Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Happiness, Sadness and Arranged Marriage


__ADS_3

"Hei.. jangan di pukul. dia itu Shownu Monsta X." ucap Ela yang melerai dengan suara sedikit tertahan.


"Tolong jangan dipukul. Gue mau cari aman buat ketempat wahan bermain. Gue ingin bersenang-senang mumpung berada disini." kata Shownu.


"Tapi kenapa kamu berpakaian seperti ini?" tanya Nana.


"Ya buat penyamaran aja." Shownu pun membuka kacamatanya.


"Kayanya lo mesti melakukan penyamaran yang lebih lagi dari ini deh bro." kata Yong Bin.


Akhirnya ikut arahan Yong Bin, Shownu memasuki sebuah departemen store untuk membeli pakaian. sebisa mungkin Yong Bin membuat Shownu seperti orang yang tak dikenal. dan benar saja, ketika dia baru saja keluar, kalau bukan karena ada Yong Bin di sampingnya, Ela dan Nana tak mengenali kalau dia itu Shownu.


"Wow... ternyata kamu punya keahlian buat menyamar jadi spy ya." puji Ela.


"Gila ini mah. kalau gak karena lihat kamu datang sama Yong Bin. aku juga gak tahu kalau kamu itu Shownu." kata Nana.


"Baiklah ladies. mari kita bersenang-senang dengan kakak kita. ayo kita main." kata Yong Bin menarik tangan Shownu.


Mereka berempat pun bermain dengan riang gembira. mereka memainkan semua permainan yang ada di wahana rekreasi itu. Bahkan mereka juga mencoba memasuki wahana rumah hantu.


"Kalau takut sini pegangan aja." kata Yong Bin dengan nada sok beraninya di depan Ela dan Nana.


Namun ketika melihat sebuah potongan tangan yang tiba-tiba terjatuh dari atas, seketika membuat Yong Bin berteriak. hal itu justru mengundang gelak tawa bagi yang lain.


"Penakut kaya gitu mau ngelindungi para cewek. sini biar kakak aja yang lindungi kalian." kata Shownu.


Akhirnya Shownu membawa Ela dan Nana di samping kanan dan kirinya. sedangkan Yong Bin mengekor mereka di belakang. Yong Bin ketakutan sampai memegang baju Shownu dengan erat. Setelah melewati pintu keluar, mereka pun bernafas lega.


"Akhirnya keluar juga." ucap Ela.


"Tadi ada yang bilang katanya gak takut? tapi sia0a yang ngumpet dibalik bajunya kak Shownu?" kata Nana.


"A.. aku bukannya takut. cu.. cuma kaget aja." elak Yong Bin.


"Udah, ngaku aja sih ya. gak usah gengsi gitu. untung gue laki." kata Shownu.


"Emm... kak boleh minta tanda tangannya gak? sebelum kakak pergi?" kata Ela yang kini mereka tengah mengantarkan Shownu ketempat agensinya berada.


"Boleh.mau foto juga boleh. kita ketemu sama anggota yang lain ya. tadi kita juga mencar buat main." kata Shownu.


"Jadi tadi sebenarnya ada kamera tersembunyi?" ucap Nana.


"Iya. sebenarnya ini sebuah misi untuk mencari orang yang tidak bertingkah berlebihan saat melihat ku. dan kalian orangnya." kata Shownu.

__ADS_1


"seriusan? kita bisa bertemu sama MonstaX?" kata Yong Bin.


"Serius. makanya ayo masuk. nanti kalian akan bertemu mereka." kata Shownu mempersilahkan mereka bertiga masuk.


Hari itu bagi Ela hari yang begitu indah. dia tidak menyangka dengan datangnya dia ke tempat rekreasi membuatnya melupakan masalahnya dengan Jin sejenak. Dia bahkan sampai lupa kalau tadi pagi dia merasakan sakit hati. Tapi itu tidak berlaku ketika dia sudah sampai dirumahnya dengan selamat.


