
"Oppa, apa Oppa sudah siap? Kalau sudah ayo kita berangkat sekarang." ucap Freya memanggil Chanyeol. Freya sendiri sudah siap dengan pakaian rapinya.
"Sudah. Kita pakai mobil yang mana?" tanya Chanyeol.
"Aku terserah Oppa saja. Oppa mau pakai mobil yang mana?" tanya Freya balik.
"Pakai mobil yang terbuka saja. Aku ingin menikmati udara segar. Sudah lama aku terus berada di rumah." ucap Chanyeol.
"Baiklah. Kalau begitu Oppa tunggu sini saja. Aku akan mengeluarkannya fulu." ucap Freya meninggalkan Chanyeol sendirian di teras depan dengan kursi rodanya. Freya berjalan ke arah garasi untuk mengeluarkan mobil Chanyeol. Freya pun mengendarai mobilnya keluar lalu memapah Chanyeol untuk masuk ke dalam mobil.
"Sebenarnya ini aneh. Aku kan sudah tidak bisa berjalan. Kenapa kalian tetap membelikan ku mobil baru?" tanya Chanyeol. Saat mereka sudah berada di dalam mobil sport mewah yang di belikan oleh Han Sung, Scarlett dan Freya untuk Chanyeol di ulang tahun ke dua puluh enamnya kemarin.
"Oppa, apa Oppa tidak punya niatan untuk sembuh? Kami membelikan ini untukmu agar Oppa semakin bersemangat untuk sembuh. Bila Oppa sudah sembuh nanti kan Oppa bisa mengendarai ini. Bukankah Oppa begitu menyukai mobil ini? Bahkan Oppa sampai menyimpan brosurnya di kamar. Iya kan?" ucap Freya yang dengan telaten mengurus Chanyeol. Dia bahkan mengangkat dan meletakkan di belakang.
"Pasti semua ini ide dari Han Sung kan?" tanya Chanyeol.
"Kami begini juga karena peduli terhadapmu Oppa. Jadi cepatlah sembuh. Agar Oppa bisa ngedance lagi. Oppa kan sangat suka dengan musik." ucap Freya memberi semangat kepada Chanyeol.
"Baiklah. Tapi ini sudah tahun ke tujuh dan aku belum juga bisa berjalan. Kalau aku bisa berjalan sepuluh tahun lagi, akankah mobil ini bisa ku gunakan? Bagaimana kalau aku tidak bisa berjalan selamanya?" tanya Chanyeol sambil terus melihat ke arah luar melihat pemandangan yang begitu indah baginya karena jarang keluar dari rumahnya.
"Oppa, jangan pernah kamu bilang seperti itu. Kata dokter Oppa sudah semakin membaik. Oppa sudah bisa berdiri walaupun hanya sebentar. Tinggal perlahan-lahan Oppa harus menggerakkan kaki untuk melangkah. Ini semua awal yang baik untuk Oppa. Asal Oppa sering belajar dan jangan pernah menyerah." ucap Freya sambil terus fokus pada menyetirnya. Dia hanya melihat Chanyeol melalui ujung matanya.
"Bagiku kesembuhan ku tidaklah penting Fre. Bagiku, Han Sung bisa hidup dengan baik dan aku masih bisa melihat dunia dan merasakan udara yang segar seperti ini sudah membuatku bersyukur Fre." ucap Chanyeol dengan penuh keseriusan.
__ADS_1
"Tapi Oppa, Bagaimana dengan janji kita di depan gerbang Los Angeles College of Music delapan tahun yang lalu? Apa Oppa melupakannya? Kita sudah berjanji di sana dengan sepenuh hati Oppa." ucap Freya mengingatkan lagi Chanyeol pada masa sebelum dia mengalami hal ini.
"Aku tidak pernah melupakannya. Bagaimanapun itu mimpi terbesarku. Aku hanya melupakan mimpiku yang besar ketika aku berada di hadapan sebuah bom yang sepuluh detik lagi akan meledak. Aku melihat bom itu di depan mataku. Menempel pada jaket yang di pakai oleh Tante Cassie. Aku melihat semuanya dengan kepalaku sendiri. Aku melihat tangis putus asa tante Cassie. Aku melihat senyum terakhir Om Jason yang menyuruhku untuk melindungi Han Sung dan Tante Yuna. Itulah yang aku pikirkan. Aku tidak pernah memikirkan yang lain selain itu. Aku bahkan tidak memikirkan nyawaku sendiri. Aku hanya memikirkan keselamatan Han Sung yang ada di dekatku." ucap Chanyeol sambil menerawang melihat jauh ke langit dengan keindahan kota Paris.
