
Chanyeol baru saja sampai di rumah sakit. Dia langsung berlari menuju ke unit gawat darurat untuk mencari keberadaan Yura. Namun penjuru matanya tak menemukan dimana Yura berada. Akhirnya Chanyeol beranjak dari tempatnya berdiri untuk menuju ke dokter yang jaga di sana untuk menanyakan dimana keberadaan Yura sekarang.
"Dok, pasien yang bernama Lin Yu Ra dimana? Apakah sudah di pindahkan ke bangsal perawatan?" tanya Chanyeol, terlihat sekali wajah kekhawatiran pada diri Chanyeol.
"Ohh, dia sudah di pindahkan ke ruang ICU." ucap dokter tersebut.
"ICU dok?" tanya Chanyeol karena takut kalau dia salah dengar.
"Benar Tuan. Nyonya Lin mengalami koma. Maka dia langsung di pindahkan ke ruang ICU." ucap dokter itu sekali lagi membuat kaki Chanyeol lemas. Namun sekuat tenaga dia tetap bertahan berdiri agar kuat untuk berjalan sampai di sana.
Chanyeol berjalan dengan sedikit terseok karena kakinya yang lemas. Dia berjalan sampai di ruangan yang di maksud dokter tadi. ruangan dimana kakaknya tercinta di rawat. Dia masih tidak bisa percaya begitu saja dengan perkataan dokter itu. Dia memilih untuk tidak mempercayai perkataan dokter itu. Namun hatinya masih terus saja merasa was-was kalau saja benar apa yang dikatakan oleh dokter itu.
Dan kini terjawab sudah semuanya di depan mata Chanyeol. Chanyeol melihat Yohan, suami Yura berdiri di luar ruangan dengan terus menatap ke dalam melalui kaca besar di sana. Chanyeol perlahan mendekati Yohan. Namun matanya terus menatap ke arah kakaknya yang terbaring tak berdaya di dalam sana. Tubuhnya penuh dengan berbagai alat medis yang tertancap di tubuhnya. Chanyeol bisa melihat wajah pucat kakaknya walau dia berada di luar ruangan. Chanyeol melihat mata Yura menutup rapat seperti tengah tertidur begitu pulas. Chanyeol tidak percaya kalau kakaknya tersebut tengah koma sekarang.
"Kak... " ucap Chanyeol lirih memanggil Yohan yang masih terus memandangi Yura dengan wajah sedihnya.
"Lihatlah Chan, Kakakmu tengah tertidur lelap didalam sana. Akhir-akhir ini dia terus saja mengeluh tidak bisa tertidur padahal tubuhnya terasa capek karena terus saja bekerja sampai larut. Tapi sekarang dia justru tertidur di dalam sana dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya. Apa dia tidak sakit merasakan jarum infus itu tertancap di tubuhnya?"ucap Yohan dengan nanar.
Chanyeol tahu bahwa Yohan tengah menghibur dirinya. Namun Chanyeol juga bisa melihat bahwa ada luka yang teramat dalam pada Yohan. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya di depan Chanyeol. Yohan orang yang paling sedih melihat keadaan Yura selain Chanyeol. Lelaki yang dua tahun lalu mengucapkan sumpah janji setia sehidup semati bersama dengan Yura di depan altar.
Selang berapa lama, Han Sung dan rombongan sudah datang. Mereka langsung menuju ke tempat dimana Yura di rawat setelah Han Sung menelfon Chanyeol bahwa mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit. Chanyeol langsung memberitahu dimana tempat Yura di rawat.
Sampai di ruangan Yura, Bibi dan Yuna langsung mendekat di kaca besar untuk melihat keadaan Yura yang tak satupun keluarga boleh melihatnya. Bibi dan Yuna langsung menangis melihat keadaan Yura yang begitu tak berdaya di sana. Sedangkan Han Sung dan Jin-young menghampiri Yohan dan Chanyeol yang duduk bagaikan patung lilin. Matanya menatap kosong ke depan sedangkan sedikitpun mereka tak bergerak.
"Yohan, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Yura bisa sampai seperti ini?" tanya Jin-young.
__ADS_1
"Om, apakah di keluarga kita ada yang mengidap penyakit mematikan?" tanya Yohan dengan tatapan yang masih memandang ke depan dengan kosong.
