Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Don't You Regret Like Me


__ADS_3

"Aku yakin kak. Apa kamu tidak melihat kak Nana? Kak Nana menjadi seperti ini karena aku. Aku lah yang menyebabkan dia kecelakaan. Kau juga yang membuatnya buta." ucap Bo Reum.


"Sudah ku bilang berapa kali sih. Kamu bukan penyebab dia kecelakaan Bo..." ucap Jin-young.


"Tapi kalau hari itu aku tak menelfonmu untuk datang ke apartemen ku, bagaimana bisa dia tahu tentang hubungan kita? Dan mungkin memang seharusnya aku tak pernah hadir dalam hidupmu." ucap Bo Reum dengan menahan tangisnya.


"Apa kamu bilang barusan? Jadi kamu menyesal berada dalam hidupku?" ucap Jin-young sambil mengguncang badan Bo Reum.


"Iya, dengan berat hati aku mengatakan, aku menyesal karena sudah bermain hati denganmu Jason. Tak seharusnya aku menjadi orang ketiga diantara kalian. Seharusnya kalian yang harus menikah hari ini. Bukan aku, Jason." ucap Bo Reum.


Jujur, perkataan Bo Reum barusan seperti belati tajam yang menusuk tepat di hatinya yang paling dalam. Bahkan Bo Reum dengan santainya mengucapkan nama Jason yang tak pernah sekalipun dia sebut semenjak mereka berkencan. Dan sekarang Bo Reum memanggilnya Jason lagi? Apakah itu tandanya mereka berdua kini hanya seorang yang asing?


"Apa kamu melupakan semua yang aku katakan? Aku sudah tak mencintainya. Jadi untuk apa aku menikahinya? Oke, aku tahu aku salah. Dulu aku selalu menolak ajakanmu menikah karena aku lebih mementingkan mencari Vin's dan juga menjaga Gloria. Tapi sekarang, aku sudah menemukan Vin's. Aku sudah bisa menyerahkan Gloria dan Nana sepenuhnya kembali kepada Vin's. Dan aku bisa menikahimu segera. Bukankah aku berjanji bahwa aku akan menikahimu setelah menemukan Vin's?" ucap Jin-young.


"Tapi semua sudah terlambat kak. Sekarang Vin's tengah sakit. Dia tak mungkin bisa menjaga Gloria. Sedangkan kak Nana sekarang buta. Dia sudah tak punya siapa-siapa lagi selain kamu kak. Akan jadi egois kalau aku tetap menikah denganmu. Aku bukan wanita yang seperti itu." ucap Bo Reum.


"Apa kamu sudah tak mencintaiku?" pertanyaan Jin-young barusan membuat Bo Reum terdiam.


Sepanjang apapun alasan yang dikatakan oleh Bo Reum, bahkan membawa nama Nana dan Gloria, dia akan tetap menikahi wanita itu bagaimanapun caranya. Tapi kalau salah satu alasannya karena cinta Bo Reum sudah hilang, maka Jin-young tak akan memaksanya lagi. Karena lebih baik dia pergi daripada berharap dengan yang tak pasti.


"Ya, aku sudah tak mencintaimu lagi." ucap Bo Reum dingin sambil menahan tangisnya agar tak keluar di depan Jin-young. Karena jika dia sudah menangis di depan Jin-young, maka pertahanan hatinya sudah roboh.

__ADS_1


"Baiklah, kalau memang itu alasan kuatmu. Maka aku tak akan memaksa." ucap Jin-young sambil melepaskan cincin yang masih tersemat manis di jarinya. Cincin couple sebagai simbol berkencan mereka empat tahun yang lalu. "Simpanlah ini untuk orang yang sudah merebut hatimu." ucap Jin-young memberikan cincin itu kepada Bo Reum lalu pergi dari ruangan itu dengan membawa kepingan hatinya yang patah.


Jin-young berpikir, mungkin ini karma untuknya. Dulu Saat dia begitu mencintai Nana, tanpa sadar dia telah membuat Woodz, suami Nana sendiri menjadi patah hati karena melihat istri yang begitu dia cintai justru mencintai lelaki lain. Sekarang dia merasakan betapa sakitnya dia ketika melihat dan mendengar sendiri wanita yang dia cintai itu berkata bahwa sudah tak mencintai dia lagi.


