Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Vin's Did Not Go Home


__ADS_3

Nana terburu-buru keluar dari dalam taxi. Dia langsung masuk ke dalam rumahnya menggunakan kunci cadangan. Dia takut kalau saat Vin's pulang dia tidak ada di rumah. Akan jadi gawat jika Vin's tidak melihatnya di rumah. Bisa-bisa dia berpikir yang tidak - tidak tentangnya.


Namun saat Nana masuk kedalam rumah. Dia begitu kaget melihat rumahnya dalam keadaan gelap gulita. Rumah ini memang ada pembantu, namun itu hanya sampai siang hari. Vin's juga tidak memperkerjakan satpam untuk rumahnya karena komplek perumahan itu terkenal ketatnya.


Ada sedikit kelegaan melihat tak ada tanda-tanda Vin's sudah pulang. dia pun segera membersihkan dirinya di kamar mandi dan segera memakai baju tidur. kalo ini dia hanya memakai kemeja panjang tanpa bawahan untuknya tidur. Dia langsung merebahkan dirinya di ranjangnya.


Tak butuh waktu lama untuk Nana tertidur. Karena dia merasakan lelah dan juga kenyang pada perutnya. Jadi dia bisa langsung tertidur dengan nyenyak. Bahkan dia tidak tahu kalau malam ini dia tidur sendirian di rumah yang lumayan besar itu.


*


Paginya, seperti biasa. Nana akan segera berkemas rapi untuk segera ke kantor. Habis itu dia langsung memasak sarapan. Namun kali ini dia merasakan ada yang kurang. Dia tidak merasakan kehadiran Vin's yang selalu memanggilnya untuk di siapkan coklat panas sebelum dia selesai mandi.


"Apa Kak Vin's masih tidur ya?" pikir Nana. Dia ingin melihat ke dalam kamar Vin's namun di urungkan nya. "Ahh nanti saja. kalau sampai masakanku sudah matang dia belum juga teriak, aku akan panggil dia." ucap Nana pada dirinya sendiri.


Namun, selang lima belas menit, Nana tak segera mendengar suaminya berteriak dari lantai atas. Nana yang sudah menyelesaikan masakannya pun langsung menuju lantai atas untuk melihat suaminya.


Tok.. tok.. tok..


Dia mengetuk secara pelan karena Vin's tak suka keributan. Namun menunggu cukup lama, Nana tak mendapatkan sahutan dari dalam. Dia sempat berpikir ingin membuka pintu kamar suaminya itu. Namun dia mengurungkan nya. Dia pun mengetuk pintu kamar itu kembali.


Tok.. tok.. tok..


Namun bukan sahutan, justru pintu itu semakin terdorong masuk dan sedikit terbuka. Itu menandakan kalau pintunya tidak di kunci dari dalam.


"Tidak di kunci? tidak biasanya kak Vin's lupa kunci pintu." ucap Nana melongok masuk. Namun didalam begitu gelap. lampu tak menyala dan tirai jendela tidak di buka. Nana berjalan ke sisi dekat jendela untuk membuka tirainya. Nana pun terkejut saat melihat ranjang Vin's rapi seperti tak tersentuh oleh seseorang.


"Kak Vin's?" Panggil Nana. dia masih ingin berpositif thinking bahwa sang suami mungkin sedang di kamar mandi.


Namun saat Nana mengedarkan ke pintu kamar mandi, pintu itu terbuka. Dia pun masuk dan melihat bahwa kamar mandi dalam keadaan kosong. Bahkan wastafel dan lantainya pun kering. Terlihat sekali kalau itu tidak habis di pakai.


"Apa kak Vin's tidak pulang semalam?" pikir Nana. Dia pun kembali ke dapur untuk sarapan dan segera berangkat ke kantor.

__ADS_1


Nana terpaksa berjalan kaki sampai depan komplek perumahan nya. Karena taxi tidak bisa sembarangan masuk jika tidak membawa penumpang yang bermukim di perumahan itu. Dia berjalan kaki karena biasanya Vin's memberinya tumpangan sampai depan komplek perumahan. Namun ada untungnya dia berjalan kaki, dia bisa bertanya kepada satpam penjaga gerbang komplek.


"Permisi pak, mau tanya. apa Mister Vin's semalam pulang?" tanya Nana kepada penjaga tersebut. Di komplek ini tidak ada yang tahu kalau mereka suami istri. Karena mereka tidak mempublikasikan juga warga berasumsi mereka kakak adik karena marga mereka sama.


"Ohh Mrs. Lin. seperti nya Mister tidak pulang Mrs. karena tidak ada catatan nomor kendaraan milik Mr. Vin's." ucap penjaga itu.


"Baiklah kalau begitu. terimakasih." Nana pun melanjutkan kembali perjalanan nya menuju ke kantor.


