
Dokter Wu yang menangani Woodz mendatangi keluarga Woodz. Dokter Wu memberikan surat perjanjian dimana di nyatakan bahwa Woodz mendonorkan matanya untuk Nana. Disitu Ela menangis meraung tak terima hingga dokter Wu memberikan sebuah surat untuk Ela dan keluarga yang ditinggalkan oleh Woodz.
𝘛𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢. 𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯, 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘰𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘕𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘯? 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘌𝘭𝘢. 𝘌𝘭𝘢, 𝘢𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶. 𝘚𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘩𝘢𝘺𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬, 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘕𝘢𝘯𝘢. 𝘐𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘰𝘯𝘰𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘕𝘢𝘯𝘢. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘪𝘵𝘶. 𝘒𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢, 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬. 𝘋𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘰𝘴𝘰𝘬 𝘢𝘺𝘢𝘩. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯, 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘕𝘢𝘯𝘢. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘕𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢. 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘯? 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯.. 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬. 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘣𝘶𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬. 𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘬. 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢...
Ela menangis setelah membaca itu. Akhirnya dengan berat hati Ela menerima pernyataan itu. Dan hari ini juga Operasi itu berjalan.
"Bo Reum, aku takut.." ucap Nana yang tengah berjalan ke ruang operasi.
Nana tidak tahu bahwa juga ada keluarga Woodz yang sedang berada di depan ruang operasi. Menunggu jasad Woodz untuk di kebumikan.
"Kakak gak usah takut. ini semua demi Gloria. Oke." ucap Bo Reum menyemangati Nana. Hanya Bo Reum yang terlihat menyemangati Nana.
Bahkan Bo Reum tak mengetahui siapa yang mendonorkan mata untuk Nana. Sampai dimana Ela memberikan sebuah surat dari Woodz untuk Nana. Ela menitipkan itu.
"Kenapa Kak Woodz menitipkan surat ini untuk kak Nana? Kenapa dia tidak menemui kak Nana nanti saat selesai operasi saja?" tanya Bo Reum.
"Tidak bisa. Karena Woodz tengah berada di dalam bersama Nana." ucao Ela menatap pintu ruang operasi.
"Apa? Bukannya kata dokter itu kak Nana mendapatkan donor mata dari seseorang yang baru saja meninggal. Apakah orang itu..." pertanyaan Bo Reum terhenti ketika melihat Ela menangis yang langsung di peluk oleh Yong Jin.
Bo Reum melihat ke sekeliling. Key dan Kevin masih terlihat begitu bersedih. Tak terlihat Tuan dan Nyonya park karena mereka berdua menghadapi media massa yang entah siapa yang menyebarkan kabar meninggalnya Woodz sampai di tangan media.
Mata Bo Reum menatap Jin-young yang terlihat bersandar di dinding dengan menjejalkan tangannya di dalam kedua saku celananya. Jin-young terus menatap langit-langit. Terpancar kesedihannya di wajah Jin-young. Ingin sekali rasanya Bo Reum memeluk laki-laki itu seperti saat Jin-young sedang bingung mengerjakan pekerjaannya.
Namun niat hati Bo Reum terhenti ketika seorang gadis belia yang mendekat kearah Jin-young dengan tampang yang begitu cemas dan khawatir. Gadis itu datang bersama dengan Hans. Gadis itu menghentikan langkah Bo Reum yang hendak memeluk Jin-young. Karena Jin-young langsung memeluk gadis itu dan mencurahkan semua air mata nya pada gadis itu.
"Sudah lah Oppa.. jangan tangisi dia. Kasihan dia, biarkan dia tenang di alam sana." ucap gadis itu yang terdengar begitu mesra di telinga Bo Reum.
Bo Reum masih memandangi Jin-young saat Jin-young memeluk gadis itu dengan begitu erat dan mencurahkan semua kesedihannya. Gadis itu hanya bisa membalas pelukan Jin-young dan mengelus punggung Jin-young.
