Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Yes... i"am Vin's


__ADS_3

"Siapa kamu? Kamu penculik ya?" ucap wanita yang tengah menggendong Yu Ra. Yang ternyata itu Nana. Berarti Yu Ra itu Gloria. Anaknya.


"Tenang Nyonya, saya bukan penculik. Dan tadi juga anak anda sendiri yang menyamperi saya duluan." ucap Woodz.


"Mommy, tenanglah. Dia bukan penculik. Dia orang baik." ucap Gloria.


"Orang baik kok penampilannya kaya berandal seperti ini. Udah ayo pergi dari sini. Kamu dari tadi di tungguin oleh Daddy mu untuk bersama makan siang." ucap Nana yang langsung membawa Gloria pergi dari hadapan Woodz.


"Jadi dia anakku. Dia anakku yang betapa aku rindukan. Aku memeluknya.. aku berbicara dengannya.. anakku.. hiks..." ucap Woodz yang lebih tepatnya seperti gumaman kecil.


Woodz seketika jatuh terduduk dengan isak tangisnya. Hingga dia merasakan ada dua tepukan di bahu kanan dan kirinya. Woodz mengusap matanya yang basah karena air mata. Woodz pun berdiri dan berbalik badan. Ditatap nya dua pasang mata di depannya. Yong Jin dan Jin-young.


"Tuan Park.." ucap Woodz yang bersandiwara.


Jin-young pun menarik Woodz sampai di parkiran yang lumayan jauh dari panti. Mereka terus menarik meski Woodz memberontak.


"Ada apa ini Tuan Park? kenapa kalian membawaku kesini?" tanya Woodz.


"Sudahlah Vin's, janganlah kamu bersembunyi dan bersandiwara lagi. Apa kamu akan terus seperti ini setelah melihat Yu Ra?" tanya Yong Jin.


Seketika Vin's langsung memeluk tubuh Yong Jin dan Jin-young. Vin's mencurahkan semua isi hatinya. Dia menangis dalam rengkuhan dua sahabatnya. Bahkan Jin-young juga tak kalah keras menangis nya.


"Akhirnya kita menemukan lo Vin's. Gue takut kalau gue gak bisa menemukan lo, gue harus menikahi Nana. Jujur gue gak bisa Vin's." ucap Jin-young.


Hal itu cukup membuat Vin's alias Woodz itu kaget. Bagaimana bisa Jin-young berkata seperti itu?


"Kenapa lo bicara seperti itu? bukankah lo udah menikahi Nana? Buktinya Yu Ra memanggil lo dengan sebutan Daddy." ucap Vin's.


"Sini duduk dulu, akan kita ceritain semuanya." ucap Yong Jin menyuruh Vin's duduk di sebuah meja yang berada di bawah pohon samping parkiran.


Mereka bertiga duduk sambil makan setelah menyuruh seorang pengurus panti untuk mengambilkan mereka bertiga makanan. Mereka bercerita sambil makan siang.


"Lo kemana aja selama ini?" tanya Yong Jin membuka percakapan mereka.


"Aku gak pernah ke mana-mana. Aku selama enam tahun hanya disini. Pasti kalian mencariku di negara yang dituju oleh ketiga pesawat itu. Iya kan?" tebak Vin's.


"Benar sekali. Dasar licik lo. Kalau bukan karena. Nam Ju Wan yang gak sengaja lihat lo dan ambil sampel DNA lo, kita gak bakal nemuin lo disini." ucap Jin-young.

__ADS_1


"Jadi bener dia anak ku, Bro?" tanya Vin's dengan mata menerawang mengingat pertemuannya dengan sang putri untuk pertama kalinya setelah enam tahun.


"Iya benar. Dia anak lo. Anak yang selama ini gue rawat. Gue emang gak ada niatan untuk menikahi Nana setelah hal itu terjadi Vin's. Gue sudah sadar, meskipun waktu itu gue masih mencintai Nana, tapi gue tak bisa hidup bahagia di atas penderitaan lo Vin's. Gue tak bisa se egois itu buat miliki Nana setelah gue tanpa sadar ngehancurin keluarga lo Vin's." ucap Jin-young dengan tulus.


"Kita udah cari lo dari dulu. Kita gak pernah berhenti buat cari lo. Apalagi Ela, adik lo. Dia orang yang paling terpukul mendengar kepergian lo. Dia orang yang paling tersiksa setelah ayah dan bunda. Apa kamu tidak kasihan dengan Bunda? Ayah dan Bunda sering sakit-sakitan jika mengingat lo Vin's. Hal itu justru makin buat Ela down. Dia seakan menyalahkan diri sendiri karena ikut menyetujui perjodohan mu dengan Nana waktu itu." ucap Yong Jin.


"Kita mohon... kembalilah Vin's. Kita semua butuhin lo. Nana dan Gloria juga butuhin lo." ucap Jin-young.


"Gue juga kangen banget sama Ela dan Bunda. Juga anak gue, Gloria. Tapi sorry, gue gak bisa balik sebagai Vin's. Bagi gue, Vin's sudah lama mati. Sekarang hidup gue hanya demi Woodz. orang biasa yang hidup di panti asuhan bersama anak-anak. Itu sedikit membuatku sejenak melupakan Gloria. Anakku sayang." ucap Vin's.


"Apa kamu tidak sayang dengan Gloria? kembalilah untuk Gloria Vin's." ucap Yong Jin.


"Dia selalu merindukanmu Vin's. Aku tak pernah menutupi tentang kamu pada Gloria. Dan dia selalu menanyakan mu. Akan lebih bahagianya saat dia tahu bahwa kamu akan tinggal bersamanya Vin's." ucap Jin-young.


