
Tepat pukul tujuh malam Yuna dan Jin-young sudah sampai di rumahnya. Terlihat Eomma dan Bo Reum menatap mereka penuh dengan pertanyaan. Terlebih Bo Reum yang menatap mereka dengan tajam. Disana juga sudah ada Cassie yang tadi di antar suaminya sebelum suaminya mengantar kedua orang tuanya kembali ke Miami dengan pesawat pribadinya.
"Darimana saja kalian? kata Bo Reum, tadi siang kalian tidak berada di kantor." tanya Joanna.
"Tadi siang kita ada ketemu client. Ini baru saja pulang." ucap Jin-young. Sedangkan Yuna hanya diam tak tahu harus menjawab apa.
Sebenarnya bukan tak tahu, tapi jika pertanyaan itu bukan di khususkan untuk Yuna, Jin-young menyuruhnya untuk diam saja. Agar eomma nya tidak curiga.
Sebenarnya dia lelah karena tak bisa jujur dengan mertuanya sendiri bahwa dia menantu yang sah. Istri dari anaknya. Yuna berasa ingin berteriak di depan Joanna bahwa dia sudah menjadi menantunya. Namun dia tak ingin meninggalkan kesan buruk di depan mertuanya. Dia ingin mertuanya akan mengakuinya bahwa dia itu menantu yang terbaik saat Jin-young mengenalkannya nanti.
"Kenapa sih kamu gak bilang sama aku? Kan bisa kasih kabar." ucap Bo Reum dengan jengkelnya.
"Ini urusan pekerjaan bukan urusan pribadi. Aku gak bisa menyamakannya." ucap Jin-young kepada Bo Reum.
"Ya sudah, kalian sudah makan?" tanya Cassie menengahi semuanya.
"Belum Nona. Biar saya saja yang memasak." ucap Yuna lalu berjalan menuju ke dapur.
"Nah emang seharusnya sekretaris itu menjadi seperti pembantu di sini." ucap Bo Reum dengan kasar.
"Apa-apa an kamu itu. Bagaimanapun dulu kamu juga hanya seorang sekretaris. Ingat itu." ucap Jin-young lalu pergi dari sana meninggalkan ketiga wanita.
Bo Reum begitu tidak suka dengan adanya Yuna di sisi Jin-young yang bisa menghancurkan rencananya untuk kembali mendapatkan Jin-young. Terlebih eomma nya masih berada di pihak Bo Reum. Joanna pergi ke dapur untuk membantu Yuna. Sedangkan Cassie bertahan di sana bersama Bo Reum di sampingnya. Cassie melirik Bo Reum dengan penuh ketidak sukaan.
"Mau sampai kapan kamu terus beracting di depan eomma?" tanya Cassie dengan sinis kepada Bo Reum.
__ADS_1
"Sampai aku menjadi kakak iparmu." ucap Bo Reum tak kalah sengit.
"Tak akan aku biarkan kamu menjadi kakak iparku. Aku lebih suka Yuna menjadi kakak iparku." ucap Cassie.
"Kamu lebih suka anak ingusan itu menjadi kakak iparmu? apa kamu sudah gila?" kata Bo Reum di iringi tawa mengejeknya.
"Setidaknya bocah ingusan yang kamu sebut itu lebih berkualitas menjadi seorang istri bagi lelaki hebat seperti kak Jason. Bukan wanita kaya kamu yang hanya mengincar kekayaannya saja." ucap Cassie menyindir keras kepada Bo Reum sampai Bo Reum tak berkutik.
"Kenapa diam? Benar kan apa yang aku katakan. Kamu itu hanya mengincar kekayaan kak Jason saja. Coba kalau kak Jason itu miskin, apa kamu masih mau menjadi istrinya? Kemana kamu saat dia membutuhkan orang untuk menenangkan pikiran dan hatinya? Kamu justru tak mau di nikahinya hanya karena kak Nana. Asal kamu tahu, kak Nana sudah menceritakan semuanya. Kamu sebenarnya sudah putus kan dengan kak Jason? Maka dari itu Kak Jason menikahi Yuna?" ucap Cassie sedikit keras sambil melirik ke arah pitu dapur berharap eomma nya mendengar.