Lima jam berlalu. Akhirnya operasi itu sudah selesai. Nana di dorong dengan brangkarnya menuju ke ruangan Nana. Bo Reum mengikuti para perawat yang mendorong brangkar Nana. Sambil berjalan, dia melirik ke arah Jin-young yang tanpa sedikitpun melihatnya. Jin-young masih bersandar di pundak gadis itu.
Kini tinggalah jenazah Woodz disana. Sebelum pemakaman, jenazah Woodz dibawa ke rumah duka yang berada di rumah sakit itu. Berita anak sulung pengusaha Lin meninggal sudah tersebar sampai ke seluruh penjuru dunia. Bahkan beritanya menjadi topik utama yang hangat di berita berbagai stasiun televisi.
__ADS_1
Untuk televisi lokal bahkan sampai menayangkan live suasana di rumah duka. Banyak orang ternama yang datang. Banyak juga teman teman dari Woodz, keluarga Lin dan keluarga Park. Para artis papan atas juga ikut hadir. Karena selama ini keluarga Lin juga sering mensponsori artis papan atas.
Tanpa mereka sadari entah darimana datangnya, terlihat juga Rei dan istrinya, kedua orang tua Nana hadir disana. Rei mendekati Kevin yang tengah menangis disana. Terlihat juga sisa air mata di wajah Rei. Ia pun menangis mendengar berita ini tadi siang. Dia tidak menyangka bahwa anak yang dulu dia besarkan dan bimbing sekarang sudah pergi.
Rei memberanikan dirinya mendekati Kevin yang sudah tak pernah dia hubungi selama enam tahun ini. Awalnya dia kira akan mendapatkan pukulan karena bagaimanapun anaknya dulu membuat Woodz menderita. Namun dia tak menyangka bahwa Kevin akan memeluknya dan menangis layaknya anak kecil. Rei pun ikut menangis.
Dalam hatinya dia terus meminta maaf kepada Kevin. Semua ini pasti akhir dari penderitaan Woodz yang berkepanjangan. Semuanya pasti ada akhirnya.
Karena keluarga tak menunggu siapa pun untuk memakamkan Woodz, akhirnya hari itu juga pemakaman Woodz berlangsung meskipun hari sudah menjelang malam. Mereka tak ingin terus melihat jenazah Woodz terlalu lama tidak segera di kebumikan.
Awalnya mereka semua ingin menunggu keluarga Jin-young yang akan datang. Tapi mengingat Cassie tengah hamil tua anak keduanya, akhirnya orang tua Jin-young mengurungkan niatnya dan memilih tidak keKorea. hanya di wakilkan oleh kakak Jin-young yang berada di Jepang.
Suasana baru menyelimuti pemakaman itu. Ela menangis terguguk dalam pelukan Yong Jin. Begitupun Key yang berada di dalam pelukan Kevin. Tuan dan Nyonya Park menundukkan kepalanya memanjatkan doa tulusnya untuk Woodz. Rei menengadahkan tangannya tinggi tinggi untuk berdoa. Sedangkan Jin-young kembali menatap keatas. kini bukan langit-langit ruangan namun langit yang sudah mulai menampakkan malamnya.
Tangannya menggenggam tangan Yuna erat.
Hans menundukkan kepalanya. Air matanya tak henti mengalir meskipun dia lelaki. Nam Ju Wan datang bersama Hana istrinya. Nam Ju Wan ikut bersedih bahkan matanya bengkak karena menangis. Bagaimanapun dia juga bekerja dengan Woodz sudah lama. YingYing dan Boa juga nampak datang di pemakaman itu. Mereka menggunakan pakaian serba hitam dan sesekali mengusap airmatanya dengan tissue yang mereka pegang.
Eomma panti dan Han Seung Woo menangis sambil mengagumkan tangannya di dada. Anak panti pun semuanya ikut hadir untuk memberi upacara terakhir kepada Woodz. oleh karena itu pemakaman ini penuh dengan anak yatim yang mendoakan Woodz. Bo Reum ikut hadir di pemakaman. Namun dia memilih berdiri di belakang. Jauh dari keluarga karena dia tak ingin berada di dekat Jin-young. Dia tak ingin melihat Jin-young bersama wanita lain.
