Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Conflict


__ADS_3

Ela dan Jin-young benar-benar melakukan tugasnya dengan baik sebagai sekretaris dan asisten. Yong Jin merasa terbantu. Terlebih selama seminggu ini dia benar-benar merasa kacau karena harus meninggalkan pekerjaan dan menuruti kemauan Eun Bi yang selalu mengancam akan memberi tahu media massa dan keluarganya tentang ini.


Tanpa mereka sadar, Ela sebenarnya bertindak sendiri mencari bukti tentang apa yang terjadi di China. Dia menyewa detektif nomor satu di Korea untuk mencari tahu perihal masalah ini dengan detil. Dia ingin semuanya segera terselesaikan.


"Gak papa lah ngabisin biaya banyak. toh buat keluarga juga. Uang bisa di cari tapi jodoh tak akan bisa dicari." ucap Ela pada dirinya sendiri.


Siang harinya saat jam istirahat makan siang, Ela memesan makanan dari koki di rumahnya untuk mengantarnya ke kantor. Dan disinilah mereka bertiga makan bersama. Bahkan Ela juga mengundang Nam Ju Wan untuk makan bersama. Empat porsi makanan yang menggugah selera mereka.



"Sayang makan yang banyak ya. habisin semuanya." ucap Yong Jin kepada Ela yang duduk di depannya.


"Iya sayang, kamu juga. jangan sampai kamu kurang gizi." ucap Ela dengan penuh kasih sayang.


Melihat itu Jin-young dan Nam Ju Wan pun merasa bahwa mereka hanya sebagai obat nyamuk saja diruangan itu.


"Berasa kita hanya manekin aja ya disini." ucap Nam Ju Wan. Ia bisa menghilangkan bicara formal jika sedang tidak jam kerja.


"Iya. sayang, sini aku suapin. kamu pasti lapar banget kan." ucap Jin-young yang berlagak seperti wanita kepada Nam Ju Wan.


"Iya sayang, aduh makasih sayang. ini enak banget." ledek Nam Ju Wan membuat Ela dan Yong Jin tertawa.


"Lo berdua cocok deh kalau jadi pasangan. hahaha." ucap Yong Jin sambil tertawa. Dan itu sukses membuat Nam Ju Wan dan Jin-young seketika bergidik.


"Idih.. amit-amit. gue masih lempeng ya gak belok." ucap Jin-young.


"Gue juga kali. Gue juga masih lempeng. Nyatanya gue punya anak." elak Nam Ju Wan.


"Sama, gue juga masih lempeng. Udah punya anak juga. Dua malah." kata Yong Jin menimpali.


"Lo tuh mungkin yang masih belok. kan belum punya pasangan." ledek Nam Ju Wan.

__ADS_1


"Enak aja lo. gue lempeng ya. sorry."


Mereka bertiga pun tertawa. Bahkan Yong Jin bisa melupakan sejenak masalahnya. Dia bisa tertawa dengan bebas seperti biasanya. Ela melihat itu bisa mengucap syukur karena suaminya bisa tersenyum walaupun cuma sebentar. Seenggaknya bisa melupakan sejenak masalahnya.


"Lo kenapa senyum senyum sendiri La? kesambet lo." kata Jin-young melihat Ela tersenyum sendiri. Sebenarnya dia tahu kalau Ela senang bisa melihat Yong Jin tertawa lagi. Maka dari itu dia ingin mengajak Ela untuk ikut membuat Yong Jin tertawa. Seperti hal nya Nam Ju Wan yang sudah di kasih tahu perihal masalah Yong Jin dari Jin-young tadi.


"Enak aja. Gue gak kesambet ya kak." ucap Ela yang tanpa sadar mengikuti memanggil lo-gue.


"Ehh lo bisa bilang 'lo-gue' juga. Gue kira lo orangnya polos La." kata Nam Ju Wan.


"Iya dia polos, tapi gegara tuh cunguk satu jadi udah gak polos itu Ela. " ucap Jin-young menunjuk pada Yong Jin.


