
Key lalu membuatkan gaun pernikahan yang sama persis seperti yang dia buat untuk dirinya sendiri agar Lena tidak curiga. dan untuk batuan perhiasan sudah diambil alih oleh mince.
Sedangkan setelah pergi dari butik Key, Lena lalu menghubungi Kevin untuk bertemu di restoran mewah bintang lima. Lena memiliki rencana untuk memberi tahu kan kepada Kevin tentang kehamilannya. dia yakin kalau Kevin akan bertanggung jawab.
"Ada apa kamu mengajakku bertemu disini sayang? hmm?" tanya Kevin pada Lena yang kini sudah memasuki ruangan VVIP agar tak ada paparazzi yang menangkap moment mereka berdua.
"Aku ada kabar baik buat kamu?"
"kabar baik apa?"
"aku hamil sayang." kata Lena membuat Kevin membulatkan matanya. dia melirik ke arah Hans yang juga terkejut.
"selamat ya sayang.. akhirnya kamu hamil juga. ohh ya kalau begitu, kita percepat saja pernikahannya." kata Kevin
Mendengar perkataan Kevin, Lena begitu bahagia. dia langsung bergelayut manja di lengan Kevin. dia menciumi tengkuk Kevin dengan nafsunya. dia benar-benar wanita yang tak tahu malu.
"emm.. sayang.. kamu jangan gini ahh nanti aku mau terkam kamu gimana?"
"gak papa. disini juga gak papa."
__ADS_1
Kevin melirik kearah Hans yang dijawab anggukan oleh keduanya. akhirnya Kevin sejenak meninggalkan Lena dan keluar bersama Hans.
"Hans, lo bawa kan topeng yang kemarin baru dibeli?"
"Bawa kok bos. tu anak kenapa nafsunya gedhe banget sih. ya udah bos tenang aja. bos sekarang masuk ke ruang samping yang sudah aku reservasi. nanti kalau udah selesai aku kabarin bos." kata Hans seraya memakai topeng yang membuatnya benar-benar mirip dengan Kevin.
***
Seminggu berlalu, Lena terlihat lebih bahagia karena Kevin selalu memperhatikannya. padahal dia tak pernah tahu kalau orang yang berada di sampingnya itu bukan Kevin melainkan Hans. Bahkan kini Lena tengah berada di butik Key bersama dengan Kevin palsu.
"Adikku tersayang. ups.. lebih tepatnya mantan adikku. bagaimana? apa gaun ku sudah selesai?" tanya Lena dengan bergelayut manja bersama Kevin Palsu.
"Sudah selesai. silahkan kamu coba gaunnya. biar dibantu sama mince." kata Key sambil melirik kearah Hans.
"Jangan tatap aku seperti itu Nyonya. nanti anda akan jatuh cinta kepadaku. bisa bahaya kalau Anda jatuh cinta kepadaku. bisa bisa besok aku hanya tinggal nama." kata Hans.
"Hahahaha kamu ini ya Hans. aku cuma lihatin muka kamu aja. kamu sudah begitu mirip sekali dengan Kevin tapi kenapa aku tak bisa tertipu?" kata Key.
"ya karena cuma Nyonya yang bisa membedakan itu. lihat aja itu wanita j*lang gak bisa membedakannya." kata Hans.
__ADS_1
"benar juga kamu Hans." kata Key meninggalkan Hans berdiri diruang tunggu.
Setelah setengah jam Hans dan Lena berada di sana, akhirnya mereka undur diri. dengan sombongnya Lena menunjukkan kemesraan Hans dihadapan Key. dia tidak tahu saja kalau itu bukan Kevin. Key tidak terpengaruh sedikitpun. karena sebenarnya, Kevin tengah beristirahat diruang istirahat dalam kantor Key.
"Sayang, bangun..." kata Key membangunkan Kevin.
"lima menit lagi sayang." kata Kevin enggan membuka matanya.
"Kalau kamu gak membuka matanya sekarang, ya sudah aku mau pakai baju lagi aja." kata Key memancing agar Kevin mau membuka matanya
"Jangan! jangan pakai baju." kata Kevin langsung berdiri dari tidurnya dan membuka mata. namun dia menyesal karena setelah itu dia melihat Key yang tengah berdiri berkacak pinggang.
"dasar mesum! cepat mandi, atau kalau tidak kamu gak ada jatah malam ini." kata Key mengancam membuat Kevin langsung lari terbirit-birit masuk ke kamar mandi.
Ditempat lain, Hans tengah membawa Lena ke gedung yang digunakan untuk resepsi. Hans terlihat antusias karena ini akan menjadi tempat resepsi antara Kevin dan Key. dia tak mau membuat bosnya itu kecewa. Sedangkan dalam pikiran Lena, ini semua dilakukan untuknya.
"Sayang, nanti kita akan mengadakan resepsi disini? wah ini lebih dari mewah sayang." kata Lena manja pada Hans.
"Semua ini aku lakukan untuk kamu. dan hanya kamu." kata Kevin.
__ADS_1
Lena semakin merasa diatas awan. dia tidak menyangka kalau akan semudah ini membuat Kevin menjadi miliknya. dia tak pernah berpikiran kalau semua ini hanya palsu. bahkan Kevin yang berada di sampingnya itupun juga palsu. dia hanya merasa kalau semua ini membuatnya bahagia. apalagi sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Lin. dalam pikirannya dia pasti akan bahagia.
Padahal Hans tersenyum penuh kemenangan. dia tak menyangka bahwa orang yang tengah di percaya itu begitu bodoh sampai tak tahu kalau sebentar lagi dia tak akan menjadi orang yang seperti dia inginkan. terlebih dia tak akan masuk dalam keluarga Lin.