Angin musim gugur berhembus. Daun berguguran. Musim gugur yang begitu menyedihkan untuk keluarga ini.
Tiga hari berlalu.
Bo Reum terus menemani Nana di rumah sakit. Sendirian. Sesekali di temani Ela yang sudah mulai menerima Nana kembali. Nana pun meminta maaf kepada Ela. Ela juga menerima Nana karena dia tak ingin mata indah Woodz pergi dari pandangannya.
Hari ini pembukaan perban untuk mata Nana. Ela ikut hadir bersama dengan Yong Jin. Namun yang lainnya tak bisa ikut karena tak sanggup menahan tangis saat melihat mata itu nantinya. Termasuk Jin-young yang memilih pergi ke panti asuhan yang berada di busan dengan di temani oleh Yuna. Jin-young ingin melihat jejak yang ditinggalkan oleh Woodz selama enam tahun ini.
"Sekarang buka mata Anda pelan-pelan." ucap dokter spesialis mata yang menangani Nana.
Nana mengerjapkan matanya. Perlahan mulai membuka matanya. Awalnya bayangan buram terlihat. Namun bayangan buram tiga orang yang berada di depannya itu semakin jelas. Nana tersenyum dan menyentuh matanya.
"Saya bisa melihat dok. Saya bisa melihat." ucap Nana dengan senang.
__ADS_1
Bo Reum pun tersenyum melihatnya. Sedangkan Ela sudah memeluk Yong Jin. Dia menangis dalam dekapan Yong Jin. Bagaimana tidak menangis jika melihat mata indah kakaknya yang sudah meninggal masih ada di dunia ini?
Selang beberapa jam, Nana masih bisa tersenyum. Sampai pada saat dia menanyakan kepada Bo Reum siapa pendonor matanya, Bo Reum hanya memberinya sebuah surat. Nana membaca surat itu.
𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘒𝘪𝘮 𝘕𝘢 𝘠𝘰𝘶𝘯𝘨.
𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪. 𝘉𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨-𝘵𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘬𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘞𝘰𝘰𝘥𝘻, 𝘞𝘰𝘰𝘥𝘻 𝘥𝘢𝘯 𝘝𝘪𝘯'𝘴 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢. 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶𝘮𝘶 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘯 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢. 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳.
𝘋𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶. 𝘛𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘰𝘮𝘢 𝘮𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘨𝘯𝘰𝘴𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘯𝘬𝘦𝘳 𝘱𝘢𝘯𝘬𝘳𝘦𝘢𝘴. 𝘋𝘪𝘴𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘬𝘶 𝘕𝘢.
𝘚𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘵𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘏𝘢𝘵𝘪𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘺𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘵𝘢. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘎𝘭𝘰𝘳𝘪𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶.
𝘈𝘴𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘰𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘰𝘯𝘰𝘳 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭. 𝘐𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘮𝘶. 𝘔𝘦𝘯𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘮𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘪𝘮𝘣𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘳𝘨𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘯𝘪. 𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩. 𝘉𝘦𝘳𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪.
𝘋𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢𝘬𝘶. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘱 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘑𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘥𝘪𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢. 𝘈𝘬𝘶 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘕𝘢 𝘠𝘰𝘶𝘯𝘨.
𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶.
Nana menangis membaca ini. Dia memanggil nama Vin's sambil terus memegang matanya. Dan dia merengek kepada Bo Reum dan juga Ela untuk membawanya ke makam Woodz. Dan disinilah Nana bersimpuh di makam Woodz.
"Vin's... maafkan aku yang telah menghancurkan hidupmu. Maafkan aku.. aku salah aku penjahat dalam hidupmu. Aku tak pantas mendapatkan mata indah ini darimu. Tapi aku berjanji akan menjaga mata ini. Mata yang kamu beri untukku. Dan aku juga berjanji tak akan menikah lagi. Aku berjanji diatas pusaramu. Kamu akan selalu menjadi suami pertama dan terakhirku. Seperti aku menjadi istri pertama dan terakhirmu. istirahatlah yang tenang mantan suami terindahku." batin Nana.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.