
Di sisi lain.
"Zie..." ucap Han Sung yang mengetahui wanita memakai topeng di depannya ini adalah Zie.
"Darimana lo tahu nama asli gue?" ucap Zie. Karena dari tadi dia tak ad ayang mengajaknya bicara. Sekalinya diajak bicara, justru orang yang berada di depannya itu mengetahui namanya.
"Tahu lah. Gue udah sering lihat lo." ucap Han Sung.
"Terus lo siapa?" tanya Zie.
"Lo gak kenal gue?" ucap Han Sing yang tak percaya bahwa Zie tidak mengenali suaranya.
"Emangnya lo orang penting ya sampai gue harus tahu lo siapa?" ucap Zie dingin. Dari sorot matanya mengatakan tanda tak suka.
"Lo gak penasaran gitu siapa gue?" ucap Han Sung.
"Gak. Gue gak peduli." jawab Zie dingin, sangat dingin sampai mungkin bisa membekukan apa yang di sentuhnya.
"Oke, kalau umpamanya gue Chan-Chan gimana?" ucap Han Sung memancing Zie agar membuat Zie penasaran.
"Emangnya gue bodoh apa. Mana mungkin gue gak bisa bedain Chan-Chan sama anak lainnya. Dia tinggi sekali. Tidak mungkin lo yang tingginya cuma segini itu Chan-Chan." ucap Zie.
"Oke.. kalau gitu lo ikut gue." ucap Han Sung menarik tangan Zie untuk mengikutinya.
Han Sung membawa Zie ke tempat dimana Chanyeol dan Gladis tadi masuk. Han Sung menyuruh Zie untuk masuk ke dalam labirin walaupun sebenarnya Zie malas untuk melakukannya. Dia tidak tahu bahwa orang yang membawanya itu adalah Han Wung. Karena dia benar-benar susah untuk mengenali suara orang. Tapi dia bisa membedakan mana Chanyeol mana bukan dari tinggi badannya.
"Pokoknya, kalau kita sampai bisa bertemu di jantung labirin kaca ini, berarti kita jodoh." ucap Han Sung lalu mendorong Zie untuk segera masuk ke dalam.
Zie berjalan menuju dimana perasaannya berada. Yaitu dia merasakan dimana adanya jalan. Karena dia tidak bisa mengingat peta. Dia hanya mengandalkan keuntungan saja agar bisa segera ke jantung labirin dan keluar dari sana.
Sedangkan Han Sung yang mengingat-ingat peta tadi, dengan mantab berjalan sesuai ingatannya. Dia terus berjalan sesuai dengan perhitungannya. Bahkan saking perhitungan dengan langkahnya, dia sampai sekalipun belum pernah menabrak dinding labirin yang terbuat dari kaca tersebut. Dia benar-benar sungguh ingin bertemu dengan Zie di jantung labirin nanti.
Tepat pada saat Han Sung sudah menemukan jalan masuk kedalam jantung labirin, dengan secara kebetulan Zie juga sampai disana. Mereka berdua saling tatap. Zie yang juga kaget melihat itupun bingung harus bagaimana. Han Sung melepaskan topengnya dan mendekati Zie.
"Hans? Jadi lo Hans?" ucap Zie tak percaya menatap siapa lelaki yang tadi berkenalan dengannya itu.
"Iya ini gue. Kita udah ketemu disini sekarang, berarti kita beneran jodoh." ucap Han Sung.
"Gak usah bercanda deh Hans. Lo lupa? Gue ini tunangan Chan...." seperti biasa, perkataan Zie terpotong. Tapi kali ini bukan karena Han Sung menyela omongannya tapi karena tindakan yang membuat Zie menjadi kaget.
__ADS_1
Cup.
Han Sung mengecup singkat bibir Zie. Han Sung menatap Zie yang tengah membulatkan matanya. Namun saat Zie hendak membuka mulutnya untuk berbicara, secepat kilat Han Sung membungkamnya lagi dengan bibirnya. Kali ini bukan hanya sebuah kecupan melainkan ciuman yang lama.
Zie yang awalnya kaget kini tak bisa berbuat apa-apa. Karena dia merasakan kenyamanan kalau bersama Han Sung saat ini. Dia memejamkan matanya tanda menerima ciuman dari Han Sung. Melihat itu Han Sung menarik sudut bibirnya. Tersenyum dan ikut menutup mata menikmati setiap detik moment manis mereka itu.
