Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Vin's in America


__ADS_3

Sudah hampir sebulan Vin's di Amerika. bahkan selama itu pula dia sibuk sampai lupa untuk sekedar bertukar kabar dengan sang adik atau orang tuanya yang berada di Belanda. Dia hanya bisa menatap foto keluarga yang berada di bingkai perak yang tertata rapi di meja kerjanya. Seperti sekarang, dia merasa lelah akan pekerjaan dan begitu merindukan keharmonisan keluarganya. Namun keluarganya kini tengah berjuang sendiri - sendiri dan juga berada di belahan bumi yang berbeda.


Sambil memandang keluar jendela kantornya, Vin's terus memegangi bingkai foto itu dan memeluknya di dada dengan begitu erat. dia begitu merindukan rumahnya. Akhirnya dengan segenap hati dia menghubungi orang tuanya yang berada di Belanda.


📱Halo Bunda. (Sapanya ketika layar HP nya menunjukkan muka orang yang telah mengandungnya itu.)


📲 Hai sayang.. Bunda rindu denganmu Nak. (Key menyapa anak sulungnya sambil menahan air matanya. dia tak ingin terlihat begitu rapuh di depan anak-anaknya.)


📱 Vin's juga rindu dengan Bunda. Bagaimana kabar Bunda disana? apa pengobatan ayah berhasil? (Vin's berusaha untuk tegar di depan Bundanya, meskipun ia tahu kalau bundanya lah yang paling bersedih sekarang. karena selain belahan jiwanya sedang terbaring lemah, dia juga harus berjauhan dengan kedua anak yang sangat di cintainya.)


📲 Bunda baik-baik saja disini. Ayah kamu juga sudah mulai ada perkembangan. tubuhnya merespon terhadap obat yang di beri oleh dokter. teruslah berdoa untuk Ayah kamu. hanya kamu dan Ela penguat ayah. (ucap Key sambil mengusap air matanya yang lolos begitu saja.)


📱Tak perlu Bunda minta, kami pasti akan selalu mendoakan Ayah agar segera sembuh dan bisa berkumpul lagi dengan kita.


📲 Iya sayang. baiklah kalau begitu, Bunda tutup dulu ya. Ayah kamu sudah bangun. kamu baik-baik saja ya disana. I Love You sayang.


📱Love You too Bund.


Vin's pun mematikan panggilan video itu. Barulah ketika panggilan itu terputus, dia langsung menjatuhkan air mata yang dia tahan selama bertatap muka online dengan Key. Dia bahkan menangis seperti anak kecil. Dia menangis sambil menelungkupkan wajahnya di meja. Tangisannya begitu pilu jika ada orang yang mendengarnya.


Dia mengangkat kepalanya saat mendengar HPnya berdering. Dia langsung mengusap air matanya dan berjalan ke arah wastafel agar tak terlihat kalau dia sehabis menangis. Dia kembali lagi ke mejanya dan melihat panggilan video itu sudah terputus. Akhirnya dia yang memutuskan untuk menelfon balik adiknya Ela. Ya tadi yang menelfon Ela.


📲 Halo kak. miss you...kenpaa lama sih ngangkatnya. (ucap Ela saat panggilannya tersambung. di layar itu terlihat Ela sudah berdua bersama dengan Yong Jin.)


📱 Maaf sayang,tadi kakak sedang ke kamar mandi. Kamu baik-baik saja kan disana? Kakak juga sangat merindukanmu sayang. Bagaimana keadaan kamu disana? apa Yong Jin menyusahkanmu?


📲 Iya kak,dia menyakitiku semalam. ini aku masih tak bisa berjalan dengan benar sekarang. (ucap Ela manja membuat Yong Jin melotot kan matanya mendengar apa yang dikatakan Ela.)


📱Hei Vin's, apa yang kau lakukan dengan adikku?kenapa dia sampai bisa tidak berjalan dengan benar?


📲 Ya! Vin's, lo itu udah mau kepala tiga masih aja gak ngerti maksudnya Ela. kenapa lo oon banget sih. Ya wajarlah kalau dia sampai gak bisa jalan. orang gue mau bikinin ponakan buat lo. (ucap Yong Jin menahan rasa marahnya kepada Vin's yang terlihat lucu karena di bodohi adiknya. Sedangkan Ela sudah tergelak disampingnya.)


📱Hei... Ela... kau mempermainkan kakak ya? awas aja nanti kalau ketemu. (ucap Vin's dengan nada mengancam.)


📲 Hehehe maafin Ela kak. Ela cuma bercanda. Ela tahu kok kalau kakak sibuk disana. Ela cuma mau ngehibur kakak aja. jadi kakak jangan marah ya. (Ucap Ela dengan puppy eyes-nya)


📱Kalau kamu sudah menatap kakak dengan ekspresi seperti itu,mana bisa kakak memarahimu sayang. Jin, gue titip adik gue ya. jangan sampai buat dia nangis.

__ADS_1


📲 Lo tenang aja Vin's, sekarang dia istri tercinta gue. belahan jiwa gue. gue janji akan bahagiain dia terus. (Ucap Yong Jin sambil memeluk Ela begitu mesra.)


📱Ya! jangan pamer kemesraan didepan gue dong. gue jomblo disini.


📲 Makanya kakak jangan sibuk kerja terus. bawakan lah Ela kakak ipar kak. oke. kalau gitu sudah dulu ya kak. Ela masih capek mau istirahat.


📱Baiklah.. istirahat lah. bye..


Vin's pun menghela nafas melihat layar HP nya yang sudah mati. Dia tersenyum setelah mendengar kabar dari kedua orang tercintanya yang berbeda belahan dunia. Dengan hati yang sudah merasa tenang, dia kembali melanjutkan pekerjaannya disini. Saking sibuknya dia sampai kaget saat ada seseorang yang mengetuk pintunya.


"Permisi Tuan, ada yang mencari anda." ucap sekretaris nya.


"Siapa?" tanya Vin's namun bukan lagi sekretaris nya yang menjawab melainkan tamunya lah yang langsung menjawab setelah masuk kedalam ruangan itu.


"Kenapa kamu tidak menyambutku, dasar Tuan sibuk." ucap orang itu dan Vin's pun langsung mendongak melihatnya.


"Tuan Park?" kata Vin's kaget melihat mertua adiknya berada disana.


"Hei hei hei... jangan panggil aku Tuan. kita sudah keluarga sekarang. panggil saja aku Papa seperti Ela dan Jin." ucap Tuan Park dengan senyum yang ramah.


"Bagaimana kabarmu? apa kamu betah berada di sini jauh dari keluarga?" tanya Tuan Park basa basi.


"Mana ada orang yang bahagia harus berjauhan dari keluarga Pa. tapi mau bagaimana lagi. semua ini juga Vin's lakukan untuk keluarga." ucap Vin's menatap Tuan Park dengan sendu.


"Kamu tak perlu bersedih. Papa akan membantumu disini. kebetulan Papa juga sedang berkunjung di perusahaan Papa yang ada disini. kamu bisa bergabung dengan perusahaan Papa. siapkan saja proposal nya. Papa yakin kamu tidak akan mau menerima suntikan dana dengan begitu saja kan?" ucap Tuan Park.


"Ternyata Papa seperti Ayah ya. Kalau Ayah sekarang ada di posisi Papa, pasti Ayah akan menawarkan hal yang sama seperti ini." ucap Vin's.


"Ya kau benar. Ayahmu dulu juga seperti ini saat menawarkan bantuan untuk Papa. karena Papa tidak mau menikmati hasil yang instan. Papa ingin berjuang dan berhasil dengan keringat Papa sendiri." ucap Tuan Park dengan penuh kenangan saat mengingat dulu ketika dia tengah bangkrut.


"Pa, ceritakan sedikit dong tentang Papa sama Ayah kenapa sampai bisa sedekat ini?" tanya Vin's yang penasaran kenapa kedua keluarga ini bisa menjadi begitu dekat bahkan bagaikan amplop dan perangko.