Freya terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Chanyeol. Karena selama delapan tahun ini, dia tidak tahu kalau ada hal ini yang membuat Chanyeol seperti ini. Dia tidak tahu apa yang dikorbankan oleh Chanyeol demi Han Sung. Bahkan Freya belum pernah mendengar sekalipun tentang pesan terakhir Jin-young kepada Chanyeol. Oleh karena itu, walaupun Chanyeol sakit dan selalu menghabiskan waktunya di kursi roda, dia selalu mengutamakan Han Sung terlebih dahulu. Bahkan dalam keadaan yang sekarang sudah bisa di bilang cacat, Chanyeol masih selalu menyempatkan waktu memasak untuk Han Sung. Bahkan dia tidak kerepotan sedikitpun saat memasak meskipun memakai kursi roda. Itulah yang dilihat oleh Freya selama delapan tahun ini mereka tinggal bersama. Freya terus terdiam sampai di rumah sakit. Dia tidak tahu harus menjawab apa perkataan Chanyeol. Karena itu sungguh keluar dari lubuk hati Chanyeol.
"Nah sudah sampai. Sebentar ya Oppa. Aku akan ambilkan kursi rodanya dulu." ucap Freya yang turun dari mobilnya lalu mengambil kursi roda Chanyeol. Dia memapah Chanyeol keluar dari mobil. "Oppa tunggu sini sebentar ya. Aku akan memarkirkan mobilnya." ucap Freya meninggalkan Chanyeol sendiri lagi dan segera memarkirkan mobilnya.
"Apa kita langsung masuk ke dalam ruangan dokter?" tanya Chanyeol ketika Freya mendorong Chanyeol masuk ke dalam rumah sakit.
"Tentu. Kita ada janji jam sebelas. Dan sekarang sudah hampir jam sebelas. Jadi kita langsung masuk saja ke dalam." ucap Freya terus mendorong Chanyeol masuk. Melewati banyak sekali orang yang sedang menunggu antrian kapan dia di panggil. Chanyeol masuk ke dalam ruangan dokter yang sudah menanganinya selama delapan tahun.
......***......
"Bos, ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap Scarlett kepada Han Sung. Sejak lulus kuliah, Scarlett memilih langsung bekerja di perusahaan sebagai sekretaris pribadi Han Sung. Jadi apapun yang berhubungan dengan Han Sung Scarlett pasti tahu.
"Siapa?" tanya Han Sung tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer yang berada di depannya.
"Perwakilan dari Han Productions New York. Seorang producer muda yang akan bekerja sama dengan kita untuk membuat iklan bagi produk baru kita." ucap Scarlett membaca jadwal hari ini untuk Han Sung.
"Bawa dia ke ruang meeting. Persiapkan semuanya dengan baik. Jangan lupa kamu tamu kita dengan baik pula. Mereka sudah datang jauh-jauh dari New York hanya untuk bertemu dengan kita. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan ini." ucap Han Sung yang juga bersiap untuk menyambut tamunya dengan baik.
"Baik bos." ucap Scarlett. Dia lebih nyaman memanggil Han Sung dengan sebutan bos. Tidak seperti yang lainnya yang memanggil tuan kepada Han Sung. Dia melakukan itu karena bagaimanapun mereka masih sepupuan. Bahkan Han Sung akan marah jika Scarlett memanggilnya tuan.
__ADS_1
Setelah Scarlett keluar dari ruangannya untuk menyambut tamu itu, Han Sung pun juga ikut keluar dari ruangan dan berjalan menuju ruang meeting untuk menyambut tamu besarnya. Tak lama setelah itu, Scarlett masuk bersama dua orang wanita yang terlihat begitu cantik dan dewasa. Dia yakin kalau salah satu dari mereka merupakan CEO Han Productions yang di maksud oleh Scarlett tadi.
Han Sung melihat wajah kliennya yang terlihat seperti seorang bule. Namun dalam sekali lihat dengan lebih dekat, Han Sung bisa langsung melihat bahwa kliennya itu memiliki sedikit keturunan Korea. Senyum manis sudah terpasang pada wajah Chanyeol. Dan juga balasan senyum dari dua wanita yang berada di depannya ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1