Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 18


__ADS_3

...Flashback kemarin....


Kemarin saat Chanyeol bertemu dengan Gladis di ruangan rahasia Gladis, Chanyeol memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Gladis. Awalnya dia gugup. Tapi berkat semangat dari Han Sung, dia pun dengan jantannya menyatakan cinta kepada Gladis.


"Dis, gue pengen ngomong sesuatu." ucap Chanyeol mengawali percakapan mereka.


"Ngomong apaan? Bukannya dari tadi kita udah ngomong ya? Apa ada yang kurang dari rencananya?" tanya Gladis.


"Enggak kok. Gue mau ngomong sesuatu hal di luar rencana kemah nanti." ucap Chanyeol.


"Ngomong apaan? Kayanya serius banget." ucap Gladis yang penasaran.


"Gue.. gue.. gue suka sama lo." ucap Chanyeol yang awalnya sedikit ragu. Namun dengan sekali tarikan nafas dia menyatakannya.


Chanyeol mengamati ekspresi dari wajah Gladis. Gladis yang awalnya kaget pun tiba-tiba merubah raut wajahnya lalu tertawa ngakak.


"Kenapa ketawa?" tanya Chanyeol yang heran mendapati respon dari Gladis seperti itu. Berbeda dengan para cewek yang bakal langsung klepek-klepek kalau dia sampai bilang begitu.


"Lo bercandanya lucu Chan." ucap Gladis setelah berusaha mengontrol tawanya.


"Gue gak bercanda Dis. gue serius." ucap Chanyeol memegang kedua pundak Gladis agar gadis itu menatapnya dan melihat ketulusan dimata Chanyeol.


"Lo.. lo serius?" ucap Gladis yang mencoba melihat dari kedua mata Chanyeol yang ternyata dia mendapati ketulusan disana. Tak ada kebohongan.


"Gue serius Dis. Gue suka sama lo. Gue cinta sama lo." ucap Chanyeol semakin menekan kata suka dan cinta.


"Ta.. tapi, gue hanya gadis biasa Chan. Gue yakin lo gak se suka itu sama gue. Kita udah dekat sebagai teman. Pasti perasaan itu hanya perasaan sebatas teman aja. Iya kan?" ucap Gladis mengelak perasaan tulus dari Chanyeol.


"Gak Dis. gue udah pikirin ini lama bahkan sebelum kita dekat. Gue suka sama lo. Seratus persen gue yakin ini cinta buat lo Dis." ucap Chanyeol menyakinkan Gladis.

__ADS_1


"Tapi Chan, kenapa gue? Gue bahkan tidak sekaya dan secantik para wanita yang ngejar-ngejar lo." ucap Gladis sembari menepis tangan Chanyeol yang masih terus memegang pundaknya.


"Persetan dengan para gadis itu. Gue hanya suka sama lo. Gue hanya cinta sama lo." ucap Chanyeol.


"Oke, kalau gitu gimana dengan tunangan lo?" ucap Gladis menohok tepat di jantung Chanyeol.


"Tu-tunangan?" ulang Chanyeol.


"Gue emang tak punya temen dekat selain lo Chan. Tapi setidaknya gue punya telinga yang bisa menangkap kabar tentang lo dan Zie yang sudah bertunangan." ucap Gladis.


"Bisa gue jelasin Dis. Dia itu bukan tunangan gue." ucap Chanyeol.


"Bukan tunangan tapi lo udah tinggal serumah sama dia? Bahkan lo pulang pergi sekolah bareng dia terus. Dimanapun lo berada pasti ada Zie. Apalagi coba kalau emang lo bukan tunangannya?" ucap Chanyeol.


"Oke, gue ngaku. Gue emang deket sama Zie. Bokap gue yang nyuruh Zie tinggal di rumah gue. Tapi gue gak ada perasaan sama dia. Dan lo tahu, dia sendiri yang mengaku sebagai tunangan gue. Gue gak pernah menganggapnya tunangan gue." ucap Chanyeol menjelaskan duduk masalah.


