Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Busan.


__ADS_3

Sebenarnya kegiatan hari ini itu atas usul dari Yong Jin yang menyuruh kepala sekolah tempat Junnie dan Minky sekolah untuk mengadakan karya wisata ke panti asuhan di Busan. Ini semua juga rencana yang dibuat oleh Yong Jin dengan Jin-young.


"Daddy, Gloria pengen ikut sama Minky." ucap Gloria yang merengek kepada Jin-young.


Selama ini memang Jin-young menggantungkan Nana. Nana terus mendesak untuk menikahinya, tapi dengan alasan restu dari keluarga besar, membuat Jin-young mengurungkan niat nya untuk menikahi Nana. Padahal, Jin-young memang sudah tak ada niatan untuk menikahi Nana karena dia juga sudah mempunyai tambatan hati. Namun jika dia belum menemukan Vin's, maka dia juga belum bisa menikah. Untungnya sang kekasih hatinya begitu bersabar dan mau menunggu sampai Jin-young siap melamarnya. Tentunya Nana tidak pernah tahu siapa wanita itu.


"Gloria nanti berangkatnya bareng sama Daddy dan Mommy. Kita nyusul di belakang. Kan Minky pakai bus sekolahnya. Sedangkan Gloria kan belum sekolah. Jadi Gloria tak bisa ikut bareng sama Minky." ucap Jin-young.


"Kapan sih kamu mau balik ke Venezuela? Kasihan Gloria belum sekolah." ucap Nana.


"Kan kita akan menetap disini. Apalagi kalau proyek ku berkepanjangan. Jadi Gloria bakalan menetap disini." ucap Jin-young.


"Ya kamu aja yang menetap disini. Aku mau balik ke Venezuela aja. Untuk apa aku menetap disini kalau status aja kita gak punya." ucap Nana sarkas.


"Sabarlah sayang. Status itu gak begitu penting. Yang penting kita selalu bersama." ucap Jin-young.


"Baiklah sayang.."


Hanya dengan kalimat itu cukup membuat Nana yang tadinya ngeyel terus minta menikah, akan langsung luluh. Tidak bisa di pungkiri, selama enam tahun bersama, terkadang Jin-young bisa berakhir di ranjang bersama Nana. Namun itu bukan kehendak Jin-young. Melainkan itu kehendak Nana yang menginginkan agar cepat hamil anak Jin-young dan ia segera dinikahi. Namun tanpa sepengetahuan Nana, Jin-young sering memberinya pil pencegah setelah berhubungan dengan modus bahwa itu vitamin penguat.


*


*


*


Pukul sepuluh semua rombongan beserta Jin-young sampai di Busan. Ramai sekali karena orang tua murid juga ikut hadir. Mereka semua disambut dengan meriah oleh pihak panti asuhan.


Acara ini bertema santunan anak yatim piatu. Dimana ini mengajarkan kepada para murid tentang pentingnya beramal kepada satu sama lain. Terlebih bagi yang membutuhkan.


"Selamat datang kami ucapkan kepada rombongan karya wisata sekolah dasar Seoul. silahkan menikmati semua yang ada di panti asuhan kami." ucap Han Seungwoo selaku perwakilan dari pihak panti asuhan.


Semuanya pun menyebar. Banyak sekali anak-anak yang begitu antusias bermain dengan anak panti yang berjumlah ratusan itu. Ya, panti asuhan yang di dirikan oleh Vin's ini memiliki ratusan anak dan panti asuhan terbesar disini.

__ADS_1


"Bro.. dimana Vin's? kenapa gue cuma lihat Seungwoo aja?" bisik Jin-young.


"Sama, coba nanti gue berbaur sama ibu panti. Lo gimana alasan lo buat meeting disini?" tanya Yong Jin.


"Udah, gue bilang kalau nanti malam kita bakal nginap disini termasuk lo pada. Oke." ucap Jin-young.


"Sip deh. ya udah sana kamu cari disana siapa ketemu. Aku mau bicara sama ibu panti." ucap Yong Jin.


