
Pagi hari di Los Angeles.
Chanyeol terbangun di kamarnya dari tidur lelapnya karena mendengar bunyi alarm dari jam weker yang di belinya semalam. Dia suka bangun dengan bunyi dari jam weker di kamarnya. Karena dia sering sendiri di rumahnya jadi mau tidak mau dia harus membuat alarm untuk membangunkan dirinya sendiri. Kecuali kalau hari libur dia bisa bangun jam berapapun tanpa ada gangguan.
Tepat pukul enam pagi semalam Chanyeol memasang alarmnya. Di luar masih sangat pagi untuk wilayah yang mataharinya terbit hampir pukul tujuh. Meskipun di luar masih sangat temaram karena matahari belum juga terbit, tapi Chanyeol tetap memilih bangun dan merapikan tempat tidurnya daripada memilih untuk bergelung di bawah selimut lagi. Dia langsung menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan sekedar cuci muka agar segar.
Chanyeol berjalan ke arah luar. Dia membuka gorden dan pintu penghubung ke balkonnya. Matahari belum terlihat akan muncul di permukaan. Angin musim semi terasa menyejukkan kulitnya. Chanyeol menghirup udara yang terasa sejuk dan menyegarkan. Kalau di Korea mungkin sekarang sudah mulai memasuki musim hujan.
Chanyeol bersandar pada pagar pembatas balkonnya. Dia melihat ke bawah dimana halaman depan dan taman apartemen terdapat disana. Meskipun dia berada di lantai dua puluh tiga, namun matanya masih bisa melihat dengan jelas ke bawah. Dia melihat beberapa orang yang sudah memakai pakaian olahraga untuk melakukan jogging di pagi hari. Chanyeol pun tergelitik untuk ingin berjogging di pagi pertamanya di Los Angeles ini.
Chanyeol segera kembali masuk ke dalam kamarnya, mengambil celana training dan jaket tipis yang sengaja dia beli jika dia ingin berolahraga nantinya. Chanyeol juga mengambil sepatu di rak sepatu yang baru saja semalam dia beli. Di rak yang dulunya hanya ada satu kini ada lima pasang sepatu dengan warna yang sama, biru dan hitam.
Chanyeol keluar kamar dengan pelan sekali. Bahkan dia masih menjinjing sepatunya dan akan memakainya nanti setelah berada di luar apartemen. Dia tidak ingin membangunkan yang lain karena memang masih sangat sepi di rumah itu. Saat Chanyeol sampai dibawah pun, di lobi yang biasanya ramai, kini terlihat begitu sepi. Hanya ada karyawan yang berada di sana untuk bekerja.
Pegawai yang bekerja di shift malam membungkuk ketika Chanyeol lewat di depan mereka. Chanyeol pun membalasnya dengan ikut membungkuk dan tersenyum manis sekali. Semua karyawan juga sudah tahu bahwa ia adalah keponakan dari Park Yong Bin pemilik gedung ini. Semuanya tahu berita tentang anak kedua dan keponakan Park Hong Bin akan menetap tinggal di sana.
Chanyeol lebih dulu melakukan pemanasan untuk tubuhnya agar bisa menyesuaikan dalam berjogging. Dia tidak ingin terlalu berat melakukan olahraga. Dia berlari dengan langkah kecilnya sembari membuka HP. Dia melihat Maps untuk memberitahu dimana dia berada dan harus kemana dia berada.
Chanyeol berjogging melewati depan calon kampusnya. Dia memandang sekilas gerbang kampus itu lalu tersenyum dan berlalu. Dia tersenyum karena merasa bahwa dirinya bisa bebas setelah sekian tahun semua keinginannya harus sesuai kemauan keluarga. Dia mencari jalan yang memutar arah agar bisa kembali kembali ke apartemen tanpa harus menaiki taxi untuk pulang.
Chanyeol berhenti di sebuah taman yang samping kanan kirinya terdapat banyak pohon. Banyak orang yang duduk di sana atau juga berjogging melewati jalan itu. Namun hal yang menyita perhatian Chanyeol adalah wujud matahari yang hari saja melihatnya di hadapannya itu. Matahari itu seakan menyembul dari sela-sela gedung pencakar langit. Chanyeol berhenti sejenak mengagumi keindahan alam itu. Pagi pertamanya terasa sempurna karena melihat matahari di sana.
Chanyeol pun kembali melanjutkan jogingnya. Dia melihat jalan melalui HP nya dan menemukan jalan pintas dan memutar untuk sampai di apartemennya. Hanya butuh waktu lebih singkat dari saat dia berangkat tadi.
