
Ela pulang dengan hati yang lega karena sudah berhasil mendapatkan tempat untuk magang. diapun segera mandi dan ganti baju rumahan. dia memakai piama satin tipis yang kemarin baru saja dia beli. Toh juga sebentar lagi malam. tak apa lah memakai itu, kata Ela dalam hatinya.
Ela sibuk dengan memasaknya sampai tak tahu kalau sudah pukul enam petang tapi Yong Jin belum juga pulang kerumah. Akhirnya dia menunggu Yong Jin di ruang santai sambil tiduran dan nonton TV. Namun karena kelelahan dia ketiduran dengan TV yang masih menyala.
Pukul 18.30 diruangan Yong Jin, dia tengah bersiap untuk pulang sampai Nam Ju Wan sekretaris nya menghampirinya.
"Lapor Tuan, saya sudah menemukan dimana nyonya muda magang Tuan. Dia magang di perusahaan design milik teman lama Tuan. Tuan Jungkook." kata Nam Ju Wan membuat Yong Jin menghentikan kegiatannya.
"Kenapa dia mendaftar di sana sih. ya sudah terimakasih aku mau pulang. akan ku tanyakan ini pada istriku." kata Yong Jin yang langsung segera bergegas pulang ke apartemennya.
Setengah jam kemudian dia sampai di apartemennya. Yong Jin menekan bel agar Ela menyambutnya. namun sudah ketiga kalinya dia menekan bel, pintu tak kunjung dibuka. akhirnya Yong Jin membuka pintu itu sendiri.
"Ela.. Ela.." teriak Yong Jin mencari Ela.
Yong Jin pun menuju ke dapur. dia pikir Ela pasti sedang asyik memasak. namun yang dia temui hanya meja makan yang penuh dengan makanan. Dia tidak menemukan Ela disana.
"Ahh mungkin dia sedang mandi." ucap Yong Jin yang langsung menuju ke kamarnya.
Namun saat di ruang santai, dia melihat TV masih menyala dan dia juga melihat Ela sedang tertidur di sofa panjang. Yong Jin pun tersenyum melihat Ela tertidur seperti anak kecil disana. Namun seketika, mata Yong Jin melebar menatap tubuh Ela yang terlihat mengecap pada piama tipis yang dia pakai.
"Ternyata benar, gadis kecil ku sekarang sudah menjadi gadis yang dewasa." ucap Yong Jin sambil menatap Ela.
Yong Jin berjongkok tepat di depan wajah Ela. Memandang wajah Ela yang cantik tanpa riasan itu. Yong Jin menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Ela.
"Cantik." satu kata yang keluar dari bibir Yong Jin. Dan satu kata itu yang bisa membangunkan Ela dengan kaget.
"Ahh... Kak Jin." ucap Ela yang kaget langsung duduk di sofa.
Yong Jin pun juga ikut bangkit dari jongkok nya dan duduk di samping Ela.
"Kamu nyenyak banget tidur nya sampai tidak tahu kalau suamimu udah pulang." ucap Yong Jin yang mendekatkan tubuhnya di samping Ela.
__ADS_1
Ela yang melihat itu menjadi salah tingkah. biasanya dia tak memperdulikan Yong Jin yang berada di dekatnya, tapi kini entah kenapa dia gugup ketika melihat Yong Jin berada di sampingnya.
"Maaf kak. Aku ketiduran. ohh iya, kakak mau makan? Ela panaskan makanannya dulu. itu pasti udah dingin." ucap Ela hendak beranjak namun tangannya di tahan oleh Yong Jin. "ada apa kak?" tanya Ela.
"Sini duduk dulu, ada yang perlu kakak omongin." kata Yong Jin serius membuat Ela kembali mendudukkan dirinya di sofa samping Yong Jin. Sedangkan Yong Jin semakin merapatkan tubuhnya di samping Ela.
"Ela, kakak mau tanya. tolong kamu jawab jujur. Apa kamu suka sama kakak?" tanya Yong Jin menatap mata Ela dalam.
Ela yang menatap mata Yong Jin, terasa seperti terhipnotis. tanpa sadar dia menganggukkan kepalanya pelan tanpa mengalihkan pandangannya pada mata Yong Jin yang sudah menyerapnya lebih dalam.
"Kalau begitu, apa kamu mau, kita memulai hubungan ini dari awal?" ucap Yong Jin dan sekali lagi Ela hanya menganggukkan kepalanya namun seketika dia tersadar.
"Tu-tunggu. Maksud kakak mulai dari awal?" tanya Ela bingung.
Yong Jin menggenggam tangan Ela dengan erat dan menatap Ela dengan penuh kasih sayang. tatapan yang selama ini Ela harapkan.
