
Yong Jin membuka pintu dan terkejut akan kedatangan Yong Bin adiknya sepagi itu. karena menurutnya, bukan hal yang biasa adiknya akan bertamu dirumah orang sepagi itu.
"Yong Bin?" kata Yong Jin yang heran.
"Boleh aku masuk kak?" tanya Yong Bin yang masih melihat kakaknya itu termenung.
"Ohh boleh. mau cari Ela ya? dia udah berangkat tadi." kata Yong Jin.
"Gak kok kak. justru aku datang kesini karena mau cari kakak. aku mau pamit sama kakak." kata Yong Bin sejenak menghentikan aktivitas Yong Jin yang hendak menuju ke dapur.
"Pergi? kamu mau kemana?"
"Aku mau magang ke kantor Papa yang di England. kalau aku betah disana, aku sekalian mau nerusin kuliah disana saja sampai S3 nanti." kata Yong Bin.
"Kenapa mendadak sekali? apa ini karena kakak?" kata Yong Jin curiga.
"Mungkin karena kakak hanya sepuluh persennya. sembilan puluh persennya karena Ela. istri kakak. kaya nya dia begitu menikmati dan bahagia menjadi istri kakak. buktinya dia mau memasakkan kakak seperti ini." kata Yong Bin yang menatap sekilas masakan yang dia yakin betul itu masakan Ela.
"Jadi kamu menyerah? kakak bukannya tak mau menceraikannya. kakak hanya menunggu kalian lulus baru akan menikahkan kalian." ucap Yong Jin.
"Kak, berhentilah untuk bilang seperti itu. aku tahu kakak melakukan ini karena tak ingin merasa bersalah karena menikahi wanita yang aku cintai. tapi apa kakak memikirkan apa yang dirasakan oleh Ela kalau dia tahu suaminya sendiri memberikannya kepada adik iparnya? pasti dia akan merasakan sakit kak. dia akan merasa bahwa dirinya itu barang yang tak di inginkan. Aku tak mau egois kak. biarlah aku yang tersakiti dalam cinta ini kak. aku gak mau kalau Ela harus merasakan sakit karena merasa di buang. jadi, cobalah untuk menerimanya kak." kata Yong Bin serius menatap mata kakaknya yang terlihat kosong.
"Apa kamu yakin dengan ini?"
"Aku yakin kak. seratus persen yakin. aku juga yakin kakak gak akan menyakiti Ela. karena kakak orang yang begitu baik. aku mohon, tolong Terima dia layaknya seorang istri kak. hargai perasaannya jangan sakiti dia." kata Yong Bin dengan penuh harap. Yong Jin hanya menghela nafasnya.
"Baiklah, aku akan coba untuk menerimanya. aku akan coba menuruti apa maumu."
"Kalau begitu aku bisa tenang kak. Aku pergi, tolong jaga dia." kata Yong Bin yang langsung berlalu pergi meninggalkan Yong Jin sendiri.
__ADS_1
*
*
*
Yong Jin pun menjadi kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh adiknya itu. Dia menjadi tidak fokus dengan pekerjaannya. dia menjadi terbayang oleh Ela yang selalu bersikap baik kepadanya. bersikap manja kepadanya. namun semalam dia malah sedikit menyinggung nya perihal sifatnya yang dia bilang masih kekanakan. Kemudian dia teringat kalau hari ini Ela sedang interview untuk pekerjaan magangnya. Yong Jin pun memanggil sekretaris pribadinya, Nam Ju Wan.
"Ju Wan, ke ruangan ku sebentar." kata Yong Jin lewat telefon kantornya.
Tak perlu waktu lama untuk menunggu Nam Ju Wan masuk, sekretaris nya itu langsung merapat begitu mendengar panggilan dari sang sekretaris sekaligus asistennya dan sahabat keduanya setelah Vin's.
"Ada apa tuan?"
