Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 59


__ADS_3

Han Sung terlihat begitu sedih. Chanyeol hanya bisa menenangkan dengan cara terus mengelus pundak Han Sung dan tidak beranjak dari sisinya. Chanyeol juga bisa melihat adanya emosi marah yang tak terbendung dalam diri Han Sung. Chanyeol pun juga bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Han Sung. Dalam waktu yang dekat, dia telah kehilangan dua sepupunya dan juga neneknya. Semua ini karena ulah dari seseorang yang tamak akan harta dan kekayaan. Chanyeol rasanya ingin menguliti lelaki itu dan melemparnya di kandang harimau Siberia. Dia tidak akan membiarkan lelaki itu lolos jika dia bertemu dengan lelaki itu.


"Akan ku cari dia sampai di ujung dunia. Akan ku buat seluruh keluarganya ikut menanggung semua akibatnya karena dia telah berani mengusik keluarga Park." ucap Han Sung dengan penuh emosi sambil mengepalkan tangannya. Dia bersumpah, dimanapun dia berada, dia tak akan hidup tenang jika lelaki itu belum juga mati di tangannya.


"Jangan lo hadapi semuanya sendiri. Masih ada gue di sini yang akan bantu lo. Kita hadapi dia bersama-sama." ucap Chanyeol memberi semangat kepada Han Sung.


"Pastinya. Kita akan membunuhnya dengan tangan kita sendiri." ucap Han Sung dengan wajah dinginnya.


Mereka sekarang tengah menunggu proses kremasi untuk Joanna. Namun mereka tidak mempunyai tempat untuk pulang. Mereka tidak bisa pulang ke rumah. Karena dari laporan polisi yang berjaga di sana bahwa rumah itu masih selalu di mata-matai oleh anak buah Dawn. Mau dibawa pulang ke rumah Cassie pun tidak bisa karena itu sama saja memberi umpan kepada Dawn. Kita tidak pernah tahu apa yang sudah di siapkan oleh Dawn untuk mereka. Namun tiba-tiba datang seseorang dengan wajah asing bagi mereka kecuali Chanyeol yang sudah mengenalnya.


"Selamat malam semuanya." sapa lelaki dengan suara beratnya.


"Bright?" kata Chanyeol yang mengenali lelaki itu sebagai sepupunya Bright. Dia juga bingung kenapa sepupunya berada di sana.


"Halo sepupu. Kenapa kamu tidak menghubungi ku kalau kamu sedang menghadapi hal yang serius seperti ini?" tanya Brught membalas sapaan Chanyeol.


"Darimana kamu tahu aku berada di sini?" tanya Chanyeol yang tidak mengindahkan wajah yang penuh tanya dari yang lain. Karena di sana tak satupun yang tahu kalau itu Bright karena mereka jarang sekali bertemu. Hanya beberapa kali bertemu. Bright lebih fokus dengan studi nya daripada keluarga.


"Emm... sebaiknya kamu perkenalkan aku lebih dulu saja. Lihatlah yang lain pada penasaran siapa aku." ucap Bright membuat Chanyeol melihat ke arah yang lain dan Chanyeol pun langsung mengenalkan Bright kepada yang lain.


"Semuanya, perkenalkan, dia adalah Bright. Anak dari Om Yong Bin." ucap Chanyeol mengenalkan Bright. Namun baik Jin-young atau Han Sung masih terlihat waspada dan tidak percaya dengan Bright.


"Kalian tenang saja. Aku bukanlah orang jahat mata-mata dari Dawn. Justru aku kesini karena juga ingin menangkapnya. Dia sudah menjadi buron ku sejak lama. Dan aku kesini karena di suruh oleh Papa. Papa dan Uncle Yong Jin sudah tahu semuanya yang terjadi di sini." ucap Bright.


"Jadi benar bahwa memang bukan Papa yang menjadi dalang di balik ini semua?" tanya Chanyeol.


"Kenapa kamu bisa beranggapan kalau semua ini ulah Uncle Yong Jin? Dia tidak mungkin punya nyali untuk melakukan hal seperti ini." ucap Bright.


"Emm.. itu tidak penting aku darimana bisa mendapatkan spekulasi seperti itu. Tapi memang benar bukan papa kan yang menjadi dalang dari semua masalah ini?" tanya Chanyeol sekali lagi memastikan.


"Jangan bilang kalau Papamu pernah mengancammu menggunakan keluargaku." ucap Han Sung kepada Chanyeol.

__ADS_1


"Eng... itu.. sudah lama sekali sebelum meninggalnya kak Yura." ucap Chanyeol.


"Itu bukan masalah yang penting lagi sekarang. Sekarang yang penting adalah mencari akar masalah ini. Aku ingin bertanya pada Uncle Jin-young. Apa uncle kenal dengan wanita yang berada di foto ini?" tanya Bright dengan menunjukkan sebuah foto seorang perempuan di tangannya. Dalam sekali lihat saja Jin-young bisa mengenalinya.


"Dia mantan kekasihku delapan belas tahun yang lalu. Namanya Han Bo Reum. Ada hubungan apa Han Bo Reum dengan masalah ini?" tanya Jin-young.


"Bukannya dia di penjara karena kasus penusukan itu ya?" ucap Yuna yang teringat akan peristiwa delapan belas tahun yang lalu.


"Kalau aku ceritakan semuanya apa uncle akan percaya?" tanya Bright


"Apapun itu kenyataan yang kamu ceritakan, uncle lebih percaya denganmu daripada dengan orang yang sudah mencoba menghancurkan keluarga uncle." ucap Jin-young.


