
Han Sung dan yang lainnya masih sibuk mencari dimana Chanyeol. Bahkan mereka bertiga terpaksa bolos sekolah untuk mencari Chanyeol. Namun mereka tak bisa menemukannya. Ini sudah hari ketiganya Chanyeol pergi. Mereka tak bisa menemukan jejak Chanyeol.
"Gimana ini, kalau sampai bokapnya pas ke Korea terus dia gak nemuin Chanyeol gimana? Kita mau ngomong apa kalau di tanya? Kita kan teman paling dekatnya." ucap Taeyong.
"Yang gue takutin bukan bokapnya. Tapi kak Yura. Gue takut kak Yura kaget lalu malah jadi sakit. Lo berdua tahu kan gimana sayangnya kak Yura sama Chanyeol kita. Bagi kak Yura Chanyeol itu hidup dan matinya." ucap Han Sung.
"Lo bener Hans. Tapi kita mau cari kemana lagi? Dia gak ketemu di tempat yang sekiranya sering kita datengin. Bahkan di underground aja gak ada yang lihat Chanyeol sejak seminggu yang lalu. Terus gimana? Masak amu lapor polisi?" kata Jihoon.
"Entahlah.Sekarang kita pulang dulu.xucap Han Sung.
" Ehh itu bukannya mobil pribadi Chanyeol ya? sopirnya mau kemana tuh bawa mobil Chanyeol?" ucap Taeyong yang melihat mobil pribadi Chanyeol yang sering terparkir di depan rumahnya itu.
"Ehh iya. Ehh mobilnya ke arah sini tahu." ucap Jihoon.
Benar saja, mobil yang mereka yakin sekali kalau itu mobil milik Chanyeol pun mendekati mereka. Berhenti di hadapan mereka. Namun sang sopir tak segera turun. Hingga ketika pintu kemudi terbuka, mereka bertiga kaget melihat siapa yang keluar dari kursi kemudi itu.
"CHANYEOL!" teriak ketiga anak itu dengan mulut menganga tak percaya.
"Kenapa sih ngelihatin gue gitu amat?" ucap Chanyeol membuat ketiganya pun mendekati Chanyeol dan bertanya.
"Kemana aja lo, tiba-tiba pergi gitu aja tanpa bilang. Pakai bohong lagi sama bibi." ucap Jihoon.
"Terus ini apaan? Kenapa lo yang nyopir mobil? Emangnya lo udah punya SIM?" tanya Taeyong.
"Lo ada masalah?" tanya Han Sung.
"Gue jawab sambil di dalam mobil yuk. Gue butuh pendapat kalian." ucap Chanyeol.
Mereka berempat pun masuk ke dalam mobil Chanyeol. Mereka langsung segera siap sedia menjadi telinga untuk mendengarkan semua keluh kesah sahabatnya itu.
"Sorry kalau gue gak bilang sama kalian kalau gue pergi. Gue kemarin pergi ke San Francisco. Sendiri. Gue kesana buat SIM biar bisa naik mobil sendiri kaya begini." ucap Chanyeol.
"Emangnya Bokap lo gak marah?" tanya Han Sung.
"Gue ngumpet-ngumpet kesananya. Gue kesana ikut penerbangan setelah bokap gue. Sebenarnya sebelum gue pergi, bokap gue pagi sekali pulang ke rumah. Dia pulang ke rumah cuma untuk bilang kalau gue harus kuliah di Harvard University. Gue harus ambil jalur bisnis untuk terusin usaha keluarga gue. Sedangkan kalian semua tahu kan, apa yang paling gue sukai? Gue suka sama musik. Hidup gue itu untuk musik. Dan gue gak suka di atur-atur."ucap Chanyeol.
"Tapi pasti bukan itu masalah utamanya." kata Han Sung.
"Lo benar Hans. Masalah utamanya bukan itu. Masalah utamanya jika gue nolak, maka keluarga dan perusahaan kak Yura menjadi taruhannya." ucap Chanyeol. "termasuk keluarga lo juga Hans." terus Chanyeol dalam hati. Dia tak mau kalau Han Sung tahu bahwa dia juga akan menjadi korban kalau sampai Chanyeol tidak menuruti perintah Papanya.
"Terus lo mau gimana?" tanya Taeyong.
__ADS_1
"Bokap gue kasih waktu sampai gue lulus. Mereka ingin gue nerima pilihan itu. Tapi hati kecil gue menolaknya. Tapi gue juga gak ingin kak Yura menjadi korban ke egoisan gue. Gue juga gak mau kalau kedepannya dan lagi yang menjadi korban." ucap Chanyeol mengingat
keluarga Hans juga akan menjadi korban jika dia menolak apa yang di inginkan oleh Yong Jin.
"Kalau saran gue ya Chan, untuk sementara ini lo nurut aja deh apa kata bokap lo. Tapi lo gak nurut gitu aja. Lo harus bangun perusahaan yang lebih kuat dari bokap lo. Lebih segalanya dari bokap lo. Kalau lo bisa kuat, maka lo bisa lawan bokap lo. Dan bokap lo gak akan seenak jidat buat nguasahin hidup lo. Ingat itu Chanyeol." ucap Jihoon.