"Tolong kamu cari tahu dimana Nyonya Muda melamar pekerjaannya. Dan kalau sudah ketemu, akuisisi perusahaan itu dan siapkan kantor untukku disana." ucap Yong Jin.
"Ohh iya aku lupa. Kamu belum tahu kalau aku menikah. Nyonya Muda yang aku maksud itu Nona Ela. Adiknya Vin's." ucap Yong Jin yang langsung membuat Nam Ju Wan melongo.
"Ba-bagaimana bisa Anda menikahi gadis manja itu?" ucap Nam Ju Wan.
"Hei. jaga bicaramu. manja - manja begitu dia istriku." ucap Yong Jin.
"Maafkan saya Tuan." kata Nam Ju Wan menundukkan kepalanya. meskipun mereka berteman tapi kalau urusan pekerjaan, Yong Jin tidak memandang itu teman atau bukan.
"Ya sudah itu saja. secepatnya segera beri tahu saya." kata Yong Jin dan Nam Ju Wan pun segera undur diri.
Sepeninggalan Nam Ju Wan, Yong Jin menatap foto yang ada di mejanya. Fotonya bersama Vin's dan Ela saat mereka mendaki gunung satu tahun yang lalu. Senyum Yong Jin mengembang tatkala ingat saat dramatis dia membantu Ela yang terperosok ke dalam jurang. untungnya belum sempat jatuh sampai dalam.
"Ternyata sudah dari dulu kamu begitu menarik. cuma aku yang terlalu buta akan masa lalu. maafkan suamimu ini La. aku berjanji akan mencoba menyayangimu dan memperlakukan mu selayaknya seorang istri." kata Yong Jin berjanji pada dirinya sendiri.
__ADS_1
*
*
*
"Selamat ya. anda lulus wawancara." ucap salah satu pewawancara kepada Ela.
"Bapak serius?"
"Saya serius. mulai besok anda sudah boleh magang disini di bagian design." katanya lagi membuat Ela menahan rasa senangnya.
"Terimakasih.. terimakasih pak. kalau begitu saya permisi." ucap Ela lalu pergi dari ruangan itu.
Dia segera menghubungi Nana yang juga ternyata diterima diperusahaan yang dia lamar. Mereka berdua pun merayakannya dengan makan bersama di sebuah restoran seafood langganan mereka.
"Wah.. ternyata dewi Fortuna sedang berada di pihak kita La." kata Nana.
"Iya. aku juga gak nyangka kalau aku akan selancar ini wawancara nya. bukan karena aku Nyonya Muda keluarga Park kan?" katanya menerawang.
"Mungkin bisa jadi La."
"Kalau begitu aku ingin bilang terimakasih kepada suamiku. hehe." ucap Ela dengan candaannya.
"kalau buat suami mah gampang. tinggal dikasih kepuasan aja di ranjang pasti dia bakalan nerima kok." ucap Nana polos sambil memakan makanan yang di pesannya.
Namun dia tak memperhatikan Ela yang diam dengan muka memerah nya. tapi dia teringat, bagaimana bisa dia memuaskan sang suami kalau suaminya saja enggan mau tidur dengannya. Padahal dia sudah berdandan se sexy mungkin untuk menarik perhatian Yong Jin. Namun ternyata itu tak berefek pada Yong Jin yang terus saja datar kepada Ela.
"Malam ini aku akan mencoba untuk menggaet nya lagi. aku yakin malam ini akan mendapatkannya. selagi dia bisa merasakan ketulusanku untuknya, pasti dia akan luluh dan tak akan pernah mengabaikanku lagi seperti ini. Aku, Ela, sekarang sudah menjadi gadis bukan bocah lagi seperti dulu. aku adalah seorang istri." Ela berucap dalam hatinya dengan tekat yang kuat untuk menaklukkan hati seorang Park Yong Jin. CEO yang dingin dan tak mudah di dekati walaupun hanya sekedar say hallo saja. Mungkin para wanita akan iri jika mendengar dia adalah seorang istri dari Park Yong Jin.
__ADS_1