"Baiklah. Semua berawal dari uncle yang berpacaran dengan Han Bo Reum. Sebenarnya Han Bo Reum mendekati uncle bukan suatu kesengajaan. Tapi di rencana oleh Dawn. Dawn adalah kekasihnya yang sudah bersamanya setelah lima tahun. Dawn terpaksa menikahi aunty Cassie karena dia berpikir kalau perusahaan Park yang ada di sini itu miliknya. Namun ternyata setelah dua tahun menikah dia hanya bisa menjabat sebagai karyawan biasa di sana karena bukan aunty Cassie yang memilikinya. Akhirnya dia menyuruh Han Bo Reum untuk mendekati uncle....."


"..... Tapi dulu Han Bo Reum tidak bisa dengan mudah mendekati tuan karena masih ada aunty Nana. Namun, bukan Han Bo Reum namanya kalau dia tidak bisa menjauhkan uncle dari aunty Nana. Aunty Nana mengalami kecelakaan karena Han Bo Reum yang membayar orang untuk mencelakainya. Tapi justru uncle malah menikah dengan aunty Yuna. Dia marah dan berusaha untuk membunuh aunty Yuna. Pada akhirnya Uncle mengirimnya ke penjara...."


"..... sebenarnya Han Bo Reum seharusnya di penjara selama sepuluh tahun. Tapi di tahun kedua dia di bebaskan oleh Dawn dengan tebusan uang jaminan. Dia bersembunyi di New York selama ini. Dawn terus berusaha membuat uncle percaya kepadanya. Dia rela meninggalkan Bo Reum dan anaknya di New York. Sedangkan dia berusaha sendiri di sini. Dan barulah sekarang setelah dua puluh lima tahun dia berusaha. Dia melakukan nya sendiri dengan bantuan sebagai anggota mafia."jelas Bright panjang lebar.


Jin-young yang mendengarnya pun kaget. Dia tidak menyangka kalau Bo Reum dan Dawn sepasang kekasih. Padahal keluarganya sudah melakukan hal yang baik dan tulus kepada mereka berdua. Tapi justru mereka mendapatkan balasan yang seperti ini. Tapi jika dia dulu jadi menikah dengan Bo Reum, mungkin nama keluarga Park sudah hilang sejak lama. Jin-young pun menggenggam tangan Yuna sebagai tanda syukurnya karena telah mendapatkan istri sebaik Yuna.


"Daddy tenang saja. Masih ada aku yang akan membalaskan dendam sepupu dan nenek. Selamanya aku tidak akan pernah melepaskan mereka." ucap Han Sung dengan pancaran amarah dan dendam di matanya.


Semuanya tahu bagaimana marahnya Han Sung kepada Dawn. Tapi mereka tidak menyangka kalau hal itu membuat api dendam bersarabg pada diri Han Sung yang masih berusia tujuh belas tahun. Dan di saat semuanya tengah memperhatikan Han Sung, seseorang berlari ke arah mereka dengan raut wajah yang khawatir.


"Tuan, gawat Tuan. Mobil yang di tumpangi Tuan Han Bin dan Nyonya Cassie saat dari penjara di hadang oleh orang bersenjata anak buah Dawn. Sopir tuan Han Bin meninggal dengan luka tembak di kepala. Sedangkan Tuan Han Bin di larikan ke rumah sakit karena luka tembak pada lengan kirinya." ucap seseorang berseragam sopir yang ternyata anak buah Jin-young.


"Lalu bagaimana dengan Cassie?" tanya Jin-young pada orang itu. Yang lainnya pun ikut menyimak. Namun hanya Chanyeol yang sibuk dengan HP nya. Dia bergantian melihat layar ponsel dan wajah orang itu. Dia ternyata mengenali orang itu yang tak lain sopir taxi yang tadi mengantarnya. Dia lalu berpikir kalau orang-orang suruhan papanya sudah memenuhi kota.


"Nyonya Cassie dibawa oleh Dawn, Tuan." ucap pengawal itu lagi membuat semuanya menjadi panik dan khawatir.


"Bagaimana ini, dia sudah membawa Cassie. Pasti dia akan meminta sebuah imbalan untuk di tukar dengan Cassie." ucap Jin-young.

__ADS_1


"Om yang tenang. Lebih baik sekarang kita semua pergi dari sini setelah proses kremasi selesai. Kita pergi ke tempat yang lebih aman dari ini." ucap Chanyeol.


"Tapi pergi kemana? Rumah Eomma tidak bisa. Apalagi rumah Cassie. Sama saja kita masuk ke kandang singa." ucap Soo Young.


"Semuanya tenang saja. Barusan Papa bilang bahwa dia membeli sebuah motel untuk kita bersembunyi. Motel itu juga sudah berisi orang-orang nya." ucap Chanyeol.


"Kenapa Yong Jin melakukan itu? Semuanya yang berhubungan dengan nama Park pasti akan menjadi incarannya." ucap Jin-young.


"Tenang saja uncle. Uncle Yong Jin tidak akan sebodoh itu untuk mengumbar namanya. Dia pasti memakai nama orang lain. Seperti Papa yang menggunakan nama Inggris ku untuk masuk ke negara ini." ucap Bright.


"Benar Om. Papa memakai Chan Lin. Dia tidak memakai marga Park melainkan marga Lin yang selalu aku pakai dulu." ucap Chanyeol. walaupun papanya selalu sibuk dan tidak memperhatikannya, namun bagaimanapun dia percaya kalau papanya tidak akan membuat anaknya menderita.


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi dari sini." ucap Bright.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2