Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 19


__ADS_3

Selama perjalanan ke Jepang, Chanyeol dan Gladis saling diam tanpa banyak bertanya. Gladis terus melihat keluar jendela sedangkan Chanyeol duduk diam sambil memejamkan matanya. Walaupun dia tidak tidur dan hanya memejamkan matanya saja.


Chanyeol meresapi rasa sakit yang di rasakan. Untuk pertama kalinya dia merasakan amat sakit karena pernyataan cintanya di tolak oleh Gladis. Padahal dulu waktu dia ditinggal cinta pertamanya, dia tak separah ini. Apa karena dulu dia masih kecil jadi dia tidak tahu kalau cinta itu hanyalah cinta monyet belaka? Sedangkan sekarang, cinta pertama yang sebenarnya.


Pesawat mereka sudah mendarst di bandara internasional Jepang. Mereka semua pun langsung turun. Gladis masih terus mendiamkan Chanyeol meskipun Chanyeol terus berusaha mengajaknya berbicara. Han Sung yang melihat itu pun hanya bisa mengambil nafas berat. Untuk pertama kalinya Han Sung melihat Chanyeol lebih frustasi daripada saat dia menghadapi masalah keluarganya.


"Chan-Chan...." teriak Zie.


Chanyeol sudah frustasi dengan Gladis yang menolaknya. Ditambah ada Zie yang tak pernah berhenti membuatnya bebas dari seluruh aktifitas nya. Dia lebih merasa terbebani dengan adanya Zie yang terus mengintil kemanapun dia berada.


"Lo bisa gak sih sehari aja jauh jauh dari gue? Males gue lihatnya." ucap Chanyeol dengan kesal ke arah Zie.


"Gak bisa dong. Kita kan harus selalu bersama karena kita ini pa..." ucapan Zie terputus lagi.


"Gak usah sebut-sebut. Gue gak sudi." ucap Chanyeol.


Chanyeol pun pergi meninggalkan Zie yang berada di belakangnya. Zie terus saja mengikuti Chanyeol. Kini mereka semua berada di dalam bus menuju ke sebuah penginapan yang memakan waktu cukup lama untuk sampai disana.


Awalnya Zie ingin duduk bersama Chanyeol namun Han Sung lebih dulu duduk di samping Chanyeol dan enggan untuk pergi mencari tempat duduk lain. Chanyeol mengedarkan pandangan dan mendapati Gladis duduk dengan ketua OSIS lama. Gladis terlihat tertawa bersama dengan lelaki itu. Hal itu membuat hati Chanyeol seperti pecah berkeping-keping.


"Sabar bro. Mungkin bukan takdirnya lo harus sama dia. Masih banyak wanita di dunia ini bro." hibur Han Sung.


"Memang banyak wanita di dunia ini Hans. Tapi yang seperti dia itu tidak akan ada lagi. Dia itu limited edition." ucap Chanyeol sambil melirik tempat duduk di seberangnya dimana Gladis duduk disana.


"Terserah lo bro. Orang kalau lagi jatuh cinta mah pasti ngomongnya begitu." ucap Hans.


Dia tak tahu harus bagaimana mau memberitahu Chanyeol karena dia sendiri belum pernah merasakan hal seperti Chanyeol. Dia belum menemukan wanita yang tepat yang membuatnya jatuh cinta seperti Chanyeol jatuh cinta kepada Gladis.


Jujur saja dia juga ingin seperti Chanyeol merasakan jatuh cinta. Namun entah kenapa dia masih saja belum bisa menemukan orang yang tepat yang bisa membuatnya jatuh cinta.

__ADS_1


Mereka semua kini sudah sampai di penginapan. Semua penginapan untuk kamarnya juga sudah di bagi. Dalam satu kamar akan diisi oleh tiga sampai empat orang. Penginapan untuk para siswa putra pun di pisah dengan siswa putri. Namun tidak untuk Zie yang terus saja membuntuti Chanyeol.


"Ehh lo ngapain ngikutin kita?" ucap Taeyong.


"Gue sekamar dong sama Chanyeol." ucap Zie.


