
Vin's sampai di ruangannya. Sedangkan Ela masih terus membuntuti Vin's sampai di ruangannya. Ela terlihat menempel terus kemanapun Vin's berada sampai Vin's pun merasa risih.
"Kenapa sih kamu masih ngintilin kakak disini? katanya mau ketemu Yong Jin? kenapa masih disini?" kesal Vin's kepada adiknya.
"Gak berani kak. lagian kan kakak temannya. masak gak ngucapin selamat kepada kak Jin?" ucap Ela dengan nada memohon.
"Oke oke oke. tapi setelah itu kamu pergi dari sini dan jangan mengganggu kakak bekerja." kata Vin's yang akhirnya mengalah.
"Oke." jawabnya senang.
Akhirnya Vin's pun membawa Ela menuju ruangan milik Jin. Namun baru saja sampai di lorong, sudah banyak karyawati yang berjajar di depan pintu masuk. Inilah sebabnya Vin's tak mau bertemu dengan Jin ketika Jin ulang tahun. seluruh karyawan wanita selalu mengantri untuk memberinya hadiah secara pribadi. ini sudah seperti menjadi agenda tahunan. itu juga berlaku ketika dia ulang tahun.
"Semuanya bubar. waktu menberikan kadonya sampai disini saja. dan yang belum memberikan kado, bisa di titipkan kepada asisten Woo Young." teriak Vin's.
Semua yang mendengar itupun langsung berlari kalang kabut menyelamatkan diri. jabatan boleh tinggi Jin. tapi di perusahaan ini yang paling ditakuti ialah Vin's. Jin saja selalu bungkam jika sudah melihat Jin marah.
"Kak..." ucap Ela pelan.
"Kenapa?" kata Vin's saat hendak masuk ke dalam ruangan Jin.
"Aku bukan yang pertama ngasih kado buat kak Jin ya kak?" ucapnya sedih.
Ini salah satu kelemahan Vin's. dia paling tak bisa melihat sang adik dan sang bunda bersedih apalagi sampai meneteskan air mata. dia paling tidak bisa melihat itu. dulu pernah saat kecil, Ela pernah menangis karena kepalanya kejatuhan kotoran burung dari atas pohon. saking marahnya karena melihat adiknya menangis yang kala itu masih berumur delapan tahun, diapun langsung menyuruh asisten ayahnya untuk menebang semua pohon yang ada di sekitar tempat bermainnya agar adiknya tak terkena kotoran burung lagi.
"Udah, kamu jangan bersedih. siapa tahu kak Jin belum membukanya. kamu memang tidak bisa memberinya untuk yang pertama, siapa tahu kamu bisa menjadi orang yang kadonya pertama kali di buka. ayo masuk." kata Vin's menenangkan adiknya.
Vin's pun masuk bersama Ela di belakangnya. didalam ruangan tersebut sudah seperti di sulap sebagai gudang untuk menimbun barang. banyak sekali bungkusan kado menumpuk di pojok ruangan. Jin hanya bernafas dengan kasar. setiap tahun dia selalu mendapatkan ini.
"Hei bro... Happy birthday Bro.." ucap Vin's kepada Jin.
__ADS_1
Jin yang mendengar suara Vin's pun menoleh. dengan senang hati dia merentangkan tangannya untuk menerima ucapan selamat dari seorang Vin's yang dingin.
"makasih bro.. lo emang sahabat gue yang paling baik. tapi ngomong-ngomong kadonya mana?" kata Jin sambil memunggungi Ela, jadi dia tak tahu kalau ada Ela di sana.
"Kado gue mah gampang. yang penting elo Terima dulu kado dari orang di belakang lo." ucap Vin's membuat Jin seketika memutar tubuhnya.