Yong Jin pun pergi meninggalkan Jin-young. Dia berjalan ke arah istrinya yang juga tengah berbincang-bincang dengan ibu panti.


"Nah, eomma.. kenalin ini Park Yong Jin. Suami saya." ucap Ela mengenalkan Yong Jin.


"Ohh selamat datang di pondok kecil kami Tuan Park." ucap Eomma panti dengan penuh hormat.


"Tak perlu terlalu formal eomma. Bersikaplah seperti anda kepada istri saya." ucap Yong Jin ramah lalu duduk di hadapan mereka.


"Anda dan istri anda memang orang yang paling rendah hati." Ucap eomma dengan penuh pujian.


"Ahh eomma ini bisa aja. Ohh ya eomma, bolehkah saya bertanya sedikit?" tanay Yong Jin.


"Sejak kapan panti ini di dirikan eomma?" tanya Yong Jin sudah seperti wartawan saja.


"Sebenarnya panti ini cuma baru berdiri lima setengah tahun. Kalau dihitung dari pembangunan, sudah hampir enak tahun yang lalu." ucap Eomma.


"Lalu apa yang mendasari eomma mendirikan panti ini?" kini Ela ganti bertanya.


"Sebenarnya dulu kami tidak pernah ada niat untuk membangun panti asuhan. Tapi semenjak banyak ditemukan bayi yang dibuang, maka kami pun mendirikannya." ucap Eomma.


"Eomma tadi menyebut kami, siapa saja itu?" tanya Yong Jin. Karena menurut data yang Nam Ju Wan dapat, bahwa Vin's merupakan donatur tetap di panti ini.


"saya dan dua anak saya." ucap Eomma.


"Kedua anak anda? Tadi saya hanya melihat satu. apa yang wanita di sampingnya itu anak anda juga?" tanya Ela yang merasa tadi hanya bertemu dengan Han Seung Woo.

__ADS_1


"Ohh bukan. itu anak menantu saya dan anak pertama saya. Anak kedua saya tengah sibuk di belakang. Mungkin sebagian dari murid-murid yang tertarik dengan bercocok tanam akan bertemu dengannya. Kalau mereka tidak takut." ucap Eomma.


Namun belum sampai Yong Jin ataupun Ela bertanya lagi, datang seseorang dengan tampilan yang menonjol sendiri karena nyeleneh. Apalagi dengan rambut panjangnya yang tertata rapi di belakang. Dia memakai pakaian serba hitam dan juga topi. Matanya yang berwarna hitam entah karena dia kurang tidur atau karena memang itu make up yang dia pakai. kontras dengan kulitnya yang begitu putih bak mayat.



"Eomma..." ucap lelaki itu yang tak lain adalah Woodz.


"Ehh.. Woodz.. kebetulan kamu disini. Ini perkenalkan, orang yang akan mendonasikan uangnya di panti kita. Namanya Tuan dan Nyonya Park." ucap Eomma membuat Woodz menoleh kearah Ela dan Yong Jin.


"Salam, perkenalkan nama saya Woodz." ucapnya dengan kehati-hatian.


Bagaimana tidak, selama enam tahun ini sudah sering kali kolega yang dulu di kenal oleh Woodz berdatangan dan tak pernah sekalipun mereka mengenali Woodz sebagai Vin's. Tapi untuk kali ini dia ragu karena ada adiknya disini.


"Saya Yong Jin dan ini istri saya Ela. Senang berkenalan dengan anda Tuan Woodz." ucap Yong Jin.


"Jangan memanggilku seperti itu Tuan. Saya tidak pantas memakai sebutan Tuan." ucap Woodz.


"Pantas tidak pantas itu bagi mereka yang tak menyukai Anda. Tapi bagi saya, Anda pantas dipanggil seperti itu karena sikap mulia Anda yang mau merawat para anak yang ditelantarkan." ucap Yong Jin masih santai.


Namun tidak dengan Ela. Dia terus melihat Woodz seakan ingin menguliti nya. matanya terus meneliti dimana Ela pernah bertemu dengan lelaki yang berada di depannya itu. Lelaki yang terlihat tampan dan begitu dewasa itu


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2