
"Udah pada siap belum semuanya?" teriak Ela dari lantai bawah.
Hari ini semuanya akan berangkat ke Venezuela. Mereka semuanya ingin menghadiri pernikahan Cassie, adik bungsu Jin-young. Sedangkan Jin-young sudah terbang ke Venezuela terlebih dahulu kemarin. Kini tinggal kedua keluarga besar Park dan Lyn yang berangkat bersamaan ke Venezuela.
"Semuanya sudah siap Ela? perlengkapan buat baby di pesawat?" tanya Nyonya Park.
"Sudah sih Ma. Nanti kita akan sampai jam berapa disana?" tanya Ela yang memang belum pernah kesana sama sekali.
"Tergantung penerbangannya sayang. Kita berangkat jam sembilan nanti. Paling cepat kita bisa sampai enam belas jam perjalanan. Tapi paling lama bisa sampai tiga puluh jam." ucap Nyonya Park yang memang sering sekali terbang ke negara-negara bagian jadi tahu seberapa perjalanan mereka nanti.
"Wah lama juga ya. Ohh ya, Ayah kuat sampai sana? ini bisa satu hari lebih lho Yah?" ucap Ela kepada ayahnya yang memang sudah tak boleh kecapekan.
"Tidak apa-apa sayang, Ayah sehat kok." kata Kevin mantap.
"Baiklah, kalau begitu. Ini mana sih Kak Vin's sama kak Jin? kenapa lama amat. ngalahin aku dandan sendiri sambil dandanin baby twins." ucap Ela sebal.
"Kami pangeran tampan datang." ucap Vin's saat keluar dari kamarnya bersama dengan Yong Jin.
Memang dua pangeran tampan yang selalu bisa melelehkan hati para wanita yang melihatnya. Ela pun mengulum senyumnya dan bergelatut manja di lengan suaminya itu.
"Uhh... suamiku tampannya." ucap Ela dengan manja.
"Ya udah yok berangkat. baby twins udah gak sabar nih." ucap Tuan Park yang tengah menggendong Junnie.
Akhirnya mereka pun bersama-sama berangkat ke bandara diantar oleh sopir dengan dua buah mobil. Mereka langsung mengejar pesawat yang akan membawanya ke Venezuela nanti. Tuan Park sudah memesan pesawat kelas nomor satu dengan fasilitas terbaik layaknya fasilitas para idol Korea. Itu juga bertujuan agar cucunya tidak rewel selama dalam perjalanan.
Dan benar saja, karena Tuan Park sudah memesan tiket kelas satu, semuanya langsung masuk kesana dengan tenang tanpa merasa khawatir jika baby twins akan rewel.
__ADS_1
Dan benar saja baby twins nyaman untuk penerbangannya seperti saat pertama kali mereka terbang ke San Francisco kemarin. Mereka tak rewel sekalipun. Mereka justru terlelap di dalam pesawat saat lepas landas.
"Nanti disana kita akan berapa lama sayang?" tanya Ela.
"Emm... berapa lama ya? gak tahu sih. Tapi kan acaranya akan berlangsung dua hari lagi. Jadi ya mungkin kita bisa sejenak keliling Venezuela mencari apa yang bagus disana." ucap Yong Jin.
"Kak, aku penasaran deh sama gadis yang di sukai kak Jin-young. Katanya kan rumahnya dia cuma di samping rumah kak Jin-young." ucap Ela.
"Ohh ya? berarti kita bisa ketemu dong."
"Iya kak. aku bunga menunggu waktu ini. Katanya dia juga hamil sudah hampir melahirkan. Aku penasaran, wanita seperti apa yang bisa membuat seorang Park Jin-young jatuh cinta." kata Ela.
"Dia dulu pernah jatuh cinta, tapi tak sampai seperti ini. Dia selalu bisa mengendalikan perasaannya. Tapi entah kenapa saat aku dengar dia mencintai wanita ini, dia begitu terobsesi. Padahal wanita itu juga tengah hamil anak lelaki lain." ucap Yong Jin yang tak menyangka bahwa sepupunya itu akan sebucin itu.
"Iya kak. kata kak Jin-young wanita itu ditinggal selingkuh sama suaminya. Suaminya pergi dengan wanita lain saat dia hamil muda. kasihan sekali ya. Lelaki mana yang tega seperti itu." ucap Ela.
"Ya seperti aku lah dek. lelaki yang tega pergi dengan selingkuhan hingga istriku pun pergi meninggalkanku." ucap Vin's dengan menahan sesak di dadanya.