Begini awalnya....


#FlashbackOn#


Kala itu masa emas keluarga Lin. Nyonya Park bertemu dengan Key pertama kali saat sedang sama-sama mengantar Yong Jin dan Vin's ke taman kanak-kanak. Mulai disitu awal pertemanan kedua ibu muda yang kebetulan sama-sama sedang hamil muda. Disitu juga awal pertemanan bagi Vin's dan Yong Jin.

__ADS_1


Kadua keluarga sama-sama bersahabat sampai saat Yong Jin dan Vin's SMA, keluarga Lin yang semakin jaya, namun usaha keluarga Park menurun. Bahkan keluarga Park terancam pailit. Nama keluarga Park pun banyak diberitakan oleh media massa. kala itu Yong Jin dan Vin's sedang fokus untuk ujian jadi mereka tidak begitu tahu tentang keadaan keluarga mereka. karena mereka juga berada di asrama yang kabar dari luar tak bisa masuk kecuali lewat HP.


Hingga akhirnya semua nya menjauhi Yong Jin dan hanya Vin's lah yang tetap menjadi sahabatnya. bahkan Yerin pun memutuskan Vin's dan memilih bersama Jungkook yang kala itu berhasil menyabet penghargaan designer muda terbaik di kota ini.


Hal itu juga berlaku kepada Tuan Park. dia bahkan menurunkan rasa malunya dan mencoba mencari bantuan kesana kemari namun hasilnya nihil. Semua orang yang dikenalnya dan menganggapnya sebagai saudara seperti hilang di telan bumi. Dia sudah begitu putus asa sampai ingin mengakhiri hidupnya.


Namun cahaya bantuan datang dari Kevin. dia membantu Tuan Park sepenuhnya. bahkan dia selalu menjadi penyokong Tuan Park yang kala itu terlihat begitu kacau. Dari situ awal mula keluarga Park secara perlahan bangkit. Tapi karena Tuan Park merasakan sakit hati saat semua koleganya menjauhinya ketika dia jatuh, akhirnya dia pun memilih usaha seperti Kevin. Dia melanglang buana sampai ke negara tetangga yang awalnya hanya di Asia, sekarang mulai ke semua penjuru dunia.


Mulai itu, Tuan Park berjanji kepada dirinya sendiri bahwa apapun yang terjadi, keluarga Lin akan menjadi prioritas nya yang utama. bahkan jika harus menyerahkan semua hartanya dan menjadi babu untuk keluarga Lin, Tuan Park pun bersedia.


#FlashbackOff#


"Begitulah ceritanya nak. maka dari itu, apapun yang terjadi kepada keluargamu, Papa akan menjadi orang pertama yang membantumu." ucap Tuan Park sambil mengusap air matanya yang jatuh saat menceritakan kembali kenangan pahit itu.


"Terimakasih Pa karena sudah mau membantu keluarga kami. Kami juga berhutang kepada keluarga Park kalau begitu." ucap Vin's sungguh-sungguh berterimakasih dengan tulus.


"Tidak. ini memang setimpal untuk kebaikan keluarga kalian." jawab Tuan Park.


Mereka pun kembali melanjutkan perbincangan mereka tentang usaha keluarga Lin dan memulai dari mana untuk perkembangan selanjutnya. Vin's sungguh bersyukur punya keluarga Park yang senantiasa bersedia membantu keluarga Lin yang sudah diambang kehancuran. Bahkan untuk rumah berteduh saja mereka tidak punya. Kevin dan Key yang berada di Belanda, menetap di rumah sakit. Ela harus tinggal di rumah Yong Jin dan Vin's sendiri menetap di kantornya karena rumahnya di Amerika juga di jual untuk berobat Kevin. tapi dia berjanji pada diri sendiri akan membeli rumah itu kembali dengan hasil kerja kerasnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, coment dan votenya ya.

__ADS_1


__ADS_2