Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 23


__ADS_3

Gladis dan Chanyeol sampai di penginapan sudah larut malam. Gladis dibawa ke ruang unit kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan Chanyeol juga ikut kesana karena luka nya.


Sampai disana Han Sung tak melihat Zie terbaring disana. Han Sung pun mencari petugas yang tadi berjaga disana untuk bertanya dimana Zie berada.


"Pak, Zie kemana ya? Kenapa dia tak ada di ranjangnya?" tanya Han Sung.


"Ohh, dia tadi sudah kembali ke kamarnya karena kakinya sudah mendingan." ucap petugas itu.


"Makasih pak." Han Sung pun langsung menuju ke penginapan siswa cewek.


Han Sung membaca tiap nama yang tertera di pintu. Dia mencari nama Zie. Dan akhirnya dia menemukannya di kamar paling ujung. Lalu Han Sung perlahan mengetuk pintunya. Tak lama, Zie sendirilah yang membuka kan pintu untuk Han Sung.


"Hans?" ucap Zie.


"Lo udah baikan? Kenapa balik ke kamar?" tanya Hans.


"Udah kok. Nih udah mendingan. Luka nya udah di perban ini. Dan Lo, kok udah balik? emangnya mereka udah ketemu? kok Gladis gak ikut ke kamar?" tanya Zie.


"Chanyeol dan Gladis udah balik. Tapi mereka sedang di ruang kesehatan. Gladis sakit dan Chanyeol juga sedikit terluka." ucap Han Sung membuat Zie ingin berlari menghampiri Chanyeol namun di tahan oleh Han Sung.


"Udah, lo gak usah kesana. Lo tunggu aja sampai besok. semoga mereka udah baikan. lo kan juga sakit ini. nanti luka lo makin parah kalau lo pakai buat jalan terus." ucap Han Sung.


"Lo yakin kalau Chanyeol gak terluka parah?" tanya Zie.


"Iya lo tenang aja. Dia gak terluka parah kok. Dia baik-baik aja, hanya sayatan kecil. Itupun tak perlu di jahit." ucap Han Sung menenangkan Zie.


"Gimana gue mau laporan sama Tuan Yong Jin. Bisa di bunuh gue kalau tu anak sampai luka." ucap Zie.


"Ya lo bilang aja kalau lo terpaksa gak bisa ngawasin dia karena lo sakit." kata Han Sung memberi ide.


"Bener juga lo. thanks idenya. Ya udah lo balik gih. Gue mau tidur." ucap Zie dan akhirnya Han Sung pun pergi dari sana.


Sepeninggalan Han Sung, Zie justru berpikir ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Dia merasakan ada sedikit perasaan nyaman jika tengah bersama Han Sung. Itulah yang dirasakannya.


"Masak iya gue suka sama Hans? Gue kan mau ngejar Chanyeol. Kenapa gue jadi sukanya sama Hans? Gak mungkin ahh. Lagian Hans kan penghalang gue buat dapatin info tentang Chanyeol." batin Zie.

__ADS_1


Berbeda di tempat Han Sung, selama perjalanan kembali ke tempat Chanyeol, Han Sung merasakan seperti ada kupu-kupu yang memenuhi perutnya. Apalagi ketika dia mengingat Zie. Mengingat senyum dan wajah Zie. Jantung Han Sung berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Kenapa sih gue nih. Apa jangan-jangan gue punya penyakit jantung kali ya." ucap Han Sung memegang dadanya yang berdetak cepat sekali.


Di tempat Chanyeol berada. Chanyeol sudah selesai mengobati luka nya. Luka nya juga sudah di perban. Ternyata lumayan dalam, bahkan membutuhkan dua jahitan untuk menutupnya. untungnya tidak terus mengeluarkan darah.


Kini Chanyeol tengah menemani Gladis yang terpasang infus di tangannya. Gladis sudah tertidur sesaat setelah meminum obat untuk menurunkan panas dalam tubuhnya. Namun dia terlihat masih begitu kedinginan. Chanyeol menyelimuti nya. Chanyeol hendak beranjak dari duduknya, namun tiba-tiba tangan Gladis memegangnya.


"Ayah... jangan tinggalin Gladis sendiri.. ayah.." Gladis mengigau memanggil ayahnya.


Karena perasaan iba, Chanyeol pun kembali duduk di samping brangkar Gladis. Tangan yang tadi di pegang oleh Gladis, tak iya lepaskan. Justru ia mengecup punggung tangan Gladis dengan penuh sayang.


