Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Keep Trying


__ADS_3

Setelah pulang dari Maldives sesuai rencana Vin's, dia ingin meminta ijin untuk tinggal di rumah Ela dan Yong Jin. Vin's pun menemui Yong Jin dan Ela sendiri tanpa Nana. Dia sengaja membiarkan Nana bermain dengan baby twins.


"Ada apa kak?" tanya Yong Jin.


"Geli gue lo panggil kak." ucap Vin's yang geli mendengar panggilan 'kak' dari Yong Jin.


"Hehe... okelah. ada apa bro?" tanya Yong Jin.


"Gini Jin, La. Gue sama Nana pengen tinggal disini sama kalian, boleh?" tanya Vin's pelan.


"Loh kenapa emangnya kak?" tanya Ela.


"Gini, kemarin waktu di Maldives aku dan Nana khawatir karena kami belum juga di beri keturunan. Terus aku mencoba menawari Nana yang khawatir akan ini untuk tinggal disini agar bisa ikut membantu Ela mengurus baby twins. Bukan maksud apa-apa. cuma kita mikirnya siapa tahu baby twins bisa jadi.." ucapan Vin's terpotong oleh Ela.


"Jadi pancingan agar Nana cepet hamil gitu maksud kakak?" tanya Ela.


"Iya, kalau kalian membolehkan. Tapi kalau tidak juga tidak apa-apa." ucap Vin's.


"Kenapa tidak boleh? kita kan keluarga bro. kalau kalian mau tinggal disini ya tinggal saja sampai Nana hamil. Tapi syaratnya lo musti bantuin gue di perusahaan." ucap Yong Jin.


"Serius? Kalau cuma itu syaratnya aku sanggup. akan aku lakukan." ucap Vin's yang bersemangat.


Akhirnya mulai hari itu Vin's dan Nana tinggal di rumah Yong Jin dan Ela. Mereka ikut membantu mengurus baby twins yang semakin hari semakin aktif. tak terasa mereka sudah tinggal dirumah itu selama enam bulan. Dan sudah selama setahun Nana belum juga hamil.


Hari ini, ketika Ela iseng menjadikan anaknya sebagai foto modelnya, dia sempatkan bertanya kepada Nana perihal kehamilan.


"Na, kamu pernah gak terbesit di pikiran buat berobat ke dokter?" tanya Ela mengalihkan perhatian Nana dari baby twins.


"Pernah sih La. Tapi jujur gue takut La. gue gak siap mendengar diagnosa dokter kalau satu dari kita tidak bisa mempunyai anak La." ucap Nana dengan wajah murungnya.


"Tapi kalau kalian gak berani untuk periksa ke dokter, bagaimana kalian bisa tahu kalau kalian itu subur atau gak?" desak Ela.


"Tapi La, aku takut." ucap Nana yang ketakutan sampai tak mampu lagi menahan air matanya.


"Jangan takut La. Aku yakin kak Vin's akan menemanimu menghadapi kenyataan sepahit apapun itu untuk keluarga kalian. Aku yakin kak Vin's tak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi." ucap Ela menyemangati Nana.


"Baiklah. aku akan coba bicarakan ini dengan Kak Vin's." ucap Nana akhirnya.


*

__ADS_1


*


*


Malam harinya di kamarnya, Nana menyiapkan mental untuk bicara serius empat mata dengan Vin's. Dia menunggu Vin's yang sedang menyelesaikan mandinya. Dia duduk di ranjang dengan bersandar di tepian ranjang. Melamun. Itu yang dia lakukan sampai tak tahu kalau suaminya sudah selesai mandi.


"Hei, sayang. ngelamun aja. ngelamunin apa sih?" tanya Vin's menghampiri Nana dan duduk di sampingnya.


Nana melebarkan senyumnya dan memeluk Vin's serta menjadikan dada bidang Vin's sebagai bantalnya.


"Kak, kita periksa ke dokter yuk." ucap Nana membuat Vin's kaget karena tiba-tiba.


"Kenapa tiba-tiba bilang ingin periksa ke dokter sayang?" tanya Vin's.


"Karena aku merasa kalau memang kita perlu untuk ke dokter. Aku ingin kita berdua sama-sama tahu kalau kita benar-benar subur dan tidak bermasalah kak." ucap Nana.