"Justru karena itu aku tak akan pernah bisa kembali untuk Gloria. Akan seperti apa endingnya jika Nana tahu aku kembali dan ingin dekat dengan Gloria. Dia pasti akan semakin menjauhkan aku dengan Gloria." ucap Vin's putus asa.


"Kalau begitu kembalilah karena aku dan Bunda kak..."


*


*


*


"Sayang, makan yang lahap ya. Biar tumbuh besar dan pintar." ucap Ela kepada Minky dan Junnie.


"Mama, Papa mana?" tanya Minky.


"Daddy juga mana Bunda?" tanya Gloria pada Nana.


"Iya yah, kemana ya Daddy kamu nak." ucap Nana sambil melihat kesana kemari namun tak menemukan keberadaan Jin-young.


"Gue aja yang cari mereka. Palingan mereka juga lagi barengan. Maklum kembar. titip anak-anak." ucap Ela yang langsung beranjak dari meja makan setelah menitipkan Minky dan Junnie yang hanya dibalas anggukan oleh Nana.


Ela berjalan sendiri kesana kemari mencari Yong Jin dan Jin-young. Dia berkeliling panti. Bahkan setiap kamar hampir di bukanya siapa tahu salah satu diantaranya tengah tidur. Sampai dia bertemu dengan seseorang yang menunjukkan tempat dimana Yong Jin berada. Dan benar saja apa yang dikatakan oleh seseorang tadi bahwa di parkiran mereka berada tengah berbicara dengan Woodz yang Ela kira Vin's tadi. Namun belum sempat dia mendekat, telinganya menangkap percakapan mereka yang membuat Ela berhenti melangkahkan kakinya.


"Kita mohon... kembalilah Vin's. Kita semua butuhin lo. Nana dan Gloria juga butuhin lo." ucap Jin-young.

__ADS_1


Vin's? Kening Ela berkerut saat mendengar Jin-young memanggil Woodz dengan sebutan Vin's.


Ela berdiri di sebalik pohon dekat meja mereka. menguping apa saja yang dikatakan oleh mereka. Sampai telinga Ela merasa bahwa apa yang mereka bicarakan itu adalah hal yang akan membuatnya bahagia. Hal yang membuat nya berhenti berharap karena apa yang dia harapkan tengah berada di depannya.


"Gue juga kangen banget sama Ela dan Bunda. Juga anak gue, Gloria. Tapi sorry, gue gak bisa balik sebagai Vin's. Bagi gue, Vin's sudah lama mati. Sekarang hidup gue hanya demi Woodz. orang biasa yang hidup di panti asuhan bersama anak-anak. Itu sedikit membuatku sejenak melupakan Gloria. Anakku sayang." ucap Vin's.


"Apa kamu tidak sayang dengan Gloria? kembalilah untuk Gloria Vin's." ucap Yong Jin.


"Dia selalu merindukanmu Vin's. Aku tak pernah menutupi tentang kamu pada Gloria. Dan dia selalu menanyakan mu. Akan lebih bahagianya saat dia tahu bahwa kamu akan tinggal bersamanya Vin's." ucap Jin-young.


"Justru karena itu aku tak akan pernah bisa kembali untuk Gloria. Akan seperti apa endingnya jika Nana tahu aku kembali dan ingin dekat dengan Gloria. Dia pasti akan semakin menjauhkan aku dengan Gloria." ucap Vin's putus asa.


"Kalau begitu kembalilah karena aku dan Bunda kak..." ucap Ela yang merasa tak tahan dengan persembunyiannya.


Dia sudah terlihat menangis. Air matanya mengalir deras di kedua pipi indahnya. Ela menangis sambil menatap sendu kearah Vin's yang berdiri di depannya.


"Kembalilah kak. Demi aku, adik kakak. Kalau kakak tak mau kembali demi Gloria, ingatlah kak, masih ada aku dan Bunda yang begitu mengharapkan kakak kembali. Aku tak akan menyuruh kakak untuk menerima Nana ataupun Gloria. Tapi ingatlah kak kalau ada aku dan Bunda yang menyayangi kakak. jadi aku mohon, kembalilah kak." ucap Ela yang sudah memeluk Vin's dengan begitu erat.


"Pikirkanlah kembali Vin's. Apa kamu tidak kasihan dengan Ela dan Bunda?" tanya Yong Jin.


Vin's hanya memeluk Ela dengan penuh kasih sayang. Adiknya yang selalu dia cintai dengan sepenuh hatinya itu. Dia bagaimana bisa melupakan tentang adiknya ini. Meskipun dia sudah sepenuhnya melupakan Nana, tapi untuk adiknya, dia tak bisa melupakannya. Bahkan Gloria bayi, Gloria yang dulu masih bayi. mungil yang berada dalam dekapan Ela pun sampai sekarang hanya bisa menjadi kenangannya di ingatan jika dia merindukan sang anak.


Dia akan memejamkan matanya dan mengingat kembali wajah Gloria yang kalau itu masih bayi. Vin's ingat betul. Apalagi saat itu Gloria tengah dalam gendongan Ela, yang membuat Vin's menjadi ikut kangen dengan Ela. Adik kecilnya tercinta.


"Demi kamu. Demi Bunda. Aku akan kembali. Tapi tetap menjadi Woodz. Karena aku sudah melupakan cinta sejatiku dan tak akan pernah jatuh cinta lagi, maka namaku Woodz bukan Vin's lagi." ucap Vin's lirih yang masih memeluk Ela dengan sayang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2