
Selesai melakukan interkom, Chanyeol pun melihat kearah jam dinding di kamarnya. Ternyata sudah pukul lima sore. Sebentar lagi semuanya akan segera pulang. Chanyeol pun membawa kursi rodanya ke dapur dan segera memasak makan malam untuk yang lain. Sebenarnya dia mulai agak risih dengan harus selalu duduk di kursi roda padahal dia sudah sembuh sejak dua tahun yang lalu. Namun jika dia berdiri, dia takut kalau tiba-tiba yang lain pulang mendadak dan melihat Chanyeol tengah berdiri, bisa-bisa rencananya gagal. Dia memang sengaja bersembunyi sebagai orang cacat agar tidak di ketahui oleh musuhnya dalam dunia hitam. Jika sampai dia ketahuan, maka rencananya untuk membalas dendam kepada Dawn pun gagal.
Chanyeol mulai memasak makan malam dengan tenang. Tangannya sudah cekatan dengan memotong bahan makanan dan memasaknya. Dia sudah benar-benar koki yang handal untuk yang lain. Masakannya paling enak dalam rumah itu. Bahkan keluarga besarnya jika pulang ke Paris selalu makan dengan lahap masakan Chanyeol.
Saat asyik dengan acara masaknya, Chanyeol di kagetkan oleh suara yang tiba-tiba muncul dari ruang keluarga. Ruang keluarga berada tepat di samping dapur. Jadi kalau ada apa-apa disana Chanyeol mengetahuinya. Chanyeol mematikan kompornya. Lalu dengan pelan dia menjalankan kursi rodanya untuk melihat keadaan, siapa yang berada di ruang tengah. Dia melihat dengan teliti dan menemukan Han Sung yang mencoba untuk melompat dari luar dan masuk ke dalam. Chanyeol merasa ada yang tidak beres dengan Han Sung karena Han Sung tiba-tiba saja melompat dari jendela.
"Hans? Kamu ngapain masuk ke dalam rumah melalui jendela? Apa kamu tidak bisa lewat pintu? Ku pikir kamu itu maling. Untung aku tidak melayangkan pisau dapur untukmu." ucap Chanyeol mengagetkan Han Sung yang tengah merapikan pakaiannya.
"Ahh ini... aku lupa membawa kunci pintu. Jadi aku lompat dari jendela samping." ucap Han Sung yang kaget karena Chanyeol muncul tiba-tiba. Namun mata Chanyeol begitu jeli. Dan dia melihat ada keanehan dari wajah Han Sung yang langsung bisa di sadari oleh Chanyeol. Karena Chanyeol sudah sering melihatnya.
"Kan ada Scarlett. Kemana dia? Kenapa tidka pulang bareng kamu?" tanya Chanyeol dengan santai sambil bermain dengan ponselnya.
"Scarlett? ehh iya, Dia.. dia menjemput Freya. Iya menjemput Freya." ucap Han Sung yang semakin gagap ketika Chanyeol bertanya seperti itu. sedangkan Chanyeol justru malah semakin melihat adanya ketidakberesan dalam diri Han Sung. Namun tiba-tiba Chanyeol tersenyum misterius.
"Hans, kamu lupa tidak dengan titipanku? Tadi pagi aku menitip sesuatu kan denganmu sebelum berangkat kerja?" tanya Chanyeol.
"Titipan apa? Aku lupa." ucap Han Sung yang terlihat tergagap dan panas dingin ketika Chanyeol menanyakan titipan nya.
"Tadi pagi kan sebelum kamu berangkat kerja, aku nitip pulangnya untuk di belikan selain kacang. Lagipula gak biasanya kamu pulang jam segini. Biasanya pulang jam tujuh malam tepat saat makan malam. Kalau jam segini aku bukan belum selesai masaknya." ucap Chanyeol dengan senyumnya.
__ADS_1
"Ahh... selain kacang, maaf aku lupa. Dan kamu gak usah masak. Biar aku saja yang memasaknya." ucap Han Sung. kecurigaan Chanyeol semakin besar saat Han Sung berkata seperti itu.
Selama ini Han Sung tidak pernah sekalipun belajar memasak. Dia tahunya hanya makan saja. Lalu apa dia bilang? lupa bawa kunci pintu? Apa dia bercanda? pintunya kan memakai kunci dengan sidik jari di gagang pintunya. tidak perlu memakai kunci lagi. Chanyeol yang curiga pun seketika berdiri dan menodongkan pistol yang selalu berada di balik bajunya. Chanyeol menodongkan pistol tersebut tepat di kepala Han Sung.
