Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Vin's and Nana's Deal


__ADS_3

Di dalam butik milik Key.


"Bund..." kata Vin's yang baru saja datang setelah pulang dari rumah Nana.


"Hai sayang? kok lesu gitu, ada apa?" tanya Key yang melihat wajah lesu dan lusuh anaknya itu.


"Bund, Vin's mau ngomong serius sama Bunda." kata Vin's terlihat begitu serius.


"Ada apa sayang?" ucap Key dan mendekat ke arah anaknya duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya itu.


"Bund, kalau umpama salah satu diantara Vin's atau Nana ada yang membatalkan pertunangan ini, apakah pertunangan ini bisa batal?" tanya Vin's membuat Key sedikit marah.


"Vin's, jangan bikin Bunda marah ya. kan sudah Bunda bilang, sampai kapanpun kalian berusaha membatalkan pertunangan ini, pernikahan besok akan tetap berlangsung. Ada atau tanpanya persetujuan kalian." ucap Key lebih serius kepada anaknya.


"Tapi kalau kita berdua sama-sama menolak?" tanya Vin's lagi yang begitu ingin kalau perjodohan ini tidak terjadi.


"Vin's, sekali lagi Bunda bilang, perjodohan ini akan tetap berlangsung. kalian akan tetap menikah besok setelah Ela melahirkan." ucap Key dengan tegas.


"Kalau memang itu yang akan tetap terjadi, kenapa mesti menunggu Ela melahirkan? kenapa gak sekalian seperti saat Ela dan Yong Jin menikah dulu. kenapa mesti harus ada enam bulan lagi?" ucap Vin's yang sudah jengkel.


"Baiklah kalau itu maumu. Bunda akan bicarakan dengan Ayah dan Om Rei." ucap Key mengambil tasnya dan berlalu pergi meninggalkan anaknya yang terus berteriak memanggilnya.


"Bund. Bunda, Vin's hanya bercanda Bund. Bunda! ahh sial. kenapa nih mulut malah bilang kaya begini sih?" gerutu kesal Vin's pada bibirnya sendiri.


*


*


*


Disisi lain, hal tersebut juga terjadi pada Nana. Nana berdebat sengit dengan kedua orang tuanya.


"Papa dan Mama yang Nana cintai. Nana ingin bicara serius." kata Nana.


"Ada apa nak?" tanya Ny. Kim.

__ADS_1


"Nana ingin membatalkan perjodohan ini." ucap Nana serius menatap kedua orang tuanya.


"Hahaha. Nak, asal kamu tahu saja ya nak. sekeras apapun kamu bilang kalau kamu ingin membatalkan pernikahan ini, namun jawabannya tetap tidak. ada atau tanpa persetujuan kalian, pernikahan ini tetap akan terjadi." ucap Rei setelah sempat tertawa mendengar penuturan anaknya itu.


"Kalau kak Vin's yang membatalkannya?" tanya Nana. Dia berpikiran kalau Vin's yang membatalkannya maka akan lebih mudah. namun saat mendengar perkataan Papanya, dia menjadi ragu.


"Vin's tak akan berani menolaknya. karena bagaimanapun jika Vin's berani menolaknya maka namanya akan dicoret dari hal waris keluarga Lyn. Dan yang paling menakuti nya adalah bundanya. jadi baik kamu maupun Vin's tak akan ada yang bisa menghentikannya. semuanya tetap akan berjalan. kalian berdua akan menikah setelah Ela melahirkan. apapun yang terjadi. kalian tetap akan menikah." ucap Rei lebih serius.


"Kalau begitu kenapa gak nikahkan kita sekarang aja. kaya Ela sama kak Jin yang menikah hari itu juga kalau memang tidak ada cara untuk menghentikan perjodohan ini. kenapa mesti harus menunggu Ela melahirkan." ucap Nana yang sudah begitu kesal karena tak memiliki cara untuk menghentikan perjodohan ini.


