Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Very Angry


__ADS_3

Melihat Ela pergi dari ruangannya, Yong Jin pun ingin mengejarnya. Namun Eun Bi menahan lengan Yong Jin.


"Kak, jangan kejar dia. Tolongin aku, ini sakit banget kak." rengek Eun Bi.


"Eun Bi ya.. berhentilah merengek. Ini semua juga akibat kamu. kalau kamu tidak seenaknya aja main kesini hingga membuat kekacauan ini, kamu juga tak akan menjadi seperti ini. Lebih baik kamu pergi dari sini, aku akan mengejar istriku. Dia istriku, istri sah ku. ingat itu." ucap Yong Jin namun kembali lagi Eun Bi mencegahnya.


"Kalian urus saja disini dulu, biar aku yang mengejar Ela. Kamu percayakan ini kepada ku dan Nam Ju Wan. Aku jamin Ela akan baik-baik saja." ucap Jin-young.


"Baiklah kalau begitu. aku titip Ela ya." ucap Yong Jin menyerahkan Ela kepada Jin-young.


Jin-young pun keluar dari ruangan itu dan mencari Ela. Dia mencari kemana saja tempat yang sekiranya dapat dia temukan. Namun, Jin-young dan Nam Ju Wan sudah mencari nya kesegala penjuru kantor tak menemukan dimana Ela berada.


"Gimana? kamu sudah menemukannya?" tanya Jin-young yang kelihatan kecapekan.


"Belum, kamu yakin sudah mencari ke semua tempat?" tanya balik Nam Ju Wan.


"Ada satu yang belum." jawabnya.


"Dimana?"


"Di atap perusahaan."


"Ya sudah kalau begitu ayo." tarik Nam Ju Wan.


Jin-young hanya pasrah mengikuti tarikan Nam Ju Wan. Mereka menuju lantai paling atas. Dan naik melalui tangga darurat hingga empat lantai. Lantai tersebut memang tak mendapatkan akses lift karena hanya di gunakan untuk gudang dan juga hanya OB yang naik. itu pun mereka melalui lantai di bawah lantai paling atas yang notabene kantor milik Yong Jin.


"Hah, capek banget. kalau disini gak ada aku nyerah." ucap Jin-young yang kelelahan.


Nam Ju Wan bukannya menjawab dia malah menajamkan telinganya ketika mendengar seseorang menangis. Nam Ju Wan pun mencari sumber suara itu dan melihat Ela tengah duduk bersandar tembok sambil memeluk lututnya sendiri.


"Nyonya!"


Mendengar teriakan Nam Ju Wan, Jin-young pun langsung mengikuti arah Nam Ju Wan berlari dan segera dia bisa melihat Ela. Diapun berlari lebih kencang dari Nam Ju Wan dan langsung memeluk Ela yang sudah dia anggap adik kandungnya sendiri. Dia begitu menyayangi Ela.


"Sudah.. sudah.. kamu harus tenang. kalau kamu tidak tenang, bagaimana kamu mau mempertahankan keluarga kamu." ucap Jin-young yang sebenarnya juga merasakan sakit melihat Ela menangis di dekapannya.


"Tapi sakit kak. Sakit banget. aku tidak bisa membayangkan kalau anak itu memang anaknya kak Jin. aku takut kak, aku takut." ucap Ela sambil menangis dalam pelukan Jin-young.


"Aku yakin, kalau itu hanyalah tipuan. aku yakin itu. kamu percayalah pada suamimu. aku yakin kalau itu hanya akal-akalan gadis rubah itu. Mari kita lanjutkan rencana kita. Mari kita lakukan yang terbaik untuk keluargamu." hibur Jin-young.


Setelah dirasa Ela sudah tenang, Ela dibawa turun oleh Jin-young. Ela mencuci mukanya sebelum bertemu dengan Yong Jin. Ela sendiri akan masuk ke dalam menghadapi semuanya. Ela akan menghadapi apapun yang terjadi di depannya seperti yang sudah direncanakan. Sebelum masuk dia menyempatkan menarik nafas panjang baru membuka pintu itu secara perlahan.


