Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. For Baby Twins


__ADS_3

Mereka berempat sudah sampai di sebuah mall pusat perbelanjaan terkenal di Korea. Mall paling besar disana dan hanya di masuki oleh kalangan kelas atas. Mereka langsung menuju ke sebuah toko khusus perlengkapan bayi. Dengan mata yang berbinar, mereka langsung mengambil barang untuk keperluan kelahiran Ela.


"Wah cantik banget." ucap Nana saat melihat sepasang sepatu berwarna pink. "Namun sayang cuma ada satu model ini. bagaimana pasangannya nanti. akan berebut dong mereka." ucap Nana karena dia berpikir kalau anak Ela perempuan semuanya.


"Emang kamu tahu jenis kelamin anaknya Ela sayang?" tanya Vin's yang juga ikut mengambil sepasang sepatu berwarna biru terang. "kalau cowok gimana?" tanyanya lagi.


"Kita samperin Ela yuk. kita tanya." ucap Nana menggandeng tangan Vin's dan langsung menghampiri Ela dan Yong Jin yang tengah memilih box bayi mereka.


"Ela, anakmu cewek kan? ini bagus gak?" ucap Nana sambil memperlihatkan sepasang sepatu berwarna pink ditangannya.


"Enggak. pasti cowok kan? biru aja El." kata Vin's ikut menyerahkan sepasang sepatu berwarna biru terang.


"Kalian gak salah kok. Baby nya cowok juga cewek. jadi Nana bisa membelikan warna pink dan Vin's bisa membelikan warna biru. iya kan sayang?" ucap Yong Jin yang tak mendapatkan respon dari sang istri yang ternyata sibuk berbicara dengan pramuniaga nya.


"Sungguh kak Jin? baiklah kalau begitu. Ayo kak Vin's. kita kan udah tahu jenis kelaminnya. Jadi aku carikan untuk baby girl nya, kakak cari untuk baby boy nya." ucap Nana bersemangat membuat Vin's pun bersemangat sampai mereka berdua meninggalkan Yong Jin sendiri.


"Yah main pergi aja." ucap Yong Jin menaruh sepatu tadi di keranjang belanjaannya, diapun menghampiri sang istri yang masih sibuk bertanya kepada pramuniaga.


"Sayang, menurut kamu gimana dia box ini? aku udah jatuh hati sama mereka." ucap Ela kepada Yong Jin.


"Boleh. kebetulan warnanya senada dengan kamar mereka dirumah. Tapi menurutku ya sayang, kamu gak perlu beli baju buat baby twin deh." kata Yong Jin.


"Loh kenapa sayang?" tanya Ela heran.


"Mending kita beli pernak pernik nya aja. Karena Vin's dan Nana pasti membelikan banyak barang buat keponakannya. Kamu lihat mereka?" tanya Yong Jin sambil menunjukkan dimana Vin's dan Nana kini.


Dan Ela bisa melihat bagaimana antusiasnya pasangan itu dalam memilih pakaian bayinya. Ela hanya tersenyum melihat itu. mereka bahkan lebih antusias daripada Ela dan Yong Jin.


"Baiklah kalau begitu. kita ke tempat stroller dulu yuk kak." ajak Ela.


Yong Jin pun menuruti permintaan sang istri. Saat sampai disana, mereka di suguhi berbagai stroller yang bagus dengan harga yang fantastis. Namun harga bukanlah masalah bagi keduanya yang terlahir sebagai penerus keluarga raksasa.


"Sayang, bagaimana kalau ini?" tanya Yong Jin menunjukkan sebuah stroller berwarna hitam. Namun itu hanya stroller tunggal.


"Kenapa hanya satu sih. kan anak kita kembar." ucap Ela protes.


"Ya kan bisa beli dua." timpal Yong Jin.


"Ish... kenapa mesti beli dua kalau kita bisa beli satu stroller khusus buat baby twins?" ucap Ela membuat Yong Jin mengikuti langkahnya menuju sebuah stroller cantik yang dari tadi menyita perhatian Ela.


"Bagaimana? cantik kan?" tanya Ela kepada Yong Jin. Memperlihatkan sebuah stroller cantik berwarna biru dan pink itu.



"Iya bener cantik banget. cocok ini mah untuk anak kita nanti. Tapi kalau sudah bisa duduk nanti gak bisa di pakai lagi?" tanya Yong Jin.


"Gak papa. nanti kan bisa di pakai buat anaknya Kak Vin's. habis itu nanti kita gak usah pakai stroller. kita cari gendongan depan aja buat baby twins." ucap Ela memberi saran.

__ADS_1


Dan lagi-lagi Yong Jin menurutinya karena dia juga tidak terlalu paham akan anak. Dia juga tidak pernah tahu bagaimana rasanya merawat seorang bayi nantinya. Saat mereka asyik memilih stroller, Vin's dan Nana datang menghampiri dengan membawa setumpuk belanjaan.


"Ya! kenapa banyak sekali?" ucap Ela.


"Gak papa La. ini semuanya gak cuma buat baby kok. kebanyakan buat nanti pas udah setengah tahun. kita beli yang gedean biar bisa di pakai lama. Lagian nanti kalau udah gak ke pakai bisa di simpan dan bisa di kasih ke anakku." ucap Nana.


