Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. A Hot Day in Winter


__ADS_3

Pagi yang dingin menusuk kulit. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi tapi cahaya matahari masih malu untuk menampakkan sinarnya. Di luar masih hujan salju menandakan musim dingin tahun ini sudah datang. Suhu di kamar semakin dingin meskipun sudah memakai penghangat ruangan.


Ela yang merasakan dingin semakin menusuk kulitnya, dia berangsur mencari kehangatan dengan semakin mengeratkan pelukannya pada Yong Jin. Yong Jin yang merasakan adanya pergerakan disampingnya pun membuka mata. Untuk pertama kalinya Yong Jin merasakan akan candu terhadap tubuh seorang gadis. Mungkin karena Ela merupakan gadis pertama yang dia jadikan sebagai wanita.


Yong Jin kembali teringat panasnya olahraga semalam dengan Ela. Yong Jin pun yang sedang memeluk Ela menjadi terangsang. Apalagi saat Ela menempelkan tubuhnya yang masih polos pada tubuh Yong Jin. Sebisa mungkin Yong Jin menahannya, namun tetap saja tidak bisa.


Tangannya mulai merayap menyusuri lekuk tubuh Ela yang indah. Dia mulai mengecupi setiap inci tubuh Ela dengan tangan tak henti memainkan kedua tempat sensitif Ela. Meninggalkan bekas merah meski bekas yang semalam masih terlihat jelas. Kini tubuh Ela seakan karya seni tersendiri yang diciptakan oleh Yong Jin.


"Akh..."


Ela mendesah meski matanya masih terpejam. dia merasakan sensasi yang nikmat saat Yong Jin menjamah nya. Dalam setengah sadar Ela membuka matanya. dia melihat suaminya tengah menggagahi nya dengan lembut. Tidak seperti semalam. Namun justru kelembutan ini yang membuatnya semakin dibawa terbang oleh Yong Jin.


"Akh.. kak"


"Nikmati saja sayang."


Yong Jin mel*m*t bibir manis Ela dan melanjutkan permainannya dengan lebih cepat. Ela hanya bisa pasrah dan ikut menikmati permainan yang di dominan oleh Yong Jin. Dia bahkan sampai tak tahu harus bagaimana untuk ikut andil dalam permainan ini. Sampai saat Ela dibawa Yong Jin di ruang tengah.


Yong Jin berjalan sambil menggendong Ela tanpa melepas ciumannya. Yong Jin menaruh Ela di ranjang yang berada di ruang santai. Yong Jin melanjutkannya disana dengan posisi Ela yang berada di atas pangkuan Yong Jin. Kali ini Ela baru berperan aktif untuk menerbangkan Yong Jin dan jatuh bersama di dasar surga dunia.


*


*


*


Pukul 12.00


"Sayang... Bangun.. aku ingin ke kamar mandi tapi gak kuat jalan." kata Ela membangunkan Yong Jin karena dia ingin sekali ke kamar mandi tapi rasanya kakinya lemas tak berdaya.


"Emm... kamu capek ya sayang. sini aku gendong." ucap Yong Jin yang langsung sigap menggendong Ela.


Karena sudah siang, akhirnya Yong Jin memutuskan untuk sekalian mandi bersama Ela. Saat mandi pun Yong Jin berasa ingin kembali menerkam Ela, namun mengingat Ela yang kelihatan kelelahan sekali dan belum makan sejak bangun tadi, dia jadi mengurungkan niatnya.


Selesai mandi bersama, mereka pun langsung duduk di meja makan. saling pandang lalu berikutnya tertawa.


"Kita pesen makan saja ya. pertama aku tidak rela kamu memasak karena masih lemas. kedua aku tidak bisa masak. jadi pesan makan aja kamu mau makan apa sayang?" ucap Yong Jin.


"Iga bakar, Kimbap, satai ayam dan jamur, dan nasi goreng seafood." ucap Ela sambil membayangkan makanan yang terlihat enak di lintas pikirannya.


"Baik sayang. sudah ku pesan. nanti akan diantar. sekarang sembari menunggu makanannya, kamu mau ngapain sayang?" ucap Yong Jin.

__ADS_1


"Aku mau lihat design ku sebentar kak. soalnya harus selesai hari ini juga, dan harus segera di serahkan ketua tim. weekend depan aku pamit ya sayang. aku ijin pergi selama tiga hari dua malam." ucap Ela membuat Yong Jin mengerutkan dahinya.


"Pergi kemana sampai selama itu?"


"Gini critanya sayang. Kan team ku sedang dapat andil dalam fashion week di Jepang. sebenarnya sebagai anak magang, aku gak bisa ikut. tapi ada satu hal yang membuatku harus terpaksa nya ikut."


"Apa itu sayang?"


"Ingat gak gaun yang kita design bersama kemarin itu? aku yang gambar tapi kamu yang memilih model dan warnanya sayang?" tanya Ela.


"Ohh itu, iya iya ingat. kenapa emangnya sayang?"


"Nah gaun itu gak sengaja kecampur dengan design senior ku di kantor. Dan oleh senior ku, design itu di serahkan ke ketua tim. Dan entah kenapa Ketua tim justru memilih gaun design kita itu menjadi gaun utama. akhirnya aku harus ikut, karena design itu dicantumkan sebagai namaku sayang. jadi ijinin aku ya sayang." ucap Ela.


"Baiklah sayang. tapi tim kamu cewek semua kan?" tanya Yong Jin yang mulai merasa cemburu jika Ela harus berdekatan dengan lelaki selain dirinya dan Vin's.


"Tenang saja sayang, semuanya cewek kecuali ketua tim. dan itupun ketua tim membawa istrinya juga kesana. jadi kamu jangan cemburu ya sayang." ucap Ela sambil mendekati Yong Jin dan berdiri disamping Yong Jin sambil tersenyum.