"Kak, ayolah. kakak kan udah janji untuk menemaniku ke salon." ucap Eun Bi, rengekan Eun Bi yang pertama kali Ela lihat saat masuk ke dalam kantor Yong Jin.


"Eun Bi kamu apa tidak lihat kalau Kak Yong Jin tengah bekerja?" ucap Ela dengan tegas nya.


"Masih berani datang kesini kamu?" ledek Eun Bi.

__ADS_1


"Kenapa tidak? selain ini kantor milik SUAMIKU, aku juga bekerja sebagai sekretarisnya disini. Jadi aku mohon jangan ganggu kerja SUAMIKU." ucap Ela menekankan kata suami.


Yong Jin pun mendekati Ela hendak memeluk Ela namun Ela mengangkat tangannya tanda dia tak mau di peluk.


"Maaf kak, ini sudah jam kerja. Sekarang aku sekretaris mu. Mari Tuan, anda sudah ditunggu dari tadi di ruang meeting." ucap Ela membacakan jadwal yang ia tulis di tablet pintarnya.


"Baiklah kalau begitu. Tunggu, aku akan menyiapkan bahan meetingnya." ucap Yong Jin yang merasa tertolong akan apa yang dilakukan Ela. "Eun Bi, kamu ke salon lah sendiri. Aku ada meeting." ucapnya lagi pada Eun Bi.


"Tapi kan kak... kamu kan udah janji mau membayarnya." ucap Eun Bi yang tak ingin kehilangan mesin ATM berjalannya.


"Kamu tenang aja, Tuan nanti akan kesana." ucap Ela mengikuti Yong Jin keluar dari ruangan.


"Hish... dasar wanita kampungan. Namun tak apa, sebentar lagi aku yang akan menguasai harta kekayaan Kak Yong Jin." kata Eun Bi bangga.


*


*


*


Selesai meeting Yong Jin berdiam diri di ruangannya. Tanpa perintah dari Ela, dia sudah berjanji tak akan ke mana-mana.


"Persetan dengan janji Eun Bi. Aku lebih mementingkan hubunganku dengan Ela. Tak perduli dia membawa nama anaknya. Namun aku tak akan meninggalkan Ela." batin Yong Jin dengan mata yang serius menatap layar laptopnya.


Sedangkan disisi Eun Bi, dia tengah bersalin di salon kecantikan. Dia dengan santainya menikmati pelayanan salon. Tak terasa sudah berjam-jam dia disana namun dia baru sadar kalau Yong Jin belum juga datang ke salon itu.


"Ahh paling kak Yong Jin sudah membayarnya lewat online." batin Eun Bi.


"Nona maaf nona tunggu sebentar. Nona belum bayar." ucap satpam itu sambil mengejar Eun Bi yang masih tidak sadar kalau dirinya yang tengah di kejar. Bahkan menoleh pun tidak.


"Dasar miskin. orang mana yang dengan pedenya belum membayar padahal sudah melakukan treatment di salon mahal ini." gumamnya.


"Woi nona. anda tengah di kejar satpam itu apa tidak sadar? anda belum membayarnya." ucap seorang wanita yang berada di samping Eun Bi.


"Anda bercanda ya? saya belum bayar? kekasih saya sudah membayarnya online." ucap Eun Bi dengan sombongnya. "Anda kali yang belum membayar." lanjutnya sambil dengan sombongnya dia hendak masuk ke dalam mobil tapi tangannya di cekal oleh satpam.


"Nah ketangkap juga. Mari nona, anda belum bisa pergi begitu saja. Anda belum membayar." ucap satpam itu sambil menarik Eun Bi.


"Ya! apa-apaan ini. kekasih saya sudah membayarnya. Aku mendaftar atas nama kekasih saya." ucap Eun Bi yang terus memberontak kepada satpam yang membawanya.


"Mari jelaskan ke kantor." kata satpam itu tegas dan membawa Eun Bi ke kantor.