"Baik kalau itu maumu. Ayo Pa kita bertemu sama keluarga Vin's. kita ajukan pernikahannya." ucap Ny. Kim yang langsung beranjak berdiri bersama Rei membuat Nana semakin kalang kabut.


"Aaarrggghh... kenapa sih nasibku sial banget gini.. mana harus menikah dengan cowok halu kaya dia lagi. sial." geram Nana.


*


*


*


"Bagaimana? anak anak malah mau menikah secepatnya tanpa menunggu Ela melahirkan. Apa keluarga kalian siap?" tanya Tuan Park.


"Kenapa tidak siap? toh anakku tadi juga bilang begitu." ucap Kevin.


"Anakku juga. dia berkata dengan serius." ucap Rei.


"Wow.. ternyata mereka cepat sekali ya ingin segera menikah. Kalau begitu, boleh gak kalau Ela saja yang men design gaun pernikahannya tante?" tanya Ela kepada Ny. Kim.


"Tentu sayang. apapun itu tante serahkan kepada kamu." ucap Ny. Kim yang dari dulu sayang kepada Ela karena hanya Ela teman Nana satu - satunya.


"Berarti pernikahan mereka serius untuk dimajukan?" tanya Key.


"Bagaimana kalau pas hari ulang tahun Ela saja? itu hanya beberapa minggu lagi. tidak sampai satu bulan." ucap Yong Jin.


"Kenapa mesti harus waktu ulang tahun Ela nak?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin buat resepsi pernikahan untuk kejutan buat Ela. tapi mendengar pernikahan Vin's akan di percepat, aku mengurungkan untuk membuat kejutan bagi Ela. kupikir lebih baik kalau pesta itu kejutan untuk mereka berdua. Di luar mereka tahunya itu pesta pernikahanku dan Ela, namun ternyata di dalam sana juga upacara pernikahan mereka berdua." ucap Yong Jun di sambut gembira oleh semuanya.


"Ide yang bagus sayang. Ela setuju. bagaimana kalau seperti itu saja? nanti bisa Ela jadikan alasan untuk mengukur tubuh Nana. alasannya karena ingin membuatkan gaun untuk pesta pernikahanku. jadi dia tidak curiga. kalau diantara kedua nya tak ada yang tahu, bisa dipastikan kalau mereka tak mungkin kabur untuk membatalkan pernikahan ini." ucap Ela.


"Benar apa kata Ela. Mereka jelas menolaknya kemarin. kupikir mereka bilang untuk dinikahkan sesegera mungkin karena mereka jengkel tak bisa membatalkannya. Jadi ini merupakan ide yang bagus agar mereka tak bisa mengelaknya lagi." ucap Tuan Park.


"Benar itu. baiklah kalau begitu kita sepakati kalau hari ulang tahun Ela, hari resepsi pernikahan Ela dan Yong Jin, akan menjadi hari upacara pernikahan Vin's dan Nana." ucap Kevin.


"Baiklah, segera mungkin akan aku kumpulkan data-data untuk pernikahannya." kata Rei.


"Aku juga akan siapkan surat - suratnya. setelah itu bagi para Mama, tolong bantu Ela untuk menyiapkan semuanya. dan untuk para Papa dan calon Papa bantulah membuat undangan, menyebarkannya dan mencari gedungnya." kata Kevin.


"Untuk gedungnya, aku sudah pesan di gedung serbaguna milik pemerintah. bisa muat untuk ribuan tamu undangan." ucap Yong Jin yang sudah memesan gedung terbesar di kota agar pestanya bisa meriah.


"Utuk perihal dokumentasi, aku ingin membuat siaran langsung saja. dan akan disiarkan secara langsung di TV nasional. bagaimana?" kata Tuan Park yang ikut andil karena ini juga resepsi anak lelakinya.


"Ela suka Pa. Ela mau siaran langsung." kata Ela.


"Oke sementara rencana nya seperti itu ya. nanti kita adakan pertemuan rahasia seperti ini lagi. jangan sampai diantar Nana dan Vin's ada yang tahu." ucap Kevin menyudahi pertemuan keluarga malam itu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2