Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Girls Time


__ADS_3

Sore harinya sesuai janji tadi siang, Ela di jemput oleh Hana di kantornya menggunakan mobil milik Ela yang tadi pagi di pakai Yong Jin untuk mengantarnya.


"Mari Nona." sapa Hana.


"Eits.... kan udah gak ada kak Jin, jangan terlalu formal gitu dong." kata Ela dan Hana pun mengiyakannya.


Hana menjalankan mobilnya kepusat perbelanjaan di tengah kota. Kerlap kerlip lampu mulai menyala satu persatu di samping kanan kiri jalan. Karena bertepatan dengan jam pulang kerja, jalanan pun mulai padat dengan banyaknya yang pulang dari kantor.


"Kita mau kemana sekarang?" tanya Hana.


"Ke Mall keluarga Park aja. disana kita menghabiskan waktu untuk girls time." kata Ela dengan semangatnya.


"Semangat sekali kamu." ucap Hana.


"Ya. aku dari kecil ingin sekali punya kakak cewek. Sedangkan aku punyanya kakak cowok. Dan aku juga gak bisa sama bundaku, karena bundaku terlalu sibuk dengan butik nya dan Ayah. jadi ketika aku bertemu denganmu, aku begitu senang. akhirnya aku bisa memiliki seorang kakak." ucap Ela sambil bergelayut di tangan Hana.


Hana yang melihat tingkah laku Ela pun hanya tersenyum sambil mengelus rambut Ela dengan sayang. Akhirnya setelah berhasil menembus padatnya jalanan sore itu, Hana memarkirkan mobilnya di parkir ground di Mall milik keluarga Park itu.


"Oke sudah sampai. sekarang kita mau kemana dulu?" tanya Hana.


"Oke.. kita shoping dulu, ke salon lalu makan." ucap Ela bersemangat menarik tangan Hana.


Hana sungguh kualahan dengan tingkah energik Ela yang bergerak kesana kemari dengan riangnya. Hana juga bisa tahu dalam sekejap kalau Ela itu shopaholic. Tapi dia tipe pemilih yang harus detail sampai urusan jahitan nya. Seperti sekarang. Hana sedang berhadapan dengan Ela yang memperdebatkan jumlah berlian yang berada di sepatunya.


"Itu bagus La. cocok di kamu." ucap Hana.


"Iya bagus kak. tapi kakak lihat, jumlah berliannya di sebelah kanan dan kirinya beda. di sebelah kanan ada sepuluh tapi yang sebelah kiri gak ada satu." ucap Ela sambil melepas sepatunya dan menimang sepatu itu di tangannya.


"Itu hanya berlian kecil La. Toh juga kalau kamu pakai gak akan kelihatan kalo itu berliannya gak sama. Kan berlian kecil." kata Hana.


"Tapi kan kak, satu potong berlian yang hilang itu, bisa buat gaji kakak beberapa bulan. kan rugi kita." ucap Ela.


"Terserah kamu lah La. aku gak paham hal begituan." kata Hana yang lebih memilih menjauh dan melihat - lihat sepatu yang lain.


Setelah puas mendapatkan belanjaan, Ela membawa Hana ke salon untuk perawatan rambutnya. Mereka pun langsung melakukan treatment perawatan rambut dan pijat sekalian. Hana dan Ela merasakan releks saat melakukan treatment spa yang sekaligus ada di salon itu.


Tak terasa sudah menunjukkan pukul tujuh malam, mereka baru keluar dari salon itu. Ela pun mengajak Hana ke sebuah restoran. Mereka memesan makan malam untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong dari sore.


"Wuah.. rasanya puas sekali malam ini. kak, foto yuk." ajak Ela kepada Hana.


"Ayuk."


Ela pun mengarahkan kamera hpnya dan membidik gambar mereka. Ela terlihat begitu bahagia dan langsung mengirimkan foto itu kepada Yong Jin.


Di kantor Yong Jin.


Drrtt.. drrtt..


Yong Jin yang melihat hpnya bergetar pun langsung membukanya. Dia menatap layar HP, melihat notif dari Ela. Dia pun tersenyum dan membukanya.


"Wah... istriku ternyata cantik sekali. seharusnya aku yang berada di foto itu bukan Hana." ucap Yong Jin.

__ADS_1



Yong Jin kembali menyimpan handphonenya dan segera menyelesaikan pekerjaannya. Dia ingin segera pulang dan bertemu dengan Ela. entah ini perasaan apa yang penting dia ingin segera bertemu dengan Ela dan memeluknya serta menciumnya.


Tak butuh waktu lama, Yong Jin pun langsung membereskan pekerjaannya dan pulang. Dia tidak jadi ikut jamuan karena ternyata jamuan makannya diundur minggu depan namun Nam Ju Wan lupa memberi tahu kepada Hana.


Yong Jin sampai dirumah bertepatan dengan Ela yang juga baru saja masuk ke rumah dan hendak memasakkan Yong Jin makan malam. Ela yang melihat pintu terbuka pun langsung tersenyum saat melihat wajah lelah Yong Jin.


"Sayang udah pulang? gimana hari ini? seneng bisa main sama Hana?" tanya Yong Jin yang langsung memeluk Ela dan memberikan kecupan mesra di puncak kepala Ela.


"Emm... tapi akan lebih seneng lagi kalau kakak yang menemaniku." ucap Ela manja.


"Mulai deh keluar manjanya. ya udah kakak mau mandi dulu. kamu pasti mau masak kan? kebetulan kakak udah laper banget ini." ucap Yong Jin.


"Baiklah kak. kakak mandi dulu ya.." ucap Ela yang langsung berjalan ke dapur untuk memasak.


*


*


*


Setelah melaksanakan ritual makan malam dengan romantis karena di selingi tawa dan gombalan yang keluar dari bibir Yong Jin, mereka berdua pun langsung masuk ke kamar.


Ela berganti baju tidur yang tipis seperti biasanya sedangkan Yong Jin memakai celana panjang dan kemeja putih untuknya tidur. sebelum tidur, mereka melakukan pillowtalk untuk saling mendekatkan diri.


"Emm... kak.. aku mau tanya. tapi kakak jujur dan jangan ada yang ditutupi atau kakak jawab bohong." kata Ela tiba-tiba menjadi serius.


"Emm... kakak pernah melakukan hubungan intim dengan wanita?" tanya Ela pelan.


"Kamu mau tanya ini to. tak kira tanya apa. kakak jawab jujur ya. Iya, kakak pernah tidur dengan wanita lain. bukan hanya pernah tapi sering. makanya kamu jangan sering mancing kakak karena kakak gak bisa tahu sampai kapan kakak akan menahannya." ucap Yong Jin sambil mencubit hidung Ela gemas.


"Emm... Sebenarnya aku mau aja ngasih hak kakak. cuma aku takut." kata Ela menunduk malu.


"Takut? takut kenapa?"


"Temenku bilang kalau itu bakalan sakit. Dan aku juga tanya sama Hana kalau itu memang sakit. aku takut gak kuat." ucap Ela dengan polosnya. Yong Jin pun tertawa.


"Hahahaha..."


"Ihh... kenapa kakak ketawa sih." kata Ela manyun.


"Habis kamu orangnya polos banget sayang. untungnya kamu menikah dengan kakak. coba kamu pacaran dengan cowok sembarangan. Belum tentu dia akan menghargai harta berhargamu." kata Yong Jin menatap Ela dengan sayang.


"Tapi nyatanya kakak juga sering tidur sama cewek lain. Jangan-jangan setelah menikah denganku kakak masih sering tidur dengan orang lain?" kata Ela sambil memicingkan matanya.


"Sumpah.. dari seminggu sebelum kakak menikahimu, kakak belum tidur lagi dengan cewek mana pun." kata Yong Jin sambil mengangkat tangannya tanda sumpah bahwa apa yang diomongkan nya benar.


"Ohh berarti kakak ingin tidur dengan cewek lagi? gitu?" kata Ela dengan mata yang menatap Yong Jin ganas.


"Bukan gitu maksudku sayang. Iya bener kalau aku akan tidur dengan cewek lagi dalam waktu dekat. tapi cewek itu kamu. tunggu kamu siap nanti kakak akan minta jatah kakak." ucap Yong Jin menatap Ela penuh dengan godaan.

__ADS_1


Ela sebenarnya ingin memberikannya. tapi dia takut kalau rasanya akan sakit banget. Bahkan malam ini Ela sudha mempersiapkan dirinya. tapi...


"Emm... kak, kalau malam ini aku ingin memberikan hak kakak, apa kakak mau melakukan itu dengan lembut? jujur aku takut." kata Ela menunduk malu.


"Sayang, jika kamu masih takut, aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya. aku tak ingin kamu merasa terpaksa." ucap Yong Jin sambil membelai pipi Ela.


"Gak!" mendengar itu Ela berani mengangkat mukanya dan berkata dengan mantap. "Gak! Aku yakin mau memberikannya sekarang." lanjutnya.


"Kenapa?"


"Kok kenapa sih? kan iu udah kewajibanku sebagai seorang istri." jawab Ela.