Dia kembali murung. dia kembali teringat akan perkataan Yong Jin tadi pagi. dia pun langsung memasuki kamarnya dan mengurung diri di kamar. dia merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Dia menatap langit - langit kamar.


"Kak Jin. apa aku kurang menarik dan cantik? kenapa kamu sampai tak bisa melihat kalau aku itu mencintaimu kak? Hais... jadi apakah selama setahun ini kamu hanya melihat gadis kecil biasa yang perhatian kepada sang kakak?" ucap Ela seakan-akan ada Yong Jin di langit-langit kamarnya.


Saat dia hendak memejamkan matanya, dia mendengar gedean pintu yang keras dari arah luar. dia pun langsung terbangun dari duduknya. dia berlari kecil membuka pintu kamarnya.


"Kak Vin's? ada apa kak?" tanya Ela.


"Kamu ikut kakak sekarang. ada yang ingin kakak katakan. ini menyangkut keluarga kita." ucap Vin's dengan nada serius.


Vin's pun membawa Ela pergi meninggalkan rumah menggunakan mobilnya. dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak seperti biasanya. Ela ingin bertanya tapi dia takut karena kakaknya diam saja sedari tadi.


Saat mereka sampai di sebuah halaman parkir rumah sakit, Ela langsung khawatir. dia takut kalau ada orang yang sakit di keluarganya. Ela pun terus mengikuti kakaknya yang berjalan mendahuluinya. dia masih menyimpan pertanyaan itu dalam benaknya. dia tak tahu apa pun saat ini. dia hanya akan menunggu apa yang akan dikatakan oleh kakaknya.


Sampai saat dia memasuki sebuah ruangan, Ela melihat sesosok lelaki tercintanya tengah terbaring tak berdaya dengan begitu banyak alat ditubuhnya. seketika Ela menitikkan air matanya. dia menutup mulutnya seakan tak percaya apa yang dia lihat. Dia mendekati brangkar tersebut dan perlahan memegang tangan yang pucat itu.


"Ayah...." katanya perlahan. air matanya keluar begitu deras. Dia menangis di samping tubuh Kevin yang lemah tak berdaya. dia juga melihat Bundanya yang menangis sambil mengelus pipi sang Ayah.


"Ayah sakit dek. Ayah mengalami gagal ginjal. kondisinya semakin drop saat mendengar bahwa keluarga kita mengalami kemunduran. bahkan jika tidak segera di tangani akan bangkrut hanya dalam hitungan beberapa bulan." kata Vin's.


"Maafin bunda sayang. semua ini ide ayah kamu. dia tak ingin kamu dan kakakmu khawatir. tapi bunda tidak tahu akan jadi seperti ini pada akhirnya." kata Key dengan masih terisak.


Tiba-tiba, Kevin membuka matanya. dia melihat anak dan istrinya bersedih, dia pun tak kuat hati. dia tak menyangka kalau orang kepercayaan nya justru mengkhianati nya. dia menatap Vin's. Satu-satunya harapan untuk keluarganya hanyalah Vin's seorang.


Terdengar ketukan dari pintu. tiga orang masuk kedalam ruangan Kevin di rawat. dia adalah Tuan dan Nyonya Park dan juga Park Yong Jin anak pertama mereka sekaligus sahabat Vin's.


"Terima kasih kamu sudah datang kak." kata Kevin dengan nada yang begitu lemah.


"Kamu tenang saja. badai pasti berlalu. aku akan membantu keluargamu seperti kamu dulu membantuku sampai aku bisa bangkit seperti ini." kata Tuan Park mendekati Kevin.


"Aku ingin kamu membantuku dalam hal lainnya kak." kata kata Kevin.


"Apa itu?"


