Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Promoted


__ADS_3

Hari ini Ela sudah berangkat kerja kembali. Dia berangkat bersama Yong Jin.


"Sayang, hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya Yong Jin.


"Emm.. gak tahu juga sih yang, kenapa emangnya?"


"Hari ini aku tidak begitu sibuk. kalau sudah pulang, hubungi saja nanti akan aku jemput." ucap Yong Jin sambil mengelus puncak kepala Ela dengan sayang.


"Iya sayang. nanti aku kabari. kalau begitu aku masuk dulu ya sayang. cup." ucap Ela setelah itu mengecup pipi Yong Jin sebelum turun dari mobilnya.


Ela berjalan dengan anggunnya masuk ke dalam kantornya. dia menyapa dengan ramah siapa saja yang bertemu dengannya pagi itu. Sampai saat dia hendak duduk di bangkunya, handphone nya berdering.


📱Halo Nana? Ada apa?


📲 Aku dengar dari Yong Bin. katanya kamu menangis fashion week di Jepang kemarin ya?


📱Yong Bin? kok dia bisa tahu?


📲 Iya, katanya kemarin dia mewakili papanya kesana. dia juga bertemu sama suamimu kok.


📱Kok kak Jin gak bilang ya?


📲 Ya mana aku tahu. Jadi kapan nih traktirannya?


📱Emm... entar malam gimana? sekalian aku ngajak temen kantorku juga kak Hana?


📲 Boleh. aku tunggu kabarnya pokoknya.


📱Oke. kalau gitu aku kerja dulu ya.


📲 Oke, bye


📱Bye.


Ela kembali meletakkan handphone nya kedalam saku jasnya. Dia duduk di meja kerjanya sembari menunggu rekan se teamnya datang. Ini salah satu kelebihan mempunyai suami yang gila kerja. Sekalipun dia tak pernah terlambat berangkat kerjanya.


"Halo Nyonya, sudah berangkat aja. gimana honeymoon nya?" sapa YingYing.


"Hai Kak. honeymoon nya ngebosenin. cuma di kamar doang." ucap Ela polos.


"Ya wajarlah. namanya honeymoon." sahut Boa.

__ADS_1


"Ohh ya kak, kemarin kalian sempet jalan-jalan kemana?" tanya Ela yang semenjak pulang acara itu mereka tak bertemu dengannya lagi.


"Boro-boro main. malam itu juga kita pulang. nyesel deh gak bisa main." ucap Boa.


"Iya, rese tuh ketua team." timpal YingYing.


"Berarti kalian belum punya oleh - oleh dong?" ucap Ela senang. "Nih buat kalian kak." kata Ela sembari menyodorkan sebuah oleh-oleh khas Jepang.



Ela memberikan mereka oleh-oleh khas Jepang. Seperti Sensu, sebuah kipas tradisional dari Jepang. juga ada Kendama, sebuah permainan tradisional khas Jepang yang menggunakan sebuah tongkat yang memiliki tiga mangkuk dengan ukuran yang berbeda. Terdapat pula bola yang nantinya akan di masukkan ke dalam mangkuk tersebut dengan menggunakan caranya.


Ela juga membawakan mereka boneka Kokeshi yang terbuat dari kayu berbentuk tabung. Boneka itu juga memiliki wajah dan badan namun tak memiliki kaki dan tangan. tangannya cenderung hanya berbentuk gambar dari cat. sedangkan bonek itu tidak mempunyai kaki karena biasanya pada bagian bawah berbentuk datar. Dan yang terakhir Ela membawakan mereka Furin. Furin merupakan sebuah lonceng yang terdapat tulisan dibawahnya. Tulisan itu bisa berisikan apa saja. biasanya Furin di letakkan di depan pintu atau di jendela kamar sebagai sebuah pengharapan.


"Wah.. cantik banget. makasih ya La. kamu memang yang terbaik." ucap Boa.


"Iya La, berkat kamu aku jadi tidak sia-sia pernah kesana. karena sekarang aku sudah mempunyai ini." ucap YingYing yang terlihat begitu menyukai Furin.


"Syukurlah kalau kalian suka. aku seneng jadinya." ucap Ela tersenyum.


*


*


*


"Siang semuanya." sapa ketua team.


"Siang kak." jawab ketiganya serempak sembari memutar kursi nya menghadap ketua team yang masih berdiri di samping pintu.