"Iya aku tahu. tapi apa alasan kamu ingin secepatnya memberikan mahkota mu kepada kakak sayang?" tanya Yong Jin.


"Aku gak mau kalau kakak nanti malah memilih tidur dengan wanita lain hanya karena aku gak memberikan hak untuk kakak." ucap Ela dengan sedih.


"Baiklah kalau memang itu maumu. tapi kamu yakin? tidak akan menyesal?" tanya Yong Jin yang sudah mulai siap menerkam Ela.


Ela hanya menggeleng kan kepalanya dan mengangguk tanda menyetujui bahwa malam ini akan menjadi malam yang berharga bagi mereka berdua. Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya.


Malam pertama bagi Ela untuk yang pertama kalinya dan malam pertama bagi Yong Jin setelah menikahi Ela. Yong Jin masih tak percaya kalau akan meniduri Ela. tapi setelah dia mencoba menerima Ela, Yong Jin merasakan hal yang berbeda. dia tidak pernah berpikir bahwa Ela itu anak kecil. Jadi saat malam ini Yong Jin memulainya, dia tidak merasakan bersalah.



"Ahh sakit kak.." jerit Ela saat merasa ada bagian tubuhnya yang seperti sobek saya Yong Jin perlahan memasukkan kejantanannya.


"Sabar sayang.. tahan ga sebentar." ucap Yong Jin yang mulai memainkan miliknya maju mundur di Liang kenikmatan Ela.


Di kamar itu menjadi saksi bisu percintaan Ela dan Yong Jin dengan panasnya. Suhu AC yang menyala di dalam kamar itu berasa seperti suhu panas. bukan dingin lagi. Peluh yang bercampur dari keduanya menandakan betapa lama mereka terus beradu kasih sayang di atas ranjang. Sprei yang semula berwarna putih dan rapi, kini sudah berantakan akibat pergumulan mereka dan juga terdapat bercak darah dari kewanitaan Ela.


"Arrrggghhh....." Yong Jin menghentak Ela untuk yang terakhir kali setelah dia mencapai kepuasan untuk kesekian kalinya.


Entah, Yong Jin sendiri tidak tahu sudah berapa kali dia mencapai pelepasannya. Namun dia merasakan tak pernah puas hanya bermain sekali. Dia seperti mendapat kekuatan dari mana entah dia tak tahu. Tapi yang dia heran, Ela juga bisa mengimbanginya. Bahkan stamina Ela begitu besar sampai bisa melayaninya meskipun dia menerkam nya membabi buta.


"Sayang, maaf ya. pasti sakit?" ucap Yong Jin.


"Emm... tidak apa-apa kak. yang penting sekarang kakak puas dan tidak mencari wanita lain untuk memenuhi nafsumu. cukup ada Ela saja disini." ucap Ela sambil memeluk dada bidang Yong Jin.


"Baiklah, kalau begitu kamu minum ini dulu setelah bermain. kakak tidak ingin kamu hamil karena tadi kakak terus mengeluarkannya di dalam." kata Yong Jin sambil mengambil sesuatu dari dalam laci nakasnya. yang ternyata itu pil kontrasepsi.


"Ka-kakak tidak menginginkan anak dariku?" tanya Ela dengan sedih.


"Bukan seperti itu sayang. Kakak ingin kamu melahirkan anak untuk kakak. cuma memang ini sudah kakak siapkan dari awal kalau kita berhubungan badan. Kakak cuma bermaksud agar tidak mengganggu kuliahmu. kakak ingin sekali kamu hamil, tapi nanti setelah kamu lulus kuliah. kakak tidak ingin menjadi penghalang karir kamu." ucap Yong Jin sambil memeluk Ela.


"Baiklah kak. Aku akan meminumnya. disaat nanti aku sudah siap dan kakak juga siap, aku akan berhenti meminumnya." ucap Ela dengan senyuman setelah itu meminum pil KB itu.


"Terimakasih sayang pengertiannya. baiklah sekarang kita tidur dulu. untung besok libur kerjanya." ucap Yong Jin.


"iya kak. goodnight sayang. cup." Ela mengecup pipi Yong Jin dan terlelap karena sudah mengantuk dan lelah. dia tidur sambil memeluk Yong Jin dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yong Jin.


Yong Jin pun menyelimuti tubuh mereka yang masih polos tanpa sehelai benang pun. Yong Jin memeluk Ela dengan sayang dan mematikan AC di dalam kamar karena dia sempat melihat ramalan kalau pagi dini hari ini akan turun salju. dan dia juga merasakan hawa dingin di luar sana jadi dia mulai menghidupkan penghangat ruangan agar istri kecilnya tak kedinginan.

__ADS_1


__ADS_2