Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 38


__ADS_3

Hari-hari Chanyeol lalui terasa hampa. Meskipun dia melalui hari seperti biasanya, tapi rasanya dalam hidupnya ada yang kurang. Dia merasa ada yang hilang dalam bagian dirinya. Perginya Yura benar-benar membuat pengaruh besar dalam hidupnya.


Sepeninggalan Yura, entah ada angin apa keluarganya kini berkumpul menjadi satu di Korea. Ela kini memilih untuk berhenti bekerja dan menetap di Korea. Minky dan Junnie juga sering pulang ke Korea sebulan sekali. Bahkan Yong Jin sudah menjual seluruh rumah yang ia miliki di berbagai negara. Hanya ada satu rumah yaitu rumahnya di Korea yang tidak ia jual. Agar ia bisa selalu pulang ke Korea.


Ela memilih menjadi ibu rumah tangga dan mencoba mendekati Chanyeol seperti yang seharusnya seorang ibu lakukan. Dia ingin semakin dekat dengan Chanyeol dan menjalin hubungan keluarga yang harmonis. Yong Jin pun juga mencoba mencairkan suasana canggung diantara dirinya dan Chanyeol. Namun Chanyeol tak pernah menjawab pertanyaan mereka. Chanyeol jarang sekali berbicara. Dia pun lebih memilih untuk diam di kamarnya. Dia hanya keluar ketika sekolah dan makan saja. Dia akan berbicara hanya di butuhkan saja.


Han Sung pun juga melihat perubahan yang terdapat pada diri Chanyeol. Chanyeol jarang berkumpul dengannya. Dia lebih memilih untuk tinggal di rumah. Lebih tepatnya di kamarnya. Kadang Chanyeol akan singgah sebentar di kamar Han Sung jika dia ingin bermain game saja. Selebihnya dia sibuk dengan dunianya di kamar. Yaitu dengan bermain alat musik dan menciptakan lagu yang kadang Han Sung dengan begitu menyayat hati. Kadang Han Sung duduk terdiam di balkon kamarnya demi mendengarkan suara dan alunan lagu dari Chanyeol. Kadang juga dia akan menangis jika mendengar lirik lagu yang Chanyeol buat begitu sedih dan menyentuh hati.


Lalu bagaimana dengan Zie? Sebenarnya setelah keadaan ini Yong Jin ingin mengirim Zie kembali ke Sydney. karena memang rencana awal dia hanya ingin membuat Chanyeol bertekuk lutut di hadapan Zie lalu bisa dengan mudah mengontrol Chanyeol lewat Zie. Namun nyatanya semua tak berhasil. Tapi, Han Sung memohon bahkan bersimpuh kepada Yong Jin agar tidak mengirim Zie kembali ke Sydney. Dan disitu terbongkar lah hubungan Han Sung dan Zie. Termasuk Jin-young yang mendengar bahwa anaknya tengah menjalin hubungan kekasih dengan Zie.


Awalnya Jin-young tidak merestui hubungan mereka. Tapi Yuna membujuk Jin-young agar merestui hubungan Han Sung dan Zie. Karena bagaimana pun Han Sung adalah anak satu-satunya. Dia tidak mau kehilangan Han Sung hanya karena tidak direstui dalam hal asmaranya. Namun Yuna juga tidak semudah itu merestui nya. Dia tetap mengawasi Zie. Jika ada hal yang akan merugikan anaknya atau akan membuat anaknya patah hati, Yuna akan menjadi orang pertama yang mendepak Zie pergi dari Korea. Sedangkan Jin-young, akan merestui mereka dengan syarat Han Sung mulai ikut bekerja di kantor. Oleh karena itu dia sudah mulai bekerja di kantor. Dia hanya akan ke kantor ketika weekend saja. Selebihnya dia kerjakan di rumah.


...***...


Tidak terasa sudah tiga bulan lamanya Yura meninggalkan Chanyeol. Dan hari ini hari dimana Chanyeol sudah resmi lulus dari SMA. Malam ini acara promnight di selenggarakan. Semua siswa sangat antusias terutama Han Sung, Zie, Taeyong dan Jihoon. Namun tidak bagi Chanyeol.