"Biarin dong suka-suka gue. udah istri sah gue gini." ucap Yong Jin.


"Iya deh."


Mereka baru saja menyelesaikan makan siangnya ketika pintu ruangan Yong Jin dibuka secara paksa oleh Eun Bi yang masuk dengan nada sebalnya.


"Lo apa-apaan sih seenaknya masuk ruangan CEO kaya begini. Lo gak di ajari tata krama ya lo? kalau masuk tu ketok pintu dulu. Jangan asal masuk." ucap Jin-young membuat Eun Bi mengedarkan pandangannya dan bisa melihat bahwa ada Jin-young, Ela dan Nam Ju Wan diruangan itu.


"Enak aja lo bilang gue gak ada tata krama. Gue dari keluarga Ko, keluarga yang berpendidikan. Tidak mungkin tidak punya tatakrama." ucap Eun Bi sombong.


"Nah itu tahu kalau keluarga lo dari keluarga terpandang. Seharusnya tahu tata krama nya masuk ke ruangan orang. Lagian ada perlu apa sih lo kesini? bukannya lo udah resign ya dari perusahaan? kenapa lo masih aja kesini? ada urusan apa lo?" tanya Jin-young dengan nada sombongnya mengimbangi Eun Bi.


"Gue kesini ada perlu sama Kak Jin. Emangnya gak boleh?" kata Eun Bi dengan senyum kemenangannya.


"Ada apa ini sayang? kenapa dia ingin mencarimu? ada urusan apa kalian berdua?" tanya Ela dengan nada garang.


"Sayang... bukannya kamu.." perkataan Yong Jin terpotong kala melihat Ela mengedipkan matanya. Dia juga melihat Jin-young ikut memberi kode lewat matanya. yang mengartikan kalau mereka mulai bersandiwara. "Bukannya kamu mau pulang ya." ucap Yong Jin kembali agar Eun Bi tak penasaran.


"Kenapa mesti harus kembali? Kalian mau ngobrolin apa sih sampai aku gak boleh tahu?" tanya Ela.

__ADS_1


"Bukan apa-apa kok sayang." ucap Yong Jin.


"Udah lah kak. kasih tahu aja. mumpung dia ada disini. kita omongin aja sama dia." ucap Eun Bi sambil mendekati Yong Jin dan bergelayut di tangan Yong Jin.


"Kasih tahu apa? apa yang kalian sembunyikan dari aku? Jawab sayang. apa maksudnya ini. dan kamu. lepasin suami ku." ucap Ela sambil menarik Eun Bi kebelakang hingga terbentur tembok.


"Aduh aduh.. kak.. sakit kak. tolong.. aku takut anak kamu kenapa-kenapa." ucap Eun Bi berakting di depan mereka.


"Anak? Kak Yong Jin. jelaskan!" ucap Ela.


"Maafkan aku sayang. maafkan aku." ucap Yong Jin.


Meskipun ini hanya sandiwara mereka agar Eun Bi percaya bahwa keluarga ini sudah hancur, namun tak bisa Yong Jin pungkiri kalau dia benar-benar takut bahwa anak yang dikandung oleh Eun Bi benar anaknya, maka hal ini akan benar terjadi. Dia akan di campakkan oleh Ela.


Hal ini juga berasa bagi Ela. Dia merasakan sakit yang amat dalam saat Yong Jin meminta maaf. Untuk saat ini dia memang bisa bersikap tegar. Namun hatinya juga merasakan sakit. Dia tak bisa berpikir akan bagaimana jika Eun Bi benar-benar mengandung anak dari suami yang cintai itu.


Ela tak bisa lama-lama disana. Dia memilih keluar dari ruangan itu. Dia tak ingin menangis di depan Yong Jin. Dia tak ingin terlihat lemah. Dia sendiri yang menyuruh Yong Jin untuk bersandiwara. Namun malah Ela lah yang tak bisa melakukannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2