Dia memesan taxi online melalui handphone nya. Tak butuh waktu lama taxi yang dia pesan pun datang. Dengan masih memikirkan dimana Vin's menginap semalam, Nana terus memandang jalanan luar. Sampai - sampai dia tidak sadar kalau sudah sampai di kantor.


Kembali dia masuk dengan tergesa-gesa. dia ingat, Vin's punya sekretaris. pasti sekretaris nya tahu dimana bosnya itu. Nana pun segera menuju ke lantai paling atas dan menemui sekretaris Vin's di mejanya.


"Pagi Mrs." sapa sekretaris Vin's yang mungkin umurnya tak selisih jauh dengan Nana namun postur tubuhnya lebih pendek. kulitnya juga lebih gelap dari Nana.


"Ohh, semalam Mister lembur Mrs. lalu dia menyuruhku pulang duluan pada pukul delapan. Dan pagi tadi pukul enam dia memberi kabar bahwa dia tidak masuk hari ini. Dia menyuruhku untuk mengatur pertemuan dengan klien di wakilkan oleh anda Miss." ucap sekretaris itu.


"Ohh baiklah kalau begitu. tadi pagi Mister juga memberiku kabar. Aku pikir kalau itu bohongan karena jarang sekali dia tidak bisa menghadiri meeting dengan klien. ya sudah kalau begitu aku masuk dulu. nanti kalau sudah waktunya meeting, kamu hubungi sekretaris ku dan kamu juga ikut meeting ya. Karena nanti kamu harus laporkan kepada Mister." ucap Nana dan di angguki oleh sekretaris itu.


*


*


*


Malam harinya di tempat Vin's berada. Disana dia bertemu dengan Jin-young di sebuah bar. disana dia minum sampai sedikit mabuk.


"Ada apa kamu memanggilku kesini Vin's?" tanya Jin-young sambil ikut meminum segelas bir di depannya.


"Kamu masih ingat tidak ceritaku tentang seorang gadis cantik yang ku temui disini dulu ketika masih kecil?" tanya Vin's.


"Sebentar, aku ingat ingat dulu." ucap Jin-young sambil mengingat. "Kalau tidak salah namanya Cloe bukan?" tanya Jin-young.

__ADS_1


"Benar. sebulan yang lalu aku bertemu dengannya. Dan kemarin dia mengajakku bertemu. Kamu tahu apa yang dia katakan?"


"Mana ku tahu. kamu belum bilang." sahut Jin-young.


"Dia bilang, dia mencintaiku. Dia ingin aku jadi pacarnya. Ternyata dia juga sudah memendam perasaannya padaku dari kecil. seperti aku memendam perasaanku padanya." ucap Vin's setelah menenggak habis minumannya.


"Menyatakan perasaan? Lalu bagaimana dengan istrimu Vin's? Kamu sudah beristri sekarang." kata Jin-young yang tidak percaya kalau Vin's akan bicara seperti itu.


"Tapi aku tidak mencintai istri ku. dia hanya orang yang di jodohkan oleh orang tuaku." kata Vin's dengan sengit.


"Tapi tetap saja dia istrimu. Walaupun kalian hanya di jodohkan, tapi dia tetap istrimu Vin's. Bahkan mungkin sekarang dia sudah mulai mencintaimu. Bagaimana kamu akan memperlakukannya?" tanya Jin-young. Dia tak ingin sahabatnya itu menempuh jalan yang salah. Dia tak ingin Vin's akhirnya menyesal sendiri dengan pilihannya.


"Cinta? kamu bilang dia sudah mencintaiku? kalau dia mencintaiku, dia pasti mau ku sentuh. Tapi apa? aku menyentuhnya sekali, belum sampai berhubungan badan, dia sudah tidak mau berbicara kepadaku selama berhari-hari. Apa itu yang namanya cinta? Aku itu mungkin hanya suami pajangan baginya." ucap Vin's terlihat putus asa.


Jin-young bingung mau bagaimana menjelaskannya. Sampai pada akhirnya Vin's sudah tidak bisa kuat berjalan. dengan terpaksa dia mengantarkan Vin's pulang. Dia memesan taxi, sedangkan supirnya dia suruh membawa mobil Vin's.


Dengan suara lirih, Vin's memberitahu alamat rumahnya. Dengan segera, Jin-young melajukan mobilnya kearah perumahan milik Vin's. Dia juga yang membawa Vin's sampai masuk ke dalam. Niat hati ingin membangunkan istri Vin's, namun dilarang oleh Vin's. Akhirnya Jin-young meninggalkan Vin's di ruang tamu. Dia langsung pulang menggunakan taxi bersama mobilnya kembali ke bar dan mengambil mobilnya yang di tinggal disana.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2