Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 22


__ADS_3

Gladis dan Chanyeol menyantap ramyeon cup yang tadi di bawa oleh Chanyeol. Untungnya dia juga bisa memasak air jadi bisa makan. Meskipun mereka bisa juga memakai roti, tapi untuk malam yang dingin seperti ini lebih enak makan yang berkuah panas.


"Chan, ini ikannya udah matang." ucap Gladis.


Tadi saat di danau, ada banyak ikan yang terdampar di cekungan air. Dengan susah payah Chanyeol menangkapnya dengan tangan kosong. Akhirnya Chanyeol dapat menangkap empat ikan yang lumayan besar. Lalu mereka membakarnya. Jadi malam ini mereka tak hanya makan ramyeon tapi juga ikan bakar.


"Hmm... ternyata enak juga ya kalau kita camping di alam seperti ini. Katanya kemah musim panas. tapi tidurnya di penginapan. Itu namanya bukan kemah tapi piknik." ucap Gladis sambil menyuapkan ikan bakar ke mulutnya.


"Lo suka alam?" tanya Chanyeol.


"Ya, gue suka alam. Tapi gue belum pernah yang namanya camping dan mendirikan tenda seperti ini." ucap Gladis sambil menunjukkan tenda tempat mereka duduk.


"Gue udah sering camping bareng yang lain. Kalau lo mau, kapan-kapan gue camping lagi, lo gue ajak." ucap Chanyeol.


"Serius?" tanya Gladis dengan wajah berbinar.


"Serius lah. Ehh bentar gue kasih kayu lagi biar apinya tetep nyala." ucap Chanyeol.


"Kenapa terus di nyalain sih? Kan lo udah bawa lampu. Terus kita juga udah makan." ucap Chanyeol.


"Ini kita sudah disini selama beberapa jam. Pasti yang lainnya mulai jalan nyari kita. Ini sudah dini hari. Gue harus buat tanda pada Hans kalau kita berada di sini." ucap Chanyeol membuat apinya semakin besar.


"Bagaimana caranya?" tanya Gladis.


"Waktu gue camping bareng Hans, Taeyong dan Jihoon, kita sering mainin api kaya gini." ucap Chanyeol sambil mempraktikkan.


Dia melepas jaketnya. Menaruh jaket itu berada di atas api tapi tidak terlalu dekat agar tidak terbakar. Jaket itu di buat seperti menghalau asap naik. Lalu dia lepaskan lagi. Dia tahan kembali asapnya lalu di lepaskan nya lagi. Itu membuat asapnya terlihat putus-putus di udara.


"Lo membuat tanda SOS?" ucap Gladis.


"Yup. Han Sung pasti akan tahu kalau melihatnya." kata Chanyeol.


Gladis dian sambil terus memperhatikan Chanyeol yang mulai kelelahan membuat tanda. Ini sudah sepuluh menit tapi tak ada tanda-tanda orang mau kesini. Gladis pun mencoba menggeser duduk nya lalu mengambil ransel Chanyeol. Niatnya ingin mengambil camilan apa yang ada namun dia justru melihat sekotak penuh dengan bunga api.


"Ya Chanyeol bodoh. Ngapain lo buat sinyal sos pakai asap yang gak bakal di lihat waktu malam hari kalau lo punya ini?" ucap Gladis menunjukkan sekotak besar bunga api.


"Ya Tuhan.. bodohnya gue. Anak siapa sih?" ucap Chanyeol menertawai kebodohannya sendiri.


Gladis pun ikut tertawa melihat tingkah konyol Chanyeol. Mereka tertawa bersama. Malam yang indah bagi Chanyeol yang melihat tawa Gladis lagi. Seolah penolakan kemarin sudah menguar begitu saja.

__ADS_1


"Lo mau nyoba gak main bunga api? Kita nyalain. Pasti cantik." ucap Chanyeol.


"Boleh." kata Gladis bersemangat melupakan jalannya yang masih pincang karena kakinya yang masih sakit. dia keluar dari tenda perlahan dengan bantuan Chanyeol lalu duduk di dekat api agar mudah untuk menyalakan bunga api.


Di tempat Han Sung.


"Apa lo bilang? Chanyeol tersesat? Terus gimana gue mau laporan sama Tuan Yong Jin?" ucap Zie saat di beritahu oleh Han Sung bahwa Chanyeol belum kembali juga.