"Bener juga yang lo omongin. Untuk sekarang gue memang tak bisa berkutik karena gue belum punya kekuasaan. Tapi akan ku bangun kekuasaan ku sendiri." ucap Chanyeol dengan semangat.
"Nah ini baru sahabat gue." ucap Han Sung.
*
*
*
Hari ini untuk pertama kalinya Chanyeol pergi ke sekolah menggunakan mobil. Han Sung berada di kursi samping kemudi. Dia duduk dengan tenang. Bahkan dia merasa bahwa dirinya sudah seperti orang dewasa.
"Ternyata enak ya kalau bisa bawa mobil sendiri seperti ini." ucap Han Sung.
"Enaknya karena tak perlu sopir yang bertindak sebagai spy di samping kita." ucap Chanyeol.
"Lah terus sopir lo itu lo taruh mana?" tanya Han Sung.
"Lah bokap lo kagak marah?" tanya Han Sung.
"Marah sih awalnya. Tapi gue gak peduli lah. Biarin aja." ucap Chanyeol enteng.
"Ehh udah sampai di sekolah aja. Gue yakin lo pasti akan langsung menjadi anak yang paling terkenal karena membawa mobil sendiri ke sekolah." ucap Han Sung.
"Bukannya emang udah dari sananya ya gue terkenal." ucap Chanyeol dengan pedenya.
"Iya deh. Ya udah yuk turun. Lo pasti udah kangen berat kan sama Gladis?" ledek Han Sung.
"Ehh curut. Diem gak lo. awas aja kalau sampai info ini bocor. Gue penggal kepala lo lalu gie kasih makan Bravo di kandangnya." ucap Chanyeol.
Yang di maksud Bravo oleh Chanyeol bukan seekor anjing ya. Melainkan seekor bayi singa yang baru berumur dua tahun di kandangnya yang berada di San Francisco.
"Hiii... atut..." ucap Han Sung kabur dari dalam mobil.
Chanyeol pun menyusul keluar. Saat Chanyeol keluar dari dalam mobil, benar saja apa yang dikatakan oleh Han Sung tadi. Bahwa Chanyeol akan langsung terkenal. Buktinya ini mereka sudah mengerubungi Chanyeol dan ingin dekat dekat dengan Chanyeol. Namun secepat kilat Chanyeol berlari mengikuti Han Sing agar dia terlepas dari para sasaengnya yang begitu tergila-gila dengannya itu.
__ADS_1
Bruk...
Saat Chanyeol tengah berlari dia tak sengaja menabrak seorang gadis. Karena tubuh Chanyeol lebih besar darinya, maka gadis itu jatuh terpental. Namun dengan sigap Chanyeol menarik tangan gadis itu. Tapi karena keseimbangan Chanyeol yang goyah, akhirnya Chanyeol jatuh ke belakang dan membuat gadis itu jatuh di atas tubuhnya.
Cup.
Bibir gadis itu yang lembut menyentuh pipi Chanyeol. Chanyeol diam terpaku saat tahu bahwa dirinya di cium dalam keadaan seperti ini. Meskipun itu tidak sengaja. Chanyeol memberanikan diri melihat siapa gadis itu.
Mata Chanyeol terbelalak ketika melihat gadis itu Gladis. Gladis pun juga kaget karena sudah jatuh ehh dia malah tak sengaja mencium lelaki yang di timpa nya. Gladis langsung bangun dan terduduk di hadapan Chanyeol. Chanyeol pun ikut bangun dan duduk di hadapan Gladis. Para siswa mengerumuni mereka.
"Ya, lo ngapain disini Chan? Lo gak papa kan?" tanya Han Sung yang tadi sudah berbalik.
"Gue gak papa." tangan Chanyeol terulur untuk membantu Gladis. "Lo gak papa kan? Sorry gue salah." ucap Chanyeol.
Gladis menerima uluran tangan Chanyeol dengan senyum manisnya. Dia lalu berdiri di hadapan Chanyeol. dengan malu-malu dia mengangguk lalu berucap.
"Gue gak papa. Gue juga minta maaf. Soal... Soal..." Gladis malu mengatakannya.
"Ahh tidak apa-apa. Namanya juga tidak sengaja." ucap Chanyeol sambil tersenyum.
Han Sung yang melihat tingkah malu-malu dua insan di depannya itu hanya geleng-geleng kepala. Dia tak menyangka temannya akan seperti itu. Meskipun dia lelaki yang dingin, pasti akan ada masa dimana hatinya di leleh kan oleh pesona seorang gadis. Lagipula Gladis itu perempuan yang berbeda dari banyaknya murid di sini.
Dia tidak tergila-gila dengan Chanyeol seperti yang lain. Itu mungkin yang menarik hati Chanyeol. Tapi dia juga kasihan terhadap Gladis. Karena jika keluarga Chanyeol tahu pasti dia akan mendapatkan penolakan dari orang tua Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.