"Ada kabar bahagia untuk kalian. Baru saja, Ela mendapatkan promosi sebagai sekretaris presdir. Semua karena bakatnya yang dia punya saat fashion week kemarin. Dan Presdir menginginkan Ela naik jabatan sebagai sekretaris." ucap ketua team membuat Ela beranjak dari duduknya.


"Ketua serius? ketua gak bohong kan?" ucap Ela tak percaya.


"Untuk apa aku berbohong La. emang sudah itu keputusan nya." ucap ketua team. "Sekarang kamu menghadap ke kepala HRD untuk mengurus promosi naik jabatanmu." ucap ketua team lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kak, aku gak mimpi kan?" tanya Ela kepada YingYing dan Boa.


"Gak La. itu serius. selamat ya. kamu memang berhak dengan ini semua." ucap Boa.


"Ya, tapi jangan lupa makan-makannya." ucap YingYing sembari mendorong Ela yang masih terbengong. "Udah sana buruan ke HRD." lanjutnya sambil terus mendorong Ela.

__ADS_1


"Baiklah."


Ela pun mendatangi kantor HRD untuk mengurus kenaikan jabatannya. Namun di benaknya masih ada banyak pikiran tentang kenapa dia di naikkan. padahal dia hanyalah mahasiswa magang disini. bisa tetap ikut di gaji saja sudah untung. apalagi kalau sampai di naikkan seperti ini.


Setelah Ela mengurus semuanya, dia pun langsung membawa barangnya menuju ruangan sekretaris. dia bertemu dengan kepala sekretaris disana. Ela bisa melihat kalau dari lima orang sekretaris disana, semuanya begitu cantik dan memiliki body yang bagus. jika mereka adalah model, maka mereka akan menjadi model terkenal karena bentuk tubuh ideal mereka.


"Perhatian semuanya." ucap kepala sekretaris. "Hari ini kita kedatangan orang baru. dia naik jabatan karena usahanya. meskipun dia hanya mahasiswa magang, tapi perlakukan lah dia selayaknya karyawan tetap disini. karena dia pilihan presdir. Paham!" ucap kepala sekretaris yang seakan tahu kalau mereka akan memperlakukan Ela dengan buruk karena melihat tatapan mata mereka yang membunuh seperti elang.


"Baik kepala." ucap mereka semua bersamaan.


"Ela, mejamu yang sebelah sini. paling dekat dengan pintu. kalau kamu membutuhkan apa saja, kamu tinggal panggil aku lewat telepon itu. tekan nomor delapan. itu langsung terhubung keruanganku." ucap kepala sekretaris kepada Ela.


"Baik Pak. terimakasih." Ela pun duduk di kursinya.


Dia bingung mau bagaimana karena tidak ad ayang mau diajak bicara. Mereka seakan tak melihat kalau ada Ela disana. Bahkan Ela hanya di beri tugas menghafal apa saja yang dilakukan oleh seorang sekretaris. Ela menguap karena mengantuk. dia paling tidak bisa tahan jika lama membaca. akhirnya iseng dia mencoret sketsa di buku sketsa nya. jika bosan seperti ini dia pasti akan menggambar. Jiwa menggambarnya turun dari Key begitu mengental dalam diri Ela. Saat Ela sedang asyik mendesign, Ela di kagetkan karena sebuah panggilan.


"Ela, kamu disuruh keruangan presdir." ucap salah satu orang diruangan itu.


"Ohh.. baik." Ela pun langsung bangun dari duduknya dan segera masuk kedalam ruangan presdir.


Sebelum masuk, terlebih dahulu dia menghela nafasnya di depan pintu. baru setelah itu dia mengetuk pintunya dan masuk setelah di persilahkan dari dalam. Ela berjalan menuju depan meja presdir. Sedangkan presdir tengah memunggunginya. Ela kaget saat melihat siapa yang menjadi presdir itu.


"Hai... bertemu lagi, mrs. park." ucap Jungkook.


Dia tidak menyangka kalau Jungkook yang akan menjabat sebagai presdir. dia hanya tahu kalau Jungkook memiliki perusahaan itu yang artinya ya dia CEO. tapi dia tidak tahu kalau Jungkook juga menjadi presdir disini. sungguh dunia sempit sekali karena dia harus menjadi sekretaris presdir yang artinya harus melayani Jungkook.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2