"Ela.. kakak minta maaf kalau kakak sudah menyakitimu dengan perkataan kakak yang pedas tempo hari. kakak sadar kalau tidak seharusnya kakak berucap seperti itu pada istri kakak sendiri. Kakak mohon, maaf kan kakak. dan mau kan kamu memulainya dari awal dengan kakak?" ucap Yong Jin.
"Kakak tidak hanya akan menerima perasaanmu, tapi kakak juga akan mencoba untuk mencintaimu. Kakak janji akan menjalin hubungan keluarga ini dengan penuh cinta. tapi kakak mohon.. berilah kakak waktu dengan memulai semuanya dari awal." kata Yong Jin dengan bersungguh-sungguh.
"Baik kak. aku mau. Mari kita mulai hubungan kita dari awal. anggap saja ini sebagai pacaran dahulu. barulah kita pelan-pelan semakin dekat dan biarkan waktu yang menentukan kapan kita benar-benar menjadi suami istri." ucap Ela yang berubah menjadi gadis dewasa.
"Makasih sayang." ucap Yong Jin memeluk Ela.
"Sayang?" ucap Ela heran karena baru pertama kali dia mendengar Yong Jin memanggilnya sayang.
"Iya, Sayang. kenapa? tidak suka? atau aku panggil kamu honey? baby? darling?" kata Yong Jin.
"Cukup cukup.. panggil aku sayang saja. jangan terlalu lebay. aku tidak suka." kaga Ela.
"Baiklah sayang. kalau begitu, mana tanda jadi kalau kita sudah memulai semuanya?" pinta Yong Jin.
__ADS_1
"Ha? emm.. pelukan tadi apa bukan bukti?" tanya Ela yang polos dan tak tahu apa-apa.
"Itu bukan bukti sayang. Ini baru bukti. cup." ucap Yong Jin yang mengecup bibir Ela pertama kali.
Ela masih tertegun dengan apa yang terjadi. Itu ciuman pertamanya. Ela masih menatap Yong Jin tidak percaya. Yong Jin yang melihatnya pun hanya tersenyum gemas karena melihat kepolosan Ela yang sebentar lagi akan dia hilangkan.
Yong Jin kembali mengecup bibir Ela, namun kecupan itu semakin lama dan berubah menjadi l*m*t*n. Disini Yong Jin belum mendapatkan balasan dari Ela karena Ela pun tidak tahu apa yang akan dia buat. Ela masih merasakan kaget dan sensasi yang tak pernah dia rasakan. Seperti ada aliran listrik yang mengalir dari tubuhnya ketika Yong Jin memulai l*m*t*n itu.
Yong Jin memperdalam ciuman itu dengan menarik tengkuk Ela. Ela memejamkan matanya dan mulai menikmati ciuman lembut dari Yong Jin. Tangannya melingkar erat di leher Ela. Yong Jin menggigit kecil bibir Ela. dan..
"Ahh"
Ela membuka bibirnya. Itu menjadi kesempatan untuk Yong Jin memasukkan lidahnya di dalam mulut Ela. Ela mulai bisa mengikuti irama ciuman Yong Jin yang semakin menggila. Jika dirasa Ela akan kehabisan nafas, Yong Jin melepas sebentar tapi langsung mencium Ela lagi. Tangan Yong Jin pun mulai meraba tubuh Ela. dari punggung turun ke paha Ela yang terekspos karena hanya memakai celana pendek yang panjangnya mungkin hanya sejengkal.
Melihat tangan Yong Jin yang mengelus paha Ela, Ela pun membuka matanya dan melepaskan ciuman itu. Dia menatap Yong Jin dengan senyumnya dan memegang tangan Yong Jin agar tak melanjutkan gerakan itu.
"Cukup kak. sampai disini dulu. aku belum siap." kata Ela dan Yong Jin pun tersenyum menghargainya.
"Iya sayang. ini sudah cukup jauh untuk sebuah permulaan. terimakasih sudah mau menerima ku sayang." peluk Yong Jin dan mencium puncak kepala Ela dengan sayang.
"I love you kak." bisik Ela dalam pelukan Yong Jin.
Yong Jin sebenarnya mendengar. namun karena hatinya belum bisa memantapkan diri untuk mencintai Ela pun dia hanya bisa tersenyum sambil mencium puncak kepala Ela dan mengeratkan pelukan mereka.
Kruyuk... kruyuk.. kruyuk..
"Hahaha.." Ela dan Yong Jin pun tertawa karena mendengar bunyi suara perut masing-masing.
Suasana romantis pun seketika menjadi hilang karena suara perut mereka. Ela melepaskan pelukannya dan berdiri.
"Kakak mandi dulu gih. biar aku panaskan masakannya. ini sudah malam. habis itu kakak istirahat." kata Ela dan Yong Jin pun menurutinya.
__ADS_1
"Baik istriku sayang. cup." kata Yong Jin sambil mencuri kesempatan mengecup bibir manis Ela. Ela hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihatnya.