
"kamu mau tinggal disini nak?" kata Oma kepada Yena.
"emm.. maaf Oma, sebenarnya Yena hanya mampir kesini karena dapat syuting disekitar sini. Ohh iya Oma, Yena boleh bawa Key gak Oma? di tempatku lagi butuh seorang model. dan aku fikir Key cocok Oma." kata Yena.
Ya, setelah Key lulus S1 dalam bidang Designer, dia sekarang menjadi designer muda terkenal yang juga terjun langsung menjadi model untuk karyanya.
"ya kalau itu sih terserah Key mau apa gak. gimana nak?" tanya Oma kepada Key.
"Key mau-mau aja Oma, tapi gimana dengan Kevin?" kata Key.
"bunda gak usah khawatir, Kevin dirumah aja sama Oma. kan Kevin ada les dance dari uncle bambam dan uncle Jackson bunda. jadi Kevin dirumah aja ya bunda." kata Kevin dan akhirnya diangguki oleh Key.
Setelah setengah jam bersiap, mereka berdua berangkat menggunakan mobil Key karena alasan Yena tak mau mencolok nanti dilokasi syuting iklannya.
"Jadi ini gadis yang kamu ceritakan Yena?" kata Sutradara.
"iya pak. gimana? cantik kan? cocok sama tema kita." kata Yena.
"baik kalau begitu kalian berdua ganti pakaian."
Mereka berdua pun berganti pakaian dan mulai melakukan syuting. karena Key sudah terbiasa dengan kamera maka dia tak canggung lagi. semua kru yang ada disana begitu terpesona karena mereka berdua seperti bidadari. namun tanpa sadar, dibalik kerumunan orang yang ada disana, ada seorang mata-mata yang terus mengikuti gerak gerik Key. hingga syuting selesai pun Key terus diikuti. hingga dia mendapatkan posisi yang tepat dan mempotret Key full muka.
Dia lalu mengirimkan gambar itu ke HP bosnya. tak lama hpnya berdering.
"Dimana kamu melihatnya?"
"dia sedang syuting iklan dan pemotretan bersama sepupu bos, Yena."
"kerja bagus. terus buntuti dia jangan sampai kamu kehilangan jejak. kirim aku alamatnya setelah ketemu."
"baik bos." ia langsung mematikan telfonnya dan kembali fokus ke target.
\=================================
Ditempat Kevin berada.
Saat dia sedang melakukan rapat rutin bulanan di perusahaannya, tiba-tiba dia mendapat pesan dari anak buahnya yang ada dikorea. dia mendapat kiriman sebuah gambar yang membuat hatinya berdegup kencang saat melihatnya.
Ya, foto itu berisi seorang gadis yang tengah berbincang dan tertawa dengan orang lain. melihat tawanya hatinya begitu tersentuh. dia merasakan getaran yang begitu dahsyat. seakan tumbuh ribuan bunga raksasa dihatinya.
__ADS_1
Dia langsung menelfon sekretaris pribadinya, dan menyuruh memesan pesawat ke Korea hari ini juga. dia ingin segera bertemu dengan orang yang selama ini dia cari. saat akan keluar, mamanya sudah berada didepan pintu.
"Mau kemana kamu? mau hindarin mama?" kata Mamanya menahan anaknya itu.
"bukan itu ma, Kevin harus pergi ke Korea. ini urusan mendesak."
"Se mendesak apa urusanmu sampai harus mengabaikan mama?" kata Mamanya. belum sempat terjawab, dia kembali mendapatkan pesan gambar dari anak buahnya dikorea.
Dia berhasil mendapatkan kembali foto Key saat Key pemotretan. begitu cantik hingga membuat Kevin tertawa sendiri. dan membuat mamanya semakin marah.
"Dasar kamu ya anak kurang ajar. mamanya ngajak ngomong kamu malah sibuk dengan HP kamu. sambil ketawa lagi. jangan bilang kamu punya pacar? mama kan udah bilang... " kata mamanya yang langsung dipotong oleh Kevin.
"Mama apaan sih. Kevin gak pacaran ya. dan asal mama tau, Kevin harus segera ke Korea sekarang karena Kevin harus segera menemukan ini dan membawa ke hadapan mama." kata Kevin seraya menyerahkan gambar seorang wanita yang begitu cantik dengan senyumnya.
"apa ini gadis yang kamu maksud 5 tahun lalu nak?"kata mamanya.
" iya ma, do'ain Kevin bisa cepet ketemu sama mereka ya ma."kata Kevin meminta doa restu.
"mama akan selalu do'ain kamu nak. cepatlah sekarang kamu pergi." kata mamanya lalu pergi dengan muka yang bersemangat.
Dia langsung ke bandara setelah mendapat pesan dari asistennya bahwa dia sudah mendapatkan tiket untuk pulang ke Korea. perjalanan yang lama, namun bagi Kevin justru seperti hanya beberapa menit saja. karena selama dalam pesawat dia tak henti-hentinya menatap foto seorang gadis yang sedang tersenyum manis diwalpaper hpnya. ya siapa lagi kalau bukan Key. orang yang selama ini selalu dia cari.
"mau langsung ketempat syuting bos?" kata Rei.
"ke tempat Oma dulu saja Rei. biar Key diawasi sama anak buahmu dulu." kata Kevin.
Akhirnya mereka menuju ke apartemen Oma, setelah sampai diparkiran Rei kembali ke kantor sedangkan Kevin naik seorang diri. saat sampai didepan pintu Omanya, Kevin mengetuk pintu dan dia kaget karena yang muncul seorang anak kecil.
"Uncle siapa? dan Uncle cari siapa?" kata anak kecil yang tak lain juga bernama Kevin.
"Uncle cari Oma. apa Oma ada?" katanya.
"Ohh.. mari masuk Uncle. biar Kevin panggilkan dulu." kata Kevin mempersilahkan.
Kevin? jadi nama anak itu Kevin? lucu juga. tapi kenapa dia begitu mirip dengan aku waktu aku masih kecil? batin Kevin.
Lamunannya buyar saat anak kecil itu membawa Omanya keluar.
"Salam Oma." kata Kevin sambil memeluk Omanya.
__ADS_1
"Oma, Uncle ini siapa Oma?" kata Kevin polos.
"ini namanya Uncle Kevin." kata Oma lembut.
"kenapa namanya sama Oma? Jangan-jangan Uncle ini ayah Kevin Oma? kata bunda, Kevin diberi nama Kevin agar bunda selalu keingat sama ayah yang namanya juga Kevin. lagipula wajah kita mirip Oma. Kevin yakin kalau Uncle itu ayah Kevin Oma." kata Kevin seraya memeluk Kevin.
(Duh authornya bingung nulisnya. padahal author sendiri yang bikin tokoh. haish)
"siapa nama ibu kamu nak?" kata Kevin kepada Kevin Jr.
"namanya Bunda Keysha Uncle."
Duarrrrr.....
Mendengar namanya dia seakan disambar petir. bagimana tidak. orang yang selama hampir 6 tahun dia cari ternyata berada dirumah Omanya sendiri. dia tidak menyangka bahwa akan jadi seperti ini.
"Aku pulang." Tiba-tiba ada suara cewek yang masuk kerumah. dan itu cukup membuat Kevin terperangah. betapa kagetnya dia jika memang benar bahwa orang yang selama ini berada dirumah Omanya. Kevin berlari dan langsung memeluk bundanya.
Melihat kejadian itu, Oma berinisiatif menyingkir bersama Kevin.
"kenapa kita pergi Oma? Kevin baru saja ketemu sama ayah Kevin." kata Kevin mengelak pergi.
"Kevin anak pintar, untuk sementara kita harus menyingkir dulu. karena ayah baru mau bicara sama Bunda, biar mereka bicara dulu nanti setelah itu Kevin bisa main sama Ayah." kata Oma dan untungnya Kevin langsung menurut masuk kedalam kamarnya sendiri.
Sedangkan diruang tamu, Kevin masih memeluk Key.
"maaf tuan. anda siapa?"
tanpa melepas pelukannya, Kevin berkata sambil berbisik. "aku Kevin. aku Kevin Key. ayah dari anakmu. orang yang selama ini mencarimu." kata Kevin semakin mengeratkan pelukannya.
"tidak mungkin. apa buktinya kalau kamu ayah biologis anakku?" kata Key melepas pelukannya dan Kevin pun memundurkan jaraknya.
"kamu masih ingat sekitar 6 tahun lalu kamu terbangun di sebuah hotel dalam keadaan telanjang dan ada sebuah tas berisikan gaun. dan dalam tas itu ada sebuah surat atas nama kevin. apa kamu lupa Key?" kata Kevin tegas memegang kedua pundaknya.
"jadi kamu benar Kevin?" kata Key yang kini sudah terisak. dia langsung memeluk Kevin. dia memukul dada Kevin sambil meracau. "kenapa baru sekarang kamu hadir. kenapa" kata Key menangis dalam pelukan Kevin.
"maaf, maafin aku. aku udah cari kamu kemana saja dan ternyata kamu berada dirumah Omaku sendiri. aku sudah tahu semuanya tentang kamu dan keluarga siregar. aku minta maaf gara-gara aku kamu jadi menderita selama ini. aku mohon jangan benci aku." kat Kevin ikut menangis.
"aku gak benci kamu. aku selama ini menunggu kamu dengan ketidakpastian. aku selalu menunggumu meskipun aku tak pernah tahu bagaimana rupamu. tapi aku selalu menunggumu. aku mencintaimu Kevin." kata Key menatap sendu Kevin.
"aku juga mencintaimu Key." kata Kevin yang langsung mencium mesra bibir Key. Key membalasnya dengan mengalungkan tangannya ke leher Kevin. sedangkan Kevin membawa pinggang Key lebih dalam ke pelukannya.
__ADS_1
Tanpa sadar pertemuan hari itu terlihat oleh Rina, Yena, Jb dan seluruh personilnya. mereka hendak memberi kejutan ulangtahun kepada Key namun justru mereka yang terkejut. terlebih lagi untuk JB. dia mendengar ada yang patah didalam hatinya.
"sabar ya bro. dia bukan jodohmu."kata Jinyoung. ya, dari sekian banyak temannya, memang hanya Jinyoung yang mengerti perasaannya. Dia berjanji akan berusaha menghilangkan rasa cintanya kepada Key dan akan mencoba tegar menghadapi ini semua.