
Di sisi lain, Chanyeol baru saja sampai di Venezuela. Karena dia sudah sering kesini makan dia sudah hafal dengan alamat rumah keluarga Han Sung. Dia langsung menaiki sebuah taxi dan langsung meluncur ke alamat rumah keluarga Han Sung. Namun, saat ia tiba di sana, dia di kagetkan oleh garis polisi yang di padang di pagar rumah Han Sung. Bahkan masih ada beberapa polisi yang berjaga-jaga di sana. Chanyeol juga melihat tetesan darah di sekitar rumah itu. Pikiran Chanyeol pun menjadi bermacam-macam. Dia takut kalau ada apa-apa dengan anggota keluarga yang lain. Chanyeol pun langsung bertanya dengan petugas yang kebetulan tengah bertugas di sana.
"Permisi pak, bolehkah saya bertanya? Ada apakah dengan rumah ini? Kenapa ada polisi yang berjaga? Dan kemana perginya orang-orang?" tanya Chanyeol.
"Maaf Tuan, anda siapa ya?" tanya Polisi itu yang terlihat seperti waspada kalau kalau Chanyeol adalah orang jahat.
"Saya keponakan tuan Park Jin-young yang dari Korea. Saya putra bungsu keluarga Park Yong Jin. Kalau anda tidak percaya, saya bisa menunjukkan kartu pengenal saya." ucap Chanyeol sambil melihatkan kartu pengenal nya. Dan polisi itupun percaya. Chanyeol sendiri juga tidak menyangka kalau dia akan menyebutkan nama aslinya dengan lantang.
"Ohh maafkan saya tuan muda. Saya tidak tahu kalau itu anda. Kemarin terjadi perampokan di kediaman Tuan Jason. Dan Madam Joanna yang menjadi korban penusukan karena mencoba melawan perampok itu. Sekarang beliau tengah koma di rumah sakit." ucap Polisi itu yang menurunkan kewaspadaan nya terhadap Chanyeol. Justru dia bersikap begitu hormat kepada Chanyeol. Karena siapa sih yang tidak mengenal keluarga Park?
"Sungguh? lalu dimana nenek dirawat?" tanya Chanyeol.
Namun di luar dugaan, Polisi itu menjawab dengan sebuah bisikan. Dia berbisik pelan sekali seperti enggan untuk memberitahu kepada Chanyeol dengan suara keras. Dia juga seperti menyembunyikan dimana Joanna di rawat.
"Baiklah, kalau begitu terimakasih Pak." ucap Chanyeol meninggalkan tempat itu.
Chanyeol berjalan meninggalkan tempat itu menuju gerbang komplek untuk mendapatkan taxi. Karena bus sudah tak lewat pukul segini. Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya Chanyeol mendapatkan sebuah taxi. Diapun langsung menuju salah satu rumah sakit besar milik keluarga Park.
Namun hal yang mencurigakan terjadi kepada Chanyeol. Tiba-tiba saja dia berlari setelah turun dari taxi. Dia berlari kencang sekali di dalam rumah sakit. Dia melewati koridor demi koridor tanpa tahu arah kemana dia akan pergi. Sampai pada akhirnya dia berbelok ke sebuah kamar pasien yang kosong.
Dia mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit. Dan benar saja ada seseorang yang sejak tadi mengikutinya. Saat di rasa orang itu sudah pergi, Chanyeol langsung keluar dari rumah sakit secepatnya dan langsung masuk ke dalam taxi yang sudah dia suruh untuk menunggunya di depan gerbang rumah sakit.
"Rumah sakit wanita pak." ucap Chanyeol ketika dia sudah masuk dan duduk di dalam taxi. Dia menyebutkan nama rumah sakit yang asli yang dia dapatkan dari pak polisi tadi. Chanyeol melihat ke arah belakang. Akhirnya mobil yang sejak tadi mengikutinya sudah tidak ada. Chanyeol pun bisa bernafas sedikit lega. Dia berhasil mengecoh orang itu.
...#FlashbackOn#...
"Sungguh? Lalu dimana nenek dirawat?" tanya Chanyeol.