Dia hanya diam dan melihat jalannya acara di sudut yang tidak terlalu ramai. Dia sebenarnya juga tidak suka dengan keramaian. Namun dari tadi banyak sekali gadis yang memperhatikan nya. Karena kabar tentang dia yang merupakan anak bungsu keluarga Park sudah santer terdengar. Membuatnya seperti menjadi seorang bintang yang selalu di cari di manapun keberadaannya.


Terlebih untuk Gladis yang sudah memperhatikan nya sejak Chanyeol masuk sekolah satu minggu setelah Yura meninggal. Yura ingat bagaimana dulu dia meminta bantuan kepada Chanyeol untuk mencari berita tentang anak bungsu keluarga Park. Namun ternyata dia sendiri lah anak bungsu keluarga Park. Gladis merasa bodoh karena percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Chanyeol.


Gladis selalu mencoba untuk mencari perhatian Chanyeol. Namun dia tidak bisa mendapatkannya. Chanyeol semakin dingin dan tak tersentuh. Saat berjalan Chanyeol cenderung memandang lurus ke depan tak melihat sekitarnya banyak sekali gadis yang memanggilnya. Chanyeol juga sudah jarang sekali terlihat di kantin. Dia lebih sering di temukan di balkon sekolahnya, di ruang musik atau tidur di dalam kelas. Han Sung lah yang bertugas untuk selalu membawakannya makan agar Chanyeol tidak lupa makan. Karena hanya perkataan Han Sung yang Chanyeol dengar.

__ADS_1


Entah keberuntungan dari mana malam ini, tapi ini seperti buah keberuntungan bagi Gladis. Akhirnya dia memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan Chanyeol.


"Gimana ini Dis, orangnya gak bisa datang karena sakit." ucap salah satu panitia kepada Gladis.


"Udah tenang aja, ayo lo ikut gue. Kita temui Chanyeol. dia kan bisa main piano." ucap Gladis sambil menarik panitia yang terlihat panik itu.


Mata Gladis mencari ke seluruh kerumunan yang begitu banyak. Dan segera dia menangkap Chanyeol yang di kerumuni banyak gadis. Gladis langsung saja menyibak kerumunan gadis yang berlomba-lomba untuk mendkeati Chanyeol. Seketika Chanyeol yang memang sedari tadi ingin keluar dari kerumunan itupun langsung saja mengikuti Gladis ketika tangannya tengah di tarik oleh Gladis.


"Ada apa?" tanya Chanyeol ketika Gladis sudah berhenti di tempat yang lumayan sepi bersama panitia tadi. Untuk waktu yang lama, akhirnya dia bisa mendengar suara Chanyeol yang diam-diam dia rindukan.


"Lo bisa main piano kan?" tanya panitia itu. Chanyeol hanya menjawab dengan anggukan.


"Bagus. Lo jadi pengiring sekalian rekan duet gue ya nanti." ucap Gladis.


"Iya duet. kita nanti nyanyi di panggung. Soalnya rekan duet gue sakit tiba-tiba jadi gak bisa datang." ucap Gladis.


"Emangnya lo mau kita nyanyi lagu apa?" tanya Chanyeol.


Gladis terlihat berpikir ingin menyanyikan lagu apa bersama dengan Chanyeol nanti. Lalu terbesit di benaknya tentang kenangan mereka beberapa waktu yang lalu ketika mereka berdua menyanyi bersama dengan lagu 00.00 di dalam mobil. Lalu Gladis pun teringat akan lagu kesukaan Chanyeol.


"Kita nyanyi lagu Sofa." ucap Gladis dengan mata yang berbinar dan berharap Chanyeol akan menyetujuinya.

__ADS_1


Mendengar lagu sofa, Chanyeol juga kembali teringat akan Yura. Karena Yura juga lah yang mengenalkan lagu itu. Yura selalu mengenalkan lagu bagus kepadanya. Dan setiap lagu yang Yura dengarkan untuk Chanyeol, pasti dia akan langsung suka dan jatuh cinta dengan lagu itu seperti lagu Sofa. Baru beberapa kali dulu Yura mengenalkannya dengan lagu itu, dia sudah langsung jatuh cinta dengan lagu itu.


"Oke. gue mau." ucap Chanyeol.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2