"Lo tenang aja. Ini gue mau berangkat cari dia." ucap Han Sung.


"Gue ikut ya." kata Zie.


"Lo gila? Lo lagi sakit gini. Udah lo sini aja. Pokoknya gue jamin Chanyeol bakalan balik. Oke." ucap Han Sung sambil mengusap puncak kepala Zie.


Han Sung keluar dan segera menuju ke yang lain yang ingin mencari Chanyeol. Selain Han Sung, Jihoon dan Taeyong, pihak guru dan beberapa anak OSIS lelaki ikut membantu. Mereka semua berjumlah kira-kira belasan orang ber sama-sama menyusuri jalur peta timur.


"Chan-Chan..."


"Gladis... "


"Chan-Chan... "


Teriakan demi teriakan nama Chanyeol dan Gladis terus mereka teriakkan berharap menemukan mereka berdua. Setelah masuk ke dalam lagi, mereka menemukan peta dan senter Chanyeol yang ditinggalkan nya saat hendak turun membantu Gladis tadi.


"Hans, gue nemuin peta sama senter milik mereka." ucap salah satu anak.


"Iya bener ini peta timur. Dan senter ini juga senter anak yang melewati peta timur. Lalu kemana perginya mereka berdua?" ucap salah satu guru.


Namun pandangan Han Sung justru terfokus pada sebuah senter nyala yang jatuh di jurang. Pandangannya menajam ketika dia mengarahkan senter nya kearah jurang. Dia melihat bekas orang yang terperosok ke dalam. Dan di tempat itulah tadi Chanyeol dan Gladis terperosok.


Han Sung melihat sekeliling siapa tahu ada jalan untuk turun. Dan tak jauh dari mereka berdiri dia melihat ada jalan setapak yang menurun. Dan dia yakin itu bisa mengarah turun ketempat senter yang menyala itu. Han Sung pun bergegas turun dan di ikuti yang lainnya.


"Hans, tunggu lo mau ngapain? itu diluar jalur peta." ucap Taeyong.


"Lo ikut aja. Gue kayanya tadi lihat jejak mereka." ucap Han Sung membuat yang lainnya pun ikut turun.


Dan benar saja. Mereka menemukan senter milik Gladis tadi. Bahkan mereka juga menemukan sobekan baju bawah Chanyeol yang berwarna kuning dan ada sedikit darahnya. Chanyeol memang sedikit terluka namun dia menahannya di depan Gladis dan mencoba menyembunyikannya karena lukanya pun tidaklah dalam. Hanya mungkin jika terkena air akan sakit.


"Pasti mereka terjatuh dari atas dan mereka mencoba cari jalan keluar lewat jalan setapak ini." ucap salah satu anak yang lain.

__ADS_1


"Ayo kita telusuri jalan ini." ucap Han Sung.


"Ehh apaan tuh?" ucap salah satu guru menunjuk langit melihat seperti bunga api.


"Itu dari Chan-Chan. Gue tadi lihat dia bawa bunga api." kata Han Sung.


"Kenapa gak dari tadi sih tuh anak. Ya udah, dia pasti gak jauh jauh dari sini. Terus ikuti jalan setapak ini saja." ucap wali kelas mereka yang ikut bergabung mencari.


Dan setelah lima ratus meter mereka melihat Chanyeol dan Gladis yang berada di pinggir danau. Mereka melihat Gladis yang sudah terlelap dengan berbantalan paha Chanyeol sedangkan Chanyeol terus membunyikan bunga api yang semakin lama semakin menipis.


"Chan...." teriak Han Sung.


Chanyeol menoleh dan wajahnya tersenyum karena Han Sung dan rombongan menemukannya. Dia lalu membangunkan Gladis tapi ternyata Gladis badannya panas.


"Gladis, bangun Dis.. bangun." ucap Chanyeol membangunkan Gladis tapi justru gadis itu malah semakin menggigil.


"Dia kedinginan Chan. Pakaikan ini di tubuhnya. Ayo segera bawa mereka pulang. Kita harus memutar arah karena semakin jauh kesana maka semakin ke hutan." ucap wali kelas.


Yang lainnya pun membantu merapikan tenda Chanyeol ada yang membantu untuk memadamkan api unggun agar tidak menyebar nantinya. Dan ada yang membantu Chanyeol juga memapah Gladis dengan tandu yang mereka bawa untuk jaga-jaga tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2