"Aku bukannya tak mau menikah dengan kakakmu. Tapi waktunya yang kurang tepat. Aku hanya ingin menikah ketika kak Nana sudah bisa melihat. Jadi aku bisa memamerkan ke dia bahwa Jason itu milikku. Karena dia terlalu semena-mena terhadapku ketika aku dulu menjadi sekretaris Jason. Lagipula aku juga tak mau menikah hanya karena alasan Jason menikahi ku itu karena sahabatnya yang sedang sekarat itu. Aku benci itu. Dia lebih mementingkan sahabatnya ketimbang aku. Kalau aku bersedia menikah dengannya, apa kabar dengan pesta pernikahan mewahnya? Tentu tak akan ada pesta kan? Aku tak mau itu."ucap Bo Reum dengan sombong.
"Jadi itu alasan kamu?" ucap Cassie dengan menyunggingkan senyumnya karena melihat kaki kakaknya di lantai atas yang sudah pasti mendengar perkataan Cassie dan Bo Reum. Tapi Cassie masih belum puas karena eomma nya belum mendengar pengakuan Bo Reum.
"Iya. Lagipula aku juga tak mau menjadi obat kesedihan atau masalah Jin-young. Dia selalu berbuat semaunya jika dia sedang memiliki pikiran yang rumit. Emangnya aku ini mainan sex nya apa." ucap Bo Reum.
"Ba-bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku pernah menggugurkan kandungan?" ucap Bo Reum perlahan.
"Emm.. darimana ya? Kamu selalu pergi ke dokter spesialis kandungan di England. Dokter itu bernama Krystal kan? Asal kamu tahu, dia istri dari sepupuku. Dia menantu keluarga Park. Lebih tepatnya adik ipar dari Park Yong Jin. Kamu tahu kan Park Yong Jin?" kata Cassie membuat Bo Reum mati kutu.
Rahasianya yang selama ini dia simpan terbongkar sudah lewat Cassie. Tapi dia berharap tak ada yang mendengarnya baik itu Joanna atau Jin-young. Namun dia terlambat karena Jin-young sudah mendengarnya. Jin-young menghampiri mereka berdua. Bo Reum kaget saat Jin-young sudah berada di belakangnya.
"Jadi sudah berapa anakku yang kamu bunuh?" ucap Jin-young dengan nada dinginnya.
"Ja-jason.." kata Bo Reum tergagap.
__ADS_1
"Kalau dia tidak bisa menjawab, biar aku saja yang menjawabnya. Kata Krystal, kalau tidak salah dia sudah mendatangi Krystal sebanyak tiga kali. Tapi tidak tahu dia berjanji dengan dokter yang lain atau tidak." ucap Cassie tersenyum penuh kemenangan.
"Pantas saja setiap habis pulang dari England sendirian, kamu pasti tak ingin ku sentuh selama hampir dua bulan. Apakah ini alasannya? Sungguh manusia kejam kamu, tega membunuh anakmu sendiri." ucap Jin-young tak percaya bahwa wanita yang lemah lembut yang berhasil membuatnya jatuh cinta itu ternyata berhati iblis.
"Kakak pengen tahu alasannya? Dia berkata kepada Krystal bahwa dia masih ingin hidup bebas dengan menikmati harta kekasihnya, yaitu kamu. Dia tidak ingin terikat pernikahan apalagi memiliki anak. Oleh karena itu setelah dia melenyapkan bayi ketiganya, dia langsung meminta kepada Krystal untuk membuatnya menjadi infertil." ucap Cassie membuat Jin-young menatap Bo Reum tak percaya.
"Bohong, itu semua bohong. Itu semua hanya karangan Cassie. Percaya padaku Jason. Percayalah." ucap Bo Reum.
"Kenapa aku harus percaya kepada kamu wanita yang sudah membunuh anakku. Aku lebih percaya omongan Cassie adikku sendiri." ucap Jin-young.
"AKU JUGA LEBIH PERCAYA DENGAN OMONGAN CASSIE!"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.