"Nak Jin, kemarilah." kata Kevin melambai pada Yong Jin. Yong Jin pun mendekat dan mengulurkan tangannya untuk dipegang oleh Kevin dan Kevin pun melanjutkan pembicaraannya.


"Setelah ini, aku akan membawa istriku untuk menemaniku untuk pengobatan ke Belanda. Sedangkan Junior akan pergi ke Amerika memperbaiki perusahaan yang berada diambang kehancuran. Kini aku hanya meminta satu hal. Aku ingin melihat putriku menikah, aku takut saat aku pergi berobat, aku tak bisa melihat putriku lagi. apakah kamu bersedia menikahi putriku nak Jin?" kata Kevin kepada Jin.

__ADS_1


Yong Jin pun menatap Ela. Ela juga menatapnya. tapi seketika itu Eka langsung beralih menatap Ayahnya. dia menatap ayahnya dengan airmata yang membanjiri pipi cantiknya.


"Kenapa ayah berkata seperti itu. aku akan menikah nanti. ayah akan bisa melihatku menikah." kata Ela.


"Ayah ingin kamu menikah sekarang nak. ayah sadar kalau umur ayah tidak panjang. ayah takut ayah tidak bisa melihat kamu menikah sayang." kata Kevin.


"Tapi yah.. Ela dan Kak Jin itu..." perkataan Ela di potong.


"Ela dan Jin akan menikah hari ini juga." kata Tuan Park.


Yong Jin menatap ayahnya. dia tidak menyangka kalau ayahnya akan mendukung ide gila orang yang tengah berjuang hidup itu. dia juga tidak berfikir. bagaimana bisa orang tuanya itu menyetujui pernikahan ini begitu saja. apa mereka tidak tahu betapa manjanya Ela? akan jadi apa rumah tangganya. Ela saja tidak bisa apa-apa. dia masih begitu seperti anak kecil. itulah yang ada di benak Jin.


"Betul kata suami ku Vin. hari ini Yong Jin akan menikah dengan Ela." kata Nyonya Park.


"Terimakasih Kak. dengan ini aku akan tenang meninggalkan anakku pada kalian. aku bisa berobat disana dengan tenang tanpa khawatir akan siapa yang mengurus anakku. karena aku tidak mungkin membawa Ela yang bahkan dia sendiri phobia akan naik pesawat." kata Kevin.


Ela menatap Jin. Jin pun juga menatap Ela dengan pandangan yang tak di mengerti. dia bingung mau bagaimana. akhirnya Yong Jin meminta ijin untuk berbicara kepada Ela. Ela dan Yong Jin pergi keluar dari ruangan itu. Setelah kepergian mereka berdua, Vin's pun mendekati ranjang Ayahnya.


"Apa ayah yakin dengan ini? apa ayah tidak akan berfikir dua kali?" ucap Vin's.


"Apa maksud nak Vin's menyuruh untuk berpikir dua kali? apakah anda meragukan tentang anak saya?" kata Tuan Park.


"Bukan itu maksud saya Tuan. justru saya lebih meragukan adik saya. apakah adik saya bisa menjadi istri yang baik untuk Yong Jin? karena meskipun adik saya sudah berumur dua puluh satu tahun, tapi dia masih begitu manja terhadap keluarganya. saya sanksi bahwa dia bisa menjadi istri yang baik untuk Yong Jin kedepannya." ucap Vin's mengungkapkan uneg-unegnya.


"Kamu tenang saja nak. adikmu itu seperti bundamu. meskipun dia manja, tapi ayah yakin dia akan menjadi dewasa dengan adanya pernikahan ini. kamu akan melihatnya nanti." ucap Kevin.


"Lebih baik kamu bantu urus pernikahan adikmu saja. biar cepat dilaksanakan dan ayahmu bisa segera berangkat ke Belanda untuk berobat." kata Key.


"Baik Bunda."


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa untuk like, coment dan Votenya ya.. terimakasih atas dukungannya.


__ADS_2