
Sejak kejadian hari itu, Nana menghindari Vin's. Nana juga lebih sering mengurung dirinya di dalam kamar. Dia tak pernah keluar kecuali jika saatnya makan. Dia juga tak menyapa Vin's meskipun dia tahu kalau setiap hari Vin's berada di rumahnya. Bahkan saat Vin's juga berada di dalam kamarnya, dia menganggap Vin's tak pernah ada. Ketika Vin's ingin mendekatinya dan meminta maaf atau sekedar menyapanya, dia pasti akan langsung menghindar.
Hal itu ternyata berlangsung sampai hari ini dimana seharusnya mereka berdua melangsungkan pernikahan ya g telah di sembunyikan oleh kedua keluarga itu. Kini Nana tengah menemani Ela sedangkan Vin's menemani Yong Jin.
Namun mereka merasa aneh, terlebih Nana yang ikut di rias dan memakai gaun berwarna putih polos seperti gaun pernikahan yang di pilih tempo hari.
"Ela, kenapa aku di rias seperti ini? ini mah kaya aku yang mau nikah." ucap Nana yang sudah siap memakai gaunnya.
"Udah, nanti pokoknya kamu akan keluar bareng aku dengan pakaian kaya begini. gak bisa protes. kalau protes maka aku akan marah dan tak akan bicara denganmu selamanya." ancam Ela yang melihat sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu hendak melepas riasannya. Alhasil itu cukup membuat Nana berhenti melakukan aksinya dan diam menurut ketika Ela mengajaknya untuk masuk ke dalam ruangan.
Ela dan Nana berjalan beriringan dengan bucket bunga di tangan masing-masing. Nana memakai penutup wajah. sedangkan di pelaminan telah menunggu Yong Jin dengan senyum mengembang nya juga Vin's yang terheran kenapa ada dua mempelai wanita. Setelah sampai di pelaminan, Yong Jin segera menyambut Ela sedangkan Vin's terpaksa menyambut tangan gadis yang tak dia ketahui kalau itu Nana. Nana menundukkan kepalanya. dia diam membisu dengan ini.
"Perhatian semuanya. Selamat pagi. Hari ini adalah hari besar bagi keluarga Lyn, keluarga Park dan keluarga Kim. dimana hari ini akan di langsungkan resepsi pernikahan untuk putri dari keluarga Lyn dan putra pertama dari keluarga Park. Park Yong Jin dan Angela Lyn, yang sudah menikah sepuluh bulan yang lalu..." ucap Park Yong Bin yang di daulat menjadi MC untuk pernikahan ini.
"Dan di hari ini, selain menyaksikan resepsi Park Yong Jin dan Angela Lyn, para tamu terhormat juga di perkenankan menjadi saksi baterai rumah tangga, pada upacara pernikahan Putra pertama keluarga Lyn, dan putri tinggal keluarga Kim. Lyn Kevin dan Kim Na Young."
Perkataan Yong Bin sebagai MC membuat terkejut para hadirin. tapi tak urung juga mendapatkan tepuk tangan yang meriah. tapi tidak bagi Vin's dan Nana yang kini mereka saling pandang. meskipun masih menggunakan penutup wajah, namun Nana masih bisa melihat Vin's yang ada di sampingnya tengah menggandeng tangannya.
Akhirnya upacara pernikahan Vin's dan Nana berjalan. Sedangkan Ela dan Yong Jin sementara menyingkir dari pusat perhatian. mereka berada di pinggir yang sudah di sediakan oleh pihak WO. semuanya dengan khidmat menyaksikan sumpah janji suci dari dua insan yang sebenarnya begitu ingin berkata tidak itu. terlebih Nana, namun dia tak mau mencoreng Nama keluarga Kim. keluarga yang telah membesarkan seorang model terkenal yang telah menjadi ibu kandungnya itu.
Akhirnya, kini Vin's dan Nana resmi menjadi suami istri yang sah secara hukum dan agama. Mereka saling memasangkan cincin dan Vin's membuka penutup wajah milik Nana. Terlihat Nana menahan tangis. Bukan tangis bahagia yang dilihat oleh para tamu undangan. tapi tangis kesedihan yang dia rasakan.
Perlahan, Vin's mendekatkan wajahnya dan en cium bibir Nana dengan lembut. ciuman yang lebih mirip dengan l*mat*n itu hanya sebentar karena tak mau terlalu lama dan malu dengan para hadirin. terlebih ini acara di siarkan langsung oleh TV swasta yang sudah di sewa oleh keluarga Park.