Saat masuk ke apartemen, semuanya belum terbangun. Rumah masih sangat sepi. Chanyeol beristirahat sebentar di balkon sambil menyesap susu coklat yang di ambilnya dari almari pendinginnya. Juga memakan camilan agar-agar untuk menambah gula di pagi hari. Setelah di rasa tubuhnya sudah bebas dari keringat dia pun langsung mandi dan berganti pakaian rumahan. Sekarang dia menjadi lebih segar.
__ADS_1
Meskipun dia sudah menghabiskan sekaleng susu coklat dingin dan juga agar-agar, tapi perutnya perlu di isi makanan berat. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Dia berjalan ke dapur. Dia melihat beberapa bahan makanan di kulkas. Karena merasa kelamaan menunggu Krystal bangun, akhirnya Chanyeol berinisiatif untuk memasak sendiri. Kebiasaannya hidup sendiri yang membuatnya belajar memasak. Dia bisa memasak karena Yura yang terkadang pergi keluar negeri untuk dinas dan juga bibi yang tiba-tiba sakit atau ingin berlibur bersama anaknya. Walaupun tidak jago, tapi setidaknya rasa pada masakannya tidak pernah mengecewakan.
Lebih dulu Chanyeol menanak nasi karena dia ingin membuat nasi goreng. Sekalian saja dia membuat untuk keluarga yang lain. Dia mulai menggenakan apron pada tubuhnya. Dia membuka kulkas lagi dan mengambil daging ham, keju, telur, sosis dan udang. Dia juga mengambil roti di meja makan. Dia ingin membuat roti isi untuk yang mungkin tidak suka dengan nasi gorengnya.
Tangannya yang cekatan mulai memotong satu persatu bahan yang ingin dia masukkan ke dalam roti isi. Lalu dia juga teringat akan Freya yang dia pikir kalau dia vegetarian. Akhirnya Chanyeol mengambil beberapa sayuran dari kulkas lalu menjadikan roti isi sayur dan keju di dalamnya hanay untuk Freya. setelah roti isinya jadi, dia juga melihat nasinya sudah matang. Akhirnya dia membuat nasi goreng juga. Dia menambahkan sosis dan juga udang di dalam nasi goreng itu. Dia juga menambahkan wortel agar ada sedikit sayuran di dalamnya.
Saat Chanyeol masih saja sibuk dengan nasi goreng di atas kompor, dia di kagetkan oleh suara Krystal yang berasa tepat di sampingnya. Bahkan dia tidak tahu kapan Krystal sudah berada di sana. Krystal sudah terlihat segar karena mungkin dia habis mandi setelah bangun tidur.
"Chanyeol kamu lagi apa? Kamu memasak?" tanya Krystal.
"Iya Tante." ucap Chanyeol.
"Lalu ini roti isi juga kamu yang membuatnya?" tanya Krystal lagi.
"Iya dong tante. Kalau bukan Chanyeol yang buat siapa lagi? kan hanya ada Chanyeol disini." ucap Chanyeol sambil terus mengaduk nasi gorengnya agar tidak gosong.
"Tidak apa-apa tante. Tante istirahat aja. Pagi ini Chanyeol yang memasak." ucap Chanyeol mematikan kompornya karena nasi gorengnya sudah matang. "Apa Om masih belum bangun tante?" tanya Chanyeol sembari meletakkan nasi goreng buatannya dalam wadah yang besar.
"Om disini." ucap Yong Bin yang menjawab pertanyaan Chanyeol. Namun mata Yong Bin justru fokus pada Chanyeol yang memakai apron di tubuhnya.
"Kamu kenapa menggunakan apron? Mau jadi koki kamu? " tanya Yong Bin pada Chanyeol yang baru saja melepaskan apronnya.
"Pagi hari ini, kita kedatangan koki istimewa dari jauh Pa." ucap Krystal sambil meletakkan kopi kesukaan suaminya itu.
"Ohh ya? Siapa?" tanya Yong Bin setelah menyerutup kopinya.
__ADS_1
"Ini dia kokinya. Park Chanyeol. Keponakan kita." ucap Krystal dengan bangga.
"Sungguh? jadi ini semua kamu yang masak? bukan pesan dari restoran bawah?" tanya Yong Bin.
"Tidak lah Om. Ya sedikit-sedikit aku juga bisa masak." ucap Chanyeol.
"Wah... calon menantu idaman." ucap Yong Bin. "udah tampan pintar masak lagi." lanjutnya. Chanyeol hanya membalas pujian itu dengan senyuman saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.