Setelah dirasa sudah cukup lama berciuman, keduanya saling melepaskan bibir mereka. Han Sung menempelkan keningnya pada kening Zie. Mata mereka saling terkunci menatap dalam satu sama lain. Mereka tahu, ketika bibir mereka terlepas, namun hati mereka justru saling bertaut tak ingin di pisahkan.
"I Love You Zie.." ucap Han Sung.
"Ta-tapi bagaimana dengan Tuan Yong Jin?" tanya Zie yang tiba saja ingat bahwa tujuannya kesini itu bukan untuk bersama Han Sung melainkan bersama Chanyeol yang seharusnya dia buat jatuh cinta.
"Kita pikir nanti kedepannya. Yang terpenting, kini kamu sudah menjadi milikku." ucap Han Sung memeluk Zie dengan erat sambil kembali mencium bibir Zie dengan lembut dan penuh keromantisan.
Untung Han Sung sudah menyuruh petugas yang jaga agar tidak dulu memasukkan orang sebelum dia keluar. Jadi sebelum Han Sung dan Zie keluar, tak ada yang masuk ke dalam sini.
"Hans, udah. Mending kita keluar dulu. Takut antri yang lainnya. Sekalian kita bahas rencana selanjutnya saja." ucap Zie menarik tangan Han Sung untuk keluar dari ruangan itu.
"Memangnya kamu mau apa? Bukankah tugasmu hanya mengawasi Chanyeol? Kalau begitu awasi saja dia. Jangan sampai kamu mengganggu kehidupannya." ucap Han Sung.
"Kamu masih belum tahu bahwa aku juga harus membuatnya jatuh cinta kepadaku? Itu tujuanku agar dia tidak kembali bersama dengan gadis tteokbokki nya." ucap Zie.
"Jadi lo bukan gadis tteokbokki itu?" pertanyaan itu terlontar dari mulut seseorang. Yang pasti bukan Han Sung.
"Chanyeol?" Han Sung dan Zie berucap bersamaan.
"Jadi bener lo cuma mata-mata yang dikirim oleh bokap gue?" ucap Chanyeol yang saat ini sudah berada di depan Zie.
Han Sung dengan segera menarik tangan Zie untuk berada di belakangnya. Dia menghadap kearah Chanyeol yang tengah menatap Zie penuh amarah seperti akan menguliti nya.
"Kenapa lo lindungin dia? Dia mata-mata bokap gue Hans." ucap Chanyeol.
"Gue tahu dia mata-mata dari bokap lo. Tapi asal lo tahu, beberapa hari terakhir dia tak melaporkan apapun kepada bokap lo perihal tingkah laku lo dengan Gladis. Karena gue yang menyuruh itu." ucap Han Sung Membela Zie.
"Lo membela dia?" tanya Chanyeol tak percaya.
"Iya, karena gue cinta sama Zie." ucap Han Sung dengan tegas.
"Cinta? Tapi apa lo gak tahu kalau dia di suruh membuat gue jatuh cinta?" tanya Chanyeol.
__ADS_1
"Gue tahu. Tapi itu gak mempengaruhi gue buat gue terus cinta sama Zie." ucap Han Sung.
"Tapi gue gak mau lo bersama dengan Zie. Gue akan suruh dia balik ke Sydney. Akan gue kirim dia kembali ke tempat asalnya." ucap Chanyeol lalu pergi dari hadapan Han Sung dan Zie.
Han Sung ingin mengejar Chanyeol namun tangan Zie mencegahnya.
"Kenapa kamu menahanku Zie? Dia mau mengirimmu kembali ke Sydney." ucap Han Sung tak Terima.
"Biarkan saja Hans. Lagipula aku tak ada berhak untuk menolak. Kau hanya di bayar disini." ucap Zie sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya.
"Kamu gak bisa gitu aja. Aku bakalan ngomong sama Chanyeol agar tidak membuat mu pergi dari Korea." ucap Han Sung.
"Aku mohon biarkan saja Hans. Biarkan aku kembali ke Sydney. Kita masih tetap berhubungan meski aku harus kembali ke Sydney." ucap Zie lembut.
Sebenarnya bukan itu alasan Zie menahan agar Han Sung tidak menolak apa yang di katakan oleh Chanyeol. Karena Zie sendiri tahu, kenapa Chanyeol berkata seperti itu. Kalau sampai Han Sung menjadi penghalang untuk Zie membuat Chanyeol bertekuk lutut, maka keluarga dan perusahaan Han Sung lah yang akan menjadi korban.
Itu sesuai dengan ancaman yang dikatakan Yong Jin kepada Chanyeol tempo hari. Maka dari itu Chanyeol menentang hubungan Zie dengan Han Sung secara terang-terangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.