ada disini. coba kalau gak, aku gak tahu mesti bagaimana mengatasi kegugupan ini." ucap Ela memeluk lengan Yong Jin yang tengah sibuk menyetir.
"Iya sayang. apasih yang tidak buat kamu. Ya sudah, ayo kita turun. sudah sampai." ucap Yong Jin.
Yong Jin dan Ela berjalan di red carpet. Ela berjalan berpisah dengan Yong Jin karena ternyata Yong Jin menjadi tamu undangan disana. sedangkan Ela berjalan bersama teamnya. Ela menjadi pusat perhatian disana karena pakaiannya yang modis.
Sedangkan Yong Jin juga menjadi perhatian karena keluarga Park begitu terkenal disini. bahkan acara kali ini sebenarnya juga dia ikut andil membiayai acara ini. Yong Jin berjalan dengan begitu tampan di red carpet.
Semua lensa kamera para wartawan mengarah kepadanya. Dia bagaikan bintang model dadakan disana. Bahkan Ela sendiri yang melihatnya dari jauh bisa merasakan jauh cinta untuk kesekian kalinya dengan pesona Yong Jin.
Tanpa Ela dan Yong Jin sadari ternyata Yerin dan Jungkook juga hadir disini. Bahkan Yerin menjadi salah satu orang yang akan memperagakan busana dari perusahaan Jungkook.
__ADS_1
"Sayang, kenapa Yong Jin bisa berada disini?" ucap Yerin saat melihat Yong Jin duduk di seberangnya.
"Entahlah sayang. aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berada disana. mungkin dia dapat undangan." ucap Jungkook melihat kearah Yong Jin yang dengan santainya bercengkerama dengan orang yang mengadakan rancangan busana ini.
Peragaan busana sudah di mulai. tiap perwakilan dari perusahaan yang mengikuti acara ini, banyak sekali designer yang namanya sudah mendunia. hal ini membuat Ela, Boa dan YingYing merasa kecil.
"Wah gila... rancangan mereka bagus sekali. apakah rancangan kita akan bisa mengalahkan mereka kali ini?" ucap Boa.
"Yakinlah. terlebih rancangan Ela. bahkan tidak cuma satu rancangan Ela yang akan masuk disini." ucap YingYing sambil melirik gaun milik Ela.
Sedangkan Ela tengah di sibukkan memakaikan pakaian kepada para modelnya. Ela terlihat antusias dimata teamnya. Namun sebenarnya Ela begitu gugup jadi dia mengurangi kegugupan nya dengan menyibukkan dirinya.
"sudah bagus. apakah nanti aku akan ikut masuk bersamaan kalian?" tanya Ela.
"ohh tidak nona. kamu akan masuk setelah keempat gaun rancangan mu keluar." ucap salah satu model.
"Aku gugup sekali." ucap Ela memegang dadanya.
"Tenang Nona, rancangan anda sungguh bagus sekali. bahkan menurutku, ini rancangan yang paling abis yang pernah aku pakai." ucap model lainnya.
"Sungguh? kalian tidak sedang menghiburku kan?" ucap Ela.
"tentu tidak nona."
Sebenarnya Yerin ingin menggunakan gaun utama, tapi melihat gaun yang di design oleh Ela termasuk gaun yang tertutup, dia pun tidak mau. Bahkan untuk bertanya siapa designnya saja dia tidak mau. maka dari itu baik Yerin maupun Jungkook tidak tahu kalau Ela, istri Yong Jin bekerja di perusahaan nya.
Kini satu persatu model Ela masuk ke dalam. mereka berjalan di catwalk dengan luwes nya. Ela begitu nervous dibelakang panggung menunggu namanya di sebut. Tiap kamera wartawan tak luput meliput busana yang di peragakan oleh para model itu. Yong Jin pun juga terpana akan busana yang di rancang oleh istrinya itu.
"Sungguh istri yang sempurna." ucap Yong Jin dalam hati.
Dan yang terakhir Ela keluar bersama gaun utamanya dan ketiga gaun yang sudah dia tampilkan tadi. Dia memamerkan senyum terbaiknya di atas panggung. Bahkan dia tersenyum sangat manis dan cantik diatas panggung.
"Sungguh aku ingin mengurung mu saja di dalam kamar sayang. Jika kamu keluar, kamu membuat semua lelaki memandangmu dengan ganas." ucap Yong Jin dalam hati karena melihat para petinggi yang hadir menatap Ela dengan tampang kelaparan.
Semua karena Ela bahkan terlihat lebih anggun daripada para modelnya. Ela yang cantik dan polos menjadi daya tarik sendiri di atas panggung. semua tepuk tangan meriah dia dapatkan. Bahkan Yong Jin dengan langkah lebar dan gagahnya berjalan naik ke atas panggung untuk memberikan bunga kepada Ela sebagai ucapan selamat.
"Selamat. gaun anda malam ini terpilih menjadi gaun utama yang akan di lelang pada fashion week malam ini." ucap MC membuat Ela semakin senang tak tertahan.
__ADS_1
Ela pun turun setelah acara selesai. dia mendapatkan selamat dari rekan-rekan teamnya. sungguh prestasi yang membanggakan.
"Wah selamat ya La. gaun mu menjadi primadona malam ini. bahkan uang yang kamu dapatkan bisa setara gaji di perusahaan selama limat tahun sebagai direktur. hebat banget kamu La." ucap YingYing.
"Iya selamat ya La. jangan lupa makan - makannya ya." ucap Boa sambil memeluk Ela.
"tenang saja kak. pokoknya kalau kita balik nanti aku akan mengajak kalian makan di restoran mewah." ucap Ela.
"Asyik..." Boa dan YingYing pun bersorak.
Namun tawa mereka seketika berhenti tatkala ketua team datang menghampiri ketiganya.
"Selamat ya La. tapi untuk makan - makannya kamu tidak bisa mentraktir nya besok karena seminggu kedepan kamu cuti. Suami kamu sudah mengajukan ijin cutinya. dan karena kamu membuat nama perusahaan naik, maka kamu dibolehkan cuti." ucap ketua team.
"Cuti? Suamiku?" Ela pun langsung berlari ke parkiran untuk menemui suaminya.
Dia melihat suaminya masih berada di depan mobilnya. Melihat Ela yang berlari ke arahnya, Yong Jin pun segera masuk ke dalam mobilnya. dia tahu kalau Ela akan memarahinya karena mengambil kesepakatan sepihak. Melihat Yong Jin masuk ke dalam mobilnya, Ela langsung saja masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Ela.
Sebelum Ela mulai mengoceh, Yong Jin sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Ela kaget dan tak jadi berkata-kata karena ketakutan.
"YA! KAMU MAU MEMBUNUH ISTRIMU? BAGAIMANA KALAU DI RAHIM KU SUDAH ADA ANAKMU. APA KAMU JUGA MAU MEMBUNUH ANAKMU?!" teriak Ela sambil terus berpegangan dengan ketakutan.
Mendengar itu, Yong Jin segera menepikan mobilnya. dia menatap Ela dengan rasa bersalah.
"Maaf sayang. aku cuma gak mau kamu marah karena sudah mengajukan cuti untukmu."
"Tapi bukan gini caranya. kamu mau jadi duda? gara-gara istrinya meninggal karena serangan jantung?" ucap Ela yang memegang dadanya menetralkan perasaannya.
"Ya gak lah. habis aku takut kamu marah sih."
"Lalu kenapa kamu mengajukan cuti untukku? selama seminggu lagi. kita mau kemana?" tanya Ela.
"Honeymoon!"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.