
Mereka pun berjalan kaki sampai di kampus. Jaraknya hanya lima menit di tempuh dengan jalan kaki.
"Kamu kenapa ingin masuk ke sekolah musik?" tanya Chanyeol.
"Karena aku ingin mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang musik. Atau bisa di bilang agensi besar seperti di Korea. Aku ingin merekrut banyak orang yang memiliki potensi untuk menjadi bintang kelas dunia. Aku juga ingin menciptakan banyak lagu yang bisa menginspirasi semua orang yang mendengarnya." ucap Freya mantap. Terlihat dengan jelas bahwa dia mempunyai mimpi yang tinggi.
"Keren... Oppa sendiri kurang lebih sama sepertimu. Oppa juga memiliki studio sendiri di Korea. Ya walaupun kecil, tapi studio itu sekarang di pegang oleh orang kepercayaan Oppa. Oppa kesini karena ingin menjadi producer music terkenal. Selain itu Oppa juga ingin menjadi seorang musisi yang hebat dan di kenal di seluruh dunia. Mulai dari nama dan lagu-lagu Oppa akan menjadi legenda untuk semuanya." ucap Chanyeol penuh dengan sebuah mimpi dan angan yang besar.
"Baiklah, Oppa. Kalau begitu mari kita rajut masa depan kita ber sama-sama mulai dari kita melangkahkan kaki kita ke depan gerbang ini. Gerbang yang akan menjadi awal kita untuk meraih mimpi besar kita. Sampai pada akhirnya, ada waktu dimana kita meninggalkan gerbang ini dengan ke suksesan yang berada dalam genggaman tangan." ucap Freya serius sambil memandang gerbang di depannya. Begitupun Chanyeol. Baik Chanyeol maupun Freya saling berjanji dalam hati kalau mereka berdua akan sukses bersama. Menjadi orang besar yang akan di kenal oleh siapapun walau hanya mendengar lagu mereka.
...***...
Korea, pukul satu dini hari.
Entah kenapa Han Sung tidak bisa tidur malam ini. Padahal dia merasakan badannya begitu lelah karena pekerjaan yang menumpuk di kantor. Dia bahkan sampai telat makan dan juga telat pulang. Tapi entah kenapa meskipun dia memejamkan matanya, dia tidak bisa kunjung terlelap. Hatinya begitu gelisah seperti akan ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Namun dia tak tahu apa itu. Yang pasti sekarang dia butuh seseorang yang bisa menjadi penghantar untuk tidurnya. Han Sung pun memutuskan untuk menelfon seseorang. Mencari nama orang itu pada nomor telfonnya. Lalu memanggilnya. Pada dering pertama, orang itu langsung menjawab panggilan dari Han Sung.
^^^"Halo Bro, ada apa?" ucap seseorang dari seberang yang ternyata Chanyeol. ^^^
"Gue gak bisa tidur bro." ucap Han Sung dengan nada manjanya layaknya berbicara dengan pacarnya.
^^^"Bukannya di Korea sekarang udah dini hari ya? Lo kenapa gak tidur? Mau jadi kelelawar lo tidurnya siang malamnya melek?" tanya Chanyeol. ^^^
__ADS_1
"Gak tahu nih kenapa gue gak bisa tidur. Rasanya gelisah terus. Lo lagi di luar kah? Kedengarannya rame?" tanya Han Sung yang mendengar banyak suara menjadi background suara Chanyeol.
^^^"Iya nih, gue lagi di kampus. Nih lagi di kantin nya. Makanya rame." ucap Chanyeol. ^^^
"Gue jadi kangen sama lo bro. kangen hangout bareng. Dimana ada lo di situ ada gue." ucap Han Sung mengingat kebersamaan mereka benar-benar seperti surat dan perangko.
^^^"Sumpah gue geli denger lo ngomong kaya gitu Hans. Gue laki woy. Gue masih normal ya." ucap Chanyeol bergidik ngeri, tak peduli banyak mata yang melihatnya.^^^
"Gue beneran kali, gue kesepian disini gak ada lo. Biasanya ada lo yang selalu ngusik kesepian hidup gue. Sekarang hidup gue benar-benar udah sepi." ucap Han Sung dengan melow.