Yong Jin meraih pinggang Ela dan memeluknya dengan kedua tangan sambil menggosokkan wajahnya di tengah-tengah dada Ela. Saat Yong Jin hendak memasukkan tangannya kedalam kemeja yang dipakai Ela tanpa celana itu, Tiba-tiba terdengar bel apartemen berbunyi.


"Sayang, mungkin itu makanan kita. kamu buka gih." kata Ela.


"Kamu aja gih. aku akan buat minum untukmu sayang." ucap Yong Jin. Namun seketika itu dia menghentikan aktivitas nya saat Ela berucap.


Yong Jin yang baru ingat kalau pakaian Ela begitu terbuka pun langsung mencegah nya dan kini dia yang tengah berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu. Namun bukan kurir yang datang melainkan dua orang teman lama yang sudah tak pernah dia hubungi lagi.


"Ada apa kalian datang kesini? dan darimana kalian tahu kalau aku berada disini?" ucap Yong Jin dengan ketusnya.


"Lo gak perlu tahu. lagian kita kesini juga cuma sebentar. kita cuma mau ngasih ini ke Lo. ini undangan pertunangan kita. Lo datang ya." ucap cewek yang bernama Yerin, mantan kekasih Yong Jin yang mengkhianatinya dan memilih Jungkook karena Jungkook lebih kaya darinya. Apalagi saat mendengar keluarga Yong Jin hampir bangkrut.


Tapi sekarang mereka tidak tahu kalau keluarga Park sudah berjaya lagi. meskipun didalam negeri ini hanya terlihat kalau usaha keluarga Park hanya mall dan perusahaan milik Yong Jin, tapi jika ditilik keluar negeri, usahanya tak ada habisnya. itu sebabnya keluarga Park tak begitu terkenal di negeri tapi sangat terkenal di luar negeri.


"Ohh selamat ya. akhirnya para pengkhianatan bersatu." ucap Yong Jin dengan sinis.


"Lo masih aja sirik sama gue Jin? jangan salahin gue dong. salahin diri lo itu yang miskin." ucap Jungkook.


"Mungkin dia masih belum ngelupain gue beb. udahlah Jin, gue juga gak mungkin balikan sama lo. lo udah kere gini." ucap Yerin.


Saat Yong Jin hendak menjawabnya, tiba-tiba Ela berteriak dari dalam sambil berjalan keluar melihat Yong Jin yang lama mengambil makanannya. Namun dia justru mendengar percakapan Yong Jin dan dua orang lainnya.


"Sayang... mana makanannya?" kata Ela yang datang sambil bermanja pada Yong Jin. "Loh ternyata ada tamu. kirain kurir." ucap Ela sambil melihat ke arah Yerin dan Jungkook.

__ADS_1


Jungkook yang melihat Ela seperti kucing yang melihat ikan asin. Dia memandangi Ela dengan pandangan bernafsu. apalagi melihat Ela yang hanya menggunakan kemeja milik Jin yang kebesaran. Jungkook juga bisa melihat kalau Ela tidak memakai bra.


"Gila ni body oke juga. meskipun dadanya tak sebesar milik Yerin, tapi bisa gue pastiin kalau tu dada masih ori. Gak pakai bra lagi dia. gue pastiin dia juga gak pakai CD. Wah mau deh gue ngasih Yerin buat Yong Jin lagi demi gue bisa nidurin dia. kelihatan nya juga masih sempit. gak kaya Yerin." kata Jungkook dalam hatinya saat memandangi tubuh Ela. Namun pandangan itu buyar saat Yong Jin berdehem keras.


"Eekkhhmmmm.."


"Emm.. lo Ela kan adiknya Vin's?" ucap Yerin.


"Ohh kamu nenek menor yang dulu waktu SMA sering ngelendot kak Jin kan?" cap Ela di poloskan.


"Kalian berdua tadi mengolok suamiku. biarkan aku membalasnya." ucap Ela dalam hati.


"Nama gue Yerin, Yerin. bukan nenek menor." kata Yerin kesal.


"Lah emang kamu menor. kamu kalah jauh kalau dibandingkan Ela. dia sempurna bahkan tanpa riasan." ucap Yong Jin sambil memeluk tubuh Ela protektif saat tahu dari tadi Jungkook memandangi tubuh Ela.


"Ohh.. kalian berdua pasangan ya?" ucap Ela.


"Ohh bukan. kita hanya rekan saja. iya rekan. ehh kenalin aku Jungkook. siapa nama kamu lagi, Ela?" kata Jungkook sambil melepaskan tangan Yerin yang bergelayut manja di lengannya dan hendak menyalami tangan Ela. Namun saat dia menyodorkan tangannya, Ela justru memeluk Yong Jin erat.


"Emm.. udah tahu. semua buku design yang gue punya pasti ada wajah lo." ucap Ela.


Yerin ingin berucap tapi ucapannya terpotong akan kurir yang datang ke arah mereka. Kurir itu membawa makanan untuk Yong Jin dan Ela. Yong Jin yang membawa masuk makanan meninggalkan Ela bersama dua orang itu.


"Emm.. maaf kita mau makan siang. sebenarnya gue mau ngajak kalian, tapi maaf kita miskin gak punya uang lebih untuk membelikan makan kalian. jadi silahkan kalian pergi. Ohh ya satu lagi, Tuan Jungkook tenang saja, nanti saya akan datang ke pertunangan kalian para pengkhianat." ucap Ela dengan ganas dan langsung menutup pintu dengan kasar.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ini Hana dan Nam Ju Wan.



__ADS_2