"Tapi yang intinya disini dia calon menantu yang di pilihkan oleh bokap lo. Seberapa keras lo berjuang buat cinta lo ke gue, itu hanya akan menyakitkan untuk kita. Karena pada akhirnya kita gak akan pernah bisa bersama Chan. Jurang diantara kita begitu dalam. Lo pintar, tampan dan kayu. Sedangkan gue hanya pintar doang Chan. Gue gak pantas buat lo." ucap Gladis.


"Tapi Chan. Selamanya kita gak akan pernah bersama. Apalagi orang tua lo tahu siapa sebenarnya gue. Orang tua lo akan makin menolak gue Chan."ucap Gladis.


" Emangnya lo siapa? Gue yakin dengan lo. Gak peduli lo siapa, lo anak siapa, atau hanya anak yang tinggal di yayasan, gue gak peduli Dis. yang gue butuhin cuma balasan cinta dari lo." ucap Chanyeol.


"Lebih baik lo hapus perasaan itu Chan. Gue gak mau kita sama-sama sakit nantinya." ucap Gladis lalu keluar dari ruangan itu meninggalkan Chanyeol sendiri.


Namun diam-diam Gladis menangis di tempat lain. Dia tidak menyangka kalau Chanyeol menyatakan cinta kepadanya. Jujur dia juga suka dengan Chanyeol. Terlebih dia tak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Chanyeol meskipun Chanyeol terkenal selalu mengusili teman-temannya.


Gladis sedikit menaruh rasa kepada Chanyeol. Namun dia sadar diri. Chanyeol pastilah salah satu anak konglomerat karena dia selalu memakai mobil ke sekolah. Sedangkan Gladis hanyalah anak biasa yang mendapatkan beasiswa untuk sekolah di sekolahan elit seperti ini.


Dia hanyalah anak pembantu yang mencoba untuk lebih maju lagi dari kedua orang tuanya. Dia tak pernah bermimpi untuk bisa berkencan dengan Chanyeol yang di rasa terlalu berkelas tinggi daripada dirinya yang hanya anak pembantu dan bersekolah dengan beasiswa. Dia tak mau dibilang orang tak tahu diri karena berkencan dengan Chanyeol yang kastanya lebih tinggi dibandingkan dengannya.

__ADS_1


......Flashback Off......


Chanyeol perlahan duduk di samping Gladis yang tak menyadari bahwa orang yang duduk di sampingnya bukan lagi Han Sung melainkan Chanyeol.


"Lo segitu gak sukanya ya sama gue." ucap Chanyeol pelan.


Gladis yang mendengar suara Chanyeol pun kaget. Karena setahunya dia duduk bersama Han Sung. Tapi kenapa menjadi Chanyeol. Perlahan dia berbalik dan melihat Chanyeol sudah duduk di sampingnya dengan wajah yang menatap lekat pada dirinya. Bahkan jarak wajah mereka hanya sekitar sepuluh centi.


"A-apa?" ucap Gladis yang begitu gugup di tatap seperti itu oleh Chanyeol. Jujur saja dia masih menyukai lelaki itu.


"Apa lo se nggak suka nya sama gue? Sampai-sampai lo ikutan bilang kalau Zie tunangan gue? Bukannya kemarin gue sudah menjelaskan bahwa Zie itu bukan tunangan gue?" ucap Chanyeol pelan tepat di telinga Gladis.


"Seberapa kerasnya lo bilang ke gue bahwa dia bukan tunangan lo, itu nggak akan merubah kenyataan bahwa status sosial kita berbeda. Gue tak mau menjadi orang yang tak tahu diri mengharapkan sebuah berlian seperti lo Chan." ucap Gladis dengan nada dingin.


Chanyeol merasakan sakit saat gadis yang di sukainya berkata dingin seperti itu di hadapannya. Dia tak menyukai itu. Dia sangat membenci itu. Untuk kesekian kalian ya dia memiliki alasan berkata bahwa dia menyesal di lahirkan sebagai bagian keluarga Park.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2