Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 31


__ADS_3

Diparkiran.


"Sayang, akting kamu bisa banget. seperti orang yang benar-benar tertindas." kata Kevin yang kini sudah mulai menyetir mobilnya untuk mengantar Key pulang.


"Kamu gak inget sayang, kalau selama ini aku hidup dibawah penindasan? ya wajarlah kalau aku gampang menghayati peran. aku ingat kembali aja apa yang dulu aku alami." kata Key. "tapi akting kamu juga bagus kok yang. sempurna. bahkan alergi kamu juga sembuh." lanjutnya.


"iya ya, kenapa aku gak alergi saat dia bergelayut manja denganku. jangan-jangan aku suka sama dia?" kata Kevin menerawang.


"kamu jangan macam-macam lho ya. kalau sampai kamu macam-macam. tak potong burung kamu." kata Key mengancam.


"ampun sayang bercanda. sebenarnya akhir - akhir ini aku ada satu parfum aroma terapi. katanya itu bisa Menetralisir alergi ku. setiap habis bersentuhan, aku pasti menghirup parfum itu. dan aku bisa bebas dari alergi ku. dan ini ada untungnya buat rencana kita sayang." kata Kevin lagi.


"tapi kalau dia ingin berhubungan badan dengan kamu gimana?" tanya Key.


"tenang, aku sudah menghubungi ****** kemarin yang kamu sewa. tiap dia ingin aku akan membawanya ke apartemen. dan selanjutnya aku akan serahkan kepadanya agar dia tidak curiga. kamu tenang saja ya sayang. aku gak akan menyentuhnya." kata Kevin.


"terimakasih ya sayang. Ohh kita sudah sampai. kamu mau ikut turun atau gak?"


"ikut dong. hari ini aku free buat kamu dan Junior. enaknya kita kemana ya?" tanya Kevin menerawang.


"enaknya ke tempat yang gak mungkin Lena datangi."


"bagaimana kalau kebun binatang? atau taman bermain? Junior pasti senang banget itu." usul Key.


"baiklah. nanti kita tanya anaknya." kata Kevin sembari merengkuh pinggang Key dengan mesra.


***


Mereka sampai di apartemen Kevin. ternyata disana sedang berkumpul. bahkan ada keluarga Rina.

__ADS_1


"nah ini dia tokoh utamanya yang jarang banget kumpul. kemana aja kalian berdua? mau nikah juga masih sibuk sama kerjaan." kata Bambam.


"Justru karena mau nikah itu jadi kita sibuk buat segera menyelesaikan pekerjaan kita agar saat mendekati hari pernikahan kita gak harus dikejar deadline." kata Key.


"ohh iya, gue dengar dari Kak Rey, katanya kalian sedang ada masalah ya?" tanya Yena.


"dasar si Rey ember. iya kita ada masalah." kata Kevin.


"kasih tahu dong, siapa tahu kita bisa bantu." kata Mark.


"iya nak. kasih tahu. Oma juga ingin tahu agar Oma tidak salah paham nantinya." kata Oma mendesak cucunya itu.


"Ceritanya begini...." Kevin menjelaskan dengan rinci semuanya. bahkan tak ada sedikitpun yang terlewatkan.


Semua yang ada disana pun juga menyimak dengan seksama tanpa menyela sedikitpun apa yang dibicarakan Kevin. setelah Kevin selesai menjelaskannya, banyak dari mereka geram dengan tingkah laku Lena. terutama keluarga Rina ya g sudah tahu dari dulu.


"gak di Indonesia gak di sini dia jadi parasit terus." kata Rina dengan geram.


"iya, kasihan junior." lanjut Yugyeom.


"kalian tenang saja. kita akan tetap bersama asal kalian ikut berakting. dan satu minggu lagi aku akan membawa Key dan Junior ke orang tuaku. aku pengen kalian buat Lena sesibuk mungkin agar tak ada kesempatan untuk mengikutiku kesana." kata Kevin.


"kamu tenang aja. serahin aja semuanya ini sama aku. pasti akan aman terkendali." kata Yena.


***


Hari ini sesuai rencana, Kevin membawa Key dan Junior untuk jalan-jalan. sedangakan Yena sudah membuat kesibukan untuk Lena, dia membuat Lena sibuk di luar kota untuk pemotretan agar tak mengganggu quality time Kevin dan keluarga kecilnya.


"kamu mau naik apa sayang?" tanya Key.

__ADS_1


"Junior mau naik Kincir angin sama ayah bunda." kata Junior bersemangat saat kini dia sedang berada di taman bermain.


"baiklah pangeran. hari ini kamu jadi pangeran yang apapun kamu mau kita akan turuti." kata Kevin sembari membungkuk seperti pelayan.


"kalau begitu, mari ayah dan bunda." kata Junior yang langsung menggandeng tangan ayah bundanya itu.


setelah menjelajah permainan, merasa capek, Junior pun membawa ayah bundanya ke stand permainan berhadiah.


"ayah, Junior mau ayah memenangkan permainan ini dan membawa pulang boneka Panda, Doraemon dan Beruang yang paling besar itu untuk bunda." kata Junior sambil menunjuk hadiah dalam permainan menembak itu.


"berapa poin untuk memenangkan boneka itu tuan?" tanya Kevin.


"200 per boneka dalam satu ronde tuan. satu ronde hanya diberi kesempatan 3 peluru tuan." kata pemilik kios mainan tersebut.


"saya bayar 3 ronde." kata Kevin mantap.


Dia lalu membuka jaketnya dan mengambil senapan laras panjang mainan tersebut. dan mulai membidik kearah sasaran yang mempunyai poin paling tinggi.



Banyak sekali orang yang melihat Kevin berpose seperti itu. apalagi para wanita. begitu terpana melihat Kevin seperti itu. terlebih otot tangannya yang terbentuk membuatnya begitu gagah dan sexy.


"Sayang, aku menyuruhmu untuk menembak dan mendapatkan boneka. bukan untuk tebar pesona." kata Key yang sebal melihat calon suaminya begitu dipuja.


"Itu resiko untuk kamu yang mempunyai tunangan yang tampan sepertiku." kata Kevin.


"dasar narsis."


Tiga ronde telah selesai dan sesuai dengan janji Kevin, dia pun benar-benar mendapatkan 3 boneka permintaan anaknya itu. sekarang tinggal bingungnya mau bagaimana membawanya. apalagi Kevin tak mungkin menyuruh Junior membawanya sedangkan Key sendiri menggendong Junior.

__ADS_1


Tau begini aku tak memenangkan permainan itu. keluh Kevin.


__ADS_2