"Rumah sakit wanita. Namun Tuan muda jangan sembarangan menyebutkan nama rumah sakit itu. Ada banyak mata-mata jahat yang mengintai rumah ini. Karena anda sudah datang kesini, maka kemanapun anda berada, orang itu pasti akan mengikuti anda. Pikirkanlah terlebih dahulu agar mobil yang berada di belakang anda tidak mengikuti anda pergi ke rumah sakit itu. Atau kalau tidak, nyawa keluarga Park yang menjadi taruhannya Tuan." bisik polisi itu pelan sekali Chanyeol yang sedikit paham dengan apa yang di katakan oleh polisi itu karena ujung matanya tak sengaja menangkap sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi pun mulai ber acting.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, terimakasih pak." Chanyeol pun pergi dan berjalan sampai di depan komplek. Tak selang lama dari dia sampai di depan komplek, mobil itupun juga terlihat keluar dari komplek lalu terparkir agak jauh dari tempat dia berdiri. Saat Chanyeol menaiki taxi pun mobil itu juga mengikutinya. Bahkan sampai sopir taxi itupun juga melihat kalau ada mobil yang mengikuti mereka.
"Tuan, ada mobil yang mengikuti anda di belakang." ucap sopir itu sambil terus melihat jalan dan spion nya. Sopir itu sadar kalau penumpangnya tengah berada di dalam bahaya.
"Pak, kita nanti belok ke rumah sakit Park saja. Saya akan turun ke sana. Tapi bapak jangan pergi dulu ya pak. Nanti saya akan kembali lagi. Bapak tunggu saja di depan gerbang rumah sakit. Saya mau mengecoh orang itu." ucap Chanyeol memberi ide kepada sang sopir.
"Baik tuan."
Dan sesuai rencana tadi, Chanyeol mengecoh orang yang mengikutinya. Dia yakin bahwa orang itu adalah suruhan orang jahat yang mencoba mengincar nyawa keluarganya.
...#FlashbackOff#...
Chanyeol sedikit lega karena dia tidak mengekspos keberadaan keluarganya. Namun leganya Chanyeol hanya sebentar tatkala sang sopir taxi kembali berbicara.
"Tuan, maafkan saya tuan. Saya rasa anda harus turun di sini. Saya tidak mungkin membawa anda ke tempat tujuan anda yang sebenarnya." ucap sopir taxi itu ketika menghentikan taxi nya di sebuah rumah sakit swasta lainnya.
"Mereka sudah mendapatkan GPS mobil ini Tuan. saya jelas jelas sudah tidak bisa mengantarkan anda ke rumah sakit wanita." ucap sopir itu.
"Baik Pak. Kalau begitu terimakasih pak." ucap Chanyeol yang langsung pergi. Namun sebelum pergi sopir itu berucap.
"Sama-sama tuan. Semoga anda selamat dan tolong lindungi tuan park." ucap sang sopir lalu pergi meninggalkan Chanyeol.
Chanyeol juga kembali masuk ke dalam sebuah taxi yang kebetulan tengah menurunkan penumpangnya. Chanyeol pun langsung kembali melaju menuju ke rumah sakit wanita. Namun selama dalam perjalanan dia memikirkan perkataan sang sopir taxi tadi. Dia berpesan kepada Chanyeol untuk menjaga tuan Park. Berarti itu bawahan dari pamannya. Tapi bagaimana dia bisa tahu kalau Chanyeol adalah keluarga Jin-young?
Selang dua puluh menit dia sampai di rumah sakit wanita. Dia bertanya kepada petugas jaga di mana pasien yang di rawat atas nama Joanna. Dan tidak ada di sana. Dia bertanya atas nama Jason atau Jin-young juga tidak ada. Chanyeol frustasi karena Jin-young benar-benar menutup identitas Joanna di rumah sakit itu. Namun di saat yang bersamaan dia melihat Park Soo Young, kakak dari Park Jin-young. Chanyeol pun langsung berlari dan menahan lengan tantenya itu.
"Tante." ucap Chanyeol memanggil Soo Young. Soo Young pun berhenti dan melihat ke arah Chanyeol.
"Chanyeol~ahh." ucap Soo Young sambil melihat sekeliling. "kamu tidak di ikuti oleh orang kan?" tanyanya dengan pelan.
__ADS_1
"Orangnya sudah ku kecoh tan." ucap Chanyeol.
"baguslah.Kalau begitu ayo masuk." ajak Soo Young.
Mereka berjalan dengan di kawal oleh bodyguard yang berada di depan dan belakang mereka. Sampailah mereka di sebuah bangsal VVIP yang juga di jaga ketat oleh beberapa orang yang berbadan kekar. Namun pandangan Chanyeol tertuju pada seseorang yang tengah terduduk di sebuah kursi panjang dengan kepala menunduk. Chanyeol mendatanginya dan menghampiri lelaki itu. Di sentuh nya lelaki itu pada pundaknya.
"Hans...."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1