^^^"Masa sih lo kesepian? Kata Taeyong, kemarin dia kirim pesan ke gue. Katanya kalian bertiga bakalan se kampus bareng? Gue jadi iri tahu gak pas denger kalian bisa satu kampus bareng. Dan gue di sini kesepian tahu." ucap Chanyeol. ^^^
"Ya begitulah. Tahu gitu gue ngikut lo ke Los Angeles ya. Biar kita bisa sama-sama lagi. Atau lo balik gih ke Korea. Biar kita bisa bareng terus Chan." ucap Han Sung seperti anak kecil.
"Pastinya.Gue yakin seratus persen kita berdua bakal sukses di masa depan. Gue punya lo dan lo punya gue. Jadi jangan takut buat gagal. Kalau sukses kita sukses bersama. Kalau salah satu gagal, kita akan hadapi bersama sampai kita sukses bersama." ucap Han Sung.
^^^"Nah gitu dong semangat. Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya. lo tidur gih jangan jadi kelelawar. night." ucap Chanyeol menutup telfonnya. ^^^
Han Sung sedikit tersenyum memandangi layar ponselnya yang sudah mati. Dia berjalan keluar dari kamarnya menuju balkon yang biasanya dia jadikan tempat untuk berbincang-bincang dengan Chanyeol. Balkon itu pula yang selalu menjadi tempat Chanyeol untuk melompat ke kamar Han Sung tanpa harus memutar lewat depan karena kamarnya dan kamar Chanyeol begitu dekat.
Kini kamar Chanyeol terlihat suram dan sepi. Apalagi hanya ada bibi di rumah itu yang menghuni nya. Meskipun di depan juga ada satpam, tapi tetap saja rumah itu sepi karena tak ada yang menetap di sana. Apalagi kamar Chanyeol yang seakan kehilangan nyawanya karena Chanyeol yang pergi dari Korea.
__ADS_1
Terkadang, dulu di saat tengah malam Han Sung terbangun karena mendengar alunan musik yang merdu dari petikan senar gitar yang di mainkan oleh Chanyeol. Dan juga suara Chanyeol yang begitu merdu dan enak untuk di dengar. Saat mendengar Chanyeol bermain gitar dan bernyanyi di malam hari, Han Sung akan bersembunyi di balik jendela dan mengintip sedikit dari dalam.
Dia akan mendengarkan lagu itu sampai selesai. Terkadang dia ikut menangis ketika mendengar Chanyeol menyanyikan lagu buatannya dengan lirik yang begitu menyentuh hati. Han Sung akan berlinangan air mata dan paginya matanya menjadi sembab. Dia selalu bersembunyi karena takut kalau Chanyeol mengetahui keberadaannya, dia akan merasa bersalah dan justru malah marah karena dia membuat Han Sung terganggu tidurnya. Namun Han Sung pintar dalam bersembunyi. Dia selalu tahu kalau Chanyeol merasa kesepian dalam hidupnya. Chanyeol tak pernah menunjukkan perasaan itu kepada Han Sung Hanya tengah malam seperti ini Han Sung baru bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Chanyeol. Mendengarkan lagu Chanyeol yang menyentuh hatinya sampai dia menangis.
Hans duduk di kursi santainya yang berada di balkon. Menengadahkan kepalanya kearah langit malam yang cerah dengan banyaknya bintang. Hembusan angin malam yang sedikit dingin menusuk kulit tak ia rasakan. Ia hanya membayangkan tengah melihat Chanyeol bermain gitar dan bernyanyi di balkon nya. Dia juga membayangkan suara merdu Chanyeol terdengar seperti malam malam dia selalu mendengarnya. Hanya dengan membayangkannya saja dia bisa merasa emosional karena teringat akan lirik lagu dari Chanyeol yang menyatakan bahwa dirinya begitu kesepian di dunia ini. Lama kelamaan, kantuk pun menyerang dan akhirnya Han Sung tertidur dengan lelap dikursi santai yang berada di balkon nya. Tanpa bantal dan selimut yang menghangatkan tubuhnya dari dinginnya malam.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.