Chanyeol terus menunggui Gladis sampai pukul tiga pagi. Tadi sebenarnya Han Sung sempat mau menemani Chanyeol, namun melihat Chanyeol yang tengah menunggu Gladis dengan penuh kasih sayang itu, akhirnya Han Sung mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Dia memilih kembali ke kamarnya tidur bersama Taeyong dan Jihoon yang pastinya sudah sampai di alam mimpi.


Chanyeol tertidur pukul tiga pagi dengan tangan yang masih menggenggam tangan Gladis. Dia engga meninggalkan Gladis sendiri disana. Bahkan dia tertidur di samping Gladis dengan posisi duduk dan kepala yang di sandarkan pada pinggiran brangkar Gladis.


Paginya, Gladis bangun dengan kondisi yang sudah membaik. Dia mengerjapkan matanya melihat sekeliling. Ruangan serba putih dan di penuhi dengan bau desinfektan. Dia juga merasakan tangannya yang kanan tertancap jarum infus. Namun tangan kirinya tak bisa ia gerakkan.


Gladis pun melihat pada tangan kirinya ternyata Chanyeol masih memegangnya walau ia tertidur lelap seperti bayi. Gladis tersenyum melihat Chanyeol tertidur ternyata tampak tampan dan mempesona.


Namun siapa sangka bahwa perkataannta terdengar oleh Chanyeol yang pura-pura tertidur. Chanyeol sebenarnya sudah bangun dari lima belas menit yang lalu. Dia bangun namun tak beranjak dari posisinya. Dia justru terus memandang wajah manis Gladis. Sampai saat dia merasakan bahwa Gladis sudah mau bangun, Chanyeol pura-pura tertidur kembali.


"Sudah bangun?" ucap Chanyeol sambil terus menutup matanya.


Gladis tergagap karena ternyata Chanyeol sudah bangun. Dia langsung memejamkan matanya kembali untuk pura-pura tidur namun ternyata ketahuan oleh Chanyeol.


"Udah gak usah pura-pura tidur. Tadi lo udah gerak-gerak kok." ucap Chanyeol membuat Gladis membuka matanya.


"Hmm.." hanya itu jawaban Gladis.


"Lo udah merasa baikan? Apa ada yang dirasakan sakit apa pusing?" ucap Chanyeol.


"Gak kok. udah berasa enakan sekarang. thanks ya semalam." ucap Gladis sambil tersenyum.


"Sama-sama. Justru gue minta maaf karena malah bawa lo semakin masuk ke dalam hutan. Tapi syukurlah kalau lo gak kenapa-kenapa." ucap Chanyeol.

__ADS_1


"Ya udah, lo ke kamar sana. gue udah baikan ini. paling cuma nunggu sampai infus nya habis baru nanti bisa kembali." ucap Gladis.


"Lalu rencana lo buat perpisahan nanti?" tanya Chanyeol.


"Lo gak tahu? kemah kita kan di perpendek. Nanti sore kita udah balik ke Korea. Jadi kita gak bisa ngadain acara itu." ucap Gladis dengan tersenyum namun Chanyeol bisa melihat sedikit kekecewaan disana.


"Ohh ya, coba nanti gue ngomong sama guru. Siapa tahu bisa sesuai jadwal." ucap Chanyeol.


"Gak usah Chan. Lagian kita siapa sih. Kita kan hanya anak biasa. Gak mungkin kita bisa merubah keputusan guru. Walaupun lo juga anak orang kaya, tapi kekuatan orang tua lo gak sebanding dengan kekuatan orang tua Max dan Taeyong." ucap Gladis.


Chanyeol pun hanya diam. Ternyata Gladis tidak tahu kalau dia anak dari orang yang paling berpengaruh. Bahkan melebihi Max dan Taeyong yang digadang-gadang sebagai orang yang paling berpengaruh disekolah. Dan itu membuat Chanyeol sedikit bersyukur. Setidaknya Gladis tidak tahu identitas aslinya. Jika Gladis tahu, Chanyeol yakin kalau Gladis akan semakin menjauhinya.


"Ya siapa tahu bisa. Nanti gue ngomong sama Taeyong. Jika Taeyong bisa membantu kan rencana nya berhasil." ucap Chanyeol. "Sekalian gue ambilin lo sarapan." lanjutnya lalu beranjak dari ruangan itu meninggalkan Gladis sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2