"Siapa lo sebenarnya. Dan apa maksud lo menyelinap masuk ke rumah gue?" tanya Chanyeol dengan tatapan yang membunuh. Orang yang wajahnya mirip dengan Han Sung pun hanya mendelik kaget saat mendengar apa yang dikatakan oleh Chanyeol barusan.
"Lo ini apa-apaan sih Chan. Ini gue Hans. Emangnya lo pikir gue siapa?" ucap Han Sung yang ketakutan akan tatapan Chanyeol yang membunuh. Namun Chanyeol tak akan menatap seperti itu kalau memang benar dia Han Sung.
"Bohong! Siapa lo sebenarnya? Kalau lo emang Hans, lo seharusnya tahu kalau gue gak pernah titip selai kacang karena gue alergi dengan kacang. Dan lo gak butuh kunci pintu buat masuk kedalam rumah. Dan yang paling penting, kalau lo benar-benar Hans, lo seharusnya marah karena gue masak. Bukannya malah bantu buat masak karena Hans yang asli tidak bisa memasak. Dan kenapa lo gak kaget kalau gue bisa berdiri? Seharusnya lo kaget lihat gue berdiri." ucap Chanyeol yang ingin segera melepaskan pelatuknya. Namun dia masih ingin mengulur waktu dengan itu. Orang yang berwajah mirip dengan Han asing itupun hanya terdiam kaku. Dia tidak menyangka kalau Chanyeol akan mengetahui penyamarannya dalam waktu yang begitu singkat.
"Kenapa hanya diam saja? Siapa yang menyuruhmu kesini?" lelaki itu terpojok oleh Chanyeol. Dia benar-benar mati kutu tidak bisa membalas Chanyeol. Chanyeol semakin menekan pistolnya di kepala lelaki itu. Namun tiba-tiba saja lelaki itu tertawa terbahak bahak saat merasakan ada dua orang yang berada di sampingnya tanpa melihat dulu siapa orang itu. Karena dia berpikir kalau dua orang itu adalah anak buahnya.
"untuk apa aku harus takut. Seharusnya kamu melihat dulu anak buah siapa yang datang. Anak buahku apa anak buahmu." ucap Chanyeol.
Karena sebenarnya yang berada di sekitar lelaki itu adalah anak buahnya bukan anak buah lelaki itu. Bugh. Satu buah pukulan melayang tepat di belakang kepala lelaki itu. Lelaki itu pingsan seketika di hadapan Chanyeol. Chanyeol pun yang penasaran akan wajah dari orang itu langsung membuka topeng silikon yang di pakai oleh orang itu. Berkat topeng itu wajahnya benar-benar mirip sekali dengan Han Sung. Untungnya Chanyeol mempunyai keahlian dalam melihat hal hal yang menjanggalkan seperti itu.
Anak buah Chanyeol pun membawa orang misterius itu ke sebuah tempat yang di jadikan markas oleh Chanyeol. Anak buahnya akan menginterogasi lelaki itu jika dia sudah siuman. Chanyeol masih belum bisa menebak siapa dalang yang mengirim lelaki itu ke rumahnya. Chanyeol bahkan tidak tahu siapa musuhnya di dunia hitam karena selama ini memang mereka hanya mengenal nama Mister Park namun tidak ada satupun yang tahu siapa dan bagaimana wajah dari Mister Park.
Apalagi Dawn. Tapi Chanyeol memiliki firasat bahwa enam puluh persen tebakannya mengarwh ke Dawn. Perusahaan Nightingale tengah maju-majunya terutama di Paris. Nama Nightingale sudah terkenal di mana-mana. Mungkin itu yang membuat Dawn mengirim anak buahnya untuk memata-matai rumah ini agar dia bisa mencari kelemahan dan bisa merebut perusahaan Nightingale seperti dia dulu merebut perusahaan Park. itulah yang terlintas di pikiran Chanyeol.
__ADS_1
Chanyeol merasa kalau keluarga Nightingale sudah tidak aman lagi. Kalau memang benar dia adalah anak buah Dawn, berarti Chanyeol juga harus segera bertindak agar Dawn tidak melenyapkan keluarganya untuk yang kedua kalinya. Sudah cukup keluarga Park yang hilang dari muka bumi. Sekarang bagi mereka untuk membalaskan dendam keluarga Park dengan keluarga Nightingale.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.