Akhirnya disini lah Eun Bi berada. didalam sebuah kantor manager. Dia di tanyai di sana.


"Pak, saya sudah bilang bahwa saya mendaftar atas nama kekasih saya. Kekasih saya pastinya sudah membayar online." ucap Eun Bi kekeh tak mau disalahkan.


"Maafkan saya nona. Tapi memang benar belum ada pembayaran yang masuk atas nama Park Yong Jin nona." ucap manager itu di temani sang kasir.

__ADS_1


"Kalau begitu kalian telfon lah nomer yang tertera disitu. Kalian minta dia untuk membayarnya." ucap Eun Bi yang hendak bangkit dari duduknya dan pergi dari ruangan itu namun ditahan oleh satpam.


"Mohon maaf nona, anda tetap harus disini sampai urusannya selesai." ucap satpam itu sambil terus memegangi pundak Eun Bi.


"Oke! tapi gak usah pegang pundak segala. Dasar kaum rendahan."ucap Eun Bi masih mempertahankan kesombongannya.


Pihak manager dan kasir pun menelfon kantor Yong Jin. Namun karena Yong Jin tidak memegang HP, hpnya di pegang oleh Ela yang kebetulan juga tengah berada dalam mobil untuk pulang, akhirnya Ela yang menjawabnya dari seberang.


📱Halo,selamat sore.


📲 Iya selamat sore,dengan siapa ya? (ucap Ela dari seberang yang tak tahu kalau pihak salon menghubungi nomor Yong Jin.)


📱Ini kami dari salon kecantikan Sya Beauty Healthy Care. Apakah betul anda Park Yong Jin? (tanya pihak salon)


📲 Betul, ini nomor Park Yong Jin. Dan itu suami saya. Ada apa ya pak?


📱Begini nona, disini ada Nona yang mendaftarkan diri melakukan treatment atas nama Park Yong Jin belum membayar jasa salon kami. Dia berkata bahwa orang yang atas nama Park Yong Jin yang akan membayar semua treatment yang dia lakukan.


📲 Tunggu dulu pak. Tapi saya selalu istrinya tidak pernah mendaftarkan diri untuk melakukan treatment kecantikan di salon. (elak Ela, dia tahu bahwa itu pasti Eun Bi.)


📱Tapi nona yang ada di depan saya bilang bahwa Park Yong Jin itu kekasihnya. (kata pihak manager yang bingung)


📲 Ahh anda sedang dikibulin pak. Anda pasti tahu kan, Park Yong Jin. putra pertama keluarga Park. yang menikah dengan putri dari keluarga Lyn. gadis yang berada di depan anda itu,pasti salah satu dari ribuan orang yang memakai nama suami saya dan mengaku bahwa suami saya itu kekasihnya. (ucap Ela)


📱Sungguh anda Nyonya muda Park? maafkan saya Nyonya. Saya kurang teliti. Kalau begitu saya akan menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkan Tuan Park. terimakasih Nyonya sudah mengingatkan.


Manager itu pun langsung mematikan panggilan telfonnya setelah dikasih tahu oleh Ela. Pada akhirnya manager itu tetap menagih pembayaran pada Eun Bi. Eun Bi pun meradang.


" Aku tidak bohong. Park Yong Jin itu kekasih saya." ucap Eun Bi kekeh.


"Sudahlah nona. Cantik cantik kok tukang ngibul. menganggap suami orang sebagai kekasihnya sendiri itu tidak baik lho nona. Nanti anda bisa dianggap sebagai pelakor." ucap satpam yang sedari tadi hanya diam saja.


"Sudahlah nona, apa sih susahnya membayar. Toh nona kan dari orang yang mampu kan? tidak mungkin Nona tidak mampu membayarnya. Kalau nona tidak segera membayarnya, aku akan membawa nona ke jalur hukum." ancam manager itu.


Pada akhirnya Eun Bi mengeluarkan uangnya sendiri untuk membayar salon kecantikan yang terkenal paling mahal di Seoul itu. Bahkan salon itu sudah menjadi sponsor para artis ternama.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2