"Ehh gak salah denger gue? Emangnya tadi guru bilang kalau cowok sama cewek boleh sekamar kah?" ucap Jihoon.


"Lah kenapa gak boleh? Khusus gue sama Chanyeol boleh lah. Kan kita itu tu.." lagi-lagi ucapan Zie terpotong dan itu sukses membuat Zie marah besar karena perkataannya sering dipotong.


"Tunangan maksud lo? Lah itu lo tahu. Lo itu baru tunangan belum nikah. Jadi buat apa sekamar. Mending lo balik deh ke penginapan cewek. Atau gue laporin lo sama kepala sekolah kalau lo nekad mau sekamar bareng kita." ucap Han Sung.


Chanyeol memilih diam-diam masuk ke dalam kamar tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Dia memilih tak menanggapi Zie. Karena sekali dia menanggapi Zie makan artinya dia memberi celah untuk Zie ikut campur dalam dunianya. Namun ternyata diamnya Chanyeol justru membuat Zie menganggap kalau Chanyeol mengiyakan.


"Lah kalian bertiga kenapa sewot sih. Chanyeol aja diem kok gue ikut." ucap Zie percaya diri.


Akhirnya dengan terpaksa Zie pulang ke kamar penginapan nya. Dia masuk kedalam kamarnya dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa dia begitu sebal. Apalagi dalam satu kamar ada satu wanita yang membuatnya sebal. Siapa lagi kalau bukan Gladis yang ternyata satu kamar dengannya.


"Lo ngapain disini?" tanya Zie dingin.


"Ya tidur lah. Ini kan kamar gue juga." ucap Gladis tak kalah dingin.


"Males banget gue satu kamar sama lo." ucap Zie kasar.


"Ya kalau males keluar aja sono. Lagian duluan gue ini yang masuk kesini." ucap Gladis sambil menatap tajam Zie.


"Ehh beraninya lo ngusir gue? Gak tahu lo gue siapa? Gue tunangan dari Chan-Chan." ucap Zie sombong.


"Terus kenapa? Dia gak ada disini ini. Buat apa gue takut. Lagian guru juga sudah membagi kamarnya. Jadi kalau lo gak suka ya sana protes aja kalau bisa." ucap Gladis tak kalah sarkas nya dengan omongan Zie.

__ADS_1


Zie hanya diam dan merapikan tempat tidur yang akan dia tiduri nantinya. Bukannya dia malas menjawab omongan Gladis. Namun dia malas protes dengan guru. karena jika dia protes, maka guru akan menjawabnya dengan perkataan yang tak mengenakan dari guru. Seperti saat tadi berangkat dia protes karena tak satu kabin dengan Chanyeol dia justru mendapatkan jawaban pedas dari gurunya.


"Memangnya kamu siapa menyuruh kita para guru untuk menempatkanmu di kabin bersama Chanyeol?" ucap guru itu meremehkan Zie.


Karena memang selama Tuan Park belum mengeluarkan tentang kebenaran bahwa Zie itu calon menantunya, semua guru masih sepakat untuk tidak membedakan Zie seperti mereka membedakan Chanyeol dan para anak berprestasi lainnya.


Oleh karena itu Zie malas protes kepada guru. Dia tak mau hilang muka untuk kedua kalinya. Cukup sekali tadi dia kehilangan muka di depan yang lain. Dan sekarang dia ingin tenang sembari menyusun cara bagaimana caranya membuat Chanyeol jatuh cinta dengannya.


Zie pun melihat kearah Gladis yang tengah duduk di depan laptopnya. Zie mengamati gadis itu dari atas sampai bawah. Dia melihat tak ada yang spesial dari Gladis. Tapi kenapa Chanyeol terlihat akrab dengan gadis itu. Hal itu membuat Zie bertanya-tanya.


"Kurasa ada sesuatu diantara mereka. Gue harus cari sampai sedetail mungkin. Gue mau dia jauh dari Chanyeol agar gue mudah dapetin Chanyeol. Dan langkah gue menjadi orang kaya dan berkuasa semakin dekat." batin Zie.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2