Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Clara?


__ADS_3

Vin's dengan sisa sisa tenaganya berusaha untuk naik ke lantai atas di kamarnya. Namun bukannya masuk kedalam kamar, Vin's justru masuk ke dalam kamar Nana yang tengah tertidur lelap. Karena dia berpikir itu milik nya, Vin's menyalakan lampu tidurnya.


Nana pun terbangun karena silau akibat lampu yang menyala. Nana terperanjat kaget melihat Vin's jalan sempoyongan menuju ke ranjangnya. Sedangkan Vin's yang kaget melihat seorang wanita di ranjangnya, dia berpikir bahwa itu Clara. Tak sedikitpun dia berpikir kalau itu Nana, istri kecilnya yang mulai belajar menaruh hati untuknya.


Ya, selama tinggal disini, Nana belajar untuk mencintai Vin's. meskipun itu sulit, karena dia benar-benar tidak memiliki rasa apapun sebelumnya kepada Vin's, namun karena terbiasa bersama Vin's, membuatnya mudah meningkatkan rasa suka kepada Vin's. Dan diapun dengan perlahan mulai belajar mencintai Vin's. apapun dan bagaimanapun Vin's memperlakukannya sebagai seorang istri.


Vin's berjalan mendekati Nana. Nana kaget melihat mata sayu Vin's. dia juga bisa melihat kalau Vin's sedang dalam keadaan mabuk. Dia bahkan tidak tahu kalau suaminya suka minum. Sungguh hal yang tragis untuk hubungan suami istri. Hal sekecil itupun dia tidak tahu.



Vin's memandang Nana penuh dengan hawa nafsu. Dia melihat Nana hanya menggunakan kemeja tanpa bra. Bajunya terlihat kebesaran hingga mengekspos pundaknya yang terlihat putih mulus dan bersih itu.


Namun dalam pandangannya, bukan Nana melainkan Clara.


Vin's mendekati Nana dan mengurungnya di bawah tubuhnya. Meski dalam keadaan mabuk, tubuh Vin's begitu kuat mengungkung Nana di bawahnya. Bahkan Nana yang memberontak pun tak bisa berbuat apa apa. Dia hanya pasrah ketika Vin's menciumnya.


Tak ada kata lembut dalam hal ini. Vin's terus menciumi seluruh lekuk tubuhnya tanpa tersisa sedikitpun. Meninggalkan kissmark di mana-mana. Tubuh Nana yang putih bersih kini penuh dengan kissmark buatan Vin's. Vin's terlihat begitu bergairah ketika melihat Nana yang berada di bawahnya sudah polos.


Seketika dia langsung membuka bajunya dan melemparnya kesegala arah. Dia membuka resleting celananya dan siap memasukkan juniornya kedalam milik Nana. Nana yang belum pernah sekalipun melakukan itu, dia menjerit kesakitan ketika Vin's menghentak dengan keras.


Nana merasakan ada bagian tubuhnya yang seperti di koyak. Begitu sakit dia rasakan. Dia meneteskan air matanya. Dia menangis, namun dia tak bisa melakukan apapun. Karena Vin's mencengkeram kedua tangannya diatas kepalanya.


"Sakit kak.. ssshhh..." ucap Nana dalam pergerakan Vin's yang masih bergerak diatasnya.


"Ssttt... nikmatilah sayang." Vin's pun melepaskan tangan Nana dan melingkarkan tangan Nana di lehernya.


Semakin lama, semakin kencang permainan Vin's. Semakin kencang pula Nana bersuara. Bukannya mendesah kenikmatan, namun dia merasakan sakit. Karena Vin's memperlakukannya dengan kasar. Bahkan hentakan demi hentakan mampu membuat ranjang itu berdecit. Malam itu merupakan awal kepedihan bagi Nana. Dimana malam itu, dia juga tahu rahasia besar setelah Vin's puas dengan tubuhnya.


"Terimakasih sayang, istirahat lah. Aku akan menemanimu di kamar sebelah. I Love you Clara." ucap Vin's setelah memakai bajunya. Dia memang bisa memakai baju dan berjalan ke kamar sebelah. Namun dia tidak bisa membedakan mana Nana istrinya, mana Clara.


Dan hal itu, membuat Nana menangis semakin keras. Dia sudah lemas tak berdaya karena perbuatan Vin's yang menggagahinya dengan brutal, namun bukannya menyebut namanya, Vin's justru menyebut nama wanita lain. Bahkan dengan jelas Nana mendengar Vin's mengucapkan kata cinta dengan wanita itu. Dia hanya bisa menangis sambil menggenggam erat selimutnya.

__ADS_1


*


*


*


Pagi harinya, Nana terbangun dengan tubuh yang terasa remuk seperti habis melakukan syuting film aksi. Nana melihat ke arah jam dindingnya, sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Untungnya hari itu libur.


Kalau dilihat Vin's belum menggedor pintunya, menandakan bahwa Vin's juga belum bangun. Nana mengambil pulpen dan melingkari tanggal semalam di kalender nya. Dia akan mengingat hari itu. Hari dimana dia melakukan kewajibannya sebagai istri namun dengan terpaksa.