Mata Jin melebar. menatap gadis periang yang cantik di depannya. Bagi Jin, Ela seperti moodbooster nya. Namun dia selalu menganggap Ela sebagai adiknya. Ela sering sekali menunjukkan sikap kalau dia punya perasaan kepada Jin, namun Jin tak pernah peka dengan itu. bahkan dia malah sering menjodohkan Ela dengan adiknya, Park Yong Bin. Karena selama ini dia tahu kalau Park Yong Bin menyukai Ela. namun dia sendiri tak tahu kalau Ela hanya menganggapnya sebagai teman saja. bahkan bukan sahabat.
"Happy birthday kak Jin. nih buat kakak. semoga kakak suka." ucapnya penuh dengan rona bahagia saat menyampaikannya.
"makasih adik manis. apa boleh kakak buka sekarang?" ucap Jin.
Mendengar itu, Ela pun langsung mengangguk pasti dengan senyum yang mengembang. dia melihat kearah kakaknya dengan bahagia. Vin's yang melihat itupun juga mengulum senyum bahagianya. dia begitu bahagia ketika melihat adiknya juga bahagia.
"Wah.. jam tangan.. bagus banget Ela. kamu pinter banget milihnya. kakak pakai ya. kebetulan kakak juga lagi pengen beli jam tangan." kata Jin yang memperlihatkan hadiah itu kepada Vin's.
Mata Vin's melotot. bagaimana tidak, dia melihat merk jam tersebut. dalam sekilas saja dia bisa tahu kalau harga jam tangan itu puluhan juta bahkan bisa sampai ratusan juta. Mata Vin's pun langsung melotot ke arah Ela, sedangkan Ela hanya tersenyum sambil memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi itu.
"Wah pinter banget kamu La. lain kali kamu begini lagi ya kalau kasih hadiah buat kakak. soalnya selama ini kakakmu tak pernah mentraktir kakak." ucap Jin dengan senang.
"Ela... jawab!" katanya pelan tapi penuh penekanan.
"Iya maaf kak. habis mau bagaimana lagi. Ela gak tahu harganya, tapi Ela udah terlanjur pesan kak. itu ada ukiran nama Ela disitu." ucap Ela dengan nada tak bersalah.
"Berapa harganya?" tanya Vin's.
"emm.. tidak mahal kak. cuma dua ratus juta saja." ucap Ela enteng.
"Waw... Ela.. kamu memang yang terbaik. nah gini dong bro.. kan aku senang jika traktir kamu kedepannya." kata Jin yang tersenyum senang.
__ADS_1
"E.L.A.. " geram Vin's.
Ela tahu kalau kakaknya akan marah, maka dia pun membuat jurus andalan agar sang kakak tidak marah lagi.
"Kakak marah? maaf kak. tapi Ela beneran gak tahu harganya. lagipula Ela kan gak punya uang segitu kak. dan uang segitu juga bisa kakak dapatkan dalam waktu beberapa jam. kakak mau marah sama Ela?" ucapnya sambil menunduk dan berusaha untuk menangis agar terlihat begitu sedih.
Hal itu justru membuat Jin juga ikut mendekat dan menenangkannya. Jin tahu bagaimana sifat Ela kalau menangis. bisa-bisa satu perusahaan akan tenggelam dengan air matanya kalau dia menangis.
"udah.. jangan nangis. kakak mu hanya kesal sesaat karena kamu kemaren tidak jujur." hibur Jin.
"benar kah kak?" kata Ela yang masih mempertahankan ekspresi sedihnya.
"Iya. maafin kakak juga. karena kakak hendak memarahimu. tapi lain kali kalau belanja seperlunya saja ya, jangan seperti ini lagi." ucap Vin's yang melunak.
Ela pun langsung berhambur memeluk kakaknya itu. Dalam pelukan sang kakak, dia pun tersenyum penuh kemenangan. baginya ini adalah jurus paling handal untuk memenangkan hati kakaknya agar kakaknya tidak marah lagi.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ini contoh visual untuk Angela Lin. Ela yang manja, cantik dan manis.