Chanyeol yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Yohan pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Yohan. Setahu Chanyeol, di dalam keluarga tidak pernah ada yang memiliki riwayat penyakit mematikan. Semuanya sehat, bahkan kematian mendadak dari Nana pun juga karena serangan jantung bukan penyakit mematikan. Namun pandangan Chanyeol berbeda dengan pandangan Jin-young. Jin-young memandang Yohan dengan tatapan begitu nanar. Seperti pernah mengalami hal yang begitu menyedihkan. Bahkan terlihat lebih menyedihkan daripada Yohan.
"A-apa yang dokter katakan kepadamu?" tanya Jin-young.
Pertanyaan Jin-young sukses membuat semuanya berkumpul mengerumuni Yohan untuk mendengar apa yang Yohan katakan. Yuna mengamati ekspresi Jin-young yang menatap Yohan. Yuna ingat, Jin-young memasang ekspresi tersebut ketika pertama kali mereka bertemu. Di taman tempat mereka pertama kali bertemu. Tatapan penuh dengan kesedihan.
"Sebenarnya pagi ini Yura baru saja terjatuh di kamar mandi. Aku melihatnya dia terjatuh dengan keras menghantam lantai kamar mandi. Aku yang posisinya begitu jauh dari jangkauannya juga kejadian yang cepat membuatku tak bisa menangkapnya. Aku langsung saja membawanya ke Rumah sakit karena dia tak sadarkan diri padahal tak ada darah yang keluar dari tubuhnya. Aku membawanya ke sini. Lalu dokter langsung memvonis bahwa Yura mengalami koma. Dugaan awal karena adanya pembuluh darah pecah di otak saat Yura terjatuh dengan keras tadi yang menyebabkan Yura koma. Namun saat pengecekan, tak terdapat luka apalagi pembuluh darah yang pecah sesuai dugaan dokter. Namun ternyata ada penyebab lain yang membuatnya menjadi seperti sekarang. Kata dokter sehabis memeriksa keseluruhan tubuh Yura, dokter itu mengatakan bahwa Yura mengidap penyakit mematikan. Ada kanker yang bersarang di tubuhnya. Lebih tepatnya Kanker Pankreas."jelas Yohan kepada yang lainnya.
Bisa di lihat ekspresi Jin-young dan yang lainnya syok. Chanyeol pun semakin tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Dia berharap bahwa ini cuma mimpi.
"Kak, ini mimpi kan? Ini tidak benar kan? Kak Yura hanya membohongiku kan kak?" tanya Chanyeol tak percaya dengan omongan Yohan.
"Tidak Chan. Semuanya itu benar adanya." ucap Yohan.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Yohan ketika dokter yang menangani Yura sudah selesai melihat keadaan Yura dan mengecek semua yang ada pada diri Yura.
"Awalnya kami sempat menduga adanya benturan keras yang mengenai kepalanya membuat pembuluh darah di otaknya pecah dan menyebabkan dia koma. Namun, ketika kamu tengah melakukan pemeriksaan itu, kami justru menemukan hal tak terduga. Kami menemukan sel kanker berdarah di tubuh Nyonya Lin. Dan sel kanker itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya." ucap Dokter itu.
"Apa dok? Kanker?" tanya Yohan tak percaya.
"Benar Tuan. Kanker. Istri anda mengidap kanker yang mematikan. Yaitu kanker pankreas. Kanker yang mematikan. Jadi bisa di bilang bahwa umur istri anda sudah tidak lama lagi." kata dokter.
Bak di sambar petir di siang bolong Yohan menerima berita itu. Dia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya jika dia tahu bahwa dia menderita penyakit yang mematikan. Yohan sedih sekali mendengarnya. Sampai-sampai dia tidak tahu bagaimana caranya memulai untuk menangis.
__ADS_1
Selama ini hanya ada kebahagiaan yang dia lakukan bersama dengan Yura. Tak pernah ada perdebatan di rumah tangganya. Bahkan meskipun mereka belum mempunyai seorang anak, tetapi mereka hidup dengan begitu bahagia.
Yohan juga bingung bagaimana nantinya mau memberitahukan berita ini kepada Chanyeol. Chanyeol pasti akan begitu terpukul mendengar berita ini. Chanyeol begitu sayang terhadap kakaknya. Dia pasti syok mendengar berita itu. Itulah yang ada di pikiran Yohan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.