Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 28


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, mood Kevin seketika berantakan. dia hampir saja memecat semua karyawan yang sebenarnya tak ada salah apa-apa pada meeting siang ini kalau saja Key tidak masuk ke dalam ruangan meeting setelah dikasih tahu Reinaldi asisten Kevin.


"Kalian semua bisa kerja gak sih! kenapa laporan kaya begini gampangnya semuanya salah. mau saya pecat kalian semua!" bentak Kevin kala itu.


Semua yang ada disana hanya bisa menunduk tak berkutik. mereka semua takut karena memang selama ini mood Kevin selalu begini. namun setelah bertemu dengan Key, mood Kevin seakan sedikit baik. dan dia tak pernah lagi emosi di kantor. namun karena kejadian tadi pagi dengan Lena, membuat Kevin jadi buruk moodnya.


"Sayang, ada apa sih ribut-ribut. kenapa mesti mau pecat karyawan yang udah setia sama kamu coba." kata Key seraya masuk ruangan dan langsung meluluhkan hati Kevin yang sedang dirundung amarah itu.


Sedangkan para karyawan menatap Key dengan tatapan penuh harap agar bisa menjinakkan singa yang kembali mengganas itu. mereka melihat Key dengan tatapan penuh harap.


"Bapak-bapak, Ibu-ibu.. untuk meeting hari ini ditunda dulu ya. biar saya tenangkan emosi bos kalian." kata Key kepada karyawan Kevin dengan lembut. melihat itu, Kevin sempat mendelikkan matanya kepada Key. "Kenapa gak terima? milih aku bubarin meeting ini atau aku yang pergi?" kata Key dengan menatap kembali mata Kevin dengan lebih ganas.


"baiklah. semuanya keluar!" kata Kevin kepada karyawannya.


"terimakasih Tuan. Terimakasih Nyonya." kata para karyawan.


Setelah keluar dari ruang meeting, semua karyawan langsung bercerita tentang sikap bos mereka. bahkan Reinaldi pun juga ikut bergosip.


"lo betah banget Rei jadi asisten tuan yang galaknya minta ampun kaya gitu." kata salah seorang karyawan.


"Ya mau gimana lagi, gue juga cuma nerusin ayh gue yang dari dulu juga jadi asistennya tuan besar. setelah tuan agung meninggal. betah gak betah sih. tapi setelah tuan menemukan Nyonya Key, emosi tuan sedikit terkendali." kata Rei.


"bener.kalau dilihat tadi, Tuan benar-benar tak bisa berkutik dihadapan Nyonya. berasa kaya Singa dan pawangnya."


"iya, ternyata seperti itu sisi lembut Tuan."

__ADS_1


"beruntungnya Nyonya bisa menjadi calon istri dari tuan."


*****


Sedangkan diruang kerja Kevin, Kevin mengunci pintu ruang kerjanya dan menyuruh sekretaris nya agar tak boleh ada yang mengganggunya. siapapun itu.


"kamu kenapa sih, tumben - tumben nya kamu kaya gini." kata Key.


"ya ini semua salah kamu. kamu nyuruh aku sandiwara, sedangkan aku gak bisa sentuhan sama cewek selain sama kamu."


"loh buktinya kamu bisa sentuhan sama Angel." kata Key cemberut.


"dia itu beda Key. dia itu...."


"Spesial. iya kan?"


"lha ngambek mu juga gak beralasan yang jelas."


"aku punya alasan jelas sayang."


"jelas apanya. kaya gitu kok. udah deh sekarang kalau kamu masih sering gak kontrol emosi, sampai hari H pernikahan kamu gak dapat jatah. bahkan sampai satu bulan pernikahan kita kamu gak bakal dapat jatah."


"yah jangan gitu dong sayang. kamu mau nyiksa aku?"


"gak, pokoknya aku gak mau tahu. Rei akan aku jadikan tangan kananku. kalau sampai dia melaporkan bahwa kamu emosi lagi seperti tadi, maka tak ada jatah sampai satu bulan pernikahan. paham!" kata Key mengakhiri perdebatan itu dengan hendak pergi keluar ruangan.

__ADS_1


Namun tangannya ditahan oleh Kevin. dia langsung jatuh terduduk diatas pangkuan Kevin. Key masih terus berontak hingga Kevin mengeratkan pelukannya. akhirnya Key pun pasrah.


"sayang, jangan kaya gini. ini dikantor. oke." kata Key melembutkan suaranya.


"ini kan kantorku. lagipula aku juga bosnya jadi gak akan ada yang berani ganggu kita sayang." kata Kevin seketika langsung membuka kancing blus Key.


"tapi aku gak mau ya, main disofa atau dimeja kerja kamu. sakit Kevin."


"gak sayang. kita main di dalam kamarku." kata Kevin seraya mengangkat Key kedalam kamar rahasia Kevin diruangan itu. merek apa melampiaskan hasrat yang terpendam. bahkan Kevin tak memberi jeda istirahat kepada Key barang 5 menit pun.


Setelah dua jam bergumul diatas ranjang king size itu, Kevin menelfon sekretaris nya untuk membelikan baju baru untuk Key dan makanan untuk mereka.


*****


"Mau kemana kamu Yu?" tanya Reinaldi yang sedang ingin masuk keruangan bosnya.


"disuruh Tuan beliin baju buat Nyonya sama makanan. tapi seumur - umur baru sekali aku disuruh beliin baju kaya gini. akupun juga gak tahu selera makan Nyonya. takut salah yang ada aku yang dipecat nanti." kata Ayu terlihat khawatir.


"udah nanti aku temenin. tapi aku mau masuk dulu ya ketemu bos." kata Rei yang langsung dicegah Ayu.


"Jangan masuk. nanti kamu kena semprot Tuan. tadi Tuan sudah kasih wejangan siapapun tak boleh ada yang masuk. Tuan sedang sama Nyonya sekarang." kata Ayu lagi.


"ohh pantas bos nyuruh kamu beli baju baru. ternyata buat ganti Nyonya. pasti mereka sedang ena-ena." kata Rei tanpa malu-malu membuat Ayu memerah mukanya. "ya sudah kalau gitu kita ke butik Nyonya aja. jadi kita bisa tanya sama mince karyawan Nyonya tentang selera baju Nyonya seperti apa." kata Rei yang langsung entah sengaja atau tidak malah menggandeng tangan Ayu.


"ehh.. Rei, berangkat sih berangkat. tapi tolong kondisikan dong tangannya. aku gak mau ya ada gosip dikantor nanti." kata Ayu.

__ADS_1


Mendengar itu, Rei langsung melepas tangan Ayu dengan wajah yang salah tingkah.


Dih bisa - bisanya ya gue pegang tu tangan Ayu. spot jantung nih gue.


__ADS_2