"Baiklah, besok kakak akan ijin kepada Yong Jin. kita akan periksa ke dokter." ucap Vin's sambil mencium puncak kepala Nana.


Paginya, sesuai yang dikatakan oleh Vin's semalam, mereka berdua periksa ke dokter. Disinilah Nana dan Vin's berada. Mereka sedang menunggu antrian ke dokter spesialis kandungan untuk mengecek kondisi kesehatan tubuh mereka.


"Kak, aku takut." ucap Nana dengan tangan berkeringat.


Akhirnya setelah lama menunggu, giliran merekapun datang juga. Mereka masuk bersamaan untuk cek kesuburan mereka. Nana dan Vin's pun menjalani serangkaian tes untuk melihat keadaan tubuh mereka. Butuh waktu cukup lama untuk menjalani sederetan pemeriksaan itu. Namun Vin's selalu menyemangati Nana untuk terus berdoa.


"Mr. and Mrs. Lyn!" panggil seorang petugas, mereka berdua pun masuk kembali.


"Bagaimana dok keadaan kami?" tanya Vin's yang tidak sabar. Dan juga Nana yang tengah gugup sambil meremas kedua tangannya.


"Dari hasil serangkaian tes tadi, Bapak dan Ibu tidak mengalami masalah apa-apa. Tubuh bapak dan Ibu bagus." kata dokter itu. Vin's dan Nana menghela nafas sedikit lega. Namun belum untuk Nana.


"Tapi dok, kenapa saya tidak juga hamil dok? padahal kita sering melakukan, bahkan hampir setiap hari." ucap Nana.


"Apa sp*rma saya lemah dok? oleh karena itu tidak bisa membuahi?" tanya Vin's lagi.


"Ohh tidak. Punya Bapak bagus. punya Ibu bagus. tapi mungkin ada efek dari kecelakaan yang Ibu alami satu tahun yang lalu. Tapi kalau dilihat dari kondisi Ibu sekarang, itu tidak lah parah. Karena kondisi Ibu sekarang sangat sehat." ucap Dokter itu.


"Lalu bagaimana dok, saya ingin segera hamil dok." ucap Nana.


"Saya akan beri vitamin kesuburan untuk bapak ibu minum. Siapa tahu dengan ini bapak dan Ibu bisa segera mendapatkan keturunan." ucap dokter sambil menuliskan resep.

__ADS_1


"Kalau solusi lain dok?" tanya Vin's.


"Bisa lewat bayi tabung pak kalau bapak ibu mau." kata dokter lagi.


"Bayi tabung? selain itu gak ada lagi dok?" tanya Nana.


"Kalau menurut saya mungkin hanya itu. Karena kalian terlihat sehat. kalau mau pakai rahim mengganti atau yang lainnya, saya sarankan jangan." ucap dokter itu.


"Jadi kemungkinan hanya bayi tabung ya dok?" tanya Vin's.


"Iya Pak. Tapi saya tidak bisa pastikan kalau itu akan berhasil seratus persen." ucap dokter lagi.


"Tapi apa kemungkinan besar bisa berhasil dok?" tanya Nana lagi.


"Kalau untuk keberhasilan, selama tiga puluh tahun saya menjadi dokter spesialis kandungan, sekitar dua puluh persen kegagalan yang saya alami. Itu juga tergantung pada kondisi kesehatan Ibu. Tapi kalau ditilik lagi bahwa Ibu memiliki kesehatan yang bagus, proses ini juga bisa menjadi solusi baik untuk kalian." kata Dokter itu dengan mantap.


"Bagaimana sayang? apa kamu siap untuk menjalani proses bayi tabung?" tanya Vin's.


"Aku tergantung kepada kamu kak. kalau kamu menginginkannya maka kita akan lakukan. kalau tidak maka aku juga tidak akan melakukannya." ucap Nana bijak.


"Baiklah dok kalau begitu biar kita pikirkan terlebih dahulu. Nanti saya kabari." ucap Vin's kepada dokter itu.


"Baiklah Pak. nanti kalau anda sudah berubah pikiran maka kabari saya." ucap Dokter itu menutup pertemuan siang ini.


Vin's pun membawa Nana pulang. Dia hendak memberitahu kepada seluruh keluarga tentang apa yang akan dia lakukan nanti untuk mendapatkan keturunan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2