"Emm.. maksudku bukan gitu kak. kakak kan gak salah. udah jelas kalau itu cuma salah paham kak. Kakak kan sudah tahu kan kalau itu hanya jebakan? jadi jangan salahin diri kakak sendiri karena perginya Nana. Kakak kan sudah berusaha untuk move on. jadi ayo bangkit kak." ucap Ela dengan hati yang juga menahan sesak karena melihat kakaknya tercinta seperti itu.
"sudah lah dek. entah itu aku sengaja selingkuh atau karena memang aku dijebak, itu juga sama saja dek. Pada akhirnya Nana juga pergi meninggalkan kakak kan? ucap Vin's membuat Ela bangkit dari duduknya dan mendekati Vin's.
Ela jongkok tepat di samping Vin's yang tengah memejamkan matanya. Terlihat air mata menetes dari ujung mata Vin's. Bagaimana bisa dia menangis tapi masih berbicara dengan normal di depan Ela. Ela mengulurkan tangannya dan memeluk Vin's dengan erat. Dia ikut menangis dalam pelukan Vin's. Sedangkan Vin's sudah terguncang bahunya yang jelas sekali kalau dia sudah menangis sesenggukan.
Hal itu membuat Yong Jin yang melihat kakak adik itu menangis jadi terharu. Dida tidak menyangka kalau akan menjadi seperti ini. Dia ijut menyeka air matanya saat melihat Ela dan Vin's berpelukan. Sungguh hubungan saudara yang begitu baik.
Saat semuanya sudah terlelap karena panjangnya perjalanan ke Venezuela, Vin's membuka matanya. Melihat luasnya cakrawala melalui kaca jendela pesawat. Diambilnya foto Nana yang selalu tersimpan di dompetnya. Foto pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
Vin's kembali menangis jika mengingat dia yang sudah begitu menyakiti istrinya. Hingga istrinya pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Nana, bolehkah aku berharap bahwa kamu belum pergi dari dunia ini? aku merasa bahwa kamu masih hidup disini. Akankah kamu mau menemuiku lagi? aku mohon, meskipun itu untuk yang terakhir, Ya Tuhan.. pertemukan aku dengan Nana. Meskipun itu untuk yang terakhir. Aku hanya ingin mengucapkan kata maaf. Setelah itu, biarkan aku pergi. Kalau perlu, ambillah aku Tuhan..."
"Aku yakin Nana masih hidup. Kau yakin dia dan anakku sehat-sehat saja. Aku mohon Tuhan, pertemukan kami. Aku janji itu akan menjadi permintaan terakhirku kepadamu. Setelah itu aku akan pergi dari kehidupan Nana selamanya. Aku tak akan mencarinya. Aku tak akan mengganggunya. Aku tak akan memikirkannya. Dan aku tak akan mencintainya lagi. Aku akan mengabdikan hidupku untukmu Tuhan. Tapi jika aku melanggarnya dan masih tetap mencintainya.. Ambillah nyawaky Tuhan. Aku akan dengan senang hati menerima keputusanmu mengambil nyawaku Tuhan." ucap Vin's lirih.
Ela menangis mendengarnya. Meskipun Vin's berkata begitu lirih dan mungkin tak ada yang mendengarnya karena semuanya tengah terlelap, namun Ela yang berada di seberang tempat duduk Vin's bisa mendengarnya. Mulai dari isakan tangis Vin's diawal sebelum dia berjanji tanpa saksi kepada Tuhan. Dan kini, Ela lah yang menjadi saksi sumpah janjinya kepada Tuhan.
Ela menangis karena tidak tahu kedepannya jika benar Nana masih hidup, Vin's hanya meminta untuk bertemu dengan Nana sekali lagi. Sehabis itu dia bahkan akan mengabdikan hidupnya untuk Tuhan yang artinya dia tidak akan menikah dengan wanita lain. Tapi yang lebih membuatnya menangis, Vin's bahkan berjanji dengan rela Tuhan menyabut nyawanya jika dia masih mencintai Nana.
"Ya Tuhan... sampai kapan engkau akan menyiksa hati kakakku Tuhan... Dia sudah menebus kesalahannya yang lalu dengan amnesianya Nana. Sekarang engkau menghukumnya lagi dengan hilangnya Nana dari kehidupan kak Vin's. Aku mohon Tuhan.. berilah dia kebahagiaan sedikit Tuhan. Aku sayang dia." batin Ela dalam diam sambil menatap Vin's yang tak menyadarinya. Yong Jin yang duduk di sampingnya yang melihat kekhawatiran Ela pun langsung mendekap nya. Ela menangis tanpa suara di dekapan Yong Jin.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1