"Nah bener itu. jadi kan kita juga menghemat pengeluaran." ucap Vin's.


"Emangnya gak malu anaknya pakai baju bekas?" tanya Yong Jin.


"Ngapain malu? gak nyolong ini. lagian ya kak, bayi itu cepet tumbuhnya. Sayang uangnya kalau beli terlalu banyak tapi hanya di pakai sebentar. Mending beli banyak sekarang, nanti kan bisa di pakai buat adik adiknya." ucap Nana.


"Ya udah kalau begitu. tapi kalian yang bayar kan?" kata Ela.


"Tenang La. aku yang pegang kartunya kak Vin's kok. santai aja." jawab Nana.


"Kalian udah dapat box sama stroller nya?" tanya Vin's.


"Udah. sekalian kita beli perlengkapan buat di pasang di kamar baby twins." kata Yong Jin.


"Nanti sampai rumah gue bantu beresin kamarnya baby." kata Vin's membuat Yong Jin senang karena ada yang membantu.


"Tapi aku lagi gak mau masak. kita makan di luar ya. nanti baru beli makan di bawa pulang." ucap Ela.


"Lah kan ada koki di rumah mu La?" tanya Nana.


"Ohh ya udah kalau gitu kita bayar dulu aja. Terus disuruh kirim ke rumah. Nanti sampai rumah baru kita tata. kita makan dulu aja." kata Vin's.


Merekapun membayar barang belanjaan mereka dan segera menuju makanan cepat saji untuk mereka. Mereka memilih kedai makanan pinggir jalan yang menyajikan makanan yang mengguncang selera makan. Mereka memesan makanan porsi besar.



"Selamat makan." ucap Ela yang begitu bersemangat melihat makanan di depannya.


"Kayanya aku bakalan tambah gemuk ini." ucap Nana setelah menyuap suapan besar ke mulutnya.


"Gak papa. yang penting sehat. daripada kurus nanti suami diambil sama yang lebih bahenol." ucap Ela sambil terus melahap makanannya.


"Makan yang banyak sayang. kamu kasih makan dua orang soalnya." ucap Yong Jin dengan penuh sayang.


"Pasti sayang."


Yong Jin selalu membawa Ela makan di kedai yang seperti ini. Lebih sehat daripada junkfood. Namun kadang Ela tetep ngeyel minta makan burger atau hotdog. membuat Yong Jin terpaksa membawanya kesana.


*


*

__ADS_1


*


Kini mereka berempat sudah pulang kerumah keluarga Park. Disana ternyata sudah ada Ket dan Kevin juga. Semenjak kehamilan Ela menginjak uluh bulan kemarin, baik orang tua Ela ataupun Yong Jin sepakat untuk berasa di rumah saja karena tak ingin melewatkan proses kelahiran kedua cucu pertama mereka.


Ela dan Nana memilih istirahat dan mengobrol dengan para orang tua di karenakan banyaknya camilan di depan mereka. Sedangkan Vin's dan Yong Jin menyelesaikan mendekorasi kamar untuk baby twins.


Vin's bertugas untuk merapikan pakaian untuk baby twins sedangkan Yong Jin merapikan tempat tidur baby twins. Beserta pernak-pernik yang mereka beli tadi.


Setelah satu jam mereka menyelesaikan semuanya. Nana dan Ela melihat hasil kerja dua lelaki tercintanya. Ela tersenyum melihat itu. Dia begitu puas dengan hasil kerja sang suami dan kakanya.


"Ini bagus banget kak. kakak pinter banget misahin pakaian baby boy dan baby girl nya." cap Ela ketika menghampiri lemari pakaian sang baby twins.



"Iya, ternyata suamiku pinter banget ya. Ini mungkin cuma minimalis tapi terkesan elegan." kata Nana ikut mengomentari. "tapi kenapa pakaian ceweknya banyak banget ya?" lanjutnya.


"Lah kan kamu sayang yang ngambil dan pilih sendiri. kamu kan yang kalap?" kata Vin's.


"Hehe... habis lucu lucu sih. bingung mau milih. ya udah aku ambil aja semuanya." kata Nana sambil memamerkan deretan gigi rapinya.


Kini Ela beralih ke inti kamar tersebut. Dua box untuk tempat tidur anak mereka. Ela melihat dengan senang karena nuansa yang dipilih Yong Jin begitu mendamaikan hatinya.


"kamu suka sayang?" ucap Yong Jin sambil memeluk Ela dari belakang. Bukan memeluk tubuhnya melainkan memeluk perut Ela yang sudah begitu besar.



"Suka banget sayang." ucap Ela sambil mengelus muka Yong Jin yang bersandar di bahunya.


"Ehh itu kok ada initial J sama M, apa itu nama buat anak kalian nanti?" tanya Vin's.


"Iya bener banget. aku sudah menyiapkan nama buat anakku. dan itu kado buat kamu nanti sayang." ucap Yong Jin kepada Ela penuh kasih sayang.


"Pastinya sayang. aku akan menyukai nama yang kamu berikan untuk anak kita." kata Ela yang begitu bahagia karena suaminya begitu mencintainya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2