Nana membersihkan dirinya setelah berhasil berjalan ke kamar mandi dengan sedikit terseok karena masih merasakan sakit di area kewanitaannya. Dia memandang ke cermin di kamar mandinya. Dia melihat seluruh tubuhnya penuh dengan kissmark. Meskipun dia menggosok tubuhnya sampai kulitnya memerah pun, bekas itu tidak hilang.


Nana hanya menghela nafas berat. Dia mengambil celana panjang dan juga sweater lengan panjang dengan turtleneck nya. Dia tak ingin menunjukkan kissmark itu didepan Vin's. Dia yakin Vin's tak akan ingat kejadian semalam. Jadi dia yakin jika Vin's melihat kissmark pada tubuh Nana, Vin's akan menuduhnya berhubungan dengan lelaki lain.


Mau menyangkal pun tidak bisa karena Vin's tetap akan kukuh dengan pendiriannya. Vin's tidak mungkin mempercayai omongannya begitu saja. Terlebih perihal nama Clara. Vin's pasti akan menyembunyikan itu dengan rapat.


Padahal ini awal pernikahan mereka. Namun Nana merasa bahwa sebentar lagi pernikahan nya akan berakhir karena Vin's pasti akan membuat cara untuk menceraikannya.


Saat Nana sedang memasak, dia melihat Vin's sudah bangun. Dia juga bisa melihat Vin's terlihat begitu rapi dengan kemejanya dan celana jeans panjang. Jujur, Vin's terlihat begitu tampan dimata Nana. Namun seketika Nana menggelengkan kepalanya.


"Kakak mau kemana? ini kan hari minggu? sudah rapi aja?" tanya Nana melihat Vin's.


"Ohh aku mau bertemu dengan klien." jawab Vin's singkat.


"Bertemu dengan klien tapi memakai baju sesantai itu? apa dia mau bertemu dengan Clara?" pikir Nana dalam hati. Dia memperhatikan penampilan Vin's yang kelewat santai kalau memang mau bertemu dengan klien. "Kalau begitu sarapan dulu Kak." tawar Nana.


"Tidak usah. Nanti aku akan sekalian sarapan bersama klien di restoran. kalau begitu aku berangkat dulu. Ohh iya, lupa. selamat ulang tahun. Aku membelikan sebuah kado untukmu. Sebentar lagi kadonya sampai." ucap Vin's menyempatkan mengusap rambut Nana dan segera berlalu pergi dari rumahnya.


Nana kaget. Bahkan dia sendiri lupa kalau hari ini ulang tahunnya. Seharusnya ini ulang tahun yang indah karena dia mempunyai suami. Dia bermimpi untuk diajak jalan - jalan bersama Vin's ke taman atau ke danau. Tapi ternyata Vin's justru sibuk dengan kliennya. Tepatnya dengan Clara.


Satu jam menit kemudian, ketika Nana tengah duduk di ruang keluarganya, ada yang menyembunyikan bel pintu rumahnya. Nana pun membukakan pintu tersebut. Dan terdapat sebuah mobil baru di depan rumahnya. disana dia juga melihat sekretaris Vin's berdiri di samping mobilnya.

__ADS_1


"Pagi Miss. Selamat ulang tahun Miss. Ini saya membawakan hadiah dari Mister. Dia bilang untuk tanda persahabatan juga ucapan terimakasih karena sudah membantu Mister di kantor selama ini." ucap sekretaris itu.


Nana yang mendengar itupun memasang wajah bahagia palsunya. Dia menahan sakit. sampai kapan pernikahannya akan di sembunyikan? Sampai kapan dia akan bersembunyi sebagai adik Vin's? Bahkan dia tidak di perbolehkan memakai cincin perkawinan mereka.


"Ahh.. terimakasih.. aku sungguh terkejut. wah ini pasti mahal ya." ucap Nana dengan wajah palsunya.


"Pasti Miss. bahkan Mister sendiri yang memilihkannya. ahh bukan Mister, tapi lebih tepatnya kekasih mister." kata sekretaris nya sambil tersenyum.


"Kekasih?" tanya Nana heran.


"Iya, kekasih Mister yang memilihkannya. dia sungguh cantik dan baik." ucap sekretaris itu tanpa tahu bahwa dia tengah berbicara dengan istri bosnya.


"Wah.. kalau begitu pulanglah. terimakasih sudah mengantarnya. Aku harus segera menghubungi Mister dan kekasihnya untuk berterimakasih." ucap Nana.


"Baiklah kalau begitu. permisi miss." sekretaris itu pergi meninggalkan rumah Nana.


Sepeninggalan sekretaris tersebut, tubuh Nana melorot jatuh. Dia tidak menyangka bahwa Vin's akan memberi kado untuknya di bantu dengan kekasihnya. padahal dia adalah istri sahnya. Akankah pernikahan ini cepat berakhir?


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2