Seluruh tamu undangan memberikan selamat kepada kedua pasangan itu. Nana dan Ela di apit pasangan masing-masing. senyum yang ditebarkan oleh pasangan Yong Jin dan Ela begitu sempurna membuat hati para kaum hawa dan adam yang melihatnya begitu iri. Namun senyum yang dilontarkan oleh Vin's dan Nana berbeda. Vin's tersenyum terlihat begitu terpaksa sedangkan Nana tersenyum menahan kegetiran. Belum hilang syoknya kemarin saat Vin's melakukan hal yang lebih saat mereka di sauna, kini dia sudah harus menjalani hari sebagai Nyonya Vin's yang pasti dengan mau tak mau dia harus melayani Vin's.
__ADS_1
*
*
*
Acara resepsi telah selesai. semua keluarga menginap satu malam di hotel samping dimana tempat nya berada di samping gedung yang di jadikan tempat resepsi. Semuanya masuk ke dalam kamar masing-masing. Juga Vin's dan Nana sebagai pengantin baru. Kamarnya berhias kelopak bunga mawar yang berbentuk hati di tengah ranjang king size milik mereka. membuat suasana kamar menjadi lebih romantis.
Nana duduk di pinggiran ranjang menunggu Vin's yang tengah membersihkan dirinya. Nana melamunkan apa yang akan terjadi nanti jika mereka berdua sudah berada di ranjang ber sama-sama. Nana terkejut ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka. Dia melihat Vin's yang mengenakan jubah piama tidurnya berjalan sambil mengeringkan rambutnya.
"Sekarang kamu buruan mandi. bisa gak ngelepas bajunya?" ucap Vin's dengan nada yang lembut karena tak mau membuat Nana takut seperti kemarin lagi.
"Emm... gue mau tidur begini aja."
"gu-gue..."
"Mulai sekarang stop panggil lo gue. kita udah nikah. jadi biasakan panggil aku kamu." potong Vin's dengan cepat membuat Nana menatap wajah Vin's yang tengah duduk di sofa yang berada di ruangan dengan tangan yang masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"A-aku gak bawa baju ganti kak." ucap Nana.
"Kenapa gak bilang dari tadi sih. di dalam lemari sudah ada baju ganti buat kamu. tapi hanya ada dua macam. satu baju tidur untuk malam ini dan satu lagi baju buat besok kita pulang kerumah Bunda." ucap Vin's dan Nana pun langsung beranjak ke lemari.
Memang benar yang dikatakan Vin's kalau sudah ada dua stel pakaian. Namun itu untuk malam ini dan untuk pulang besok. Nana melihat baju tidur untuk malam ini. Jubah piama seperti milik Vin's yang dalamnyahm hanya memakai lingerie tipis berwarna merah menyala. Kalau dirinya saja hanya memakai lingerie dibalik jubah piamanya itu, bisa dipastikan kalau Vin's hanya memakai celana kolor saja.
Tak mau ambil pusing, mau tak mau Nana memakai itu. daripada harus tidur menggunakan celana jeans dan kemeja. dia tak mau tidur dengan memakai baju seperti itu. Butuh waktu lama dia menyelesaikan ritual di kamar mandi. saat dia sudah selesai mandi, dia keluar dan melihat Vin's tengah membersihkan kelopak bunga mawar yang berada di ranjang.
__ADS_1
"Kakak ngapain?" tanya Nana.
"Aku cuma mau bersihin bunga-bunga ini aja. kamu lebih baik makan dulu itu. mungkin sudah mulai dingin. aku sudah makan tadi saat kamu sedang mandi." ucap Vin's yang sudah selesai membersihkan ranjang lalu tidur terlentang di sisi sebelah kiri.
"Baik kak. makasih."
Nana mendekat ke arah meja makan kecil di sudut ruangan. dia mulai menyantap spagetti dan desert manis yang kebetulan kesukaannya. dia tak butuh waktu lama untuk menghabiskannya. karena cacing dalam perutnya sudah berdemo sejak tadi.
Setelah makan, dia pun duduk di ranjang sebelah Vin's yang sudah tertidur. dia memainkan HP nya dan melihat pesan dari teman-temannya yang tadi di undang oleh Ela. Banyak ucapan yang mengalir untuk dirinya. namun tak ada yang membuat dirinya bahagia.
Melihat itu, dia menaruh HP nya di nakas samping ranjang lalu mematikan lampunya dan mulai membaringkan tubuhnya di samping Vin's yang terlihat sudah begitu lelap. Nana menghela nafasnya karena malam ini dia tidak akan di makan oleh Vin's. Diapun bisa tidur dengan nyenyak sambil memunggungi Vin's.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Halo semuanya.. mulai dari bab ini, sudah mulai menceritakan tentang Vin's dan Nana ya. kisah cinta yang bertolak belakang dengan Yong Jin dan Ela. Tapi nanti juga akan di selipi kisah lika liku rumah tangga Yong Jin dan Ela yang begitu kuat dengan saling percayanya mereka. selamat membaca.