"Jadi seperti ini yang lo rasakan waktu itu, Bro.. ternyata sakit ya." gumam Jin-young sambil berjalan menatap kosong kedepan. Hingga tak sadar bahwa dia sudah berada di parkiran.


Jin-young melajukan mobilnya tak tahu arah. Dia bahkan tak fokus dalam menyetir. Sesekali menginjak remnya keras karena hampir menabrak. Sumpah serapah dari orang yang hampir di tabrak nya hanya sepintas lalu hinggap di telinganya. Dia tak begitu fokus dengan apa yang ada di depannya.


Di tempat Bo Reum, Bo Reum menangis terguguk di sofa ruangan. Dia menangisi apa yang dia katakan tadi. Dia juga merasakan sakit saat mengatakan itu. Bagaimana bisa dia bilang bahwa dia sudah tak mencintai Jin-young, padahal dia sudah memberikan seluruh hidupnya untuk lelaki itu. Dan hanya lelaki itu yang dia punya. Sekarang dia sudah tak punya siapa-siapa. Tapi di depannya ada Nana yang lebih membutuhkan Jin-young. Dan memang seharusnya dia tak mengambil Jin-young dari Nana yang lebih dulu hadir di hati Jin-young.


"Untuk apa kamu berbohong dengan hatimu sendiri?" kata seseorang membuat Bo Reum menghapus air matanya lalu mendongak. Ternyata yang berbicara itu Nana. Bo Reum pun menghampiri Nana.


"Kakak sudah bangun? Kakak haus? Mau ku ambilkan minum?" ucap Bo Reum menetralkan suaranya.


"Aku tidak berbohong kak. Aku memang sudah tak mencintainya lagi. Aku bosan karena terlalu lama di gantung seperti kamu kak." ucap Bo Reum memaksakan senyumnya meskipun dia tahu bahwa Nana tak bisa melihatnya.


"Janganlah kamu berbohong lagi. Meskipun aku buta, Tapi aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Kamu merasakan sakit setelah mengatakan itu kepada Jason bukan? Kejarlah." ucap Nana.


"Gak kak. Aku orang yang berdosa karena mengambil kak Jin-young darimu. Aku tak berhak menikah dengannya. Bukankah seharusnya kalian yang akan menikah?" ucap Bo Reum.


"Sudah kuputuskan, selamanya aku tak akan menikah lagi. Untuk apa aku menikah kalau aku sendiri buta dan tak bisa mengurus suamiku. Lebih baik aku berusaha keras untuk mengurus anakku." ucap Nana.

__ADS_1


"Sudahlah kak, kamu jangan seperti itu. Memang seharusnya kalian yang menikah. Bukan aku." ucap Bo Reum.


"Bo Reum, aku pernah menjadi orang yang berada di sisimu. Dengan gampangnya aku bilang memilih orang lain dari pada orang yang benar-benar tulus mencintaiku. Aku pikir aku akan bahagia dengan berbicara seperti itu. Tapi coba lihat apa yang ku dapat? Aku mendapatkan ganjarannya. Aku ditinggalkan oleh Jin-young yang lebih memilihmu. Aku menyesal. Mungkin jika dulu aku tak mencampakkan Vin's, mungkin sekarang aku tak se menyesal ini. Jadi ku mohon, kembalilah dengan Jason. Aku tak mau kamu menyesal sepertiku karena melepas kan orang yang benar-benar tulus mencintaimu Bo Reum." ucap Nana yang kembali ingat nama Vin's.


"Tapi kak, kakak..."


"Janganlah kamu pikirkan aku dan Gloria. Aku yakin kami pasti bisa hidup bahagia bersama. Kamu lebih berhak dengan Jason daripada aku. Jadi menikahlah dengannya. Aku merestui kalian." ucap Nana.


Namun Bo Reum masih memaku di tempat tanpa tahu harus berkata apa atau bertindak bagaimana.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2